
"Saudara Xiang Yang, kita hanya baru bertemu, bahkan belum terlalu mengenal satu sama lain, apa yang membuat begitu baik pada ku?"
"Heheh, saudara Ming Tu, tentu saja aku tidak berbuat baik pada mu secara cuma-cuma, aku ingin membantu mu karena aku juga memerlukan bantuan mu! Jika aku benar-benar bisa mewujudkan perkataan ku dalam waktu dua bulan maka aku ingin kita langsung merebut kembali Sekte Langit Ungu karena ada sesuatu yang aku inginkan di sekte itu!"
"Merebut kembali Sekte Langit Ungu sudah pasti akan aku lakukan, mereka sudah memperlakukan ku dengan baik bahkan sudah memutuskan untuk memberikan bantuan pada ku, tidak mungkin aku akan mengabaikan mereka begitu saja!" Ming Tu berkata dengan tegas "Kalau begitu, ayo saudara Xiang Yang, aku akan membawa mu ke markas kami!"
Xiang Yang mengangguk, lalu mereka berdua melesat kearah timur.
"Memangnya markas mu ada dimana saudara Ming Tu?"
"Markas kami berada di Sekte Daun Hijau, aku sendiri yang mendirikan Sekte Daun Hijau untuk menyamarkan keberadaan kami sebagai pemberontak!" Ming Tu mulai bercerita "Selama beberapa tahun ini Sekte Daun Hijau ku hanya dikenal sebagai sekte kecil saja!"
"Ide yang bagus untuk membuat sekte sebagai topeng untuk menyamarkan identitas pemberontak!" Xiang Yang tersenyum tipis "Apakah jarak Sekte Daun Hijau masih jauh?"
"Mungkin akan membutuhkan waktu 1 hari sampai kita tiba, aku harap saudara Xiang Yang bisa bersabar!"
"Hanya 1 hari, bukan masalah!"
***
1 hari kemudian.
Xiang Yang dan Ming Tu akhirnya tiba di Desa Daun Hijau yang merupakan tempat berdirinya Sekte Daun Hijau.
Desa ini juga didirikan oleh Ming Tu dan para bawahannya.
Desa Daun Hijau bisa dibilang cukup besar, bisa menampung sampai ribuan ribu jiwa.
Setelah memasuki desa, Xiang Yang bisa melihat penduduknya sangat ramah, mereka selalu saling menyapa satu sama lain.
Para penduduk itu langsung memperlihatkan hormat mereka saat melihat Ming Tu, Ming Tu hanya tersenyum ramah, sesekali memberi anggukan.
Setelah beberapa menit berjalan, mereka berdua pun tiba di pusat desa yang merupakan Sekte Daun Hijau.
Para penjaga gerbang sekte langsung berlari menghampiri Ming Tu saat melihat kedatangan mereka, wajah mereka terlihat memancarkan kelegaan.
"Ketua Sekte, selamat datang kembali, kami sangat lega melihat anda baik-baik saja!" 3 penjaga gerbang itu serentak berlutut satu kaki sambil menangkupkan tangan.
__ADS_1
"Berdirilah, sudah ku bilang tidak perlu sampai berlutut untuk menyambut ku!" Ming Tu tersenyum ramah.
Ming Tu menduga kalau berita tentang Sekte Langit Ungu yang diserang Sekte Gunung Api sudah diketahui oleh para bawahannya.
Setelah memberikan beberapa kalimat, Ming Tu memasuki sekte bersama Xiang Yang.
"Para bawahan mu sepertinya sangat setia pada mu, mereka bahkan sampai menangis karena lega melihat mu kembali!"
"Haha, ya..aku bangga karena memiliki bawahan seperti mereka!"
"Kesetiaan seorang bawahan itu juga akan tergantung pada seperti apa pemimpinnya! Karena mereka sangat setia pastinya kau memperlakukan mereka dengan sangat baik, aku kagum pada mu saudara Ming Tu!"
Ming Tu tertawa canggung sambil menggaruk belakang kepalanya, merasa agak malu dengan pujian Xiang Yang.
Terlihat semua anggota sekte yang melihat kedatangan Ming Tu, langsung menghampiri pemuda itu. Ming Tu sampai kewalahan untuk menenangkan mereka semua.
Hingga beberapa saat kemudian, terlihat seorang wanita berlari lalu memeluk Ming Tu dengan erat, bisa didengar jelas suara isak tangis wanita itu.
