
Setelah perbincangan antara Xiang Yang dan Yun Nuwa, mereka berdua memutuskan untuk pergi menuju Sekte Bintang Suci terlebih dahulu untuk menemui Xiao Chang.
Mereka tiba di Sekte Bintang Suci setelah 2 Minggu terbang dengan kecepatan tinggi.
Sebenarnya mereka bisa saja tiba dalam waktu 1 Minggu, namun karena Yun Nuwa sering kali meminta singgah di kota-kota terdekat untuk menghabiskan waktu bersama Xiang Yang.
Selain berkeliling kota yang bisa dibilang kencan, mereka juga melakukan... uhuk, tidak perlu ku jelaskan secara spesifik, yang pasti saat malam mereka berdua hanya berada di dalam kamar penginapan saja meskipun kultivator setingkat mereka tidak memerlukan yang namanya tidur.
Yun Nuwa tentu saja menyembunyikan identitasnya sebagai Dewi Bulan Purnama dengan teknik formasi miliknya, dia bisa menyembunyikan aura serta mengubah bentuk wajahnya.
Yun Nuwa sangat senang karena bisa menghabiskan waktu bersama Xiang Yang.
Setibanya di Sekte Bintang Suci, barulah Yun Nuwa membuka identitasnya, hingga mereka berdua bisa memasuki Sekte dengan sangat mudah tanpa hambatan.
Xiang Yang sangat terkesan melihat sekte yang dipimpin ibunya, karena semua anggotanya memiliki aroma herbal dan pil yang pekat, menunjukkan jika mereka semua adalah Alkemis.
Alkemis sebanyak ini, tentu tidak biasa bagi Xiang Yang.
Yun Nuwa langsung membawa Xiang Yang menuju kediaman Xiao Chang untuk menemui sahabatnya.. mungkin akan lebih tepat menyebutnya ibu mertuanya sekarang.
Sahabat ku, ibu mertua ku. Mungkin itu akan menjadi judul cerita ini jika berada di siaran ikan terbang.
Beberapa menit, mereka pun tiba di taman yang terdapat gazebo tempat Xiao Chang dan Yun Nuwa berbincang sebelumnya dengan diantar oleh Tetua Yung Hai.
"Kalau begitu, Senior Dewi Bulan Purnama tunggu dulu disini, saya akan memanggil Ketua Sekte kemari!" Tetua Yung Hai menangkupkan tangan lalu pergi setelah Yun Nuwa menganggukkan kepalanya.
"Ah.. entah bagaimana reaksi ibu jika seniornya tiba-tiba menjadi menantunya?" Xiang Yang bergumam dalam hati sambil menghela nafas sebelum duduk di gazebo.
Yun Nuwa sendiri duduk di samping Xiang Yang.
Xiang Yang entah kenapa merasa tegang, mungkin karena dia akan bertemu dengan ibunya.
Di samping itu, Xiang Yang juga merasa tidak sabar, penuh semangat untuk bertemu dengan ibunya.
***
Xiao Chang kini berada di ruangan khusus tempatnya biasa menyuling pil.
Namun saat ini, dia berada di dalam ruangan itu tidak untuk menyuling pil, melainkan untuk melatih putrinya, Xiang Yi An.
Xiang Yi An kini duduk bersila di tengah-tengah ruangan dengan tungku pil yang menyala berada didepannya.
Ya, Xiang Yi An sedang berlatih Alkimia.
Setelah dia di teleportasikan kembali ke Sekte Bintang Suci, ibunya memarahinya habis-habisan tanpa bisa menjelaskan apa yang telah dia lalui bersama kakaknya.
__ADS_1
Xiang Yi An ingin sekali menceritakannya, namun setiap kali dia akan berbicara, ibunya malah memotong dan mengomel tanpa henti hingga membuat telinga Xiang Yi An sakit.
Akhirnya Xiang Yi An pun menyerah untuk memberitahu ibunya mengenai kakaknya, Xiang Yang.
Kini Xiang Yi An sama sekali tidak bisa keluar dari kediaman ibunya karena selama 24 jam nonstop, mata ibunya seakan tidak pernah berpaling darinya.
Dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri lagi.
"Bagus, sekarang mulailah pemadatan semua bahan herbal yang sudah dicairkan!" Xiao Chang memberikan arahan pada Xiang Yi An.
Xiang Yi An mulai berkeringat, dia benar-benar kesulitan membagi fokus antara suhu api dan pemadatan bahan yang merupakan proses paling krusial dalam Alkimia.
Jika dia hanya menyuling pil tingkat 6 maka sama sekali tidak masalah, namun sekarang dia sedang berlatih menyuling pil tingkat 7.
Jadi tentu saja dirinya masih kesulitan.
*Booommm!!
Namun sayang sekali, proses penyulingan gagal, membuat ledakan pada tungku. Asap hitam dengan bau gosong dan bau herbal samar keluar dari tungku.
