Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.153 - Penyelesaian


__ADS_3

"DIAM KAU ANAK TIDAK BERGUNA!" ujung tajam pisau Yuan Ran sedikit menusuk leher Ming Xue hingga meneteskan darah.


"Yuan Ran, lepaskan Xue'er!" Kaisar Ming Qin mendelik, ia masih tidak bisa menggerakkan tubuhnya dari atas ranjang.


"Ibu..." Ming Xue tidak berani melakukan perlawanan, ia sangat takut saat ini, bisa dilihat dari tubuhnya yang gemetaran.


"Hei!"


Secara refleks Yuan Ran menoleh ke sumber suara, dimana tatapannya langsung bertemu dengan tatapan Xiang Yang.


Sesaat setelahnya, Yuan Ran merasa seperti dipindahkan ke dimensi lalin, ia melihat sekelilingnya hanya ada warna hitam dan hijau dengan tanda Yin-Yang di bawah kakinya.


Tidak ada siapa-siapa di tempat itu kecuali dirinya. Yuan Ran tentu sangat terkejut dengan situasi ini, ia tidak tau sekarang berada dimana, ia hanya bisa diam mematung.


Tiba-tiba sekeliling Yuan Ran berubah seperti semula, saat ia baru sadar, ternyata sekarang dia sudah berlutut dengan keringat dingin. Yuan Ran melihat Ming Xue sekarang berada dalam dekapan Xiang Yang yang menatapnya dengan dingin.


Ming Xue terisak dengan suara dan tubuh yang gemetar dalam dekapan Xiang Yang.


"Jenderal Wang, tangkap wanita ini dan bawa dia ke penjara!" ucap Kaisar Ming Qin.


"Baik yang mulia!" Wang Duo dengan patuh langsung menjalankan perintah Kaisar Ming Qin.


Wang Duo menyambar lengan Yuan Ran lalu menyeret wanita itu secara paksa.


"Tidak! Lepaskan aku! Aku tidak ingin dipenjara!" Yuan Ran berusaha melepaskan diri dari cengkeraman tangan Wang Duo.


Namun percuma saja, Wang Duo adalah seorang kultivator Gold Core sementara dirinya hanyalah manusia biasa.


"Jenderal Wang! Kau berani berbuat kasar pada ku?! Cepat lepaskan aku!"


"Maaf, ini adalah perintah Yang Mulia!" Wang Duo tidak mendengarkan perkataan Yuan Ran, menyeret wanita itu keluar dari kamar dan terus menyeretnya menuju penjara.


***


Di dalam kamar kini hanya ada 4 orang saja, yaitu Kaisar Ming Qin, Ming Tu, Xiang Yang dan Ming Xue yang masih dalam dekapan Xiang Yang.


Xiang Yang melepaskan dekapannya, namun Ming Xue masih tetap terisak, membenamkan wajahnya di dada bidang Xiang Yang.

__ADS_1


Xiang Yang menyerjap beberapa kali "Apakah gadis ini benar-benar syok dengan kejadian tadi? Ataukah ini hanya akting turunan dari ibunya?" gumam Xiang Yang dalam hati.


"Hei!" Xiang Yang memegang bahu Ming Xue lalu mendorong pelan gadis itu "Ini sudah berakhir, jadi berhentilah menangis!"


Ming Xue mengangguk pelan lalu mengusap air matanya.


"Jadi Saudara Ming Tu, apa rencana mu selanjutnya?" Xiang Yang menoleh kearah Ming Tu.


"Masih banyak yang harus ku urus di Istana Kekaisaran setelah ini, jadi Saudara Xiang Yang bisa kembali ke Sekte mu lebih dulu! Semua anggota Sekte ku juga pasti sudah tiba di sana!..


Seperti yang sudah direncanakan, semua anggota Sekte ku untuk sementara sebelum urusan dengan Sekte Gunung Api berakhir, mereka akan tetap berada disana untuk membantu! Setelah semua urusan di sini selesai, barulah aku akan mengunjungi mu!"


Sebelumnya saat setelah pembicaraan dengan Wang Duo, Ming Tu memerintahkan semua bawahannya untuk kembali ke Sekte Langit Ungu.


"Dan satu hal lagi, Saudara Xiang Yang, setelah kau tiba di sekte mu nanti, bisakah kau menyuruh beberapa tetua untuk mengawal ibu ku kembali ke Istana Kekaisaran?"


