Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.96 - Menolong 2 Gadis


__ADS_3

Xiang Yang sedikit membiasakan diri dengan kultivasinya saat ini dengan melakukan gerakan memukul dan menendang.


Setelah merasa cukup terbiasa, Xiang Yang menyudahi pemanasannya.


Matahari sudah menunjukkan diri sepenuhnya, Xiang Yang pun berencana melanjutkan perjalanan, namun belum saja ia melompat keatas pohon, tiba-tiba ia mendengarkan suara pertempuran.


Meskipun itu suara pertempuran yang mana menunjukkan situasi buruk, namun Xiang Yang tetap tersenyum senang karena ia akan bisa bertemu dengan orang lain. Ya..entah apakah Xiang Yang bisa bertemu dengan orang lain atau mungkin itu makhluk lain.


Xiang Yang cepat melesat ke sumber suara pertarungan berada.


______


Setelah beberapa menit, Xiang Yang akhirnya bisa melihat pertarungan yang terjadi.


Xiang Yang menyaksikan dari atas pohon yang berjarak puluhan meter, dimana didepannya saat ini terlihat sekitar 20 orang berpakaian hitam sedang bertarung dengan belasan orang yang menjaga sebuah kereta kuda.


Kereta kuda itu terlihat sangat mewah yang menunjukkan kalau orang yang dijaga adalah seseorang yang memiliki status tinggi.


Xiang Yang berpikir jika orang-orang berpakaian hitam itu adalah pembunuh yang ingin menghabisi siapapun yang berada didalam kereta kuda.


"Apakah aku harus menolong mereka? Tapi aku tidak tau pasti masalah apa yang terjadi diantara mereka!" Xiang Yang bergumam "Para penjaga kereta kuda itu cepat atau lambat akan dihabisi, sebaiknya aku bantu saja mereka!"


Xiang Yang melompat dari atas pohon, lalu mendarat tidak jauh dari pertarungan.


Xiang Yang langsung melesat dengan kecepatan tinggi, memberikan satu pukulan keras pada salah satu orang berpakaian hitam.


Orang berpakaian hitam lainnya segera waspada saat melihat kedatangan Xiang Yang.


"Siapa kau?!" Orang berpakaian hitam yang tadi Xiang Yang pukul bertanya dengan suara marah.


"Aku tidak tau masalah diantara kalian, namun sebaiknya hentikan pertarungan dan kalian bisa pergi! Aku tidak ingin ada korban yang jatuh!" Xiang Yang berkata dengan nada sopan


"Sombong! Kau pikir hanya dengan seorang tingkat Silver Core seperti mu bisa menghentikan kami?! Saudara ku, habisi mereka semua!"


Orang-orang berpakaian hitam itu pun kembali menyerang dengan ganas.


"Anak muda, kau sebaiknya segera pergi, kami tidak bisa menjamin nyawa mu!" ucap seorang pria yang sepertinya pemimpin tim pengawal kereta kuda. Pria itu pun segera melesat melawan orang-orang berpakaian hitam.


"Lebih baik aku bantu saja mereka! Sepertinya mereka orang baik!" Xiang Yang mengeluarkan pedang dari cincin dimensinya "Yang terkuat diantara mereka adalah tingkat Silver Core tahap 5 dan yang terlemah berada ditingkat Silver Core tahap 1!" gumam Xiang Yang.

__ADS_1


"Mati kau bocah!" Salah satu pria berpakaian hitam menerjang kearah Xiang Yang.


Xiang Yang dengan santai menangkis serangan pria itu, meraih tangannya lalu membanting keras tubuhnya.


Tidak memberikan kesempatan, Xiang Yang menusukkan pedangnya pada jantung pria itu.


Pertarungan sengit itu terus berlanjut, para kultivator pengawal kereta kuda mulai mati satu persatu.


Dan semua pengawal itu, sama sekali tidak ada yang bisa membunuh orang-orang berpakaian hitam, paling hanya bisa memberikan luka tebasan yang parah.


Xiang Yang benar-benar berjuang ekstra untuk menyelamatkan orang yang sama sekali tidak ia kenal dan tidak ia ketahui seperti apa bentuk wajahnya.


Hingga setelah setengah jam berlalu, para pengawal itu hanya tersisa satu orang saja yang merupakan ketua pengawal.