"Ini adalah kegagalan kedua, istirahat dulu selama 1 jam, baru kita akan lanjutkan!" Xiao Chang sama sekali tidak kecewa pada putrinya.
Justru dia merasa bangga karena meskipun gagal dua kali, Xiang Yi An menunjukkan perkembangan dalam menyuling pil tingkat 7.
Jika saja Xiang Yi An tidak sering keluyuran dan lebih sering berlatih, maka dia pasti sudah menjadi alkemis tingkat 7.
Setelah belasan menit berlalu, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.
"Masuk!" Xiao Chang bisa merasakan kalau yang mengetuk pintu dari luar adalah Tetua Yung Hai.
Pintu ruangan pun dibuka, memperlihatkan Tetua Yung Hai yang berjalan masuk beberapa langkah sebelum menangkupkan tangannya.
"Maaf mengganggu Ketua Sekte, Senior Dewi Bulan Purnama datang berkunjung untuk menemui mu!"
Xiao Chang menaikkan alisnya sementara Xiang Yi An langsung menoleh kearah Tetua Yung Hai.
"Tetua Yung, apakah Senior Nuwa datang sendiri?" tanya Xiang Yi An.
"Tidak, Senior Dewi Bulan Purnama datang bersama seorang pemuda. Aku juga tidak tau siapa pemuda itu!" Tetua Yung Hai lupa untuk menanyakan identitas pemuda yang bersama Yun Nuwa.
"Itu kakak!" wajah Xiang Yi An menjadi cerah.
"Kakak?" Xiao Chang mengerutkan keningnya "An'er, siapa yang kau maksud dengan kakak?"
"Ibu, aku yakin pemuda yang bersama Senior Nuwa adalah kakak Xiang Yang!"
__ADS_1
Jawaban Xiang Yi An membuat Xiao Chang terkejut sampai melebarkan matanya. Namun dia dengan cepat mengendalikan emosinya karena disini ada Tetua Yung Hai.
"Tetua Yung Hai, kau katakan pada Kakak Senior aku akan segera menemuinya!"
"Baik Ketua Sekte!" Tetua Yung Hai pun pergi untuk menemui Yun Nuwa kembali.
Setelah Tetua Yung Hai pergi, Xiao Chang menatap putrinya dengan ekspresi serius.
"An'er, bisa kau jelaskan kenapa kau berpikir pemuda itu adalah Yang'er?"
"Sebelumnya saat aku pergi keluar, aku bertemu dengan kakak Xiang Yang. Tapi setelah bertemu dengan Senior Nuwa, dia menteleportasikan ku ke Sekte Pulau Awan sedangkan kakak Xiang Yang pergi bersama Senior Nuwa karena memiliki suatu urusan!" Xiang Yi An menjelaskan secara singkat.
"Sebenarnya aku ingin menceritakan tentang kakak pada ibu, tapi ibu tidak pernah memberi ku kesempatan!" Xiang Yi An mendengus kesal.
Mata Xiao Chang melebar, tubuhnya gemetar dengan mata berkaca-kaca.
"Kalau begitu ayo kita temui mereka!" Xiao Chang dengan cepat keluar dari ruangan itu bersama Xiang Yi An.
***
Xiang Yang dan Yun Nuwa masih duduk santai di gazebo sambil melakukan obrolan ringan.
Hingga sesaat kemudian, mereka berdua bisa merasakan dua aura yang melesat kearah mereka.
Xiang Yang mengenal salah satu aura itu sebagai Xiang Yi An, sementara satunya tidak dia ketahui. Namun dia menebak kalau itu adalah ibunya, Xiao Chang.
Tidak berselang lama, Xiang Yi An dan Xiao Chang mendarat tidak jauh dari gazebo.
Xiang Yang langsung berdiri, melihat kearah ibunya yang pertama kali ini dia lihat seperti apa wajahnya.
Seperti kata ayahnya, ibunya memang memiliki wajah yang sangat cantik, tidak kalah dengan wajah Cai'er.
"Ibu." Xiang Yang tersenyum lembut.
Xiao Chang diam mematung, tanpa sadar air matanya jatuh. Setelah 20 tahun dia tidak melihat putranya, kini putranya sudah dewasa, tumbuh menjadi kultivator kuat dan tampan.
20 tahun berpisah, bagaimana mungkin dirinya tidak merindukan putranya.
Tanpa bisa mengendalikan tubuhnya, Xiao Chang berlari lalu memeluk Xiang Yang dengan begitu erat, sangat erat seakan putranya akan pergi lagi jika dirinya melepaskan pelukannya.
Secara perlahan Xiang Yang membalas pelukan ibunya, dia seakan bisa merasakan emosi ibunya, membuat air matanya hampir menetes.
Dia menahan sekuat tenaga agar tidak ikut menangis.
Mungkin jika tidak ada orang lain disini, air mata Xiang Yang sudah keluar dari tadi.
__ADS_1
Pertemuan yang sungguh mengharukan antara ibu dan anak yang telah berpisah selama 20 tahun.