
Xiang Yang melepaskan leher orang itu, membuatnya jatuh terjun bebas hingga menghantam tanah.
"Kalian selanjutnya!"
Para kultivator yang kini hanya tersisa 10 orang, mulai gentar setelah menyaksikan kecepatan Xiang Yang.
"Tenanglah! Dia tadi sudah bertarung dengan Spirit Beast kuat, jadi dia sudah pasti kelelahan! Serang makhluk itu secara bersamaan, kita pasti bisa menang!" pemimpin mereka yang dipanggil Kakak Wu, berusaha memberikan dorongan mental pada para bawahannya.
"Kalian terlalu memaksakan keberuntungan!" Xiang Yang melesat kearah mereka, begitu juga sebaliknya.
"Pukulan Penghancur Bumi!" Salah seorang kultivator tingkat Nescent Soul tahap 1 menyerang Xiang Yang dengan pukulan kuatnya.
"Lawan badut!" Xiang Yang memusatkan kekuatan pada kepalan tangannya, lalu membalas pukulan orang itu.
*Baaaammmm...!!
Pukulan mereka berdua beradu, membuat gelombang kejut keras.
*Krak! Krak!
*Reeek!
Pukulan orang itu kalah kuat, lengan bajunya robek, bisa didengar suara tulang-tulangnya yang patah.
"Aaarrrggghhh!" Orang itu berteriak kesakitan, lengannya terlihat tidak beraturan akibat tulang yang patah.
Xiang Yang melemparkan sebuah pil, membuat pil itu masuk kedalam mulut orang itu yang terbuka lebar karena berteriak kesakitan.
Tanpa sadar orang itu menelan pil tersebut.
Xiang Yang langsung menendangnya hingga terpental jauh sebelum menundukkan badan.
Dua kultivator Gold Core muncul dibelakang Xiang Yang sambil mengayunkan pedang mereka.
Serangan mereka meleset karena Xiang Yang sudah menunduk.
Tubuh orang yang sebelumnya menelan pil meledak, hingga membuat seorang rekannya yang berniat menolongnya juga ikut terkena ledakan.
Tubuh orang itu hancur sedangkan rekannya terpental, masih tidak mati karena ledakan itu memang tidak terlalu besar.
Setelah menghindari serangan dua kultivator di belakangnya, Xiang Yang memutar tubuhnya, menendang salah satu dari mereka hingga terpental jauh
Satu kultivator yang tersisa berniat menebas leher Xiang Yang, namun lengannya sudah lebih dulu terpotong oleh pemuda itu.
Dari jarak jauh, pemimpin para kultivator melancarkan serangan kuat kearah Xiang Yang, berupa burung elang api raksasa yang meleset kearah pemuda itu.
Xiang Yang menyambar leher kultivator yang baru saja dia potong tangannya, lalu melemparkannya kearah elang api raksasa.
__ADS_1
Kultivator itu pun terkena serangan elang api raksasa.
*BOOOMMM...!!
Ledakan keras terjadi hingga tubuh kultivator itu langsung hancur, dagingnya yang terbelah-belah terbakar api sampai menjadi abu.
"SIALAN!" Si pemimpin berteriak marah lalu melesat maju menyerang Xiang Yang secara langsung.
Beberapa kultivator ikut melesat maju membantu pemimpin mereka, sementara sisanya memberikan dukungan dari jarak jauh.
Xiang Yang meladeni mereka semua dengan ekspresi santai, meskipun mereka cukup merepotkan, namun sama sekali tidak memberikan tekanan pada Xiang Yang.
Jika bukan karena sebelumnya dia bertarung melawan Harimau Putih, dia dapat mengalahkan mereka semua dengan mudah.
Xiang Yang memberikan pukulan pada perut Wu Tang lalu bergerak mundur mengambil jarak. Dia pun mengambil nafas dalam sampai dada mengembung.
Xiang Yang pun menyemburkan nafas apinya.
Para kultivator itu langsung membuat perisai energi untuk menahan serangan Xiang Yang.
Saat semburan nafas api berhenti, para kultivator itu baru menyadari jika 3 diantara mereka tertusuk oleh senjata aneh panjang tepat di jantung mereka.
Mereka melihat ternyata senjata itu adalah milik Xiang Yang yang sekarang menggenggam pedang kelabang.
Xiang Yang memanfaatkan semburan nafas api agar mereka tidak melihat dirinya menggunakan pedang kelabang.
Bilah pedang yang menusuk 3 kultivator itu meledak, membuat tubuh mereka ikut meledak yang pastinya membuat mereka bertiga mati.
Pedang kelabang Xiang Yang memendek hingga semua bilahnya menyatu, membentuk pedang pada umumnya.
