Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.138 - Tidak Peduli


__ADS_3

Tetua Xian Ying memimpin pasukannya untuk bergerak kearah barat Kota Langit Ungu. Wajahnya terlihat sangat gelap karena marah.


Dia dengan mudahnya masuk kedalam jebakan hingga membuat pasukannya terpecah menjadi 3 kelompok.


Xian Ying terus melesat membawa pasukannya menuju bagian barat kota, hingga beberapa saat kemudian, terdengar suara panggilan yang membuat Xian Ying menghentikan langkah.


"TETUA XIAN!"


Tetua Xian Ying dan para pasukannya, refleks menoleh kearah seorang pria yang melesat cepat kearah mereka dengan wajah buruk serta nafas yang tersengal-sengal.


Melihat itu membuat perasaan Xian Ying jadi tambah tidak enak, sudah dipastikan kalau orang itu membawa kabar buruk.


Setelah orang itu tiba ditempat Xian Ying, ia langsung berlutut sambil menangkupkan tangannya.


"Gawat tetua! Segerombolan orang tiba-tiba datang dari arah timur dan membantai semua anggota yang berada di sekte! Juga..entah bagaimana para anggota Langit Ungu yang ditahan di penjara bawah tanah tiba-tiba keluar, dan mereka sudah bisa menggunakan energi Qi! Jumlah kami yang tidak seberapa disana tidak bisa melakukan apa-apa!"


Gigi Xian Ying berderit karena saking kuatnya dirapatkan, tangannya mengepal erat dengan wajah merah karena marah, nafasnya kembung kempis bagaikan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Ia benar-benar sudah masuk kedalam perangkap yang dibuat musuhnya, dan dia tidak bisa lagi untuk kembali.


Karena tidak bisa menahan emosinya, Xian Ying mengeluarkan satu serangan yang mengarah pada pria yang memberikan laporan, hingga tubuh pria itu hancur.


Semua pasukan dibelakangnya menjadi ketakutan, mereka sadar kalau Tetua Xian Ying sedang marah besar.


"KITA KEMBALI KE SEKTE!" Xian Ying mengubah arah, kembali menuju Sekte Langit Ungu.


***


Bagian selatan Kota Langit Ungu.


Shu Chi Man baru tiba ditujuan, ia melihat sekitar yang mana beberapa bangunan sudah hancur akibat ledakan.


Anehnya mereka sama sekali tidak menemukan adanya pasukan musuh, mereka hanya menemukan mayat anggota sektenya yang sudah tidak lagi bernyawa.


"Apa yang terjadi? Bukankah seharusnya bagian selatan juga diserang oleh musuh? Kemana mereka pergi!" gumam Shu Chi Man dengan kening mengerut "Cepat periksa seluruh area tempat ini!"


"Siap!" Semua pasukan yang Shu Chi Man bawa segera melaksanakan perintahnya.


Sementara dia sendiri hanya diam ditempat mengawasi sekitar.


Beberapa menit berlalu.

__ADS_1


*Booommm!


*Booommm!


*Booommm!


3 ledakan terjadi berturut-turut di tempat yang berbeda-beda.


Pandangan Shu Chi Man mengarah pada area terjadinya ledakan, lalu melesat kearah ledakan terdekat terjadi.


Setibanya disana, Shu Chi Man melihat beberapa pasukannya berdiri siaga melihat kearah kepulan debu yang disebabkan ledakan tadi.


Selain itu, bisa ia lihat beberapa anggota badan anggotanya disekitar ledakan. Ia menebak jika beberapa pasukannya telah mati terkena ledakan.


"Apa yang terjadi? Apakah ada serangan dari musuh!"


"Tetua Shu!" Beberapa orang itu menangkupkan tangan memberi hormat.


"Sama sekali tidak ada serangan Tetua! Entah apa yang terjadi tapi tiba-tiba saja terjadi ledakan yang menewaskan beberapa rekan kami!" ucap salah satu dari mereka.


Kening Shu Chi Man semakin mengerut seakan kedua alisnya menyatu, ia berpikir keras dengan apa yang terjadi.


"Gawat! Saudara ku dalam bahaya!" gumam Shu Chi Man dengan wajah buruk "SEMUANYA! IKUTI AKU MENUJU BAGIAN BARAT KOTA!"


