Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.300 - Keputusan


__ADS_3

Xiang Yang menyarankan untuk mencari tempat yang aman dan nyaman untuk berbicara baik-baik dengan Yun Nuwa.


Mereka berdua kini berada di bawah sebuah pohon besar yang rindang pada sebuah gunung. Yun Nuwa duduk dengan kedua lutut setengah di tekuk sementara Xiang Yang menekuk satu lututnya.


"Tidak ku sangka kita akan dipertemukan lagi setelah hari itu!" Xiang Yang mengingat saat-saat terakhirnya di kehidupan sebelumnya, dimana dia belum sempat mengungkapkan perasaannya pada Yun Nuwa.


"Ya." Yun Nuwa menjawab singkat tanpa menoleh kearah Xiang Yang "Xiang Yang, sebelumnya aku tidak sempat mendengar kata-kata terakhir mu. Apa yang ingin kau sampaikan saat itu?"


Selama ratusan tahun ini, Yun Nuwa selalu memikirkan apa sebenarnya yang ingin Xiang Yang sampaikan di saat terakhirnya di kehidupan sebelumnya.


Sekarang karena mereka dipertemukan kembali, Yun Nuwa ingin mengetahuinya.


"Aku.. juga memiliki perasaan yang sama dengan mu!"


Yun Nuwa tertegun, wajahnya langsung memerah, kemudian memeluk lututnya dengan setengah wajah yang disembunyikan.


"Sebelumnya setelah perang berakhir, aku berencana untuk langsung melamar mu, dan hidup bahagia bersama. Tapi sepertinya, kita tidak ditakdirkan hidup bersama di kehidupan sebelumnya!" Xiang Yang tertawa kecil kemudian menoleh kearah Yun Nuwa.


"Setelah kematian ku, apa yang terjadi pada Benua Stary? Bagaimana dengan Carol? Dan juga.. bagaimana dengan mu?"


Yun Nuwa menceritakan tentang Benua Stary yang damai setelah kemusnahan ras iblis. Kematian Xiang Yang membawa kesedihan bagi semua orang.


Untuk mengenang semua pengorbanan yang telah dilakukan sang pahlawan, Xiang Yang dibuatkan sebuah patung di tengah-tengah ibu kota kerajaan.


"Tunggu dulu, apa kau serius? Mereka membuatkan patung diri ku?" Xiang Yang memotong cerita Yun Nuwa.


Jujur saja itu adalah hal yang paling tidak diinginkan Xiang Yang. Namun apa boleh buat, hal itu sudah terjadi.


Yun Nuwa mengangguk sambil tertawa kecil lalu melanjutkan ceritanya, dimana Carol hidup bahagia dengan istri dan anaknya.


Sementara dirinya, terus hidup menyendiri hingga ajal menjemputnya.


Xiang Yang jadi merasa bersalah pada Yun Nuwa. Karena dirinya, wanita ini jadi tidak memiliki kebahagiaan dalam kehidupan sebelumnya.


"Selama 500 tahun ini, aku selalu mencari keberadaannya mu, berharap jika kau juga mendapatkan kehidupan kedua seperti ku!..


Tapi kenyataan begitu menyakitkan, setelah aku bertemu kembali dengan mu, kau ternyata sudah memiliki wanita lain!" Yun Nuwa tersenyum pahit.


"Sebenarnya aku juga tidak pernah melupakan mu, perasaan ku pada mu juga tidak pernah memudar. Tapi ya.. sulit untuk menjelaskannya!" Xiang Yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Jadi.. kau masih memiliki perasaan pada ku?" Yun Nuwa bertanya dengan suara pelan.


"Tentu saja." Xiang Yang menjawab tanpa ragu "Lalu setelah mengetahui diri ku yang sekarang ini, bagaimana keputusan mu?"


"Setelah semua perjuangan panjang yang aku keluarkan, apa kau pikir aku akan melepaskan mu?" Yun Nuwa tiba-tiba berdiri, menatap Xiang Yang dengan tatapan penuh arti yang sulit dijelaskan "Meskipun cukup sulit untuk ku menerima kenyataan ini, tapi apa boleh buat, aku akan berusaha menerimanya!"


Xiang Yang tersenyum lembut, senyuman yang selalu membuat hati Yun Nuwa meleleh.


Namun senyuman Xiang Yang menghilang saat Yun Nuwa melakukan aksi selanjutnya, dimana wanita itu tiba-tiba duduk di pangkuannya, menghadap dirinya.


"E.. Yun Nuwa, apa maksudnya ini?" Xiang Yang jadi merasa canggung.


