
"Jangan terlalu gegabah Saudari Junior, Ratu Medusa dapat membunuh Ketua Sekte Ular Neraka yang sudah puluhan tahun berada ditingkat Mahayana, kau yang baru menerobos ketingkat Mahayana tidak mungkin bisa mengalahkannya!...
Terlebih dengan diri mu memasuki wilayah kekuasaan Sekte Ular Neraka tanpa ijin, itu bisa membuat peperangan!"
"Aku tidak peduli, aku sendiri yang akan datang ke Sekte Ular Neraka untuk meminta penjelasan dari si Ratu Medusa itu!"
Xiao Chang menoleh kearah Xiang Yi An dengan tatapan tajam "An'er, kau masih belum memberitahu ibu, dari mana kau mendapatkan dua poster ini?"
"Itu..." Xiang Yi An memainkan kedua jati telunjuknya, melirik kearah lain, tidak tau harus menjawab apa.
Tatapan tajam Xiao Chang kini berubah menjadi dingin "Jangan bilang kau pergi ke Provinsi Raja Racun saat ibu sedang melakukan pelatihan tertutup?"
Provinsi Raja Racun merupakan nama wilayah kekuasaan Sekte Ular Neraka. Seperti namanya, Provinsi Raja Racun dipenuhi oleh para kultivator racun yang sangat mematikan, salah satu Provinsi yang paling ditakuti di Benua Chenwu.
Sementara untuk Provinsi Tanah Herbal merupakan yang paling lemah, namun tidak ada yang berani menyinggung Provinsi Tanah Herbal karena merupakan rumah bagi para alkemis.
"I-itu tidak benar, An'er tidak pernah pergi ke sana." Xiang Yi An menolak untuk jujur karena tidak ingin mendapatkan hukuman dari ibunya.
Tapi kebohongannya terlihat sangat jelas di mata Xiao Chang.
"An'er, sudah sering ibu bilang untuk jangan pernah memasuki wilayah kekuasaan Sekte Raksasa lainnya! Kau ibu hukum tidak boleh keluar dari sekte selama 1 tahun penuh, kau akan berada dalam pengawasan ketat hingga kau tidak bisa kabur lagi!"
"Apa? Satu tahun penuh?!" Xiang Yi An tidak menduga akan mendapatkan hukuman seperti itu.
Tidak keluar dari sekte sungguh sangat membosankan untuknya, terlebih banyak sekali murid Sekte Bintang Suci yang berusaha menggodanya, membuat Xiang Yi An muak hingga dia sering keluar dari sekte secara diam-diam.
"Kakak Senior, tolong jaga An'er sementara aku pergi ke Sekte Ular Neraka!" tanpa mendengarkan jawaban Yun Nuwa, Xiao Chang langsung melesat terbang dengan kecepatan tinggi.
"Ah.. dia seenaknya saja!" Yun Nuwa tersenyum kecut lalu menoleh kearah Xiang Yi An.
"Senior Nuwa, aku akan baik-baik saja disini, jadi tidak perlu untuk dijaga!"
Yun Nuwa memutar matanya, dia tau Xiang Yi An hanya ingin dirinya pergi hingga gadis itu bisa berbuat seenaknya.
Yun Nuwa mengibaskan tangannya, membuat sebuah kubah energi yang menutupi seluruh area itu.
"An'er, jangan harap untuk bisa keluar dari sini sebelum ibu mu kembali!" Yun Nuwa pun langsung melesat pergi meninggalkan Xiang Yi An sendirian.
"Senior Nuwa...!!" Xiang Yu An berteriak keras, menghentakkan kakinya beberapa kali karena ditinggal pergi begitu saja.
__ADS_1
***
Provinsi Raja, di Sekte Ular Neraka, tepatnya di kursi kebesaran Ketua Sekte, Cai'er seperti biasa duduk dengan pipi kanan yang bertumpu pada tangan kanannya, memasang wajah datar yang terkesan bosan.
"Sudah 2 tahun, dimana kau sebenarnya, Xiao Yang?" gumam Cai'er pelan, mengingat masa-masa yang dia lalui bersama suaminya.
Cai'er terus melamun hingga akhirnya terdengar suara teriakan keras.
"RATU MEDUSA! KELUAR KAU!!"
Suara itu terdengar seperti suara wanita, teriakannya begitu keras hingga Cai'er bisa mendengar suaranya dengan begitu jelas.
Ekspresi Cai'er berubah dingin, dia tidak tau siapa yang begitu berani meneriaki namanya seperti itu.
"Sepertinya ada orang yang mencari mati!" Cai'er berdiri dari kursinya "Tapi baguslah, sudah lama aku tidak melakukan peregangan, membunuh beberapa orang mungkin bisa menambah mood ku!"
Tiba-tiba seseorang menerobos masuk tanpa permisi, berlutut lalu menangkupkan tangannya.
"Tetua Tan Yi, siapa yang ada diluar itu?"
