Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.68 - Psikopat Tulen


__ADS_3

"Tidak diketahui nama dari pencuri legendaris ini, namun orang-orang menyebutnya Tangan Hantu, karena dimana pun barang berharga disembunyikan dan seketat apapun penjagaannya, Tangan Hantu ini pasti akan mendapatkan benda itu jika dia menginginkannya! Karena itulah dia disebut Tangan Hantu, dia bisa datang kapanpun dan di manapun tanpa ada yang menyadarinya!..


Namun sudah ratusan tahun tidak lagi terdengar kabar tentang Tangan Hantu itu lagi, orang-orang menduga jika Tangan Hantu telah mati, hingga membuat semua kultivator Kekaisaran Han berbondong-bondong mencari tempat dimana Tangan Hantu menyembunyikan harta curiannya!..


Sekarang kita bisa disebut beruntung karena mendapatkan peta menuju makamnya, bisa saja dia menyembunyikan harta curiannya disana!" Xiang Yang menjelaskan panjang lebar.


"Jadi begitu" Cai'er mengangguk pelan "Tapi apakah akan ada barang menarik di makam Tangan Hantu? Dia hanya mencuri harta milik penduduk Kekaisaran Han yang harganya tidak seberapa dibandingkan barang peninggalan Xiao Chong!"


Xiang Yang mengangkat bahunya "Entahlah, tapi tidak ada salahnya pergi menjarah makam Tangan Hantu, siapa tahu disana memang benar ada barang-barang berharga!"


"Lalu kapan kita akan pergi menjarah makam itu?" tanya Cai'er.


"Satu bulan sebelum Turnamen Kekaisaran Han dimulai, berarti tinggal dua bulan lagi! Kita juga harus menunggu kepulangan ayah dan memberitahukan tentang hal ini!"


Xiang Yang diam sejenak sebelum melanjutkan "Dan juga, satu bulan lagi kita akan melangsungkan pernikahan!"


"Eh?!" Cai'er terkejut, dia baru mendengar hal ini dari Xiang Yang "Secepat itu"


"Memangnya kenapa? Cai'er tidak ingin menikah dengan ku?"


"Bu-bukan begitu, aku sangat ingin menikah dengan Xiao Yang, hanya saja..aku merasa sedikit gugup ketika mendengar akan menikah satu bulan lagi!" Meskipun Cai'er sudah sering melakukan hubungan intim dengan Xiang Yang, namun ia tetap merasa gugup mengetahui tentang pernikahannya.


Xiang Yang mengelus kepala Cai'er dengan senyum lembut lalu mengecup keningnya.


***


2 Minggu pun berlalu.

__ADS_1


Dalam 2 minggu ini, Xiang Zu, Xiang Jun dan Xiang Ba selalu datang setiap hari ke kediaman Xiang Yang. Mereka terus berlatih dengan suplai sumber daya dari Xiang Yang, hingga mereka bertiga dapat naik ketingkat Earth Spiritual.


Xiang Zu berada ditingkat Earth Spiritual tahap 1 akhir, sedangkan Xiang Jun dan Xiang Ba baru kemarin naik ketingkat Earth Spiritual.


Tidak ada hal khusus yang terjadi dalam 2 minggu ini, hari-hari terus berjalan sebagaimana biasanya.


Xiang Yang ingin agar ketiga temannya itu paling tidak mencapai tingkat Earth Spiritual tahap 5, atau jika bisa menembus Sky Spiritual lebih bagus.


Karena mereka akan ikut dalam turnamen kekaisaran Han nanti, yang mana aliran hitam akan melakukan penyerangan, jadi semakin tinggi kultivasi mereka makan akan semakin besar tingkat keselamatan mereka saat terjadinya pertarungan.


Saat ini Xiang Zu, Xiang Jun dan Xiang Ba sedang latih tanding melawan Xiang Yang. Tiga lawan satu.


Sedangkan Cai'er sendiri hanya duduk menonton di bawah pohon.


Sesaat kemudian mereka semua melihat kearah pintu masuk kediaman, dimana Xiang Han berjalan kearah mereka, lebih tepatnya kearah Xiang Yang dengan ekspresi yang seperti sedang marah.


Mereka semua pun menghentikan latihan, dengan pikiran yang sama-sama mempertanyakan kenapa Tetua Ke-7 yang biasanya selalu tersenyum ramah sekarang terlihat marah seperti itu.


