Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.60 - Nikmatilah Rasanya Berada Di Neraka


__ADS_3

Cai'er saat ini sudah berada di Kediaman Keluarga Li, ia dengan wajah datar berjalan santai seperti Xiang Yang.


Namun bedanya, Cai'er tidak menuju gudang harta, melainkan mencari keberadaan Li Fan. Ia ingin menargetkan pemuda itu terlebih dahulu sebelum membantai semua anggota Keluarga Li tanpa sisa.


Cai'er tidak peduli apakah itu laki-laki atau perempuan, tua atau muda, anak-anak atau sudah dewasa, asalkan itu anggota Keluarga Li maka gadis itu akan membunuhnya.


Saat Cai'er melihat seseorang pria yang sepertinya sedang berpatroli berjalan dengan arah yang berbeda didepannya, ia tanpa pikir panjang langsung melesat kearah pria itu, dengan cepat menyambar lehernya lalu membanting pria itu ke tanah.


"Keukh!" Pria itu merasakan dadanya sesak karena punggungnya baru saja menghantam tanah dengan keras, juga lehernya yang dicekik keras membuatnya sedikit sulit untuk bernafas.


"Kau..siapa kau!?" Pria berusaha mengeluarkan suaranya sebab lehernya dicekik.


Ia kurang jelas melihat wajah orang yang mencekiknya karena kegelapan malam, namun yang pasti orang itu adalah wanita.


Pria itu berusaha melepaskan tangan yang mencengkram lehernya, namun wanita itu terlalu kuat, bahkan cengkeramannya semakin kuat menjerat lehernya.


Tiba-tiba pria itu melihat mata wanita itu bercahaya hijau dengan pupil tajam yang menunjukkan kalau dia bukan manusia.


"Katakan, dimana kamar tempat bajingan bernama Li Fan?"


Entah kenapa pikiran pria itu menjadi kosong hingga cahaya pada matanya menghilang.


Setelah mendapatkan informasi yang ia inginkan, Cai'er memenggal kepala pria itu, membuatnya mati tanpa merasakan sakit yang berlebih.


Bisa dibilang itu merupakan berkah tertinggi dari surga yang pria itu dapatkan karena langsung di bunuh oleh Cai'er, tidak mendapatkan penyiksaan atau hal semacamnya terlebih dahulu sebelum mati.

__ADS_1


Cai'er langsung menuju tempat dimana Li Fan tinggal menurut pria itu, ia berjalan santai seperti sebelumnya dengan wajah datar.


Sesampainya disana, Cai'er menghentikan langkahnya karena mendengar suara-suara aneh yang tentu saja dia kenal suara itu dihasilkan dari kegiatan apa.


Ya..itu merupakan suara-suara yang dihasilkan dari olah raga malam antara pria dan wanita. Suara berderit dari ranjang, diiringi suara kulit yang saling berbenturan berkali-kali, serta suara dari huruf A dan H.


Cai'er sangat mengingat jika ia juga akan mengeluarkan suara seperti itu saat melakukan kegiatan bersama Xiang Yang.


Tentu saja ia tidak membenci suara yang dihasilkan jika itu merupakan kegiatannya bersama Xiang Yang. Namun dalam situasi Cai'er saat ini, ia sangat membenci hal itu, bahkan kemarahannya sampai memuncak.


"Orang-orang itu..tidak akan ku biarkan langsung mati, akan ku buat mereka merasakan neraka yang sesungguhnya!" gumam Cai'er dengan suara berat yang ditekan.


Cai'er kembali berjalan santai, menahan diri sekuat tenaga agar tidak lepas kendali karena suara yang ia dengan semakin jelas.


Hingga Cai'er tiba di depan pintu, suara yang ia dengar semakin intens seperti sedang terjadi penyiksaan saja di dalam kamar itu.


Saat Cai'er melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar, apa yang ia lihat adalah sesuatu yang tidak perlu untuk dijelaskan karena kalian sudah tau.


Di dalam kamar itu cukup terang karena nyala lilin di setiap sudut kamar.


