
Gu Chen tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya dalam kondisi ini, sungguh nasib yang sial untuknya.
Sesaat kemudian, Han Shizu me darat di samping Gu Chen.
"Sudah ku bilang, meskipun kau memiliki kultivasi di atas ku, kau yang hanya memiliki satu pecahan tidak akan bisa melawan ku yang sudah menyatukan 3 pecahan Jiwa Petir!" Han Shizu berkata dengan suara datar "Sekarang waktunya mengambil Jiwa Petir mu!"
Han Shizu menempelkan telapak tangan kanannya pada punggung Gu Chen, lalu mengalirkan energi Jiwa Petir untuk memancing Jiwa Petir Gu Chen keluar.
"Aaarrrkkk...!!"
Gu Chen berteriak kesakitan karena Jiwa Petirnya diambil secara paksa, dia tidak ingin itu terjadi jadi dia memberikan perlawanan, membuatnya merasakan rasa sakit.
"Berhentilah melawan agar kau tidak merasakan penderitaan lebih!" Han Shizu terus berusaha memancing Jiwa Petir Gu Chen menggunakan Jiwa Petir miliknya.
Beberapa saat kemudian, tubuh Gu Chen diselimuti petir ganas, namun itu sama sekali tidak melukai Han Shizu.
Gu Chen justru berteriak semakin keras karena setiap sel tubuhnya terasa hancur.
Han Shizu pun menarik keluar Jiwa Petir Gu Chen.
Proses itu berlangsung selama 1 jam, hingga akhirnya Jiwa Petir Gu Chen berhasil dikeluarkan oleh Han Shizu.
Han Shizu mengeluarkan batu giok, lalu membuat Jiwa Petir itu tersegel kedalam batu giok tersebut.
Sebelum memasuki dimensi kecil, Han Shizu diberikan batu giok itu oleh Xiang Yang
Han Shizu ingin bergerak pergi, namun dia teringat satu hal lalu melihat kearah Gu Chen yang sudah tidak bernyawa.
Han Shizu mengambil cincin dimensi Gu Chen, barulah dia melesat pergi, mencari sebuah tempat yang aman untuknya bisa menyatukan Jiwa Petir.
***
Setelah pertemuannya dengan Xiang Jun, keduanya mulai akrab satu sama lain.
Xiang Jun jadi tidak canggung lagi saat berbicara dengan Yong Li, begitu juga sebaliknya.
Mereka lebih sering bertemu Spirit Beast dari pada kultivator lainnya.
Selama perjalanan, mereka mendapatkan banyak sumber daya berharga. Tapi itu hanya berharga untuk Xiang Jun, sedangkan Yong Li menganggapnya biasa saja.
Jelas sekali perbedaan latar belakang mereka membuat perspektif mereka juga berbeda.
Melewati banyaknya rintangan hanya berdua dengan Yong Li, membuat perasaan asing tumbuh di hati pemuda itu. Dia ingin memiliki gadis itu, tapi Xiang Jun juga sadar akan posisinya, membuatnya tidak bisa terlalu berharap.
__ADS_1
Saat ini Xiang Jun dan Yong Li melesat dari satu pohon ke pohon lainnya. Mereka tidak terbang karena itu menghabiskan banyak Qi.
Di tempat yang asing seperti ini, mereka harus lebih menghemat energi Qi. Selain itu mereka bisa lebih melihat sekitar dengan bergerak lebih rendah.
Tiba-tiba Xiang Jun berhenti di sebuah dahan pohon. Yong Li secara refleks juga ikut berhenti.
"Ada apa Xiang Jun?" Yong Li menoleh kearah Xiang Jun yang terlihat menunduk dengan ekspresi rumit.
Sesaat kemudian Xiang Jun mengangkat kepalanya lalu menoleh kearah Yong Li dengan ekspresi penuh keteguhan.
"Apakah ada yang salah?" Yong Li bingung dengan tingkah Xiang Jun yang menurutnya agak aneh.
"Yong Li, aku menyukai mu!"
Seketika suasana menjadi sunyi, Yong Li terdiam, masih memproses perkataan Xiang Jun dalam otaknya.
Detik pertama.
"Oh." Yong Li mengalihkan pandangan kedepan.
Detik kedua
"Ah." Dia haru menyadari sesuatu.
"EH?!" Yong Li seketika terkejut setelah detik ketiga.
