
Pertarungan antara Xiang Yang melawan Jin Zhu sudah berlangsung selama 1 jam, namun masih tidak terlihat pertarungan mereka akan berakhir.
Han Shizu sendiri hanya melihat pertarungan dari jauh saja, tidak ingin ikut campur dalam pertarungan mereka atau Xiang Yang nanti mungkin akan marah padanya. Tentu saja, Han Shizu akan bergerak jika dalam kondisi tertentu, seperti jika Xiang Yang sudah tidak sanggup lagi melawan Jin Zhu.
Namun sepertinya, itu tidak akan terjadi. Ya..setidaknya itulah yang Han Shizu perkirakan.
Serangan demi serangan mereka lancarkan, hingga bisa dilihat luka-luka disekujur tubuh keduanya.
Namun luka yang dialami Jin Zhu lebih parah, itu karena kulit dan daging Xiang Yang yang begitu kuat hingga serangan tombak Jin Zhu tidak memberikan luka yang dalam, terlebih dengan sisik-sisik naga emas yang tumbuh di berbagai bagian tubuh Xiang Yang, membuat Jin Zhu semakin sulit melukai Xiang Yang.
Xiang Yang tersenyum tipis, lalu memakan dua pil sekaligus, membuat kening Jin Tian mengerut.
Jin Zhu tidak tau pil macam apa yang dimakan Xiang Yang, namun jika itu pil pemulihan ia rasa Xiang Yang tidaklah sebodoh itu. Karena pil pemulihan, entah itu pemulihan luka atau energi Qi, tidak mungkin dikonsumsi saat sedang dalam pertarungan.
Sebab saat mengkonsumsi pil pemulihan maka energi akan masuk kedalam tubuh, sedangkan saat dalam pertarungan seseorang membutuhkan energi Qi untuk dikeluarkan. Jadi jika mengkonsumsi pil dalam pertarungan maka akan menyebabkan tabrakan aliran energi Qi yang bisa berakibat buruk pada tubuh.
Entah apapun itu, Jin Zhu tidak ambil pusing dalam memikirkannya. Ia dengan gerakan cepat melesat kearah Xiang Yang.
Xiang Yang juga langsung bersiap lalu menyambut serangan Jin Zhu, kemudian pertarungan pun kembali dimulai setelah jeda beberapa saat.
Dalam pertarungan mereka, Jin Zhu terlihat terkejut karena melihat luka-luka ditubuh Xiang Yang secara perlahan mulai sembuh.
Apakah yang Xiang Yang konsumsi tadi memang pil pemulihan? Tapi kenapa dia tidak terlihat mengalami masalah sedikitpun?
Tentu itu membuat Jin Zhu bingung, namun ia sama sekali tidak menghentikan serangan, malah menyerang semakin ganas. Ia berpikir Xiang Yang mungkin belum mendapatkan efek samping karena pemuda itu tidak mengeluarkan energi Qi dengan maksimal.
Jadi Jin Zhu menyerang semakin ganas agar Xiang Yang mengeluarkan energi Qi semakin banyak, hingga tabrakan energi didalam tubuh pemuda itu menjadi lebih besar hingga ia terluka parah.
Xiang Yang sendiri terus menyambut serangan Jin Zhu, tentu saja ia juga memberikan serangan balasan.
Xiang Yang memang mengkonsumsi pil pemulihan, namun dia tidak mendapatkan efek samping karena memiliki cara tertentu, yang mana syarat untuk menggunakan cara itu adalah dia harus menggunakan tranformasi naga terlebih dahulu.
__ADS_1
Dalam beberapa menit, seluruh luka ditubuh Xiang Yang sudah pulih kembali. Jin Zhu yang menyadari hal itu segera mengambil jarak dengan pemuda itu.
Memanfaatkan keterkejutan Jin Zhu, Xiang Yang tidak memberikan jeda untuk Jin Zhu, menyerang semakin cepat dan kuat, hingga ia bisa memberikan tebasan dalam pada lengan kanan Jin Zhu.
"Sialan!" Jin Zhu mengumpat dalam hatinya.
Tidak berapa lama, sebuah tendangan mendarat di dada Jin Zhu, membuatnya terpental beberapa meter.
Xiang Yang cepat mengejar jarak Jin Zhu, mengangkat pedangnya keatas lalu menebaskan pedangnya dengan kuat.
Dalam posisi itu, Jin Zhu tidak bisa menghindar, hingga ia menahan serangan Xiang Yang dengan tombaknya.
Senjata mereka berbenturan, menyebabkan gelombang angin kencang.
