Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.298 - Kekasih Hati Di Kehidupan Sebelumnya


__ADS_3

Setibanya di kediaman Xiang Yang, Yun Nuwa menemui Xiang Yi An berada di halaman depan rumah.


Gadis itu sebelumnya berada di dalam kamar, namun setelah merasakan aura Yun Nuwa dan Xiang Yang, dia langsung bergegas keluar.


"An'er, apa kau tau bagaimana khawatirkan ibu mu? Sudah 3 bulan kau menghilang tanpa kabar!" Yun Nuwa mulai mengomeli Xiang Yi An.


"Maaf bibi Nuwa, aku sebenarnya ingin keluar paling lama 1 bulan, tapi karena beberapa hal, aku jadi keluar sangat la dan tidak bisa memberikan kabar pada ibu!" Xiang Yi An menundukkan kepalanya.


*Tuk!


"Aaaw!"


Yun Nuwa menyentil kening Xiang Yi An, membuat kulit putih gadis itu langsung memerah.


Xiang Yi An melihat ekspresi dingin Yun Nuwa, membuatnya mengingat satu hal.


"Ah.. maaf Senior Nuwa!"


Xiang Yang tersenyum kecut mendengar panggilan baru adiknya pada Yun Nuwa.


"Padahal kau sudah berusia ratusan tahun, seharusnya kau lebih pantas dipanggil nenek, masih mending dipanggil bibi tapi masih tidak terima!" tentu saja Xiang Yang mengatakan itu dalam hatinya.


Xiang Yang yakin dirinya akan di hajar habis-habisan oleh Yun Nuwa jika mengatakan itu secara langsung.


"Aku sebelumnya bertemu dengan Yi An disebuah hutan, saat itu..."


Belum saja Xiang Yang menuntaskan ceritanya, dia sudah mendapatkan lirikan tajam Yun Nuwa.


"Kau sebaiknya diam!"


"Ugh, masalah apa sebenarnya yang wanita ini miliki pada ku?" gumam Xiang Yang dalam hatinya.


"Yi An, ceritakan apa yang terjadi setelah kau kabur dari Sekte Bintang Suci?"


Xiang Yi An juga bisa melihat jika Yun Nuwa seperti memiliki masalah dengan Xiang Yang. Dia tidak tau apa itu dan juga tidak berani bertanya.


Xiang Yi An menjelaskan apa yang terjadi secara singkat hingga dia memasuki Sekte Bumi Chenwu.


"Baiklah, kalau begitu aku akan menteleportasikan mu ke Sekte Pulau Awan ku. Setelah itu kau bisa menggunakan susunan formasi teleportasi di sana untuk kembali ke Sekte Bintang Suci agar lebih aman!" ucap Yun Nuwa.


"Hanya aku saja?" tanya Xiang Yi An.


"Ya."


"Bagaimana dengan Xiang Yang? Aku rasa Senior Nuwa mengetahui kalau Xiang Yang adalah kakak ku!"


"Ya, tapi aku memiliki beberapa urusan dengan bocah ini, aku akan menyusul setelah urusan diantara kami selesai!"

__ADS_1


Xiang Yi An menoleh kearah kakaknya dengan tatapan seolah bertanya urusan apa yang dia miliki dengan Yun Nuwa.


Xiang Yang mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban karena dia juga tidak mengetahui urusan apa yang Yun Nuwa miliki pada dirinya.


Yun Nuwa memberikan token teleportasi pada Xiang Yi An.


"Kakak, jangan lupa untuk langsung pergi ke Sekte Bintang Suci, ibu pasti akan sangat senang melihat mu!" Xiang Yi An tersenyum manis sebelum menghancurkan token teleportasi.


*Wooossshhh!


Xiang Yi An seketika menghilang dari tempatnya, menyisakan Xiang Yang dan Yun Nuwa.


"Jadi urusan apa yang kau maksud? Aku rasa sudah saatnya untuk kau mengatakannya!" ucap Xiang Yang.


"Ikuti aku!" tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, Yun Nuwa langsung melesat terbang.


Xiang Yang mendengus kesal sebelum mengikuti Yun Nuwa.


Jika Yun Nuwa hanya ingin mempermainkan dirinya, Xiang Yang tidak akan menahan diri. Bahkan jika dia tidak mungkin bisa mengalahkan Yun Nuwa.


Dia lebih baik mati dari pada harga dirinya yang diinjak-injak.


