
Han Shizu melihat kalau yang menyelamatkannya adalah seorang pemuda tampan yang tidak lain adalah Xiang Yang, pemuda yang sempat ia temui pada malam hari di tengah ibu kota.
Xiang Yang membantu Han Shizu untuk duduk lalu mengeluarkan satu pil.
"Makan ini, ini akan membuat semua luka mu sembuh dengan cepat! Ya..meskipun tidak akan bisa menumbuhkan lengan mu yang terpotong!"
Han Shizu menatap wajah Xiang Yang sejenak sebelum beralih menatap pil itu.
Han Shizu mengangguk pelan, mengambil pil itu lalu memakannya.
"Kau bisa fokus untuk memulihkan kondisi mu, aku akan melindungi mu!" Xiang Yang berdiri lalu menatap Tu Lang dengan tajam.
"Bocah, kau cukup berani mengganggu kesenangan ku!" Tu Lang menatap Xiang Yang dengan penuh kemarahan.
"Tidak usah banyak bacot! Maju kau jika berani!" Xiang Yang mengacungkan pedangnya.
Urat kemarahan langsung terlihat di kening Tu Lang, namun sesaat kemudian, ia menyeringai lebar, entah apa yang pria kekar itu pikirkan.
Xiang Yang sangat mengenal senyum macam apa itu, itu merupakan senyuman seorang psikopat, namun jelas jika senyum psikopat Cai'er jauh lebih menyeramkan dari pada senyum psikopat Tu Lang.
Sesaat kemudian, Tu Lang melesat cepat menyerang Xiang Yang.
Xiang Yang hanya bertahan diam di tempatnya, memasang kuda-kuda kokoh dengan pedang di tangannya.
Saat sudah berada dalam jarak tertentu, Tu Lang menebaskan goloknya, bersamaan dengan Xiang Yang yang juga menebaskan pedangnya.
Xiang Yang sudah mengakumulasikan nafas naga, beserta seluruh kekuatannya yang dipusatkan dalam satu gerakan tebasan pedang itu.
Insting Tu Lang berteriak untuk segera mundur, namun ia sudah terlanjur melancarkan serangan, tidak bisa ia hentikan di tengah jalan.
Tu Lang bisa merasakan, ia seperti sedang akan beradu serangan dengan sebuah pedang yang sangat besar.
*TRING! KRAK!
Tebasan kuat dari Xiang Yang membuat golok andalan Tu Lang terpotong tapi, tebasan Xiang Yang masih meluncur kearah Tu Lang.
__ADS_1
*Slaaassshhh!
Serangan Xiang Yang berhasil memberikan luka tebasan dalam pada dada Tu Lang.
Jika saja pria kekar itu tidak menahan laju tubuhnya dengan menghantamkan kaki kanannya pada tanah, sudah dipastikan kepalanya terpenggal saat ini.
Tu Lang buru-buru bergerak mundur mengambil jarak dari Xiang Yang.
Namun Xiang Yang tidak membiarkannya begitu juga, ia juga melesat kedepan mempersempit jarak.
Sesaat kemudian, Xiang Yang memusatkan energi Yang pada pedangnya, mengubahnya menjadi elemen petir yang menggelegar.
Jarak antara Xiang Yang dan Tu Lang hanya terpaut 3 meter, pemuda itu dengan cepat melakukan gerakan menusuk, mengeluarkan kilatan sambaran petir bagaikan sinar laser dari pedangnya.
Dalam jarak sedekat itu, Tu Lang tidak bisa menghindar, ia terkena kilatan petir itu pada bagian dada, hingga menembus punggungnya.
Mata Tu Lang mendelik merasakan sakit yang teramat sangat dengan seteguk darah menyembur keluar dari mulutnya.
Tu Lang jatuh terkapar di tanah.
Xiang Yang sama sekali tidak mempedulikannya karena sudah pasti pria kekar itu akan mati, hanya tinggal menunggu waktu.
"Jangan pikir kalian bisa menyentuhnya!" Xiang Yang menciptakan beberapa jarum es, lalu melemparkannya kearah orang-orang itu.
Jarum es melesat cepat, tanpa bisa dihindari, jarum es itu menancap pada dada mereka, langsung membekukan jantung hingga mereka mati dalam sekejap.