Di sana ada Li Fan diatas ranjang, tentunya bersama wanita, namun tidak hanya ada satu wanita melainkan dua wanita, dan mereka bertiga dalam kondisi yang tidak menggunakan sehelai kain pun.


Ya..sudah jelas karena mereka memang sedang melakukan kegiatan olahraga malam. Namun itu beberapa saat yang lalu sebelum Cai'er masuk kamar yang membuat mereka menghentikan kegiatan olahraga malam mereka.


Li Fan awalnya berwajah muram karena seseorang membuka pintu kamarnya saat dia melakukan sesuatu yang sakral, terlebih tadi dia dalam saat-saat yang 'krusial', namun saat-saat yang krusial itu terhenti karena kedatangan seseorang.

__ADS_1


Li Fan sebelumnya ingin menghukum mati orang itu karena berani mengganggunya, namun saat melihat siapa yang datang, senyum lebar langsung muncul di wajah Li Fan.


Ia tidak menyangka ternyata seseorang yang datang adalah gadis tercantik yang pernah ia lihat sebelumnya bersama Xiang Yang.


Masih dengan senyum lebar, Li Fan beranjak dari ranjang lalu berjalan pelan kearah Cai'er, masih tanpa busana, meninggalkan dua wanita dengan nafas tersengal karena baru saja diberikan jeda setelah satu jam.


"Apakah akhirnya kau menyadari jika Xiang Yang itu hanyalah sampah hingga kau mendatangi ku tengah malam, sengaja untuk menyerahkan diri mu pada ku?" Li Fan merentangkan kedua tangannya "Aku tidak masalah melakukannya berempat, lagi pula aku juga belum pernah melakukannya langsung dengan 3 wanita!" Senyum Li Fan semakin lebar "Tenang saja, meskipun aku sudah melakukannya selama satu jam tapi aku masih kuat untuk memuaskan mu!"


Saat Li Fan tiba didepan Cai'er, ia melihat sepasang mata merah menatapnya dengan tajam seakan tidak sabar ingin mencabik-cabik tubuhnya. Namun Li Fan mengartikan tatapan itu lain, menganggap gadis didepannya sudah tidak sabar ingin pergi keatas ranjang.


"Heheh, ayo manis, akan ku bawa kau keatas ranjang untuk bergabung dengan mereka!" Li Fan berniat menyentuh bahu Cai'er.


Namun setelah beberapa saat, ia tidak merasakan tangannya menyentuh sesuatu. Saat Li Fan melihat kearah lengan kanannya, ternyata lengannya sudah terpotong hingga siku.


Baru saat itu, Lin Fan merasakan sakit yang luar biasa. Belum sempat Li Fan berteriak kesakitan, pukulan keras sudah menghantam lehernya hingga membuatnya memuntahkan darah.


Dua wanita yang masih diatas ranjang juga tidak sempat berteriak karena Cai'er cepat mengibaskan tangannya, mengeluarkan gelombang energi Qi yang secara telak menghantam leher kedua wanita itu, membuat mereka bernasib sama dengan Li Fan.


Sesaat kemudian, Cai'er membuat sebuah penghalang dengan energi Qi melapisi setiap sudut ruangan agar suara teriakan Li Fan nanti tidak diketahui oleh para penjaga yang berpatroli.


Bukan, Cai'er sama sekali tidak takut dengan orang-orang dari Keluarga Li, namun ia tidak ingin ada orang lain datang mengganggunya saat menyiksa Li Fan.


Pukulan Cai'er sebelumnya tidak sampai menghancurkan pita suara Li Fan. Cai'er memang sengaja melakukannya agar dia bisa menikmati teriakan kesakitan Li Fan saat melakukan aksinya.


Berbeda dengan kedua wanita itu yang pita suaranya sudah hancur, Cai'er tidak terlalu tertarik.

__ADS_1


"Sebenarnya aku tidak ingin mengotori tangan ku dengan darah menjijikkan dari orang mesum seperti mu!" Cai'er berkata dingin sambil berjalan mendekati Li Fan "Namun rasa ingin menyiksa mu sepertinya lebih besar dari rasa jijik ku!..


Jadi... nikmatilah rasanya berada di neraka!" Cai'er pun memulai aksinya.


__ADS_2