Jin Zhu yang tidak mampu menahan serangan kuat Xiang Yang, akhirnya terpental keras kebawah hingga menghantam tanah.
"Bocah itu!" Jin Zhu semakin marah karena bahkan setelah mengeluarkan kekuatan penuhnya, ia masih terpojok melawan Xiang Yang.
Jin Zhu melebarkan matanya saat melihat keatas dimana bola energi berwarna hitam dan putih melesat kearahnya.
Tidak bisa menghindar atau menangkis serangan itu, Jin Zhu akhirnya melapisi tubuhnya dengan energi Qi.
Hingga akhirnya, Bola Yin-Yang pun menabrak Jin Zhu.
*BOOOMMM...!!
Bola Yin-Yang meledak keras saat mengenai Jin Zhu secara telak, tanah berguncang hebat hingga membuat retakan di beberapa bagian hutan yang berjarak cukup jauh dari tempat mereka bertarung.
Xiang Yang yang masih melayang diudara, mengibaskan tangannya, membuat gelombang angin yang menyapu semua kepulan debu dari ledakan tadi.
Saat kepulan debu menghilang, bisa Xiang Yang lihat tubuh Jin Zhu yang sudah terbaring lemas didasar kawah dengan luka parah disekujur tubuhnya.
__ADS_1
Tubuh Jin Zhu berlumuran darah, kedua lengannya terlihat patah, dada bagian kirinya remuk.
Namun bisa dilihat Jin Zhu masih belum mati. Mata kirinya setengah terbuka dengan nafas lemah seakan bisa berhenti kapan saja.
Xiang Yang melayang turun, mendarat di samping Jin Zhu.
"Baguslah kau belum mati!" Xiang Yang mengeluarkan sebuah giok lalu membuat segel tangan "Dengan begitu maka aku bisa mengambil jiwa mu serta Jiwa Petir didalam tubuh mu!"
Sesaat kemudian, rantai-rantai cahaya keluar dari batu giok dan tangan Xiang Yang. Rantai-rantai cahaya itu mesum kedalam tubuh Jin Zhu.
"Aaarrk!" Jin Zhu berteriak kesakitan "Kau...bocah! Kau pasti akan mati setelah menghancurkan Sekte Gunung Api ku!" Jin Zhu berteriak ditengah rasa sakit yang ia rasakan "Hahaha..! Bocah, ingat ini semua belum berakhir! Menghancurkan Sekte Gunung Api ku sama saja dengan mencari kehancuran mu sendiri!!"
Kepala naga dari Jiwa Petir mulai keluar, terus keluar hingga akhirnya Jiwa Petir keluar sepenuhnya, masuk kedalam batu giok ditangan Xiang Yang.
Jin Zhu tidak lagi terlihat memberontak, setelah Jiwa Petirnya keluar, pria paruh baya itu sepertinya pingsan.
Setelahnya, Jiwa Jin Zhu juga keluar, lalu masuk kedalam tangan Xiang Yang yang mengeluarkan cahaya. Sesaat kemudian cahaya ditangan Xiang Yang menghilang.
"Akhirnya selesai juga, dengan begini maka 3 Jiwa Petir sudah terkumpul, hanya tersisa dua lagi!" Xiang Yang menoleh kearah Sekte Gunung Api "Setelah ini waktunya memanen jiwa-jiwa lainnya!"
Tidak berselang lama, Han Shizu terbang menghampiri Xiang Yang lalu mendarat di samping pemuda itu. Han Shizu kemudian mengacungkan kedua jempolnya, memberikan pujian untuk Xiang Yang, namun karena wajahnya yang datar membuat gadis itu sekarang terlihat lucu.
"Ambil ini!" Xiang Yang memberikan batu giok yang menyegel Jiwa Petir pada Han Shizu "Jika kau sudah merasa siap maka seraplah Jiwa Petir ini dan gabungkan dengan Jiwa Petir mu!"
Han Shizu langsung menerima pemberian Xiang Yang, karena dia tau kalau dia menolak maka Xiang Yang malah akan marah.
Han Shizu sedikit membungkuk sebagai ucapan terima kasih pada Xiang Yang.
"Baiklah Shizu, kita kembali ke Sekte Gunung Api!" Xiang Yang terlebih dahulu mengambil cincin dimensi Jin Zhu, lalu membakar tubuh Jin Zhu hingga menjadi abu sebelum melesat terbang menuju Sekte Gunung Api, diikuti oleh Han Shizu.
Setibanya disana, Xiang Yang melayang diudara, melihat kearah para anggota Sekte Gunung Api yang masih tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Dengan santai Xiang Yang mulai mengambil jiwa-jiwa dari semua anggota Sekte Gunung Api.