Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.145 - Pengkhianat Sekte Daun Hijau


__ADS_3

"Maaf saudara Xiang Yang, menuju barat? Barat adalah arah Ibu Kota Kekaisaran, jangan bilang kau ingin membawa kami untuk menyerang kekaisaran saat ini juga?" Kening Ming Tu mengerut.


"Heheh, tentu saja kita tidak mungkin menyerang Istana Kekaisaran! Kita menuju barat untuk melakukan penyergapan!"


"Penyergapan?" Kening Ming Tu semakin mengerut, begitu juga dengan yang lainnya, hanya Han Shizu saja yang masih bertahan dengan wajah datar, meskipun gadis itu juga bingung dengan perkataan Xiang Yang.


"Tidak perlu banyak bertanya untuk saat ini, jika kalian percaya pada ku maka kita akan berangkat ke barat untuk melakukan penyergapan seperti yang ku katakan!" Xiang Yang agak malas untuk menjelaskannya.


Ming Tu menghela nafas kecil "Baiklah Saudara Xiang Yang, aku percaya pada mu! Tapi apakah tidak ada penjelasan lebih lanjut seperti rencana dan siapa yang akan kita sergap?"


"Kalian akan mengetahuinya nanti!"


Ming Tu tersenyum kecut karena Xiang Yang sepertinya tidak ingin menjelaskan pada mereka.


Xiang Yang menoleh kearah Han Shizu "Shizu, kau tidak boleh ikut dalam penyergapan kali ini!"


Han Shizu menyerjap beberapa kali sambil memiringkan kepalanya, bertanya kenapa dia tidak diijinkan ikut.


"Kekuatan mu sangat dibutuhkan disini jika saja ada serangan dari musuh, selain itu aku memiliki tugas lain untuk mu!" Xiang Yang mengeluarkan cincin dimensi "Didalam cincin dimensi ini terdapat sebuah kotak dan sebuah giok, aku sudah menyertakan catatan tentang apa yang harus kau lakukan didalam cincin dimensi ini! Kau harus melakukan apa yang aku perintahkan dalam catatan itu!"


Han Shizu menerima cincin dimensi itu lalu mengangguk patuh, tidak melakukan pembantahan.


Han Shizu tidak tau apa yang diperintahkan Xiang Yang dalam catatan itu, namun ia akan mengikuti apapun itu perintah Xiang Yang, ya..kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi!" Xiang Yang pun pergi membawa semua anggota Sekte Daun Hijau termasuk Ming Tu.


***

__ADS_1


Satu hari kemudian.


Di sebuah gunung yang mana puncaknya terlihat datar, bagaikan sebuah batang pohon yang dipotong rapi.


Gunung itu memiliki sebuah jalan ditengah-tengahnya, seakan gunung itu ditebas oleh sebuah pedang hingga menciptakan sebuah jalan.


Saat ini, Xiang Yang, Ming Tu dan semua anggota Sekte Daun Hijau sedang berada di atas gunung tersebut, tepat di tepian tebing pemisah antara gunung.


"Jadi Saudara Xiang Yang, siapa yang akan kita sergap?" Ming Tu bertanya, ia sungguh penasaran dengan jawaban itu.


Namun jawaban yang Xiang Yang berikan tetap tidak memuaskan rasa penasarannya.


"Tunggu sebentar lagi, aku rasa mereka akan segera terlihat!"


Ming Tu menghela nafas dengan senyum kecut.


Terlihat, ada sekitar 5 ribu orang berseragam biru cerah, berjalan dengan barisan rapi sesuai dengan senjata yang mereka gunakan.


Orang-orang dengan senjata perisai dan tombak berada dibarisan paling depan. Sekitar 10 meter dibelakang barisan pengguna perisai adalah barisan pengguna pedang, dalam jarak pemisah yang sama antara pengguna perisai dan pedang adalah para pengguna panah.


Sebenarnya bukan pengguna perisai yang berada dibarisan paling depan, melainkan ada sekitar 50 orang penunggang kuda dengan armor dan senjata lengkap.


Ming Tu dan para anggota Sekte Daun Hijau sangat terkejut melihat ribuan pasukan itu, karena mereka sangat tau dengan jelas pasukan itu.


