Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.220 - Xiang Ba & Ling Shi


__ADS_3

5 hari sudah berlalu semenjak para kultivator memasuki dimensi kecil.


Xiang Ba berjalan memasuki goa lebih dalam, dengan Ling Shi yang mengikuti di sampingnya.


Xiang Ba melirik Ling Shi, namun hanya sekilas sebelum kembali menatap kedelapan.


Suasana sangat sunyi dan terasa canggung, tentu saja itu hanya untuk Ling Shi saja, sementara Xiang Ba tidak terlalu peduli.


Ling Shi benar-benar merasa kesal pada pemuda disampingnya yang seperti tidak menganggap keberadaannya.


Sesaat kemudian, Xiang Ba menghentikan langkahnya. Tanpa mengatakan apa-apa, Xiang Ba mengambil sebuah ranting sepanjang satu meter didekatnya lalu merobek bagian bawah jubahnya.


Ling Shi hanya memperhatikan apa yang dilakukan Xiang Ba, hingga akhirnya dia pun bertanya.


"Apa yang akan kau buat?"


"Tentu saja membuat obor, apakah masih kurang jelas?" Xiang Ba menjawab tanpa melirik Ling Shi, dia fokus melilitkan sobekan jubahnya pada ujung ranting.


Jawaban ketus Xiang Ba membuat Ling Shi semakin kesal, dia mendengus kesal sebelum berjalan meninggalkan Xiang Ba memasuki goa.


Xiang Ba melirik sekilas Ling Shi, sebelum kembali fokus membuat obor.


Namun tiba-tiba dia melepaskan obor setengah jadi ditangannya, mengeluarkan pedang kemudian melompat kearah Ling Shi yang hampir tidak terlihat karena gelap.


Merasakan pergerakan Xiang Ba yang menerjang kearahnya, Ling Shi berpikir pemuda itu ingin membunuhnya, membuatnya mengeluarkan pedang kemudian segera membalik badan.


Namun ternyata Xiang Ba tidak menyerangnya, melainkan melewatinya, menebas sesuatu yang tidak terlihat berada di belakang Ling Shi.


Ling Shi hanya bisa diam mematung karena tidak paham apa yang dilakukan Xiang Ba. Wanita itu tidak menyangka pemuda itu akan bergerak begitu cepat meskipun sudah tidak bisa menggunakan energi Qi.


"Apa yang kau lakukan?!" Ling Shi menjadi waspada.


"Aku baru saja menyelamatkan mu!" Xiang Ba mengetahui kalau penglihatan Ling Shi tidak terlalu baik karena tidak bisa menggunakan energi Qi.


Jadi wanita itu tidak bisa melihat apa yang baru saja dia lakukan. Xiang Yang memperlihatkan bilah pedangnya yang terdapat noda darah pada Ling Shi.


"Kau lihat? Aku sama sekali tidak berniat buruk!"

__ADS_1


Ling Shi mengerutkan keningnya, sebelumnya dia tidak merasakan ada makhluk yang akan menyerangnya.


"Jangan masuk terlalu dalam dulu atau kau akan mati!" Xiang Ba mengibaskan pedangnya, menghilang noda darah sebelum disarungkan.


Xiang Ba pun berjalan mengambil kembali obor yang masih setengah jadi.


"Kau meremehkan ku?!" Ling Shi merasa diremehkan oleh Xiang Ba.


Harga dirinya sebagai seorang kultivator Transcendent tidak terima diperingatkan oleh seorang bocah.


"Ingat ini, aku tidak butuh perlindungan mu!" Ling Shi pun berjalan memasuki goa, tidak menghiraukan peringatan Xiang Ba barusan.


"Hei!!" Xiang Ba ingin menghentikan Ling Shi, namun wanita itu sudah tidak lagi terlihat karena gelap.


"Wanita itu!" Xiang Ba menjadi kesal, dia dengan cepat melilit kain pada ujung ranting kayu.


Xiang Ba mengeluarkan minyak kemudian menuangkannya pada kain. Setelah itu dia mencari dua batu, membenturkan dua batu itu dengan keras hingga menghasilkan percikan api.


Hanya dengan sekali benturan batu, percikan api yang dihasilkan langsung membuat obor menyala terang.


Xiang Ba kemudian mengejar Ling Shi.


Xiang Ba mendengar suara teriakan Ling Shi berserta suara tebasan pedang.


