
Cai'er cemberut setelah memasuki kota.
Di dalam kota bukannya situasi semakin membaik, malah semakin buruk. Karena di dalam kota sudah pasti lebih ramai, membuat banyak pria menatap wajah dan tubuh Cai'er, sedangkan para wanita menatap wajah tampan Xiang Yang.
"Sudahlah, abaikan saja mereka!" ucap Xiang Yang.
Cai'er pun memilih mengabaikan mereka, meskipun merasa tidak nyaman.
Namun beberapa saat kemudian, beberapa pria menghadang jalan mereka berdua.
Yang paling depan terlihat memiliki badan tinggi besar dan berotot, sedangkan yang lainnya memiliki badan biasa, ada juga yang terlihat kurus.
"Nona cantik, mau kemana kau? Bisakah kau temani Abang minum malam ini?" pria berbadan besar tersenyum lebar, menatap tubuh Cai'er dengan penuh naf*su.
Xiang Yang menepuk keningnya "Astaga, kenapa banyak sekali orang yang ingin mati ditangan Cai'er!"
Wajah Cai'er menjadi gelap, menatap para pria itu dengan tatapan dingin, lalu berjalan santai kearah para pria itu.
"Pilihan yang bagus nona cantik! Hahaha...!" Para pria itu tertawa keras melihat Cai'er yang berjalan kearah mereka, berpikir jika gadis itu menyetujui tawaran mereka.
Namun tidak disangka, setelah tiba di depan pria berotot tadi...
*Baaam!
*Baaam!
*Baaam!
Cai'er memberikan satu pukulan dan tendangan pada mereka semua, membuat mereka terpental acak entah kemana hingga tidak lagi terlihat.
Cai'er mendengus kesal.
Semua orang terperangah melihat aksi Cai'er, mereka tidak bisa melihat apa yang terjadi sehingga para berandalan itu terpental acak.
Xiang Yang bernafas lega karena Cai'er tidak berniat berlebihan, meskipun tidak diketahui nasib para berandalan itu apakah masih hidup atau tidak, namun setidaknya nasibnya jauh lebih baik dari Du Bai.
Sebenarnya Xiang Yang tidak akan masalah jika membunuh mereka, namun karena Cai'er tidak membunuh mereka, artinya gadis itu sudah bisa menahan diri.
Xiang Yang berjalan menghampiri Cai'er lalu menggenggam tangannya "Ayo Cai'er, kita lanjutkan perjalanan! Lain kali jika ada yang mengganggu mu, aku sendiri yang akan menghajar mereka!"
__ADS_1
"Baiklah!" Cai'er memeluk lengan Xiang Yang dengan senyum manis.
Mungkin akan membutuhkan waktu sekitar 20 menit lagi agar mereka sampai di kediaman Keluarga Xiang.
Tentu saja jika mereka berlari dengan kecepatan penuh, mereka akan sampai dalam waktu kurang lebih 2 menit.
Namun Cai'er bilang ingin melihat-lihat kota, jadi mereka berjalan santai.
Cai'er terlihat antusias, bahkan mengabaikan semua tatapan yang tertuju padanya.
"Hahaha...!"
Tiba-tiba terdengar sebuah suara tawa yang membuat wajah Xiang Yang mengerut dengan senyum kecut.
Tidak jauh di depan Xiang Yang dan Cai'er, seorang pemuda berjalan keluar dari sebuah bangunan dengan menggandeng 2 wanita di kiri dan kanannya.
Pemuda itu memiliki wajah yang tampan dengan pakaian mewah, sedangkan 2 wanita yang dia rangkul memiliki wajah yang bisa dibilang cantik dengan pakaian terbuka dan ketat.
"Jangan dilihat Xiao Yang!" Cai'er segera menutup mata Xiang Yang karena berpikir jika tatapan pemuda itu tertuju pada tubuh kedua wanita itu.
"Aku tidak melihat kearah kedua wanita itu, aku hanya melihat kearah pemuda itu!" Xiang Yang menyingkirkan tangan Cai'er yang menutupi matanya "Lagi pula tubuh Cai'er jauh lebih indah, untuk apa aku melihat tubuh wanita lain!"
