
Pertarungan di alun-alun kota semakin memanas, pasukan aliran hitam mulai terbunuh satu persatu.
Meskipun pasukan bantuan sudah datang, namun tetap saja, pasukan aliran putih tidak bisa menghindari adanya korban, namun korban di pihak aliran putih jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan korban dari aliran hitam.
Kai Su dan Kaisar Han Luo masih terlibat pertarungan, keduanya terlihat mendapatkan luka yang lumayan parah.
Kai Su dan Kaisar Han Luo kini berdiri saling berhadapan dalam jarak sekitar 10 meter, nafas mereka terengah-engah.
"Heheh! Kaisar Han Luo! Meskipun aku akan mati hari ini tapi aku setidaknya akan mengambil satu lengan atau kaki mu!" Kai Su menyeringai lebar.
Rencana yang sudah disusun matang-matang kini hancur berantakan, padahal Kau Su sudah sangat ingin melihat dimensi utama itu seperti apa, ia sudah sering membayangkannya bahwa sesekali terbawa mimpi.
Ia berpikir setelah keluar dari dimensi kecil ini, ia akan membangun Sekte Golok Darah di sana dan menaklukkan dunia. Namun sepertinya itu hanya angan-angan belaka, ia sama sekali tidak bisa mencapainya karena ajalnya akan datang hanya tinggal menunggu waktu. Kecuali jika ada keajaiban yang terjadi.
"Ya, kau mungkin bisa mengambil satu lengan atau kaki ku, namun itu akan terjadi jika kita terus berhadapan satu lawan satu!"
Setelah mengatakan itu, tiba-tiba seorang pria tua melakukan pendaratan di samping Kaisar Han Luo, pria tua itu adalah You Feng, Ketua Sekte Pedang Langit.
"Terimalah nasib mu Kai Su, semua harapan mu tidak akan pernah terjadi!" You Feng mengacungkan pedangnya.
Kai Su tertegun, sesaat kemudian ia memasang wajah marah lalu mengacungkan pedangnya kearah You Feng.
"You Feng, ini adalah pertarungan ku dengan Han Luo! Lebih baik kau pergi jangan mengganggu pertarungan ku!"
"Jangan membuat ku tertawa Kai Su! Bukankah kalian para aliran hitam selalu mengatakan, apa pun akan kalian lakukan demi kemenangan? Dalam situasi ini kau hanya bisa menyalahkan diri mu sendiri karena lemah!" You Feng menatap Kai Su seperti menatap orang yang lebih rendah darinya.
"KALIAN BAJINGAN SIALAN!" Kai Su langsung melesat menyerang Kaisar Han Luo dan You Feng.
Kaisar Han Luo dan You Feng juga melesat menyerang Kai Su.
______
Xiang Han sama sekali tidak terhentikan dengan Pedang Langit Biru ditangannya, sampai sekarang masih tidak ada yang bisa memberikan luka parah padanya.
Entah sudah berapa banyak kultivator Sky Spiritual yang terbunuh ditangan Xiang Han.
Sekarang Xiang Han sedang berhadapan melawan seorang kultivator tingkat Sky Spiritual tahap 5.
__ADS_1
Musuh Xiang Han sama sekali tidak memberikan perlawanan yang berarti, terlihat ia sudah mendapatkan luka parah.
Hingga pada akhirnya, tusukan Pedang Langit Biru menembus perut hingga punggungnya, membuat musuh Xiang Han terbakar api biru hingga berubah menjadi abu.
Xiang Han mengatur nafasnya yang sedikit memburu, energi Qi nya masih tersisa setengah, jika bukan karena Pedang Langit Biru maka energi Qi Xiang Han pasti sudah terkuras habis saat ini.
"MATI KAU!" Seseorang tiba-tiba melompat dari belakang Xiang Han, berniat menikam pria itu dari belakang.
Namun Xiang Han sudah menyadari hal itu, ia cepat melakukan gerakan memutar sambil menebaskan pedangnya.
Tubuh orang itu pun terpotong menjadi dua bagian.
Beberapa saat setelah itu, Xiang Yang dan Cai'er mendarat di samping Xiang Han.
