
Semua orang mendengarkan rencana Xiang Yang dengan sangat serius, tidak ingin terlewatkan satu kata pun dari penjelasannya.
Setelah Xiang Yang selesai menjelaskan rencananya, semua orang didalam ruangan itu tersenyum.
"Rencana yang sangat luar biasa, rencana ini bisa membuat mereka kocar-kacir! Aku suka kelicikan mu saudara Xiang Yang!" Ming Tu yang berdiri di samping Xiang Yang, menepuk pundak pemuda itu dengan senyum lebar.
"Haha, kau terlalu berlebihan saudara Ming Tu, tapi kau harus ingat, ini disebut Strategi 'Teknik Ancaman'!"
Mereka berdua pun tertawa lepas setelahnya, seperti ada sesuatu yang lucu.
Sementara yang lainnya tersenyum kecut melihat keakraban kedua pemuda itu, hanya Han Shizu saja yang masih datar dan Ji Lan yang tersenyum hangat.
Ji Lan senang melihat putranya yang bisa kembali ceria seperti itu, karena setelah mereka diusir dari Istana Kekaisaran, Ming Tu menjadi pemuda yang dingin, hampir tidak pernah tersenyum.
Ming Tu menepuk tangannya "Baiklah, apakah ada yang yang keberatan dengan rencana saudara Xiang Yang?"
"Rencana Tuan Xiang Yang sudah sangat sempurna, tidak ada yang perlu ditambahkan dan dikurangi!"
"Aku sungguh kagum dengan rencana Tuan Xiang Yang, masih sangat muda namun memiliki pemikiran yang luas! Aku sama sekali tidak keberatan!"
"Aku juga tidak keberatan!"
Para tetua memberikan tanggapan positif tentang rencana Xiang Yang.
"Karena tidak ada yang keberatan, maka besok kita akan langsung berangkat menuju Kota Langit Ungu! Dengan semua pasukan yang kita bawa, mungkin paling lama kita akan sampai disana dalam 2 sampai 4 hari!"
***
Keesokan harinya, 500 anggota Sekte Daun Hijau berangkat sangat pagi sekali. Tentu tidak semua anggota sekte ikut, masih ada 10 orang yang ditinggalkan untuk menjaga keamanan Desa Daun Hijau dari para bandit.
Meski kesepuluh orang itu juga ingin ikut berjuang bersama, namun mereka paham keamanan Desa Daun Hijau harus tetap mereka jaga.
Para penduduk desa mengucapkan selamat jalan dan mendoakan yang terbaik untuk mereka semua.
Pasukan Sekte Daun Hijau dipimpin oleh Ming Tu dan Tetua Lang Kun. Mereka mengambil jalan hutan agar pergerakan mereka tidak diketahui.
Sementara Xiang Yang dan Han Shizu, keduanya memiliki tugas untuk memeriksa jalan. Jika ada halangan seperti Spirit Beast atau bandit, keduanya bisa langsung mengatasinya. Namun jika ada Spirit Beast berjumlah banyak maka mereka akan mengatasinya bersama.
2 hari berlalu.
Berkat bantuan Xiang Yang dan Han Shizu yang memeriksa dan mengamankan jalan, mereka sama sekali tidak mendapatkan halangan berarti, hanya medan jalanan saja yang menjadi tantangan.
***
10 kilometer dari arah barat Kota Langit Ungu, terlihat beberapa orang sedang rebahan diatas dahan pohon, ada juga yang duduk dan berdiri.
__ADS_1
"Haaah! Sangat membosankan, kenapa kita harus ditugaskan dalam misi pengawasan sekitar Kota Langit Ungu seperti ini?" Salah satu pria menggerutu.
"Kau benar, ini sudah satu bulan kita ditugaskan diluar seperti ini, padahal tidak mungkin akan ada yang berani menyerang Sekte Gunung Api!" tanggap pria lainnya, tiba-tiba pria itu memasang senyum aneh "Ah, aku merindukan para wanita dari Sekte Langit Ungu, sudah lama rasanya tidak merasakan mereka!"
"Benar sekali, wajah mereka semua cukup cantik! Setelah tugas kita selesai nanti, aku akan memanjakan diri bersama mereka!"
"Diamlah kalian para bajingan!" satu-satunya wanita diantara orang-orang itu membentak dengan ekspresi marah dan kesal.
Wanita itu memiliki wajah cantik dengan kulit coklat khas yang memberikan daya tarik tersendiri.
Meskipun dia sama sekali tidak memiliki rasa kasihan atau simpati pada semua anggota Sekte Langit Ungu, namun sisinya sebagai seorang wanita membuatnya tidak menyukai percakapan rekan-rekan prianya.
