
Xiang Yang sudah menduga kalau kultivator tingkat Gold Core tahap 2 itu pasti memiliki insting yang tajam dan akan menyadari serangannya.
Karena itulah dia memberikan dua serangan beriringan, hingga saat kultivator Gold Core itu menangkis satu jarum es, satu lagi serangan bisa langsung membunuhnya.
"3 kultivator Gold Core sudah berkurang, aku harus membunuh kultivator Gold Core sebanyak mungkin agar penyerangan besok bisa berjalan lebih lancar!" selesai bergumam, Xiang Yang melesat kearah lain, mencari musuh lainnya untuk dibunuh.
1 jam sudah berlalu semenjak Xiang Yang melancarkan aksinya, membunuh anggota Sekte Gunung Api. Sudah lebih dari 200 nyawa melayang ditangan Xiang Yang dengan mudah.
Sampai saat ini, aksi pembunuhannya masih belum diketahui.
*Booommm!
Xiang Yang berhenti disebuah atap bangunan karena mendengar suara ledakan keras di suatu arah dari jarak yang cukup jauh.
"Sepertinya Shizu sudah ketahuan!" Bukannya merasa panik atau apa, Xiang Yang malah menyeringai lebar "Kalau begitu aku juga tidak perlu lagi menahan diri! Mari kita buat kekacauan!"
Xiang Yang menjentikkan jarinya.
*Booommm!
Sebuah ledakan terjadi dari jarak 100 meter arah barat tempat Xiang Yang berdiri saat ini.
***
Beberapa menit yang lalu, Han Shizu masih melancarkan aksinya membunuh anggota Sekte Gunung Api.
Han Shizu saat ini berada di balik sebuah pohon, menatap belasan orang yang sedang tertidur pulas dalam kondisi mabuk.
Han Shizu sudah membunuh hampir 300 orang, jika ia membunuh belasan orang itu maka jumlah yang ia bunuh mungkin akan mencapai 300 jiwa.
Han Shizu menyiapkan belasan jarum petir, namun baru saja gadis itu akan melancarkan jurusan, instingnya merasakan suatu bahaya.
Han Shizu dengan segera melompat menjauh dari pohon itu.
*Booommm...!!
Sebuah bola api mengenai tempat Han Shizu sebelumnya, membuat ledakan keras hingga pohon itu hancur berkeping-keping, menciptakan sebuah kawah pada area ledakan.
Belasan orang yang sebelumnya ingin Han Shizu bunuh, langsung terbangun saat mendengar ledakan itu.
__ADS_1
Pandangan mereka masih agak buram, hingga setelah berkali-kali menyerjap, mereka bisa melihat dengan jelas kepulan asap debu dari ledakan yang baru saja terjadi.
"Apa yang terjadi?"
"Entahlah, aku juga baru bangun?"
"Apakah ada penyusup?"
Belasan orang itu melihat sekita, hingga pandangan mereka tertuju keatas, dimana terlihat seorang pria paruh baya yang terbang melayang, menatap penuh kemarahan ke arah tertentu.
"Tetua Shu, apa yang terjadi?" salah satu orang bertanya sambil menangkupkan tangannya, begitu juga dengan yang lainnya.
Pria paruh baya itu adalah salah satu Tetua Sekte Gunung Api yang berada di Sekte Langit Ungu ini, ia bernama lengkap Shu Qi Man.
Tetua Shu Qi Man melirik sekilas belasan orang itu, lalu pandangannya kembali menatap kearah tertentu.
"Kalian para sampah! Bisa-bisanya membiarkan seorang penyusup berkeliaran di dalam sekte hingga membunuh ratusan orang!"
"Penyusup?!" Belasan orang itu terlihat terkejut, ia tidak menyangka ternyata akan ada penyusup, terlebih penyusup itu sudah membunuh ratusan nyawa.
"Kalian hanya tau cara bermabuk mabukan tapi kerjanya tidak becus! Kalian semua akan diberikan hukuman setelah ini!" meskipun Tetua Shu Qi Man berkata dengan datar, namun jelas bisa dirasakan kemarahan dalam kalimatnya.
Belasan orang itu segera berubah pucat, mereka tau kalau Tetua Shu Qi Man itu sangat kejam, entah hukuman apa yang akan mereka terima nantinya.
Belum sempat salah satu dari mereka menuntaskan kalimatnya, Tetua Shu Qi Man sudah lebih dulu memotong.
