Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.37 - Kota Hage


__ADS_3

Keesokan harinya, Cai'er dan Xiang Yang sudah siap untuk berangkat pulang.


Cai'er masih mengenakan pakaian milik Xiang Yang yang terlihat longgar, namun itu masih tidak membuat kecantikannya berkurang, justru wanita itu malah terlihat memancarkan daya tarik tersendiri seperti gadis desa polos yang tidak mengerti cara berpakaian.


"Baiklah Cai'er, kita akan langsung keluar!" Xiang Yang meraih tangan kanan Cai'er, lalu seketika mereka menghilang dari dimensi kecil.


Xiang Yang dan Cai'er tiba-tiba muncul di sebuah tempat yang terlihat berantakan, pepohonan tumbang dan banyak kawah-kawah berbagai macam ukuran.


Itu adalah bekas pertarungan mereka berdua, atau lebih tepatnya bekas latih tanding mereka.


Saat ini mereka masih berada di Hutan Pohon Darah, tepatnya di lapisan luar, namun di lapisan luar yang sebaliknya dari arah Xiang Yang memasuki Hutan Pohon Darah.


Sebenarnya sekarang Xiang Yang tidak mengetahui tepatnya berada dimana, dia hanya mengetahui jika dirinya masih berada di Hutan Pohon Darah.


Ya, Xiang Yang tersesat di dalam hutan sehingga berjalan tak tentu arah keluar dan kini berada di lapisan luar Hutan Pohon Darah.


"Sekarang kita akan kemana?" tanya Cai'er, dirinya yang merupakan pendatang baru di dunia ini, tentu saja tidak mengetahui arah.


"Hmmm...!" Xiang Yang berpikir sejenak sebelum memutuskan "Kita berjalan lurus saja, setelah keluar dari Hutan Pohon Darah, kita akan langsung mencari kota terdekat untuk membeli pakaian untuk mu!"


Xiang Yang dan Cai'er pun melesat lurus kedepan, melompat dari satu pohon ke pohon lainnya dengan gesit.


Hingga dalam beberapa jam, mereka berdua akhirnya keluar dari rimbunnya pepohonan dan mendarat ditanah.


Meskipun mereka masih tidak tau berada dimana, namun yang jelas mereka sudah keluar dari Hutan Pohon Darah.


"Akhirnya kita keluar juga, hidup di hutan selama 2 tahun benar-benar membuat jenuh!" Cai'er tersenyum senang karena kini telah keluar dari hutan.


Xiang Yang tersenyum tipis, ini pertama kalinya dia mendengar Cai'er mengeluh.


"Kalau begitu, kita langsung saja mencari kota terdekat!" ucap Xiang Yang.

__ADS_1


Cai'er mengangguk sebelum keduanya berjalan santai.


Belasan menit kemudian, Xiang Yang melihat seseorang dari kejauhan, mereka berdua pun memutuskan untuk menemui orang itu untuk menanyakan arah.


Setelah cukup dekat, mereka pun melihat dengan jelas jika orang itu terjadi adalah seorang gadis seusia Xiang Yang, memakai tas keranjang di punggungnya, sepertinya sedang mencari tanaman tertentu atau mungkin mencari sesuatu untuk dimakan.


"Maaf nona!" panggil Xiang Yang.


Gadis yang tadinya sedang menelusuri semak-semak untuk mencari sesuatu, langsung menoleh kearah sumber suara.


Gadis itu langsung tertegun saat melihat orang yang memanggilnya.


Dia melihat seorang pemuda tampan dan seorang gadis yang sangat cantik, mereka terlihat bagaikan pasangan dari surga.


"I-iya, ada apa?" Gadis muda terlihat gugup, terlebih saat melihat pemuda tampan itu membuat getaran dalam hatinya.


Cai'er dengan segera memberikan tatapan tajam dan mengancam pada gadis itu.


Menyadari tatapan Cai'er, gadis itu segera menundukkan kepalanya, tidak tau harus melihat kemana.


"Tenanglah nona, kami hanya ingin mengetahui arah kota terdekat dari sini!" ucap Xiang Yang dengan senyum ramah.