"SIALAN! AKAN KU BUNUH KAU!" Wu Tang marah melihat rekan-rekannya yang terbunuh, ia pun melesat menyerang Xiang Yang.
Rekan-rekannya yang tersisa juga marah, mereka ikut melesat menyerang Xiang Yang.
Pertarungan pun kembali terjadi. Dengan jumlah mereka yang berkurang membuat Xiang Yang semakin mudah menekan mereka, hingga akhirnya Xiang Yang berhasil melumpuhkan mereka semua.
Xiang Yang pun mengambil jiwa mereka semua, tentunya dia juga mengambil cincin dimensi mereka.
Xiang Yang tidak menemukan banyak barang berharga didalam cincin dimensi mereka, namun ada cukup banyak Kristal Qi.
Tiba-tiba Xiang Yang merasakan sesuatu gejolak dalam tubuhnya.
"Sepertinya sudah waktunya menerobos ketingkat Nescent Soul tahap 3. Aku sebaiknya pergi dari sini atau para kultivator lainnya akan datang!" Xiang Yang melesat pergi mencari tempat yang cocok untuk menerobos.
***
Di tempat lain.
__ADS_1
"Haaah... haaah... haaah!" seorang gadis cantik yang mengalami luka parah, terlihat sedang di kepung oleh segerombolan Spirit Beast Serigala dengan satu tanduk ditengah-tengah kening.
Gadis itu adalah Yong Li, Nona Muda dari Sekte Elang Nirwana.
"Sialan! Kenapa aku harus bertemu dengan segerombolan Fenrir saat memasuki dimensi kecil!" Yong Li mengutuk keberuntungannya yang begitu buruk hingga mengalami nasib ini.
7 Fenrir itu memiliki kultivasi tingkat Gold Core tahap 5, sama seperti dirinya, jadi sudah pasti tidak mungkin dia bisa menang melawan 7 Spirit Beast yang memiliki kultivasi sama dengan dirinya.
Salah satu Fenrir menerjang kemudian menyerang Yong Li dengan cakarnya.
Yong Li menahan serangan itu dengan pedangnya, namun dia tetap terpental sampai 100 meter lebih.
Saat ke 7 Fenrir itu akan menyerang Yong Li lagi, sebuah anak panah petir menancap ditengah-tengah mereka.
*Boooommmm...!!
Panah petir itu meledak, namun ledakan itu hanya membuat ke-7 Fenrir terlempar beberapa meter, tidak sampai menjatuhkan mereka.
Saat ke-7 Fenrir itu menatap kearah Yong Li, ternyata mangsa mereka sudah tidak lagi terlihat, hilang entah kemana.
Ketujuh Fenrir meraung marah lalu mencari keberadaan Yong Li dengan indera penciuman mereka yang tajam.
Di balik sebuah pohon, terlihat seorang pemuda menggendong seorang gadis cantik bagaikan tuan putri, gadis itu adalah Yong Li yang sudah pingsan.
Melihat para Fenrir itu yang telah pergi, pemuda itu bernafas lega.
Yong Li perlahan membuka mata, lalu melihat wajah pemuda itu.
"Xiang.. Jun" ucap Yong Li dengan suara lemah.
Ya, pemuda itu adalah Xiang Jun. Setelah keluar dari dimensi kecil, Xiang Jun terlempar di Benua Lingwu.
Dia pun menjadi murid Sekte Elang Nirwana.
Xiang Jun termasuk dalam jajaran murid jenius Sekte Elang Nirwana. Pada awalnya dia cukup kesulitan bertahan di dalam Sekte Elang Nirwana karena sama sekali tidak memiliki latar belakang.
Dia sering di bully oleh para murid lain, walaupun dia selalu kalah saat melawan, namun orang-orang yang mengganggunya juga mendapatkan luka.
Hal itu membuat para murid dengan latar belakang tinggi tertarik untuk merekrut Xiang Jun.
Xiang Jun memutuskan untuk menjadi bawahan dari Yong Lang.
Xiang Jun tidaklah naif, jika dia terus menolak tawaran dari para murid dengan latar belakang kuat untuk menjadi bawahan, apa yang menunggunya hanya masalah yang mungkin akan berujung pada kematiannya.
Lagi pula menjadi bawahan Yong Lang sama sekali tidak buruk, Tuan Muda Sekte Elang Nirwana itu memperlakukan bawahannya seperti seorang teman, Yong Lang selalu menghargai para bawahannya hingga Xiang Jun pun sangat menghormatinya.
Selain itu, Xiang Jun mendapatkan sumber daya lebih dengan menjadi bawahan Lang, ditambah dengan beberapa keberuntungan yang dia dapatkan, Xiang Jun dapat berada ditingkat Gold Core tahap 5.
__ADS_1