
Ming Tu melirik kearah Wang Wu sebelum berjalan kesana. 2ajah pemuda itu terlihat gelap, jelas menyimpan kemarahan pada Wang Wu.
Wang Wu terbaring lemah, menatap Ming Tu yang berjalan kearahnya dengan tatapan lemah, ia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya karena terluka parah, terlebih Dantian nya telah hancur karena Xiang Yang.
Wang Wu sekarang sadar kalau apa yang dirinya lakukan adalah salah, namun sepertinya menyadari semua itu sekarang sudah sangat terlambat.
Seorang pengkhianat sepertinya hanya pantas untuk satu kata, yaitu 'mati'.
"Wang Wu, apa kau tau seberapa kecewanya aku pada mu?" Ming Tu berkata dengan suara berat dan tatapan dingin.
Wang Wu memejamkan matanya, mencoba mengatur nafasnya yang terasa sesak dan sulit untuk dilakukan.
"Bunuh aku..yang mulia..!" Wang Wu berkata dengan suara serak.
Wang Wu paham seberapa kecewanya Ming Tu pada dirinya, karena ia paham seberapa percayanya dulu Ming Tu pada dirinya. Kepercayaan yang tinggi dari Ming Tu, ia hancurkan dengan mengkhianatinya, tentu kepercayaan itu akan berubah menjadi kekecewaan yang teramat besar.
Jadi Wang Wu berpikir kematiannya mungkin akan meringankan rasa bersalah di hatinya karena telah mengkhianati Ming Tu.
"Aku harus bersikap tegas pada para bawahan ku! Jadi aku harus membunuh mu sebagai peringatan agar tidak ada lagi yang berani berkhianat! Tidak ada ampun untuk para pengkhianat!" Ming Tu mengeluarkan pedangnya lalu menusuk jantung Wang Wu, hingga membuat pria paruh baya itu mati seketika.
Wang Duo melebarkan matanya melihat kematian adiknya, ia tentu sedih dengan kematiannya meskipun selama ini sudah terlibat konflik karena perbedaan keputusan.
Namun Wang Duo juga tidak bisa menyalahkan Ming Tu atas hal itu, karena ini semua terjadi karena kesalahan Wang Wu.
Ming Tu pun berjalan kearah Wang Duo.
"Jenderal Wang, apa kau tau kalau selama ini kau telah dibohongi oleh Yuan Ran?" ucap Ming Tu.
"Apa maksud mu Permaisuri Yuan Ran membohongi ku?" Wang Duo mengerutkan keningnya "Kau adalah seorang pemberontak, kata-kata mu tidak ada yang bisa dipercaya! Kau bahkan tega meracuni yang mulia Kaisar yang merupakan ayah mu sendiri!"
"Karena itulah aku mengatakan kalau kau.. lebih tepatnya kalian semua telah dibohongi oleh ****** Yuan Ran itu!"
Wang Duo segera memasang wajah marah "Jangan menghina Permaisuri dengan sebutan hina seperti itu! Dan juga jangan pernah mengatakan omongan kosong tanpa bukti yang jelas! Pengerjaan Ming Tu!"
__ADS_1
"Jangan panggil aku pangeran, gelar itu sudah dicabut sejak lama! Sekarang karena kekalahan kalian, sebentar lagi aku akan dinobatkan menjadi Kaisar!" Ming Tu berkata dengan tenang dan santai "Dengarkan dulu penjelasan ku, Jenderal Wang!"
Ming Tu pun menjelaskan bagaimana trik licik yang selama ini dimainkan oleh Yuan Ran hingga semua orang telah masuk kedalam tipuan wanita itu.
Wang Duo dan para kultivator Gold Core lainnya, tentu terkejut mendengar penjelasan Ming Tu. Jika itu memang benar maka selama ini merekalah yang telah melindungi seorang pemberontak dan memerangi Ming Tu yang merupakan seorang pewaris tahta kekaisara.
Jika dipikir-pikir, Wang Duo memang cukup sering melihat gelagat aneh dan mencurigakan dari Permaisuri Yuan Ran, namun ia cenderung mengabaikan hal itu, karena berpikir Permaisuri Yuan Ran tidak mungkin melakukan hal yang tidak-tidak.