Hal itu justru membuat gadis itu semakin gugup dengan wajah merah, membuat Cai'er mendengus kesal.


"D-di arah barat daya, sekitar 10 kilometer dari sini ada sebuah kota bernama Kota Hage!"


"Terimakasih!" ucap Cai'er dengan wajah kesal, lalu menarik tangan Xiang Yang, membawanya melesat kearah yang ditunjukkan gadis itu, tanpa mendengarkan Xiang Yang yang mengeluh karena ditarik paksa.


***


Setelah beberapa jam perjalanan, Xiang Yang dan Cai'er akhirnya bisa melihat sebuah kota, terlihat beberapa orang keluar masuk dari gerbang kota.

__ADS_1


Mereka berdua pun berjalan hingga tiba didepan gerbang.


Para penjaga gerbang terlihat kagum dengan sepasang pemuda itu, terlebih melihat wajah cantik Cai'er membuat mereka tidak bisa menyembunyikan ekspresi aneh mereka.


Wajah Cai'er berubah gelap saat melihat para penjaga gerbang yang menatapnya dengan ekspresi yang tidak dia sukai.


Tangan kanan Cai'er langsung dilapisi api ungu, menatap para penjaga itu dengan dingin.


Api ungu itu bukanlah Inti Api, melainkan elemen yang dihasilkan oleh Akar Spiritualnya. Akar Spiritual Cai'er memiliki dua unsur yaitu unsur api dan unsur racun, sehingga jika kedua unsur itu digabungkan maka akan menghasilkan api ungu.


Cai'er paling tidak suka jika ada orang yang menatapnya seperti itu, dulu dia pernah membantai satu sekte hanya karena tuan muda Sekte itu memandangnya dengan penuh naf*su.


Xiang Yang menyadari apa yang akan dilakukan Cai'er, langsung menghentikan gadis itu agar tidak membuat masalah.


"Hentikan Cai'er, jangan membuat masalah yang tidak perlu!" Xiang Yang menepuk bahu Cai'er.


"Tapi mereka memandang tubuh ku dengan tatapan tercela, setidaknya kedua bola mata mereka harus ku congkel sebagai hukuman!"


Xiang Yang menghela nafas "Cai'er, jika kau menghajar mereka maka para prajurit kota lainnya akan datang, tidak perlu ku beritahu apa yang akan terjadi selanjutnya!"


"Huh, memangnya kenapa dengan prajurit kota? Aku bisa meratakan kota ini jika aku mau!"


"Cai'er, kau harus belajar lebih menghargai nyawa orang lain, jangan hanya karena kesalahan kecil kau asal main bantai saja! Reaksi orang-orang itu adalah hal yang wajar jika melihat gadis yang sangat cantik seperti dirimu, meskipun memang aku juga tidak menyukai tatapan mereka pada mu, namun tidak perlu sampai melakukan pembunuhan untuk memberi mereka pelajaran!" Setelah itu, Xiang Yang menatap tajam para penjaga itu, membocorkan sedikit auranya.


Meskipun hanya sedikit, namun itu sudah cukup untuk membuat para penjaga itu mengetahui kedalaman kekuatan Xiang Yang.


Mereka pun menundukkan kepala, merasa telah membuat masalah dengan orang yang tidak bisa disinggung.


"Lain kali jaga tatapan kalian atau mungkin akan terjadi sesuatu yang buruk!" Xiang Yang berkata dengan dingin, lalu berjalan memasuki kota tanpa dihalangi oleh pada penjaga.


Kota Hage terlihat sangat ramai, memang kota ini lebih besar dari Kota Batu Hitam yang berada di pelosok Kekaisaran Han.

__ADS_1


Xiang Yang dan Cai'er langsung mencari toko pakaian di dalam kota, untuk membeli pakaian untuk Cai'er.


Xiang Yang memilihkan pakaian untuk Cai'er. Pakaian yang dipilih Xiang Yang hanya pakaian sederhana untuk seorang gadis, namun masih dibilang bagus dan cocok untuk Cai'er, serta satu cadar untuk gadis itu agar tidak terlalu menarik perhatian dengan kecantikannya


__ADS_2