Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.236 - Aku Yang Akan Memutuskannya!


__ADS_3

Yun Ying menoleh kearah Xiang Yang yang juga menatapnya, seketika ingatan tentang apa yang telah terjadi kembali muncul di kepalanya.


Yun Ying memusatkan energi di tangan kanannya lalu mengibaskan tangan, mengeluarkan gelombang energi kuat.


Xiang Yang yang sudah memprediksikan ini akan terjadi, bereaksi dengan cepat, melompat menghindari serangan Yun Ying.


*Boooommmm...!!


Serangan Yun Ying melesat lurus hingga menghantam sebuah pilar raksasa, pilar itu langsung hancur dalam sekali serangan.


Sebelumnya membutuhkan usaha yang cukup untuk menghancurkan satu pilar, namun sekarang hanya dengan satu serangan biasa, sudah dapat menghancurkan pilar. Ini membuktikan jika kekuatan Yun Ying sudah benar-benar meningkat.


"HEI! KENAPA KAU TIBA-TIBA MENYERANG KU!" Xiang Yang berteriak.


Terlihat saat ini pemuda itu melayang di udara dengan hanya menggunakan celana, atau bisa dibilang telanjang dada.


Sebelumnya saat menghindari serangan Yun Ying, Xiang Yang sempat untuk memasang celananya.


Yun Ying sendiri sudah terlihat berpakaian lengkap. Dia bergerak sangat cepat dalam memakai pakaiannya, meskipun dia masih terlihat cukup berantakan, rambutnya masih acak-acakan setelah pertarungan sengitnya dengan Xiang Yang sebelumnya.


"Aku..." Yun Ying benar-benar tidak paham perasaannya saat ini.


Yang jelas perasaannya terasa sangat kacau, campur aduk antara marah, sedih dan berbagai emosi lainnya.


Mata Yun Ying mulai berkaca-kaca, terlihat akan menangis kapan saja.


Kultivasinya sekarang memang sudah kembali seperti semula, namun dia seakan tidak senang mendapatkan kultivasinya kembali, karena ada harga yang dia bayar, yaitu kehilangan kesuciannya.


"HUAAAHH!" Karena pikiran Yun Ying juga kacau, dia tidak bisa berpikir jernih hingga akan menyerang Xiang Yang lagi.


Yun Ying kembali mengeluarkan gelombang energi kuat kearah Xiang Yang.


Xiang Yang sendiri dapat menghindari serangan Yun Ying dengan cukup mudah, karena gadis itu menyerang secara asal, gerakannya dapat dengan mudah terbaca.


*Boooommmm...!!


Serangan Yun Ying akhirnya mengenai langit-langit ruangan, membuat ruangan itu bergetar.


"YUN YING! HENTIKAN!" Xiang Yang berusaha menghentikan Yun Ying.


Namun Yun Ying seakan tidak mendengarkan perkataannya dan terus menerus menyerangnya.

__ADS_1


*Boooommmm...!!


*Boooommmm...!!


*Boooommmm...!!


Serangan Yun Ying tidak ada yang mengenai Xiang Yang, karena dia benar-benar menyerang secara asal.


"Sial! Jika terus seperti ini maka ruangan ini akan runtuh!" Xiang Yang sama sekali tidak berniat memberikan serangan balasan.


Karena jika dia melakukannya maka Yun Ying tidak bisa lagi dia hentikan, pertarungan pasti akan terus berlanjut hingga tinggal menunggu waktu sampai kematiannya tiba.


Tidak mungkin dia bisa mengalahkan gadis itu yang sudah berada ditingkat Nirwana.


Xiang Yang terus menghindari serangan Yun Ying, tapi secara bersamaan dia juga terus bergerak mendekati gadis itu.


Yun Ying hanya diam saja berdiri ditempatnya, tanpa henti melesatkan serangan kearah Xiang Yang.


Hingga pada satu kesempatan, Xiang Yang menggunakan kecepatan penuhnya, seketika dia sudah berada didepan Yun Ying.


Gadis itu terkejut melihat keberadaan Xiang Yang, dia ingin kembali mengeluarkan serangan namun tiba-tiba Xiang Yang sudah memeluknya.


"Eh?" Yun Ying tertegun karena tidak menyangka Xiang Yang akan memeluknya.


Entah kenapa dia mulai merasa tenang didalam pelukan Xiang Yang.


"Maafkan aku, ini semua salahku. Jadi sekarang menangis lah, keluarkan semua emosi mu dengan menangis sekeras mungkin, sampai kau merasa lebih tenang!" Xiang Yang berkata dengan suara lembut sambil mengelus punggung Yun Ying dan membela rambutnya.