"Kalian sebaiknya bangunkan yang lainnya, beritahu mereka kalau ada penyusup dan cari disetiap sudut tempat Sekte Langit Ungu, jika ada orang yang mencurigakan maka jangan sungkan untuk membunuhnya!"
"Baik Tetua Shu!" mereka pun segera menyebar kesegala arah untuk membangunkan rekan-rekan mereka.
Tetua Shu Qi Man melayang turun secara perlahan, tatapannya masih tidak beralih menatap Han Shizu.
"Kau gadis kecil, beraninya kau membunuh ratusan anggota sekte ku! Kau harus membayarnya dengan kematian!"
Han Shizu hanya diam dengan wajah datarnya, tidak menanggapi perkataan Tetua Shu Qi Man.
Tetua Shu Qi Man mendarat mulus ditanah, menyipitkan matanya karena tidak mendapatkan tanggapan dari gadis didepannya.
"Apa kau tuli? Atau tidak bisa bicara?" ucap Tetua Shu Qi Man "Yah, itu tidak penting! Yang penting sekarang adalah kau pasti akan mati ditangan ku!"
__ADS_1
Han Shizu memiringkan kepalanya sesaat sebelum kepalanya kembali tegak.
Han Shizu pun mengeluarkan auranya, menunjukkan kultivasinya yang sesungguhnya.
Mata Tetua Shu Qi Man melebar, ia tidak menyangka gadis muda didepannya berada ditingkat Gold Core tahap 5.
"Cih, ternyata kau hanya seorang wanita tua yang menggunakan topeng wanita muda! Aku tidak pernah mendengar tentang mu sebelumnya, jadi kau pasti berasal dari luar Kekaisaran Ming!" Tetua Shu Qi Man berpikir, tidak mungkin ada seorang kultivator yang mencapai tingkat kultivasi setinggi itu diusia yang sangat muda.
Jadi dia mengira kalau Han Shizu sebenarnya adalah seorang wanita tua, namun dapat mempertahankan kemudaannya.
*Boooommmm!
Tiba-tiba Tetua Shu Qi Man mendengar suara ledakan keras dari tempat yang cukup jauh dari tempatnya saat ini.
Sekilas perhatian Tetua Shu Qi Man teralihkan, menatap kearah dimana dia mendengar suara ledakan tadi.
Sesaat kemudian, Tetua Shu Qi Man menyadari kesalahannya yang mengakibatkan perhatian didepan musuhnya. Ia melihat kedepan yang mana Han Shizu sudah berada didepannya dengan sebuah belati, siap menebas lehernya.
Namun Tetua Shu Qi Man masih dapat bereaksi dengan cepat, mengeluarkan sebuah pedang yang diposisikan di samping lehernya, menghalangi tebasan belati Han Shizu.
*TRANG!
Meskipun Tetua Shu Qi Man dapat menahan serangan Han Shizu, namun ia tetap terlempar sejauh puluhan meter.
Tetua Sha Qi cepat mendapatkan kembali momentumnya, menahan laju terpentalnya dengan menancapkan pedang ditanah, membuat garis memanjang hingga tubuhnya berhenti melesat.
"Sial, dia sangat cepat! Aku harus berhati-hati, lengah sedikit saja maka kepala ku akan terlepas!" Tetua Shu Qi Man menyadari kalau Han Shizu sangatlah berbahaya "Aku tidak bisa menghadapinya seorang diri! Kultivasinya berada diatas ku!"
Tetua Shu Qi Man mengeluarkan sebuah giok, lalu menggenggamnya kuat hingga remuk.
Han Shizu menduga kalau Shu Qi Man memanggil bantuan.
Tidak ingin menunggu sampai bala bantuan Tetua Shu Qi Man datang, Han Shizu melapisi tubuhnya dengan kilatan petir, lalu melesat cepat menyerang pria paruh baya itu.
Tetua Shu Qi Man bersiap, ia menyelimuti pedangnya dengan api panas membara.
"Teknik Pedang Membelah Gunung!" Tetua Shu Qi Man melakukan tebasan tunggal secara vertikal dari atas kebawah, mengeluarkan sebuah gelombang tebasan api.
Gelombang tebasan api itu bagaikan sirip hiu yang membelah lautan, melesat cepat kedepan.
__ADS_1
Han Shizu dapat menghindar dengan mudah, bergerak zig-zag lalu kembali melesat dalam garis lurus.
Pertarungan pun terjadi antara Han Shizu melawan Tetua Shu Qi Man.