"Kalian berdua baik-baik saja?" tanya Xiang Han.
Xiang Yang dan Cai'er mengangguk pelan.
"Ayah, aku rasa formasi pengorbanan ini akan aktif secara otomatis jika darah yang dibutuhkan sudah cukup!" ucap Xiang Yang.
"Ya, semua darah para kultivator yang mati langsung terserap kedalam tanah, sekarang aku bisa merasakan samar-samar susunan formasi itu mengeluarkan getaran!" balas Xiang Han.
"Untuk sekarang kita lebih baik membantu menghabisi pasukan aliran hitam, jika pintu keluar menuju dimensi utama telah muncul maka kita akan langsung masuk! Lagi pula pasukan aliran putih sudah pasti akan memenangkan perang ini!"
Perkataan Xiang Yang ditanggapi dengan anggukan oleh Xiang Han dan Cai'er, setelah itu mereka pun berpencar untuk membantu yang lainnya.
Waktu berlalu, pasukan aliran hitam mulai berkurang dengan signifikan, mereka tidak bisa mengimbangi pasukan aliran putih dari segi kuantitas dan kualitas.
Bahkan sekarang Kai Su sudah mati ditangan Kaisar Han Luo dan You Feng.
Darah demi darah terus terhisap kedalam tanah, yang bisa merasakan susunan formasi pengorbanan hanya Xiang Yang, Xiang Han dan Cai'er saja, sementara yang lainnya terlalu fokus dalam menghabisi pasukan aliran hitam hingga mereka tidak menyadari keberadaan susunan formasi pengorbanan dibawah alun-alun kota.
Setelah 1 jam berlalu, Xiang Yang, Xiang Han dan Cai'er bisa merasakan formasi pengorbanan akan segera aktif.
Mereka bertiga segera bertemu dalam satu tempat didekat pusat susunan formasi.
Mereka bertiga sama-sama merasa tegang karena berharap susunan formasi itu benar-benar bisa membuat mereka keluar dari dimensi kecil ini.
__ADS_1
"Bersiap, semua energi yang terkumpul pada susunan formasi sudah terpusat pada pusat formasi!" ucap Cai'er.
Mereka bertiga siaga, bersiap jika ada suatu kesalahan atau hal buruk yang terjadi.
Hingga beberapa saat kemudian...
*Booommm!!
Ledakan terjadi pada tengah-tengah area turnamen, tepat pada pusat susunan formasi, membuat asap debu mengepul.
Xiang Yang mengibaskan tangannya, mengeluarkan gelombang angin yang menyapu debu tersebut.
Mereka bertiga akhirnya bisa melihat sesuatu seperti lubang hitam disana.
"Sepertinya itu jalan keluarnya, ayo kita masuki lubang hitam itu!"
Mereka bertiga pun segera melesat, memasuki lubang hitam tersebut.
Satu hal yang tidak mereka bertiga sadari yaitu, selain mereka bertiga, ada juga beberapa orang yang ikut memasuki lubang hitam tersebut.
***
Dimensi utama, di sebuah benua.
Saat ini sedang tengah malam, cahaya bulan purnama dan cahaya ribuan bintang menghiasi gelapnya malam.
Di sebuah tempat, terlihat seorang wanita cantik dengan kulit putih mulus, menggunakan gaun biru indah serta cadar yang menutupi wajah cantiknya.
Gadis itu berdiri menatap bulan purnama yang bercahaya terang, entah apa yang wanita itu pikirkan, namun sepertinya tatapannya menerawang jauh ke masa lalu.
"Sudah 500 tahun, aku masih tidak bisa menemukannya!" wanita itu mengeluarkan suara lembut yang bisa menenangkan hati siapa saja yang mendengarnya.
"Entah itu berapa kali kehidupan, dimana pun aku berada, aku tetap tidak bisa melupakan mu!" wanita itu mengangkat tangan kanannya, terlihat seperti ingin menggapai bulan.
"Apa pun yang terjadi, entah apakah kau juga berada di dunia ini atau tidak, aku tetap tidak akan menyerah untuk mencari mu!..
"Raizen!"
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=