Sungguh gadis itu tidak menyangka akan mendapatkan pernyataan tiba-tiba seperti ini dari Xiang Jun.
"Apakah.. itu hal yang aneh?" Xiang Jun sendiri tidak terlalu paham bagaimana cara yang tepat.
"Tidak hanya saja..." Wajah Yong Li menjadi merah "Ahhh, sudahlah!"
Yong Li melesat pergi meninggalkan Xiang Jun, dia tidak bisa menggambarkan seperti apa perasaannya saat ini.
"Yong Li..." Xiang Jun tidak lekas mengejar Yong Li "Apakah aku ditolak?"
***
Di tempat lain.
Xiang Ba dan Ling Shi menjelajahi dalam goa bersama.
Mereka sudah mulai cukup akrab satu sama lain karena selama beberapa hari ini, mereka berdua saling bahu-membahu dalam menghadapi masalah ditengah keadaan mereka yang tidak bisa menggunakan energi Qi.
__ADS_1
Xiang Ba selama satu setengah tahun ini hidup di hutan yang dipenuhi Spirit Beast. Setiap hari dia tidak bisa mengendorkan kewaspadaan karena bahaya mengintai dimana-mana.
Hal itu membuat insting Xiang Ba ditempa hingga sekarang dia memiliki insting bagaikan hewan buas.
Indera penciuman dan pendengarannya juga menjadi sangat tajam, serta kekuatan fisik yang melebihi kultivator yang setingkat dengan dirinya.
Meskipun begitu Xiang Ba masih cukup kerepotan dalam beberapa hari ini berada di dalam goa yang membuatnya tidak bisa menggunakan energi Qi, karena baru pertama kali dia menghadapi situasi ini.
Tapi Xiang Ba sama sekali tidak mengeluh karena menganggap hal ini sebagai latihan untuknya.
Sementara untuk Ling Shi, wanita itu sering mengeluh karena tidak bisa menggunakan energi Qi. Jujur saja dia menjadi beban bagi Xiang Ba, meskipun dia masih cukup berguna dalam beberapa situasi tertentu.
Setidaknya meskipun Ling Shi sering mengeluh, dia masih memiliki rasa terima kasih.
Sebenarnya Ling Shi merasa tidak enak pada Xiang Ba yang terus menerus melindunginya tanpa pamrih, namun entah kenapa dia malah jadi sering mengeluh untuk menutupi rasa tidak enaknya.
Satu hal yang membuat mereka berdua sama-sama dongkol adalah tidak adanya sumber daya di tempat ini.
Sama sekali tidak ada tanaman herbal atau semacamnya, hanya ada Spirit Beast yang meskipun tidak memiliki kultivasi, namun memiliki kekuatan tubuh yang kuat.
Hingga akhirnya, mereka menemukan sebuah jalan buntu.
"Apakah kita benar-benar akan terus terkurung di dalam goa ini? Tidak adakah jalan keluar?!" Ling Shi mengepalkan tangannya karena marah.
Sudah berhari-hari mereka menelusuri goa namun yang mereka dapatkan justru adalah jalan buntu.
Xiang Ba sendiri mengerutkan keningnya, menatap kearah dinding ujung goa dengan saksama.
Sesaat kemudian Xiang Ba berjalan maju lalu menempelkan telapak tangannya pada dinding ujung goa.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Ling Shi.
Xiang Ba tidak lekas menjawab, pemuda itu malah mengambil ancang-ancang memukul.
Dengan memusatkan kekuatan pada kepalan tangan kanannya, Xiang Ba memukul dinding ujung goa dengan kekuatan penuh.
*Baaammm!!
Dalam sekali pukulan, dinding itu retak, kemudian runtuh, memperlihatkan sebuah ruang kecil dibaliknya.
Di sana terlihat hanya ada sebuah benda berbentuk bulat seperti papan, memiliki ukiran-ukiran aneh diatasnya.
Saat Xiang Ba ingin mengambil benda itu, tiba-tiba benda itu mengeluarkan cahaya terang membuat mereka berdua menjadi waspada.
__ADS_1
Benda itu terus semakin terang hingga membuat Xiang Ba dan Ling Shi menutup mata mereka.
Saat cahaya mulai menghilang, mereka berdua membuka mata, menemukan diri mereka telah berada di tempat yang berbeda.