
Xiang Zu dan Ran Qi masih sedang dalam pertarungan sengit diatas arena.
Ran Qi terlihat sangat serius dalam mengeluarkan teknik-teknik pedangnya, teknik pedang Ran Qi membuatnya terlihat seperti menari, namun setiap serangannya sangat mematikan, salah langkah sedikit saja maka mungkin salah satu anggota tubuh Xiang Zu akan hilang.
Namun Xiang Zu terlihat sangat santai menghadapi Ran Qi, sama sekali tidak ada jejak-jejak kesusahan dalam ekspresinya.
Jelas Xiang Zu sudah terbiasa dalam pertarungan, ia sudah sering di latih oleh Xiang Yang dalam menghadapi berbagai macam teknik pedang.
Meskipun ini pertama kalinya Xiang Zu menghadapi teknik pedang semacam teknik Ran Qi. Namun Xiang Zu sudah paham bagaimana cara menghadapi teknik pedang macam itu.
Xiang Zu hanya menangkis dan menghindari serangan Ran Qi, ia masih belum memberikan satu pun serangan balasan.
Hal ini membuat Ran Qi merasa diremehkan hingga ia manjadi marah.
"Bukankah kau bilang tidak akan menahan diri?! Kenapa kau masih belum mengeluarkan serangan mu?! Apa kau meremehkan ku?!" Ran Qi mengacungkan pedangnya saat Xiang Zu sudah mendarat mulus, dimana sebelumnya ia melompat mundur mengambil jarak.
"Kau salah nona Ran Qi, aku sama sekali tidak meremehkan mu, aku hanya terlalu kagum melihat teknik pedang mu yang begitu indah!" Xiang Zu tersenyum sederhana, bukan bermaksud merayu namun memang ia mengatakan sebuah kenyataan.
"Hm, jangan pikir aku akan masuk kedalam rayuan mu, sudah banyak yang mengatakan hal seperti itu!" Ekspresi Ran Qi justru semakin marah.
"Terserah kau mau menganggap pujian ku itu seperti apa, tapi yang pasti kali ini aku akan mulai serius bertarung!" Xiang Zu memasang kuda.
"Kalau begitu cepat maj..."
Belum sempat Ran Qi menuntaskan kalimatnya, matanya langsung melebar karena melihat Xiang Zu sudah berada di depan matanya dengan pedang terayun cepat
Ran Qi memiliki reaksi cepat, melompat mundur.
Sedikit untaian rambut di pipi kiri dan kanan Ran Qi terpotong, pedang Xiang Yang lewat tepat di bawah dagunya.
Ran Qi terus melompat semakin jauh mengambil jarak.
Setelah merasa jaraknya aman, Ran Qi memegang lehernya yang terasa merinding. Sepintas tadi ia seperti merasakan lehernya telah tertebas.
__ADS_1
"Pemuda ini benar-benar tidak main-main, jika saja aku terlambat beraksi maka leher ku sudah terpotong! Aku harus lebih waspada!" gumam Ran Qi.
Setetes keringat mengalir dari kening Dan Qi, melewati pipi hingga berhenti di dagu, lalu menetes.
Tepat dimana saat keringat Ran Qi menetes, Xiang Zu langsung melakukan pergerakan, kakinya mengeluarkan kilatan petir merah lalu melesat kearah Ran Qi.
"Halilintar Menyambar Bumi!" Xiang Zu mengeluarkan jurusnya, membuat pedangnya dilapisi petir merah yang kuat.
"Tarian Seribu Bunga!" Ran Qi juga tidak diam saja, balas menyerang Xiang Zu.
Pertaruhan diantara dua generasi muda paling berbakat di kekaisaran Han kembali berlanjut.
Serangan mereka yang awalnya bertempo pelan dan cepat, seiring waktu menjadi cepat dan kuat, bahkan orang-orang yang berada ditingkat True Fondation tahap 1 sampai 3 kesulitan melihat pergerakan mereka, hanya bisa melihat kilatan petir merah disertai percikan kembang api.
- Sementara itu, di tribun khusus Keluarga Kekaisaran Han.
Han Lie menatap kagum pada pertarungan di arena "Xiang Zu ini sungguh tidak terduga, aku yakin dia masih belum menggunakan kekuatan penuhnya! Mungkin kekuatan penuhnya akan setara dengan ku!"
