Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.89 - Rencana Yang Terungkap


__ADS_3

Kai Su menyeringai lebar, menatap belasan penonton turnamen yang kini tatapan mereka tertuju padanya dan ribuan pasukan yang ia bawa.


Sampai beberapa saat kemudian, sebuah kepala tanpa tubuh jatuh menggelinding dan berhenti saat menyentuh ujung sepatunya.


Kai Su agak sedikit kesal, bukan karena bawahannya yang mati, namun karena ia tau orang yang membunuh bawahannya itu sengaja mengarahkan kepala itu kearahnya, menunjukkan jika orang itu jelas sekali menantang dirinya.


Tidak lama setelah itu teriakan-teriakan kesakitan mulai terdengar, disertai teriakan panik dari orang-orang karena diantara kerumunan penonton ada banyak yang terbunuh.


Para tetua sekte besar termasuk Keluarga Kekaisaran yang berada di tribun khusus, langsung berdiri melihat situasi yang mulai ricuh serta pertempuran yang mulai terjadi diantara kerumunan penonton.


Kejadian dimana anggota aliran hitam menyamar menjadi penonton, membuat kericuhan dengan membunuh hingga para penonton tidak mengetahui siapa kawan dan siapa lawan. Mereka tentunya sudah menduga hal ini dan mempersiapkan sebuah rencana.


Kaisar Han Luo berteriak dengan menggunakan energi Qi agar suaranya bisa lebih keras "SEMUANYA, SEGERA PASANG SERAGAM KELOMPOK KALIAN MASING-MASING!"


Mendengar instruksi itu, semua penonton melepaskan pakaian luar mereka, hingga mereka terlihat memakai seragam keluarga dan sekte masing-masing.


Dengan ini, sudah terlihat jelas yang mana musuh dan yang mana kawan.


Dalam turnamen kali ini memang ada peraturan baru yang terkesan aneh, dimana tidak memperbolehkan kultivator tingkat Body Tempering menjadi penonton, serta diberikan batasan jumlah penonton, dimana hanya ada 12 ribu saja.


Dan ke-12 ribu orang ini sudah dipersiapkan merupakan orang-orang yang berasal dari sebuah sekte atau keluarga, hingga tidak ada orang-orang atau warga biasa dan para kultivator independen yang bisa masuk menjadi penonton.


Namun pihak aliran putih sudah menduga pasti akan ada pasukan aliran hitam yang akan menyusup dan membuat kericuhan diantara para penonton, hingga terciptalah sebuah rencana dimana ke-12 ribu penonton itu menyiapkan seragam sekte dan keluarga masing-masing.


Agar nanti saat terjadi kericuhan, orang-orang dari pihak aliran putih bisa membedakan yang mana kawan dan yang mana lawan.


Sebenarnya rencana ini bukan berasal dari aliran putih, melainkan berasal dari pesan surat yang mereka semua terima. Semua rencana dan apa yang harus mereka lakukan sudah tertera didalam surat tersebut.


Hal inilah yang membuat Kaisar Han Luo kagum dengan siapa sebenarnya orang yang telah menulis surat tersebut.


Xiang Yang dan Cai'er juga telah mengenakan seragam dari Keluarga Xiang, hingga mereka tidak akan dikira sebagai musuh.


"Sekarang mereka yang menyusup pasti jadi panik, kau sangat hebat membuat rencana Xiao Yang!" Cai'er menoleh kearah Xiang Yang.

__ADS_1


Memang surat yang semua sekte dan keluarga di Kekaisaran Han terima itu berasal dari Xiang Yang, sementara 3 jejak aura kuat pada surat itu berasal dari Xiang Yang, Cai'er dan Xiang Han.


Para penyusup yang berjumlah sekitar 5 puluh orang, kini langsung di bantai habis. Mereka tidak bisa melarikan diri karena berada didalam kerumunan.


Kai Su dan para anggota aliran hitam yang baru saja datang kini mengerutkan kening melihat apa yang terjadi.


"Jadi ternyata rencana kami sudah diketahui, padahal kami sudah sangat merahasiakan semuanya, bagaimana bisa mereka mengetahui rencana kami?!" Kai Su merapatkan giginya.