Pasukan itu merupakan pasukan Kekaisaran Ming. Dilihat dari jumlahnya, sepertinya itu hampir merupakan semua pasukan kekaisaran.


Namun bukan kedatangan pasukan itu yang membuat Ming Tu dan yang lainnya terkejut, melainkan 2 orang penunggang kuda yang berada diposisi paling depan.

__ADS_1


Satu orang merupakan pria paruh baya dengan kumis tipis dan janggut pendek yang sebagian sudah memutih. Dia merupakan jenderal utama Kekaisaran Ming yang menjadi tangan kanan Kaisar Ming Qin, Wang Duo.


Tapi bukan Wang Duo yang menjadi fokus utama Ming Tu dan para pasukannya, melainkan satu orang penunggang kuda di samping Jenderal Wang Duo.


Orang itu adalah pria paruh baya yang umurnya tidak jauh berbeda dengan Wang Duo. Ming Tu dan pasukannya sangat mengenal orang itu, dia adalah Wang Wu, salah satu Tetua Sekte Daun Hijau.


Ming Tu dan yang lainnya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, apakah itu benar-benar Wang Wu atau orang lain yang hanya mirip dengannya, atau mungkin mereka salah melihat.


Mereka terlihat mengusap mata beberapa kali sebelum kembali memperhatikan pria paruh baya itu. Namun pengelihatan mereka sama sekali tidak berubah, itu memang adalah Wang Wu.


"Kau tidak salah Saudara Ming Tu, dia memang benar adalah Tetua Wang Wu... tidak, dia adalah si pengkhianat Wang Wu!" Xiang Yang menatap datar kearah Wang Wu.


"Tapi..bagaimana mungkin? Selama ini dia sangatlah setia, bahkan dia sudah ku anggap sebagai paman ku sendiri! Loyalitasnya tidak pernah dipertanyakan, dia selalu menjalankan tugas seperti apapun resikonya, dia tidak pernah membantah! Apa yang membuatnya sampai berkhianat?" Ming Tu masih sulit percaya dengan kenyataan yang dia lihat.


Bukan hanya Ming Tu namun semua anggota Sekte Daun Hijau lainnya, karena mereka mengenal Wang Wu adalah tetua yang paling patuh dan setia.


"Tetua Wang Wu...apa sebenarnya yang terjadi padanya? Kenapa dia sampai melakukan pengkhianatan seperti ini? Apakah aku pernah melakukan kesalahan?"


Tetua Lang Kun dan hampir semua anggota Sekte Daun Hijau, memasang wajah marah dengan tatapan kebencian pada Wang Wu. Jelas mereka tidak terima dengan pengkhianatan Wang Wu.


"Pantas saja aku tidak melihatnya saat penyerangan dilakukan saat itu, ternyata dia sudah berkhianat!" Tetua Lang Kun mengepalkan tangannya.


"Pengkhianat tetaplah pengkhianat, apapun alasannya pengkhianatan adalah hal yang tidak bisa dimaafkan!" Xiang Yang menepuk bahu Ming Tu "Saudara Ming Tu, aku tau ini sulit bagi mu karena Wang Wu adalah bawahan mu yang paling setia, namun itu sebelumnya dan sudah menjadi masa lalu! Kau harus bertindak tegas untuk menunjukkan kepantasan mu mendapatkan tahta kaisar!..


Jadi Saudara Ming Tu, tentukan pilihan mu sekarang! Putuskan apa yang akan kau lakukan setelah melihat kenyataan ini!"


Ming Tu menghirup nafas dalam sambil memejamkan mata, lalu menghembuskan nafas bersamaan dengan membuka mata. Seketika ekspresi teguh terpasang di wajah Ming Tu.

__ADS_1


"Kita sudah berada disini, jadi tidak ada alasan untuk berbalik arah! Selain itu pasukan yang dibawa Wang Wu itu menuju arah timur, yang artinya mereka berniat menyerang Sekte Langit Ungu! Wang Wu pasti telah membeberkan rahasia kita pada pihak Kekaisara!" Ming Tu menatap tajam kearah pasukan Kekaisaran Ming "Nyawa seluruh bawahan ku lebih penting dari pada nyawa seorang pengkhianat!"


__ADS_2