Sekarang Xiang Yang mengikuti keinginan Yun Nuwa karena menghormati wanita itu sebagai sahabat ibunya yang selalu membantu ibunya.


Jika bukan karena itu, Xiang Yang pasti tidak akan terima diperlakukan seperti ini oleh seorang wanita yang tidak dia kenal.


Yun Nuwa terus melesat terbang sampai keluar dari wilayah Sekte Bumi Chenwu.


Xiang Yang terus mengikuti Yun Nuwa dari belakang dengan kecepatan penuhnya.


Hingga setelah beberapa jam, mereka akhirnya tiba di sebuah hutan yang berjarak cukup jauh dari Sekte Bumi Chenwu.


Yun Nuwa berhenti lalu melihat kebelakang, dimana Xiang Yang masih berjarak lumayan jauh.


Setelah beberapa menit, barulah Xiang Yang sampai di tempat Yun Nuwa berada.


"Sangat lambat, sungguh mengecewakan!" ucap Yun Nuwa dengan suara datar.


"Sebenarnya apa mau mu? Sekarang katakan apa yang kau inginkan dari ku? Jika tidak maka jangan harap aku akan mengikuti keinginan mu lagi!" Xiang Yang sudah kesal dengan wanita didepannya.


"Kau berani mengancam ku?"


Tiba-tiba Yun Nuwa mengeluarkan serangan gelombang energi kuat kearah Xiang Yang.


Xiang Yang melebarkan matanya, dengan cepat dia mengeluarkan Pedang Naga lalu menahan serangan itu.


Xiang Yang terus terdorong mundur hingga menghantam daratan.

__ADS_1


*BOOOMMM!!


Gelombang energi itu akhirnya meledak keras, membuat kawah besar hingga asap debu mengepul di area ledakan.


Satu serangan biasa Yun Nuwa, sudah bisa menghasilkan ledakan sekuat itu.


Xiang Yang sendiri dapat menahan serangan Yun Nuwa dengan sempurna tanpa mendapatkan luka sedikitpun.


Dia kini berdiri di dasar kawah dengan ekspresi dingin menatap kearah Yun Nuwa.


"Baiklah, sudah cukup! Aku sudah tidak tahan lagi!"


Tubuh Xiang Yang mengeluarkan aura hitam dan putih yang begitu kuat.


Sesaat kemudian, dia menarik nafas dalam hingga dada mengembung, sebelum menyemburkan dua bola api raksasa dari mulutnya.


Kedua bola api itu memiliki warna merah menyala dan putih kebiruan, dengan suhu yang berlawanan.


Yun Nuwa mengerutkan kening, dia tidak menyenangkan Xiang Yang dapat mengeluarkan elemen yang berlawanan.


Namun itu sama sekali tidak masalah baginya. Wanita itu mengarahkan jati telunjuk kanannya kedepan, menembakkan dua bola cahaya yang melesat dengan kecepatan tinggi.


Dua bola cahaya masuk kedalam dua bola api raksasa.


Tiba-tiba kedua bola api itu hancur seperti balon yang di tusuk jarum, seakan energi didalam kedua bola api dinetralkan.


Ternyata di belakang kedua bola api, Xiang Yang sudah melesat kearah Yun Nuwa dengan ancang-ancang siap menebaskan pedangnya.


Xiang Yang mengeluarkan dua bola api itu hanya untuk menyembunyikan gerakannya.


Yun Nuwa melebarkan matanya saat melihat sekilas bayangan seorang pria pada diri Xiang Yang.


Saat Xiang Yang sudah berada tepat didepannya, barulah Yun Nuwa sadar dan segera menghindari tebasan pemuda itu yang mengarah pada lehernya.


Namun Yun Nuwa tidak menghindarinya dengan sempurna, cadar yang menutupi wajahnya terkena tebasan pedang hingga terlepas dari wajahnya, memperlihatkan wajah cantik bagaikan Dewi surgawi.


Saat Xiang Yang melihat wajah Yun Nuwa, dia diam terpaku karena merasa wajah wanita itu mirip dengan seseorang.


"Floryn!" tanpa sadar Xiang Yang menyebutkan sebuah nama.


*Deg


Yun Nuwa merasa jantungnya berhenti berdetak sejenak dengan matanya yang melebar, diam terpaku ditempatnya seolah menjadi patung.


Dengan ragu-ragu, Yun Nuwa juga menyebutkan satu nama.


"Rai..zen!"

__ADS_1


__ADS_2