Namun itu diabaikan oleh Xiang Han, tatapan mata pria itu tajam tertuju pada Xiang Yang.


"Xiang Zu, Xiang Jun dan Xiang Ba, kalian lebih baik pulang untuk hari ini! Yang'er dan Cai'er, ikut ayah kedalam!" tanpa menunggu respon dari mereka, Xiang Han langsung berjalan masuk rumah.


Trio Xiang saling memandang, sesaat kemudian mengangkat bahu masing-masing lalu berpamitan dengan Xiang Yang dan Cai'er sebelum keluar dari kediaman.


Xiang Yang menghela nafas "Sudah ku duga ayah pasti akan mengetahuinya, tapi aku sudah punya alasan, setidaknya ayah tidak akan terlalu marah!" Xiang Yang menoleh kearah Cai'er yang terlihat gugup "Ayo Cai'er, kita lebih baik menemui ayah sebelum dia semakin marah pada kita!"


Cai'er mengangguk kemudian mereka berdua berjalan memasuki rumah.

__ADS_1


***


Di dalam rumah Xiang Yang, tepatnya di ruang keluarga.


Saat ini Xiang Han duduk di kursi dengan Xiang Yang dan Cai'er duduk berhadapan dengannya, sebuah meja meja persegi panjang membatasi jarak mereka.


Xiang Han duduk bersedekap menatap tajam Xiang Yang dan Cai'er.


"Aku tau kalianlah yang melakukan itu semua, katakan Yang'er, Cai'er! Kenapa kalian sampai melakukan hal seperti itu? Membantai dua keluarga tanpa menyisakan satu nyawa pun!" Xiang Han langsung ke inti pembicaraan.


Cai'er menundukkan kepalanya, tidak tau harus menjawab apa, ia hanya melirik kearah Xiang Yang, berharap pemuda itu memberikan penjelasan yang tidak akan membuat Xiang Han semakin marah.


Xiang Han menghela nafas pelan "Cai'er, aku tidak akan menyalahkan mu, kau pasti diajak oleh Yang'er untuk melakukan perbuatan keji itu!" Xiang Han menatap tajam Xiang Yang.


Cai'er sendiri langsung mengangkat kepalanya, menyerjap beberapa kali menatap ayah mertuanya, namun ia tidak membantah perkataan Xiang Han. Ia hanya diam saja dengan senyum samar yang sangat tipis untuk dilihat.


"Yang'er, apa kau tidak merasa bersalah telah membuat Cai'er yang polos ini melakukan itu semua?" tambah Xiang Han.


Xiang Yang sendiri menatap ayahnya dengan senyum pahit, ia bergumam dalam hati "Oh ayah ku yang malang, kau telah tertipu oleh wajah polos Cai'er hingga kau menumpahkan semua kesalahan pada anak mu ini! Kau tidak tau saja kalau sebenarnya Cai'er lah yang ingin menghancurkan kedua keluarga itu! Di balik wajah polosnya yang hanya menjadi topeng, Cai'er sebenarnya adalah seorang psikopat tulen!"


Tentunya Xiang Yang tidak akan mengatakan itu secara langsung, karena bisa-bisa nanti Cai'er menangis karena akan dimarahi oleh Xiang Han dan membuat hubungan mereka merenggang.


Xiang Yang menghela nafas lalu menjelaskan apa yang terjadi, tentu saja dengan sedikit editan yang membuat mereka berdua akan terlihat tidak terlalu bersalah.


"Memang benar di Keluarga Chen dan Keluarga Li sebelumnya ditemukan mayat dari orang diduga kultivator kuat, tapi apa kau yakin jika itu adalah dua tetua Sekte Golok Darah?" ekspresi marah Xiang Yang kini sedikit melunak.


"Kami sangat yakin ayah, itulah yang mereka akui saat kami mengintrogasi mereka!" jawab Xiang Yang dengan mantap.

__ADS_1


"Tapi tetap saja, meskipun Keluarga Chen dan Keluarga Li adalah bagian dari Sekte Golok Darah, namun apa yang kalian lakukan tetaplah kesalahan! Lain kali kalian jangan melakukan hal keji seperti ini lagi jika memang tidak terpaksa oleh situasi!"


"Baik ayah!" Xiang Yang dan Cai'er menjawab dengan tegas.


__ADS_2