
Xiang Yang dan Cai'er jalan-jalan mengelilingi Kota Hage setelah membeli pakaian. Meskipun sudah memakai cadar, namun kecantikan Cai'er tetap terpancar hanya dengan tatapan matanya saja.
Hingga malam hari tiba, mereka berdua memutuskan untuk mencari restoran untuk makan.
Hingga mereka berdua memasuki restoran Bunga Melati, yang merupakan restoran terbesar di Kota Hage ini.
Restoran Bunga Melati memiliki 3 lantai, dimana lantai 1 untuk para pelanggan biasa dengan makanan yang standar, lantai adalah lantai VIP, sedangkan lantai 3 adalah penginapan.
Xiang Yang dan Cai'er langsung memasuki restoran dan naik ke lantai 2 dengan membayar 20 koin perak. Harga yang lumayan hanya untuk naik ke lantai 2 saja, padahal 20 koin perak itu bisa membiayai hidup sebuah keluarga kecil selama 1 bulan.
Duduk santai di meja yang kosong, tanpa terganggu dengan tatapan orang lain yang ada di lantai 2. Yah, meskipun memang Cai'er hampir lepas kendali jika tidak ditahan oleh Xiang Yang.
Cai'er langsung memesan makanan paling mahal di restoran itu, dengan 10 porsi makanan yang berbeda. Cai'er ingin melampiaskan kekesalannya dengan makan banyak.
Hal ini membuat pelayan sedikit terkejut, namun tetap menjalankan tugasnya dengan profesional.
Xiang Yang sendiri nampak tidak terkejut dengan hal itu, dia masih terlihat biasa saja.
Setelah menunggu beberapa menit, pesanan pun datang dibawakan oleh lima pelayan, membuat meja mereka penuh dengan makanan.
Cai'er membuka cadarnya yang sedikit transparan lalu mulai menyantap hidangan dengan lahap.
Orang-orang disana tampak kagum dengan kecantikan Cai'er, terutama para pria, bahkan ada seseorang yang sampai menjatuhkan sendok ditangannya.
Cai'er yang sudah kesal, tidak menghiraukan tatapan orang-orang padanya, hanya terus melahap makanannya dengan ekspresi cemberut yang imut.
Xiang Yang sendiri hanya memesan satu porsi makanan saja, itu sudah cukup untuk membuat perutnya kenyang.
Hingga saat dimana Cai'er baru menghabiskan 5 porsi makanan, terdengar derap langkah kaki di tangga lantai 2.
Xiang Yang bisa merasakan aura yang cukup kuat dari orang-orang itu, mengalihkan pandangannya kesana.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, sekitar 10 orang tiba di lantai 2.
Yang paling depan terlihat seorang pria muda berusia sekitar 20 tahun, memiliki wajah yang lumayan. Pemuda itu mengenakan pakaian mewah warna biru dengan sebilah pedang yang tersarung rapi di pinggang kirinya.
Di samping kanan pemuda itu adalah seorang pria gahar botak dengan tubuh tinggi berkulit coklat, pria itu hanya mengenakan pakaian tanpa lengan, hingga bisa dilihat otot-otot lengannya yang besar.
Sementara di samping kiri pria muda, terlihat pria paruh baya dengan mengenakan pakaian putih sederhana, jenggot panjang yang masih hitam.
Sedangkan 7 orang di belakang adalah pengawal dari pria muda itu.
"Aku mencium bau-bau masalah" Xiang Yang tersenyum kecut, merasa masalah kali ini tidak bisa dihindari.
"Saudara saudari ku sekalian, maaf mengganggu waktu makan kalian! Tapi sekarang tuan muda kami, Du Bai, menginginkan privasi karena ingin membicarakan hal penting dengan tamunya! Tenang saja, tagihan makan kalian akan kami bayar!" ucap pria paruh baya dengan senyum ramah.
Mendengar itu, para tamu yang ada di lantai 2 segera beranjak dari kursi masing-masing, berjalan keluar dari lantai 2. Mereka tidak ingin berurusan dengan Du Bai.