Pemuda yang merangkul 2 wanita tidak lain adalah Li Fan. Langkah Li Fan terhenti saat melihat kearah Cai'er yang menggunakan cadar, namun matanya sudah memikat hati Li Fan.
Li Fan melepas rangkulannya dari kedua wanita itu, lalu berjalan mendekati Cai'er.
"Nona cantik, aku baru pertama kali melihat mu di kota ini! Aku Li Fan, tuan muda paling berbakat di Keluarga Li, jika berkenan aku mengundang mu untuk berkunjung ke kediaman ku!" Li Fan sama sekali tidak memperhatikan keberadaan Xiang Yang.
Cai'er ingin maju menghajar Li Fan, namun ditahan oleh Xiang Yang.
"Biar aku yang urus!" Xiang Yang maju dia langkah "Oh, tuan muda Li Fan, maaf saja tapi kami harus segera kembali ke Keluarga Xiang!"
"Kau..." Li Fan menoleh kearah Xiang Yang dengan kening mengerut, dia seperti mengenal pemuda itu.
"Bukankah kau Xiang Yang si sampah? Haha! Tidak disangka ternyata kau masih hidup, padahal semua orang mengira kalau kau sudah mati karena dua tahun ini tidak pernah terlihat!"
Li Fan tersenyum mengejek, tatapannya jelas merendahkan Xiang Yang.
"Xiang Yang, ketahuilah tempat mu! Sampah seperti mu sama sekali tidak cocok untuk nona cantik yang disana!" Li Fan menoleh kearah Cai'er dengan senyum menawan, namun justru membuat Cai'er jijik.
__ADS_1
"Kalau aku disebut sampah maka sebutan yang pantas untuk mu apa? Tai kucing!" Xiang Yang tersenyum mengejek "Kalau sampah mungkin masih bisa di daur ulang menjadi barang yang lebih berguna, namun Tai Kucing hanya akan dibuang tanpa ada yang menginginkannya!"
Urat-urat kemarahan langsung muncul di kening dan leher Li Fan.
"Setelah dua tahun tidak terlihat ternyata nyali mu menjadi lebih besar Xiang Yang!" Li Fan membuka telapak tangannya, seketika api sebesar bola tenis muncul.
"Hahaha...! Apa kau terkejut? Aku sudah mencapai tingkat True Fondation, sampah seperti mu tidak akan bisa mencapai tahap ini!" Li Fan tersenyum bangga melihat bola api ditangannya.
Pantas untuk Li Fan bangga, karena True Fondation di usia 17 tahun sudah dianggap jenius tertinggi di Kota Batu Hitam. Li Fan yang hanya seekor katak dalam sumur akan menganggap dirinya paling superior.
"Li Fan, apa kau ingin bermain api dengan ku?" ucap Xiang Yang.
"Heh, apa yang kau katakan? Jangan pikir kau..."
Ucapan Li Fan terhenti karena melihat di telapak tangan kanan Xiang Yang, terbentuk bola api sebesar bola basket.
Angin berhembus, membuat api ditangan Li Fan padam. Pemuda itu hanya melongo seakan tidak percaya dengan kenyataan.
"Aku rasa ini sudah cukup!" Xiang Yang melempar bola api itu.
*Baaam!
Bola api mengenai perut Li Fan, membuat pemuda itu terpental beberapa meter dengan luka bakar diperutnya.
"Bawa orang itu pergi!" Xiang Yang menatap dua wanita pelacur yang dibawa keluar Li Fan sebelumnya.
Kedua wanita itu mengangguk cepat lalu memapah Li Fan yang pingsan, membawanya pulang ke Keluarga Li.
"Apakah perlu aku bantai seluruh keluarganya?" tanya Cai'er.
Xiang Yang tersenyum kecut "Cai'er, setidaknya kau harus lebih menghargai nyawa manusia, jangan main asal bantai saja hanya karena kesalahan kecil!"
"Huh, kau terlalu naif Xiao Yang! Dengan sifat arogan orang itu, dia pasti akan kembali mencari masalah nantinya, jadi lebih baik untuk membereskannya terlebih dahulu sebelum mereka membuat masalah yang lebih besar untuk kita!"
"Ya..aku sepertinya memang terlalu naif!" Xiang Yang mengakui perkataan Cai'er memang benar.
\=\=\=
LIKE CUUUUY!!
__ADS_1