Tangan Yun Ying yang sebelumnya terangkat untuk menyerang Xiang Yang kini jatuh, matanya mulai berair hingga akhirnya mengeluarkan air mata.


"Huaaa...!" Yun Ying menangis sejadi-jadinya, meluapkan semua emosinya.


Selama belasan menit, akhirnya tangisan Yun Ying mulai mereda, barulah saat itu ekspresinya kembali menjadi dingin.


"Lepaskan aku!" ucap Yun Ying dengan suara datar.


Xiang Yang pun melepaskan pelukannya, lalu melihat wajah Yun Ying yang menatapnya dengan dingin.


"Baiklah, kalau begitu sebaiknya kita lupakan semua ini, mari kita berpisah mengambil jalan masing-masing, anggap saja kita tidak pernah bertemu!"


Setelah mengatakan itu, tiba-tiba insting Xiang Yang merasakan bahaya, membuatnya langsung melompat tinggi.

__ADS_1


*Wooosss...!!


*Boooommmm...!!


"HEI! BISAKAH KAU HENTIKAN KEBIASAAN BURUK MU MENYERANG KU SECARA TIBA-TIBA?!" Xiang Yang meneriaki Yun Ying yang baru saja menyerangnya.


"Melupakan kata mu? Kau ingin aku melupakan semuanya?!" Yun Ying menatap tajam Xiang Yang "SETELAH SEMUA YANG TERJADI, KAU PIKIR HANYA DENGAN MENGATAKAN LUPAKAN MAKA AKU AKAN MELUPAKANNYA?!"


Xiang Yang menghela nafas "Lalu apa mau mu? Jika kau ingin aku bertanggung jawab maka aku siap menikahi mu!"


"Aku..." Yun Ying terdiam, dia sebenarnya juga tidak tau apa yang dirinya inginkan.


"Jika kau tidak ingin pertanggungjawaban maka pilihan satu-satunya adalah melupakan semua yang terjadi diantara kita!" Xiang Yang melayang turun, mendarat tidak jauh dari Yun Ying.


Sekarang Xiang Yang harus ekstra waspada, jika saja nanti Yun Ying kembali menyerangnya.


Yun Ying menundukkan wajahnya, hati dan pikirannya benar-benar terasa kacau.


Beberapa saat kemudian, Yun Ying kembali mengeluarkan air mata, ia berjongkok sambil mengusap air matanya dengan suara Isak tangis yang terdengar.


Xiang Yang hanya melihat apa yang dilakukan Yun Ying dengan ekspresi datar, sesaat kemudian ia pun berjalan maju hingga berada di depan Yun Ying.


Xiang Yang tiba-tiba mendorong Yun Ying, membuatnya jatuh dalam posisi terlentang dengan dirinya berada diatas gadis itu.


"A-apa yang akan kau lakukan?" pikiran Yun Ying yang kacau, kini semakin kacau.


Kedua lengannya dikekang oleh tangan Xiang Yang. Meskipun dia bisa dengan mudah lepas dari pemuda itu karena kultivasinya lebih tinggi, namun entah kenapa dia hanya melakukan perlawanan dengan kekuatan fisik tanpa energi Qi.


Mungkin itu karena dia panik atau mungkin karena pikirnya yang kacau, entahlah.


"Jika kau tidak bisa memutuskan maka aku yang akan memutuskannya, kau akan menjadi milik ku!" Xiang Yang berkata dengan tegas, menatap tajam mata Yun Ying.


"Ap... hmmm!"


Belum saja Yun Ying mengucapkan satu kata, mulutnya tertutupi mulut Xiang Yang. Ya, Xiang Yang mencium Yun Ying.


Yun Ying terkejut sampai wajahnya memerah dengan mata yang melebar, namun sesaat kemudian kelopak matanya menurun, hingga akhirnya matanya terpejam.


Yun Ying mulai membalas ciuman panas Xiang Yang. Dia sepertinya sudah mulai menerima semuanya, namun entah bagaimana selanjutnya nanti, apakah dia akan kembali mengamuk seperti sebelumnya.


Kegiatan mereka berdua tidak terhenti hanya dengan sebatas ciuman, mereka mulai melakukan hal yang lebih jauh hingga menuju ke puncaknya.

__ADS_1


Setelah sebelumnya mereka tidak ingat menghabiskan waktu berapa lama, Xiang Yang dan Yun Ying kini melakukannya lagi.


__ADS_2