"Maksudnya apa maksud mu?" Yun Nuwa menatap tajam Xiang Yang dengan kedua tangannya yang memegang pipi Xiang Yang, membuat pemuda itu tidak bisa memalingkan wajahnya.


"Aku telah menunggu begitu lama, apa kau ingin membuat ku terus menunggu?"


"Bukan itu maksud ku, tapi..."


Sebelum Xiang Yang menuntaskan kalimatnya, Yun Nuwa sudah memotong.


"Apa kau ingin terus membuat ku sebagai perawan tua? Di kehidupan pertama, aku mati sebagai perawan tua karena mu. Sekarang di kehidupan kedua, aku telah menunggu selama 500 tahun, jangan harap kau bisa lepas dari ku!"


Entah kenapa Yun Nuwa tiba-tiba menjadi agresif.


"Kau meragukan ku?"


Bukannya menjawab, Yun Nuwa malah balik bertanya. Tangannya secara perlahan membuka melepaskan pakaiannya mulai dari atas.


Xiang Yang menelan ludahnya "Yun Nuwa, kau harus ingat kalau kita sekarang berada di alam terbuka, bagaimana jika ada orang yang kebetulan lewat.


dan..."


Belum selesai Xiang Yang mengucapkan kata-katanya, Yun Nuwa melakukan segel tangan, membuat sebuah kubah energi yang mencakup area yang cukup luas.


"Aku cukup ahli dalam susunan formasi, selain kultivator tingkat Mahayana, tidak akan ada yang bisa melihat keberadaan kita!"


"Ugh, wanita ini benar-benar serius ingin memakan ku!" gumam Xiang Yang dalam hati sebelum menghela nafas tanpa daya lalu mengatakan "Karena ini keputusan mu, kalau begitu jangan salahkan aku!"


***

__ADS_1


Xiang Yang cukup kerepotan menangani Yun Nuwa yang begitu bersemangat melakukannya.


Satu hari penuh, Xiang Yang sama sekali tidak diberikan waktu istirahat. Jika saja dia masih berada ditingkat Transcendent, mungkin dia sudah pingsan oleh Yun Nuwa, harga dirinya akan hilang sebagai seorang pria.


Kini mereka berdua telah memasang kembali pakaian masing-masing.


Wajah Yun Nuwa terlihat lebih cerah dari biasanya, senyum manis tidak hentinya menghiasi bibirnya.


"Nuwa, bagaimana jika Ying'er mengetahui hal ini? Bagaimana kau akan menghadapinya?"


"Sebenarnya aku membawa mu kemari untuk menguji kemampuan mu, apakah kau pantas untuk Ying'er atau tidak." Yun Nuwa masih tersenyum manis "Dan aku rasa, kau memang pantas untuknya!"


Xiang Yang tertegun, dia masih tidak memahami maksud Yun Nuwa.


"Apa maksud mu, Nuwa?"


"Maksud ku, kau harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatan mu pada Ying'er!"


Xiang Yang terkejut "Nuwa, Ying'er itu adalah murid mu, kau serius ingin menjadikannya saudari mu? Selain itu, kita tidak mengetahui bagaimana keputusan Ying'er!"


"Tidak masalah, Ying'er tidak akan pernah membantah perintah ku!"


Xiang Yang menepuk jidatnya lalu menghela nafas.


"Meskipun begitu, aku tidak tau bagaimana keputusan istri ku. Jika dia tidak menyetujui maka aku pun tidak bisa menerima kalian." Xiang Yang pun tidak yakin Cai'er akan setuju mengingat sifat istrinya itu.


"Memangnya siapa istri mu?"


"Aku rasa kau mengetahui siapa dia, namanya adalah Medusa!"


"Medusa?" Yun Nuwa berpikir sejenak "Maksud mu, Ratu Medusa? Ketua Sekte Ular Neraka yang baru?"


Xiang Yang mengangguk "Ya, Medusa adalah istri ku!"


"Pantas saja sebelumnya Junior Xiao Chang tiba-tiba menjadi akrab dengannya."


Yun Nuwa akhirnya mengetahui kenapa sebelumnya Medusa dan Xiao Chang yang ingin saling membunuh, tiba-tiba berbaikan.


"Junior Xiao Chang? Nuwa, apa kau akan terus memanggil ibu ku seperti itu?" Xiang Yang tersenyum penuh makna.

__ADS_1


"Ah.. benar juga, mulai sekarang aku harus memanggilnya ibu mertua!"


Entah akan seperti apa nanti reaksi Xiao Chang jika tiba-tiba orang yang sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri menjadi menantunya


__ADS_2