Xiang Yang melompat lalu mendarat tepat di samping Han Shizu, bersamaan dengan itu, Han Shizu membuka matanya lalu menoleh kearah Xiang Yang yang juga menatapnya.
Han Shizu mengangguk mengungkapkan rasa terima kasih pada Xiang Yang. Jujur Han Shizu sangat terkejut merasakan efek pil yang diberikan Xiang Yang, yang mana semua luka ditubuhnya dapat disembuhkan dalam waktu beberapa menit, bahkan luka terpotong pada lengannya sudah menutup sepenuhnya.
"Kalau kau sudah merasa lebih baik, maka sebaiknya kau bantu yang lainnya yang sedang membutuhkan bantuan! Jangan pernah melawan kultivator kuat sendirian!" Xiang Yang mengulurkan tangannya, membantu Han Shizu berdiri.
Han Shizu dengan senang hati menerima ukuran tangan Xiang Yang, lalu berdiri. Ia mengangguk mematuhi perkataan Xiang Yang.
"Soal malam sebelumnya, aku minta maaf!" Tanpa menunggu jawaban Han Shizu, Xiang Yang melesat kearah lain, meninggalkan Han Shizu yang sekarang memasang senyum tipis di wajah dinginnya.
__ADS_1
***
Sementara itu, Kaisar Han Luo sekarang bertarung melawan Kai Su, Ketua Sekte Golok Darah.
Pertarungan mereka berlangsung sangat sengit, tidak ada yang berani mengganggu pertarungan keduanya.
Masing-masing dari mereka menggunakan senjata pusaka andalan masing-masing.
Hingga pada satu waktu, benturan serangan mereka, membuat keduanya sama-sama terlempar mundur beberapa meter.
"Kaisar Han Luo, aku akui jika pertarungan kita terus berlanjut maka aku akan kalah dari mu! Namun lihatlah sekeliling mu! Para pasukan mu sudah banyak yang gugur!" ucap Kai Su.
Kaisar Han Luo melihat sekelilingnya, ia memang melihat pasukannya sudah banyak yang gugur, namun ia masih tetap tenang.
Setelah beberapa saat, Kaisar Han Luo tersenyum tipis "Aku rasa kau terlalu cepat merasa menang Kai Su, kau perlu melihat lagi lebih teliti!"
Tidak lama setelah mengucapkan kata-katanya, terlihat bermunculan orang-orang dari tembok alun-alun kota.
Awalnya hanya belasan, namun seiring waktu mulai bertambah banyak, puluhan, ratusan sampai ribuan orang kini telah muncul.
Wajah kemenangan Kai Su berubah tertegun melihat orang-orang yang berdatangan merupakan para kultivator dari aliran putih.
Kai Su mengalihkan pandangannya kearah Kaisar Han Luo dengan wajah penuh kemarahan.
"Hahaha! Kai Su, dengan ini kau sudah kalah, kau dan pasukan mu tidak akan bisa melarikan diri!" Kaisar Han Luo tersenyum penuh kemenangan.
"HAN LUOOO...!" Kai Su tidak bisa menahan amarahnya lagi, melesat cepat menyerang Kaisar Han Luo.
Tidak diam saja, Kaisar Han Luo juga membalas serangan Kai Su. Mereka pun kembali bertarung.
Dari para pasukan aliran putih, banyak yang datang adalah tokoh-tokoh kuat, seperti Ketua Sekte Naga Biru serta para tetua dari Sekte Pedang Langit. Tidak hanya itu, semua Sekte-Sekte dan keluarga dari aliansi aliran putih benar-benar mengerahkan pasukan terkuat mereka, Ketua Sekte dan para tetua mereka semuanya datang.
"SEMUANYA! INILAH SAATNYA KITA MENGHANCURKAN ALIRAN HITAM DARI KEKAISARAN HAN! BUNUH MEREKA SEMUA!" Tetua Agung Sekte Pedang Langit berteriak, lalu melesat maju menyerang pasukan aliran hitam didepannya.
"SERANG...!" Semua pasukan aliran putih yang baru saja datang, segera mengikuti langkah Tetua Agung, menerjang maju membunuh pasukan aliran hitam.
__ADS_1
Awalnya pasukan aliran hitam yang cukup mendominasi, kini telah berbalik keadaan setelah datangnya pasukan bantuan.
\=\=\=\=