"Hoho, Yan Ti si Coklat Manis kita sungguh semakin manis dengan wajah kesal!" ucap salah seorang pria dewasa senyuman dan matanya yang menatap seperti bisa menelanjangi pakaian Yan Ti.
"Ran Pok, sekali lagi kau bersuara maka itu akan menjadi terakhir kalinya kau berbicara!" Yan Ti berkata dengan suara berat penuh ancaman, bahkan auranya susah dia keluarkan.
Semua rekan-rekannya pun seketika terdiam, tidak lagi berani berbicara karena Yan Ti susah marah.
Memang diantara mereka, Yan Ti lah yang paling kuat karena dirinya berada ditingkat Silver Core tahap 1, sementara yang lainnya berada ditingkat Sky Spiritual tahap 5.
Jelas mereka tidak akan berani melawan Yan Ti.
Selang beberapa menit, suasana masih hening bagaikan kuburan, hanya terdengar suara semilar angin yang menggoyangkan dedaunan dahan pohon.
Hingga beberapa saat kemudian.
*GDBUK!
"Hahaha....!"
Mereka semua tertawa lepas, tentu kecuali Yan Ti yang memutar matanya dengan malas.
"An To sepertinya tertidur sangat pulas sampai terjatuh dari pohon!"
"Hahaha! Benar-benar konyol, bisa-bisanya dia terjatuh seperti itu!"
"Pasti dia sudah sangat bosan disini sampai tertidur sepulas itu! Lihatlah, bahkan dia masih saja tertidur setelah jatuh setinggi ini!"
"Mungkin dia sudah mati!"
"Hahaha...!" Mereka semua kembali tertawa lepas.
Sementara Yan Ti sendiri mengerutkan keningnya, merasa ada sesuatu yang aneh. Ia langsung melompat turun, mendarat di samping tubuh An To.
Kening Yan Ti semakin mengerut saat melihat An To sepertinya tidak bernafas. Ia segera memeriksa denyut nadi An To.
__ADS_1
Seketika ekspresi terkejut menghiasi wajah Yan Ti, tiba-tiba ia merasakan bahaya.
"MENGHINDAR!" Yan Ti mengeluarkan pedangnya lalu mengarahkan samping pedangnya untuk menutup bagian dada.
*Tring!
Yan Ti bisa melihat sebuah jarum es kecil berbenturan dengan samping bilah pedangnya, lalu jatuh menancap ditanah.
*GDBUK!
*GDBUK!
*GDBUK!
Sesaat kemudian, Yan Ti melihat tubuh rekan-rekannya sudah berjatuhan semua dari atas pohon.
"Sial! Mereka benar-benar ceroboh sampai mengendorkan kewaspadaan!" Yan Ti mengutuk rekan-rekannya yang begitu bodoh.
Hembusan angin kembali bertiup menggoyangkan dedaunan dahan pohon.
Yan Ti melihat kesegala arah di tengah suasana sunyi ini, ia tidak bisa merasakan kehadiran orang yang menyerang mereka, menandakan jika orang itu pasti memiliki kultivasi yang lebih tinggi darinya.
"KELUAR KAU! HADAPI AKU SECARA LANGSUNG JIKA BERANI!" Yan Ti berteriak keras.
"Baiklah baiklah!" tiba-tiba, dari balik sebuah pohon berjalan keluar seorang pemuda yang tidak lain adalah Xiang Yang. Ia berjalan santai mendekati Yan Ti.
"Aku cukup terkesan kau bisa menghindari Jarum Es Kematian ku!" Xiang Yang memasang senyum sederhana.
"Siapa kau? Kenapa kau menyerang kami tiba-tiba?" Yan Ti memasang kuda-kuda waspada.
Xiang Yang tiba-tiba mengangkat tangan kanannya, membuat Yan Ti langsung bersiap siaga.
Namun tangan kanan Xiang Yang ternyata digunakan untuk menggaruk kepalanya.
"Ada apa dengan mu?" tanya Xiang Yang dengan wajah polos.
"Bajingan sialan ini!" Yan Ti mengutuk keras Xiang Yang dalam hatinya.
Sesaat kemudian, Xiang Yang tersenyum tipis "Kau tau? Inilah yang disebut 'Teknik Ancaman'!"
Yan Ti melebarkan matanya karena merasakan seseorang sudah berada dibelakangnya, ia berniat membalik badan namun tiba-tiba sebuah tangan halus menepuk pundaknya.
*Bzzzztttt...!
Seketika aliran petir menjalar ke seluruh tubuh Yan Ti, membuat wanita itu jatuh kejang-kejang.
__ADS_1
"Heheh! Baiklah, mari kita mengorek informasi!" Xiang Yang menyeringai lebar, berjalan mendekati Yan Ti.