"Oh, itu mudah saja!" Xiang Yang mengangguk santai lalu mengeluarkan sebuah botol pil lalu memberikannya pada Ming Tu "Didalam botol ini terdapat 10 pil, berikan Yang Mulia Kaisar satu kali sehari untuk menghilangkan semua racun ditubuhnya!"


Ming Tu menerima botol pil pemberian Xiang Yang.


"Bukan salah!" Xiang Yang membalas dengan anggukan santai "Kalau begitu aku sudah tidak ada urusan lagi disini, jadi aku akan langsung pergi!"


"Tunggu Xiang Yang!"


Baru saja Xiang Yang melangkah, Ming Xue menghentikannya dengan meraih tangan kanannya.


"Apakah ada masalah Putri Ming Xue?"


"Apakah..aku boleh ikut dengan mu?" Ming Xue menunduk, tidak berani menatap wajah Xiang Yang.


"Tidak boleh!" Xiang Yang langsung menolak Ming Xue mentah-mentah.


"Eh, kenapa? Meskipun memang aku memang bukanlah kultivator, tapi aku masih bisa membantu dalam hal lainnya!" Ming Xue tidak menyangka Xiang Yang akan langsung menolaknya.


"Bukan itu masalahnya, tapi aku ingin secepatnya tiba di Sekte ku, jika kau ikut maka kau hanya akan menjadi penghambat dalam perjalanan!" Xiang Yang berkata dengan tegas "Lagi pula bukankah kau selama ini berada di pihak ibu mu, jadi kau seharusnya juga akan ikut dipenjara!"


Ming Xue tertegun, ia langsung menoleh kearah Ming Tu dengan perasaan was-was, takut jika dirinya juga dipenjara.

__ADS_1


Ming Xue mengetahui kalau ibunya tidak akan lagi selamat, ibunya pasti akan dieksekusi mati, dirinya juga kemungkinan akan bernasib sama seperti ibunya.


Ming Tu menghela nafas "Tenang saja, aku tidak akan memenjarakan mu!"


"Benarkah?"


Ming Tu mengangguk dengan malas.


"Terima kasih Kakak Ming Tu!" Ming Xue langsung memeluk Ming Tu.


Sesaat Ming Tu kembali mengingat masa kecilnya dengan Ming Xue dulu, tanpa sadar ia mengelus kepala gadis itu.


"Tapi ingat, kau akan berada dalam pengawasan ketat, jika kau melakukan sesuatu yang mencurigakan maka jangan salahkan aku bertindak kasar!"


"Tidak masalah, asalkan aku masih tidak berada dipenjara!"


"Kalau begitu aku akan pergi, Saudara Ming Tu!" Xiang Yang melangkah keluar meninggalkan mereka.


Ming Xue menatap kepergian Xiang Yang dalam diam.


***


4 hari telah berlalu semenjak Xiang Yang, Ming Tu dan pasukannya pergi melakukan penyergapan.


Sekte Naga Emas sekarang masih dalam tahap pembangunan.


Bangunan-bangunan yang hancur saat ini dalam tahap perbaikan.


Semenjak 3 hari yang lalu, terjadi fenomena aneh di sebuah kediaman, yaitu kediaman Han Shizu.


Semua orang bisa merasakan pancaran energi kuat di dalam kamar gadis itu, namun tidak ada yang berani memeriksa kondisi didalam, sebab mereka berpikir Han Shizu sedang dalam proses penerobosan. Jika mereka masuk dan membuat Han Shizu merasa terganggu hingga penerobosan kultivasinya gagal, tidak ada yang tau nasib mereka nanti akan seperti apa.


Jadi mereka lebih memilih untuk mengabaikan fenomena itu dan terus menjalankan tugas masing-masing.


Sesekali memang ada yang datang ke sekitar kediaman Han Shizu untuk mengawasi fenomena tersebut.


Memang saat ini Han Shizu sedang dalam proses penerobosan ketingkat Nescent Soul. Sebelumnya setelah menyerap Jiwa Petir, ia melakukan penggabungan Jiwa Petir secara bersamaan mengkonsumsi Pil Badai Petir yang dapat memperkuat Jiwa Petir.

__ADS_1


__ADS_2