"Yang Mulia Ratu, itu adalah Dewi Pil Mahayana, Ketua Sekte Bintang Suci yang menguasai Provinsi Tanah Herbal. Saya tidak tau Dewi Pil Mahayana memiliki masalah apa, tapi dia terlihat marah!" ucap Tetua Tan Yi.
Cai'er menaikkan alisnya, dia sama sekali tidak tau atau mengenal Dewi Pil Mahayana, dia juga yakin tidak pernah membuat masalah di wilayah kekuasaan Sekte Bintang Suci.
"Saya tidak tau pasti Ratu, tapi saya mohon untuk tidak bertindak terlalu berlebihan, Dewi Pil Mahayana adalah Ketua Sekte Bintang Suci yang menguasai Provinsi Tanah Herbal, dia juga merupakan Alkemis terbaik di Benua Chenwu! Memiliki konflik dengannya sama sekali tidak baik!"
Tetua Tan Yi sangat mengetahui sifat Ratunya yang sama sekali tidak kenal ampun pada siapapun.
Dia tidak ingin Sekte Ular Neraka memiliki urusan dengan Dewi Pil Mahayana, terlebih dibelakang Dewi Pil Mahayana, ada Dewi Bulan Purnama yang merupakan kultivator wanita terkuat di Benua Chenwu.
Cai'er menepuk bahu Tetua Tan Yi "Kau tau sendiri aku seperti apa, Tetua Tan Yi. Jadi tidak perlu mengingatkan ku!"
Tetua Tan Yi berkeringat dingin, dia bisa merasakan aura mencekam yang keluar dari tubuh Ratunya ini.
Cai'er pun melayang keluar dari Aula Utama sekte, menuju sumber suara yang sebelumnya meneriaki namanya.
***
Di langit Sekte Ular Neraka.
__ADS_1
Xiao Chang melayang dengan aura kuat yang menyelimuti tubuhnya.
Belasan kultivator tingkat Nirwana berada di hadapan Xiao Chang.
"Dewi Pil Mahayana, ini adalah Sekte Ular Neraka! Kau tidak bisa berbuat seenaknya!" seorang kultivator tingkat Nirwana yang merupakan Tetua Sekte berteriak.
"Suruh Ketua Sekte mu itu keluar! Baru aku akan pergi!" Xiao Chang berkata dengan dingin.
Para Tetua merasa tertekan dibawah aura kultivator tingkat Mahayana Xiao Chang. Hingga sesaat kemudian, aura yang tidak kalah kuatnya keluar, menekan aura milik Xiao Chang, membuat para Tetua bernafas lega.
"Yang Mulia Ratu!" Para Tetua langsung menangkupkan tangannya.
"Sebaiknya kalian segera pergi menjauh dari sini jika tidak ingin mati!" Cai'er berkata tanpa melihat kearah para Tetua.
Tanpa berani membantah, para Tetua langsung bergerak menjauh. Mereka paham jika terjadi pertarungan antara kultivator tingkat Mahayana maka mereka hanya akan menjadi serangga yang tidak berguna.
"Dewi Pil Mahayana, apa maksud mu datang ke Sekte ku dengan begitu tidak sopan?" ucap Cai'er dengan suara dingin.
"Oh, jadi kau Ratu Medusa, Ketua Sekte Ular Neraka yang baru?"
"Apakah karena kau seorang alkemis hingga berpikir bisa berbuat seenaknya? Dewi Pil Mahayana, kau bukan satu-satunya alkemis di dunia ini. Jika kau memang menginginkan perang maka bersiaplah untuk hancur!" Cai'er tidak suka saat dirinya bertanya malah diberikan pertanyaan balik.
Xiao Chang mengeluarkan dua poster yang berisi gambar Xiang Yang dan Xiang Han. Dengan mengalirkan energi Qi, dia membuat dua lembar poster itu setajam pedang.
Xiao Chang dengan kuat melemparkannya kearah Cai'er, hingga kedua poster itu berputar cepat bagaikan suriken.
Cai'er hanya mengangkat tangan kanannya untuk membuat kedua poster itu berhenti seketika.
"Jelaskan, apa maksud mu menjadikan dua pria itu sebagai buronan?" tanya Xiao Chang dengan suara dingin.
Cai'er melihat kedua poster yang tidak lain adalah gambar Xiang Yang dan Xiang Han.
Dia mengerutkan keningnya lalu menoleh kearah Xiao Chang.
"Apakah ada masalah dengan itu? Aku mencari siapapun itu bukan urusan mu?"
"Tentu saja itu urusan ku karena kau mengincar mereka berdua!" ucap Xiao Chang "Katakan pada ku! Siapa kau sebenarnya? Dari mana kau pernah bertemu dengan Xiang Han dan Xiang Yang?"
"Apakah aku perlu mengatakannya pada mu?" Cai'er menjawab dengan datar.
__ADS_1
"Maka akan ku paksa kau mengatakannya!" Xiao Chang mengeluarkan auranya semakin kuat.
"He.. kau sepertinya terlalu menganggap tinggi diri mu sendiri!" Cai'er juga mengeluarkan auranya, langsung mendorong balik aura Xiao Chang secara paksa, membuat ibu mertua Cai'er merasakan tekanan.