Du Bai adalah tuan muda pertama Keluarga Du yang merupakan keluarga tunggal penguasa Kota Hage.
Di saat yang bersamaan, tatapan Du Bai juga terarah kesana. Pemuda itu langsung terkesan kala melihat sosok gadis cantik bagaikan bidadari sedang makan dengan lahapnya.
Du Shi yang berniat maju menegur mereka, segera dihentikan oleh Du Bai "Biar aku yang mengurus mereka!"
Tanpa menunggu jawaban Du Shi, Du Bai langsung berjalan dengan senyum menawan diwajahnya.
"Aku hanya berniat berkunjung ke sini untuk berbicara beberapa hal dengan tamu ku, tidak disangka akan melihat bunga yang mekar begitu indah dimalam hari!" Du Bai sudah sampai di samping meja makan kedua orang itu.
Tatapan Du Bai hanya terarah pada Cai'er, sama sekali tidak menganggap keberadaan Xiang Yang yang menatapnya dengan tatapan iba.
Jika Du Bai membuat Cai'er kesal maka Xiang Yang kali ini tidak akan dapat menghentikan gadis berdarah panas itu.
Cai'er sendiri masih lahap menyantap makanannya, sama sekali tidak mempedulikan Du Bai yang berdiri disampingnya dengan senyum menawan.
__ADS_1
Hal ini membuat Du Bai tidak senang, namun dia masih bisa bersikap tenang.
"Nona, aku melihat mu sangat menyukai makanan, bagaimana jika aku mengundang mu ke kediaman ku untuk makan? Aku yakin makanan masakan koki terbaik Keluarga Du kami tidak akan kalah dari makanan di restoran ini!"
Cai'er tiba-tiba menghentikan kegiatan makannya, mengunyah makanan di mulutnya kemudian di telan.
Cai'er pun menoleh kearah Du Bai membuat Du Bai tersenyum semakin menawan, tuan muda pertama Keluarga Du itu benar-benar semakin terpesona saat ditanya demikian iris merah bagaikan batu ruby.
Namun perkataan Cai'er selanjutnya membuat senyum Du Bai sedikit memudar.
"Apa kau bisa diam? Tidak bisakah kau melihat aku sedang makan?" Cai'er menatap Di Bai dengan tatapan tidak senang.
"Maaf jika nona merasa terganggu, saya hanya berniat memberikan undangan untuk berkunjung di kediaman Keluarga Du ku!" Du Bai masih mempertahankan sikap ramahnya.
"Aku tidak tertarik! Lebih baik kau pergi dari sini, mengganggu waktu makan ku saja!" Cai'er pun kembali menyantap makanannya.
Senyum Du Bai kali ini benar-benar pusar, urat kemarahan terlihat keluar dari keningnya, jelas sekali tidak terima dengan penolakan gadis cantik itu.
"Kau gadis sialan! Beraninya kau menolak ajakan tuan muda ku!" Du Shi yang dari awal bertahan diam dalam kekesalan melihat sikap ketus Cai'er, kini tidak bisa menahan diri.
Berjalan maju dengan wajah marah, berniat mencengkeram pergelangan tangan sang gadis muda.
Namun belum sempat tangan Du Shi mencapai tujuan, sebuah tangan lain mencengkram pergelangan tangannya.
Ternyata itu adalah Xiang Yang yang menghentikannya.
"Maaf pak tua, kekasih ku dalam mood yang tidak baik! Dia memang cenderung sedikit kasar disaat seperti ini!" Xiang Yang berkata dengan nada ramah rendah hati, namun tidak rendah diri.
Du Shi menarik tangannya sambil menatap tajam Xiang Yang.
"Oh, ada yang mau berlagak sebagai pahlawan yang menyelamatkan seorang gadis" ucap Du Shi.
__ADS_1
"Aku malah sekarang sedang menyelamatkan kalian, sialan! Jika Cai'er marah maka kalian bisa habis dibantai!" Xiang Yang mengutuk dalam hatinya.