Sementara orang-orang berpakaian hitam masih tersisa 10 orang.


"Pemuda itu ternyata sangat kuat, dari mana dia berasal" ucap salah satu pria berpakaian hitam.


"Apakah mungkin dia berasal dari sebuah sekte?"


"Tidak mungkin, lihat saja pakaiannya! Tidak ada sekte di Kekaisaran Ming yang memiliki seragam seperti itu!"


"Aku sarankan kalian lebih baik pergi saja!" Xiang Yang berkata dengan suara berat.


Sesaat kemudian aura emas meledak keluar dari tubuh Xiang Yang, serta iris matanya yang berubah warna menjadi emas dengan pupil tajam.


Tanpa orang-orang berpakaian hitam itu sadari, mereka sama-sama melangkah mundur, kakinya gemetaran, seluruh sel-sel tubuh mereka terasa menjerit ingin melarikan diri segera, mereka merasa seperti seekor serangga di hadapan naga yang perkasa.


Satu kalimat terbesit di benar mereka, yaitu mereka sama sekali tidak akan bisa menang.


"Ketua, bagaimana ini?" salah satu pria berpakaian hitam bertanya.


"Kita mundur dan laporkan hal ini pada yang mulia!" karena merasa tidak bisa menang dan tidak ingin ada saudaranya lagi yang menjadi korban, sang ketua memilih untuk mundur.


Akhirnya orang-orang berpakaian hitam itu pun pergi melarikan diri, tidak lagi ingin berurusan dengan Xiang Yang. Ya..setidaknya untuk saat ini.


Xiang Yang menghela nafas lega melihat kepergian mereka "Untung saja mereka memilih pergi, jika tidak maka akan merepotkan melawan mereka seorang diri!"


*Brug!

__ADS_1


Xiang Yang menoleh ke samping dimana ia tadi mendengar suara, ia menemukan pemimpin pengawal itu sudah tergeletak lemah di tanah.


Xiang Yang langsung menghampirinya lalu memeriksa denyut nadinya. Sesaat kemudian Xiang Yang menghela nafas.


"Dia tidak bisa bertahan lama karena sudah kehabisan banyak darah!" Xiang Yang mengusap muka pemimpin pengawal, menutup matanya.


Xiang Yang mengalihkan pandangannya kearah kereta kuda, ia bisa merasakan keberadaan 2 orang disana.


Xiang Yang berjalan lalu membuka tirai kereta kuda itu.


"KYAAA...!"


"KYAAA...!"


Xiang Yang langsung disambut oleh suara teriakan dua gadis yang meringkuk saling memeluk di dalam gerbong kereta kuda.


"PERGI KAU! JANGAN MENDEKAT!"


"TIDAK...! AKU TIDAK INGIN MATI!"


Kedua gadis itu terus berteriak membuat telinga Xiang Yang terasa sakit.


"DIAM!" Xiang Yang membentak keras, membuat kedua gadis itu langsung terdiam, namun tubuh mereka masih gemetaran.


"Aku bukan orang jahat, sekelompok orang berpakaian hitam itu sudah pergi, juga semua pengawal kalian sudah mati!"


Kedua gadis itu tertegun mendengar perkataan Xiang Yang.


"Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa keluar untuk melihat!" ucap Xiang Yang.


Gadis dengan gaun merah menatap gadis berpakaian biasa yang ia peluk. Bisa ditebak kalau status mereka berdua adalah tuan dan pelayan.


"Fei Fei, cepat lihat keluar!" ucap gadis bergaun mewah.


"Eeeh..." tentu saja gadis yang dipanggil Fei Fei itu merasa enggan karena masih takut, namun setelah melihat wajah mengancam dari gadis itu, ia pun mematuhi perintahnya.


Fei Fei beranjak pelan lalu melihat keadaan di luar kereta kuda.


Mata Fei Fei langsung melebar karena melihat pemandangan mengerikan, lebih dari 20 mayat tergeletak dengan berbagai macam kondisi, ada dengan tubuh terpotong, isi perut yang keluar dan lain-lain.

__ADS_1


"Hueeeek!" Fei Fei langsung muntah karena tidak terbiasa melihat pemandangan mengerikan seperti itu.


__ADS_2