"Kau salah Lie'er!" Kaisar Han Luo menggeleng pelan "Kekuatannya tidak setara dengan mu, namun melebihi mu!"
"Kau hanya melihat kultivasi Xiang Zu berada ditingkat Earth Spiritual tahap 5, namun nyatanya pemuda itu sudah berada ditingkat Sky Spiritual tahap 1, hal itu membuktikan kalau kekuatan mu berada dibawahnya!"
Jawaban Kaisar Han Luo membuat Han Lie terdiam, ia kembali melihat kearah pertarungan sengit diarena.
Ran Qi mulai terdesak oleh Xiang Zu, permainan pedang Xiang Zu semakin kuat dan cepat seiring waktu.
Hingga pada satu kesempatan, Xiang Zu berhasil membuat pedang Ran Qi terlempar dari tangannya. Xiang Zu cepat mengarahkan ujung mata pedangnya, beberapa inci sebelum menyentuh kulit leher Ran Qi.
Ran Qi menelan ludahnya sebelum akhirnya mengakui kekalahan "Aku menyerah"
Xiang Zu tersenyum tipis, menyarungkan pedangnya lalu memberi salam hormat.
Setelah kemenangan Xiang Zu diumumkan, babak selanjutnya pun dilanjutkan.
__ADS_1
"Hm, sepertinya mereka sudah tidak sabar!" ucap You Yong sambil tersenyum tipis, ia bisa merasakan aura membunuh diantara kerumunan penonton.
"Heheh, mereka hanya mencari kematian dengan menyerang saat turnamen berlangsung, mereka tidak mengetahui kalau mereka sudah terperangkap dalam permainan mereka sendiri!" balas Kaisar Han Luo.
"Ternyata pesan surat itu memang benar, entah dari mana 3 saudara pemilik jejak aura pada surat itu mendapatkan informasi ini" ucap You Yong.
"Tidak penting dari mana mereka mengetahuinya, yang pasti mereka bertiga akan muncul saat Sekte Golok Darah melancarkan aksi mereka!" Kaisar Han Luo menoleh kearah Han Lie "Lie'er, saat pertarungan nanti pecah, langsung bawa ibu mu pergi, jangan sampai dia terlibat dalam pertarungan!"
Han Lie mengangguk "Aku mengerti ayah!"
Saat ini pertarungan babak ke-4 sedang berlangsung, kedua pemuda itu bertarung dengan sangat serius.
Hingga beberapa saat kemudian.
*Booommm!
Terdengar suara ledakan keras, namun ledakan itu tidak terjadi di arena.
Semua orang menoleh kearah sumber ledakan, dimana ledakan itu terjadi pada pintu gerbang masuk area turnamen.
"HAHAHA...! SEMUANYA KELUAR! KITA AKAN MELAKUKAN PEMBANTAIAN!"
Di tembok yang mengelilingi alun-alun kota, mulai bermunculan orang-orang yang terlihat bengis. Awalnya terlihat hanya belasan, namun terus bertambah seiring waktu, puluhan, ratusan, sampai ribuan orang mulai menampakkan diri.
Diantara kerumunan penonton yang kini sudah terdiam hening melihat kedatangan banyak orang itu, salah satu pria kurus yang mengeluarkan aura membunuh, mengeluarkan sebuah belati lalu berniat menusuk satu orang dari belakang.
Namun sungguh sial nasib pria kurus itu, yang ingin dia tusuk adalah Xiang Yang.
Xiang Yang yang sudah siaga dan bisa menebak apa yang akan dilakukan pria itu, biasa bereaksi cepat, menyambar pergelangan tangan pria itu, lalu melakukan tendangan keras mengenai kepalanya. Kepala pria itu pun terlepas dari tubuhnya, melayang jauh hingga terjatuh di depan orang yang tadi menghancurkan pintu gerbang.
Orang-orang disekitar Xiang Yang langsung bergerak menjauh melihat kejadian itu, mereka saat ini tidak tau yang mana kawan dan lawan, namun yang pasti ada lawan diantara mereka yang menjadi penonton.
"Cai'er, dengan ini kita akan menghabisi mereka semua!" ucap Xiang Yang.
__ADS_1
"Fufufu, mereka hanya mengantarkan nyawa pada ku?" Cai'er menyeringai lebar.