Dengan obor ditangan Xiang Ba, visi pengelihatannya menjadi lebih luas, hingga ia bisa melihat sekarang Ling Shi sedang diserang oleh segerombolan kelelawar besar berwarna merah darah.


Itu adalah Kelelawar Penghisap Darah, Spirit Beast tingkat True Fondation.


Xiang Ba dengan cepat membantu Ling Shi.


Karena kedatangan Xiang Ba yang membawa obor, Ling Shi jadi bisa melihat makhluk yang menyerangnya.


Serangan sang Dewi Teratai kini semakin akurat, dia juga bisa lebih mudah menghindari serangan para Kelelawar Penghisap Darah.


Beberapa menit kemudian, mereka akhirnya dapat menghabisi para Kelelawar Penghisap Darah.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Xiang Ba, melihat Ling Shi dari atas sampai bawah.

__ADS_1


Wajah pemuda itu sedikit merah karena melihat beberapa bagian pakaian Ling Shi robek, membuat keindahan tubuhnya terlihat lebih jelas. Meskipun bagian paling sensitif masih tidak terlihat.


Ling Shi melihat arah tatapan Xiang Ba, wajahnya menjadi merah lalu membalik badan.


"BERBALIK!"


Xiang Ba pun berbalik "Jangan salahkan aku, anggap saja itu adalah bonus karena aku menyelamatkan mu dua kali!"


"Hah?! Apa kau pikir hal ini bisa dijadikan sebuah bayaran atau balas budi?!" Ling Shi menjadi marah.


"Tentu saja, aku cukup puas dengan itu, apa lagi jika aku bisa melihat sedikit lebih banyak!"


"MATI SAJA KAU DASAR BOCAH MESUM!" Ling Shi menyerang Xiang Ba dengan sebuah tendangan.


Tapi dia dapat menghindarinya dengan mudah. Pemuda itu kembali melihat Ling Shi yang ternyata masih belum mengganti pakaiannya.


"Sebaiknya kau segera mengganti pakaian mu!" Xiang Ba membalik badan "Tenang saja, aku tidak akan mengintip!"


Ling Shi merapatkan giginya dengan wajah merah, bukan hanya karena malu namun juga kesal dan marah. Ini pertama kalinya dia merasa dipermainkan.


"Awas saja kau, saat aku sudah bisa menggunakan energi Qi akan ku hajar kau!" gumam Ling Shi dakam hati sebelum berbalik lalu berjalan menjauh dari jangkauan cahaya obor ditangan Xiang Ba.


Jujur saja sekarang kepercayaannya pada Xiang Ba menjadi kurang, kepercayaan dirinya juga berkurang. Jika pemuda itu memiliki pemikiran buruk maka dia akan kesulitan melawannya.


Baru saja Ling Shi berjalan beberapa langkah, suara Xiang Ba terdengar membuatnya menghentikan langkah.


"Sebaiknya kau jangan berada di tempat yang gelap, aku yakin didalam sana masih ada Kelelawar Penghisap Darah. Bagaimana jika saat kau melepas semua pakaian mu, segerombolan Kelelawar Penghisap Darah datang menyerang, lalu aku datang membantu dan tentu saja aku akan mendapatkan keberuntungan besar!"


Ling Shi tidak bisa berkata-kata karena memang benar apa yang dikatakan Xiang Ba. Sekarang dia dihadapkan dalam pilihan sulit.


Jika dia berganti pakaian di tempat yang diterangi obor maka bisa saja pemuda itu mengintip dan melihat seluruh tubuhnya. Namun jika dia berada di tempat yang gelap, bisa saja perkataan Xiang Ba benar-benar terjadi.


Selama ini tubuhnya masih suci, belum pernah dilihat atau bahkan disentuh oleh seorang pria. Tentu saja Ling Shi tidak akan membiarkan sembarangan pria melihat atau menyentuh tubuhnya.


Ling Shi melirik kearah Xiang Ba, berpikir sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk berganti pakaian di tempat yang terang.


Kali ini dia memutuskan mempercayai pemuda itu, namun jika pemuda itu benar-benar mengintip maka dia tidak akan pernah lagi percaya pada perkataannya.

__ADS_1


Bahkan jika Xiang Ba mengatakan satu tambah satu sama dengan dua, Ling Shi akan lebih percaya jika jawabannya adalah sebelas.


\=\=\=\=\=\=


__ADS_2