Baru saja Shu Chi Man berniat melesat terbang, sebuah panggilan menghentikan langkahnya.


"TETUA SHU!" Seorang pria datang lalu berlutut sambil menangkupkan tangannya didepan Shu Chi Man.


"APA YANG INGIN KAU LAPORKAN?! CEPAT KATAKAN ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU!" Shu Chi Man sudah emosi karena baru menyadari telah masuk perangkap hingga sekarang saudaranya berada dalam bahaya.


Lebih emosi lagi karena seseorang datang menghentikan langkahnya untuk pergi menolong saudaranya.


"Gawat tetua! Sekelompok orang tiba-tiba datang dari arah timur sekte dan membantai semua anggota sekte kita yang berjaga disana! Jumlah serta kekuatan kami kalah jauh, jadi kami tidak bisa melakukan perlawanan dan akhirnya..."


*Booommm...!


Belum sempat pria itu menuntaskan laporannya, sebuah gelombang energi langsung menghantam tubuhnya secara tiba-tiba hingga hancur.


"SIALAN! SIAPA PUN DIBALIK YANG TELAH MERENCANAKAN JEBAKAN INI PASTI AKAN KU BUNUH!!" Tetua Shu Chi Man berteriak marah.

__ADS_1


Ia kini sedang bimbang, apakah akan pergi menyelamatkan saudaranya atau pergi ke Sekte Langit Ungu untuk membereskan para penyusup.


Shu Chi Man menjambak rambutnya sendiri karena merasa sulit untuk membuat keputusan.


"HAAAAH! KITA KEMBALI KE SEKTE LANGIT UNGU!" Shu Chi Man segera melesat kembali menuju Sekte Langit Ungu.


"Saudara ku, aku harap kau baik-baik saja!"


***


Sekte Langit Ungu.


Xiang Yang masih berdiri diatas sebuah bangunan, menatap lurus kedepan dengan tenang.


Semua anggota Sekte Gunung Api yang berada di Sekte Langit Ungu sudah dibantai habis, semua wanita yang disandera juga telah dibebaskan.


Anggota Sekte Langit Ungu kini saling berpelukan melepas rindu dengan keluarga masing-masing yang selamat.


Tetua Lin Sang sendiri, masih setia berdiri di samping Xiang Yang, menunggu kedatangan anggota Sekte Gunung Api seperti yang Xiang Yang katakan.


"Sampai kapan kami harus terus menunggu seperti ini?! Apa kau tidak bisa memberitahu kami, dimana para bajingan itu sebenarnya?!" Seorang pria paruh baya berteriak dengan wajah marah kearah Xiang Yang.


Pria itu adalah salah satu Tetua Sekte Langit Ungu, kedudukannya tidak lebih rendah dari Tetua Lin Sang. Ia bernama Qi Gu


"Apa jangan-jangan kau ini hanya seorang penipu! Kau ingin menunggu orang-orang mu datang hingga bisa membunuh kami semua!" tanggap Tetua Fu Ao yang berada di samping Qi Gu.


"Pada akhirnya kau tidak ada bedanya dengan bajingan dari Sekte Gunung Api itu!!" lanjut Tetua Yan To.


"Tetua Qi! Tetua Fu! Tetua Yan! Aku harap kau menjaga omongan kalian! Xiang Yang telah menyelamatkan kita semua dari penjara, untuk apa dia merencanakan hal licik seperti itu?!" Tetua Lin Sang jelas tidak terima dengan tuduhan kosong dari 3 tetua itu pada Xiang Yang yang telah ia anggap sebagai dermawan yang telah menyelamatkan Sekte Langit Ungu.


Xiang Yang hanya melirik sekilas pada ke-3 tetua itu, sebelum kembali menatap lurus kedepan.


"Terserah apa yang ingin kalian katakan, aku sama sekali tidak peduli!"


Ke-3 tetua menatap sinis kearah Xiang Yang, namun tidak menanggapi perkataan pemuda itu.


Beberapa menit kemudian, Xiang Yang tersenyum tipis karena ia melihat para anggota Sekte Gunung Api sudah datang dari arah selatan dan utara.


"Mereka akhirnya sudah datang! Persiapkan diri kalian, kita akan memulai pertarungan!"

__ADS_1


__ADS_2