Sebelumnya dia sudah merasa aneh dengan beberapa peraturan baru saat dimulainya turnamen. Namun dia menolak percaya kalau pihak musuh mengetahui rencananya.


***


Di tribun khusus.


"Han Lie, bawa ibu pergi!" ucap Kaisar Han Luo.


"Baik ayah, aku akan menjaga ibu dengan segenap kemampuan!" Han Lie mengangguk patuh lalu melihat kearah ibunya "Ayo ibu, disini akan terjadi pertempuran besar, akan berbahaya jika tetap berada disini!"


Kaisar Han Luo mengangguk, lalu sesaat kemudian, para kultivator yang berada di tribun khusus itu melompat, mendarat di tengah-tengah arena, dimana para peserta sekarang terlihat bingung dengan apa yang terjadi.


"Kalian para peserta turnamen harus pergi ke tempat yang aman, kalian tidak boleh gugur di tempat ini karena merupakan harapan dan masa depan Kekaisaran Han!" ucap Kaisar Han Luo.


Para peserta saling memandang dalam diam, mereka masih belum yakin dengan keputusan yang harus mereka ambil.


"Mohon maaf yang mulia, tapi aku tidak akan pernah mundur! Aku rela mengorbankan nyawa ku demi kekaisaran, mereka para aliran hitam harus dibasmi hari ini juga!" Xiang Zu menyuarakan keputusannya dengan wajah tegas.


"Aku juga rela mengorbankan nyawa demi kekaisaran!" balas Xiang Jun.


"Meskipun kami hanya generasi muda tapi kekuatan kami tidak lah lemah, kami pasti bisa membantu!" tanggap Xiang Ba.


Semangat para peserta lainnya pun jadi membara dan memutuskan untuk tidak pergi, mereka akan rela mengorbankan nyawa demi kekaisaran.


Kaisar Han Luo tersenyum tipis, ia merasa bangga karena generasi muda kekaisaran Han bukanlah orang yang penakut.

__ADS_1


"Baiklah jika itu keputusan kalian, tapi jika situasi memburuk maka kalian harus pergi demi masa depan kekaisaran!"


Para generasi muda, peserta turnamen babak semi final, mengangguk dengan ekspresi teguh.


"Hahaha! Kai Su, apakah kau terkejut karena kami telah mengetahui rencana mu?" You Feng tersenyum mengejek.


"Cih, kau bajingan sialan! Meskipun kalian mengetahui rencana kami tapi bukan berarti kalian bisa mengalahkan kami!" Kai Su memelototi You Feng "Semuanya bersiap!"


Semua pasukan Kai Su mengeluarkan senjata dan aura masing-masing, bisa dilihat ada puluhan kultivator tingkat Sky Spiritual tahap 5.


Memang kalau dari segi jumlah, pasukan Kai Su kalah, namun jika dilihat dari segi kekuatan individu maka Kai Su lebih unggul.


"SERANG!"


Semua pasukan Kai Su berteriak keras sebelum melesat kedepan.


Kaisar Han Luo juga berniat memerintahkan pasukannya menyerang, namun tiba-tiba seseorang diantara kerumunan penonton di area lapisan kedua, melompat tinggi dengan sebuah pedang yang diselimuti api biru.


Pria yang tidak lain adalah Xiang Han itu menebaskan pedangnya, mengeluarkan gelombang api biru kearah pasukan aliran hitam.


*BOOOMMM..!!


Ledakan keras terjadi, membuat puluhan orang langsung mati seketika terbakar menjadi abu.


Semua orang yang menyaksikan itu, tentu saja terkejut melihat ledakan yang begitu keras membuat arena bergetar.


Para tetua sekte ternama yang berada di tengah arena, melebarkan mata saat merasakan aura dari Xiang Han.


"Aura itu..mirip dengan aura salah satu dari 3 aura yang ada di pesan surat yang kita terima!"


"Bukan mirip, tapi sama!"


"Tidak salah lagi, dia merupakan orang yang memiliki salah satu dari 3 aura dalam pesan surat!"

__ADS_1


__ADS_2