"Tenanglah ibu!" Ming Tu mengelus lembut punggung ibunya "Maaf telah membuat ibu khawatir!"
Setelah beberapa saat, Ji Lan melepaskan pelukannya sambil mengusap air matanya.
"Kalian semua kembali lakukan tugas masing-masing!" Ming Tu membuka suara ditengah keharuan "Guan Wu, panggil semua tetua untuk datang mengadakan rapat, ada hal penting yang harus dibahas!"
"Baik ketua!" Guan Wu langsung pergi menjalankan tugas.
"Ibu sebaiknya istirahat dulu, lihatlah mata ibu sampai bengkak karena terlalu sering menangis!"
"Ya, ibu akan istirahat!" Ji Lan tersenyum lembut lalu menoleh kearah Xiang Yang disamping Ming Tu.
"Ibu, perkenalkan dia adalah teman ku Xiang Yang, jika bukan karena saudara Xiang Yang, aku pasti tidak akan bisa bertemu dengan ibu lagi!"
"Terima kasih telah menyelamatkan putra ku!" Ji Lan membungkuk hormat.
"Tidak perlu sungkan nyonya!"
***
__ADS_1
Sebuah ruangan di Sekte Daun Hijau.
Xiang Yang dan Ming Tu kini sedang duduk di kursi yang mengelilingi sebuah meja bundar, mereka berdua sedang menunggu kedatangan para petinggi Sekte Daun Hijau.
Beberapa menit berlalu, pintu ruangan di ketuk sebelum di buka, memperlihatkan 2 pria paruh baya.
Ekspresi lega terlihat di wajah kedua pria paruh baya itu, namun ekspresi salah satu dari mereka tiba-tiba berubah saat melihat keberadaan Xiang Yang.
"Kau!" pria itu mendelik tajam kearah Xiang Yang.
Xiang Yang sendiri terlihat bingung kenapa pria itu menatapnya seolah memiliki dendam kesumat.
"BAJINGAN! MATI KAU!" Pria itu langsung melesat berniat memukul Xiang Yang.
"HENTIKAN!" Sesaat sebelum pukulan pria itu mengenai wajah Xiang Yang, Ming Tu menahan pukulan itu dengan tangannya.
Tangan Ming Tu terasa nyeri, ia bisa merasakan pria itu sama sekali tidak menahan diri untuk menyerang Xiang Yang. Ming Tu tidak mengetahui ada masalah apa antara Xiang Yang dan pria itu.
"Maafkan saya yang mulia, saya tidak bermaksud menyerang anda!" pria itu langsung bergerak mundur.
"Tetua Wang Wu, beraninya kau menyerang saudara Xiang Yang! Jelaskan kenapa kau melakukan itu, jika penjelasan mu tidak memuaskan maka kau akan mendapatkan hukuman!" Ming Tu menyipitkan matanya.
"Yang mulia, apakah anda mengingat saat saya menceritakan seorang pemuda telah menggagalkan rencana kita menculik putri Ming Xue?"
Xiang Yang menaikkan alisnya mendengar pertanyaan Wang Wu, ia akhirnya mengingat siapa Wang Wu ini dan kenapa dia marah.
"Lanjutkan!" ucap Ming Tu.
"Pemuda yang saya maksud itu adalah pemuda itu yang mulia, saya sangat yakin jika dialah orangnya!" Wang Wu menunjuk Xiang Yang.
Ming Tu menatap Xiang Yang dengan ekspresi rumit, ia yakin jika Xiang Yang adalah orang yang baik.
"Maaf tetua Wang Wu, aku rasa ada kesalahpahaman disini!" Xiang Yang berdiri.
"Salah paham apa? Kau adalah bawahan dari putri Ming Xue, kau tidak akan bisa lolos kali ini! Dendam para saudara ku yang sudah kau bunuh pasti akan ku balaskan!" Wang Wu semakin emosi, seakan tidak sabar ingin membunuh Xiang Yang secepatnya.
"Karena itulah aku bilang ada kesalahpahaman! Pertama aku akan memperjelas jika aku ini bukanlah bawahan putri Ming Xue, sebelumnya aku hanya kebetulan lewat dan melihat kalian menyerang rombongan putri Ming Xue, jadi aku kira kalian adalah sekelompok perampok, karena itulah aku menolong putri Ming Xue! Saat itu aku bahkan tidak tau kalau yang aku tolong adalah seorang putri dan yang aku bunuh adalah bawahan saudara Ming Tu!"
__ADS_1