"Sekarang keputusasaan berada ditangan mu, Jenderal Wang, apakah kau memutuskan untuk berpihak pada ku atau tetap teguh pada pendirian mu. Meskipun aku sekarang tidak bisa memberikan bukti yang jelas, namun jika kita bisa menduduki Istana Kekaisaran dan menyembuhkan Yang Mulia Kaisar, maka semuanya akan menjadi jelas!" Ming Tu berkata dengan ekspresi teguh tanpa keraguan.
Wang Wu menunduk, berpikir sejenak dengan keputusan yang akan dia ambil. Sesaat kemudian, ia menghela nafas, lalu menoleh kearah Ming Tu, lalu mengatakan keputusan yang ia ambil.
****
Istana Kekaisaran Ming.
Saat ini, Yuan Ran berada di kamar Kaisar Ming Qin, membersihkan wajah sang kaisar yang terbaring lemah dengan kulit pucat menggunakan sebuah kain.
Setelah beberapa saat berlalu, Yuan Ran menghentikan aktivitasnya lalu meletakkan kain diatas meja didekatnya.
Sekarang hanya tersisa dirinya dan Kaisar Ming Qin yang berada didalam kamar itu.
"Kau seharusnya sudah mati dari 1 tahun yang lalu, tapi sepertinya kau masih kuat untuk bertahan!" Yuan Ran terlihat menatap Ming Qin dengan ekspresi bingung "Apakah itu karena kau merupakan seorang kultivator? Huh, kultivator memang selalu misterius!"
Yuan Ran tidak terlalu mengerti tentang kultivator karena dirinya hanya manusia biasa tanpa kekuatan, ia hanya bisa mengandalkan otak cerdas dan liciknya saja.
Beberapa saat kemudian, pintu kamar itu diketuk dari luar.
"Masuk!" ucap Yuan Ran dengan suara halus.
Pintu pun dibuka, memperlihatkan seorang prajurit yang langsung berlutut satu kaki.
"Yang mulia Permaisuri, Jenderal Wang Duo telah kembali bersama para pasukan yang beliau bawa!"
__ADS_1
"Oh, apakah Jenderal Wang telah berhasil menyelesaikan misi menghabisi para pemberontak?" Yuan Ran jadi sumringah.
Jika pasukan pemberontak Ming Tu telah dibinasakan, maka sudah tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, ia akan menjadi penguasa mutlak di Kekaisaran Ming ini.
"Hamba belum tau pasti, Yang Mulia Permaisuri!"
Yuan Ran berdiri "Baiklah, kau boleh kembali menjalankan tugas, aku akan secara langsung menemui Jenderal Wang!"
Yuan Ran pun berjalan cepat keluar kamar, berniat menemui Jenderal Wang Duo.
***
Jenderal Wang saat ini baru saja berada di sebuah kamp bersama para pasukannya. Setelah memberikan beberapa arahan tertentu pada para pasukannya, Wang Duo berjalan pergi. Ia tidak sendiri, di samping kanan dan kirinya terlihat seorang pria yang menggunakan topeng penutup wajah.
Wang Duo bersama 2 pria bertopeng itu berjalan melalui lorong istana, hingga beberapa menit kemudian, mereka bertiga berpapasan dengan Permaisuri Yuan Ran.
"Yang Mulia Permaisuri!" Wang Duo langsung berlutut satu kaki didepan Yuan Ran.
"Berdirilah Jenderal Wang!" Tuan Ran berkata dengan suara lembut.
Jenderal Wang pun berdiri, barulah Yuan Ran kembali membuka suara.
"Bagaimana dengan misi yang kau lakukan Jenderal Wang?" Yuan Ran langsung bertanya ke intinya.
"Semua sudah diselesaikan dengan rapi Yang Mulia Permaisuri, semua pemberontak sudah dibantai habis!" jawab Jenderal Wang.
Yuan Ran menghela nafas lega "Baguslah jika begitu, dengan musnahnya para pemberontak, Kekaisaran Ming akan menjadi lebih damai!"
Pandangan Yuan Ran beralih menatap dua pria di samping Jenderal Wang.
"Siapa mereka Jenderal Wang?"
"Oh, mereka adalah dua alkemis hebat yang saya temui di perjalanan, kedua tuan ini bersedia untuk mencoba menyembuhkan Yang Mulia Kaisar!"
__ADS_1