
"Sekarang..." Xiang Yang menoleh kearah Fu Ao dan Yan To "Kalian selanjutnya!"
Xiang Yang mengeluarkan aura tingkat Gold Core tahap 4, membuat semua orang didalam ruangan itu terkejut.
Secara refleks, Fu Ao dan Yan To melangkah mundur, mereka tidak menyangka kultivasi Xiang Yang akan setinggi itu.
Jika mereka tau maka mereka tidak akan melakukan penentangan.
Sekarang mereka paham kalau tidak ada jalan kembali, melawan juga pasti tidak akan menang, kabur pun akan sulit karena energi Qi mereka sudah terkuras banyak dalam pertarungan sebelumnya.
"Akan ku beri kalian kematian yang cepat!" Xiang Yang menciptakan 2 jarum es lalu melemparkannya kearah Fu Ao dan Yan To.
Jarum es itu pun menancap tepat di dada kedua orang itu, hingga membuat mereka mati seketika.
Dari awal, Xiang Yang sudah menduga kalau ke-3 tetua itu merupakan pengkhianat, karena saat dirinya datang ke penjara bawah tanah dan menjelaskan rencananya, 3 tetua itu seakan memasang wajah tidak suka padanya. Tidak hanya pada dirinya namun para anggota Sekte Langit Ungu lainnya.
Mungkin mereka menyalahkan semua anggota Sekte Langit Ungu atas apa yang mereka alami, namun sangat jelas kalau semua yang terjadi pada Sekte Langit Ungu adalah karena mereka bertiga yang terlalu tamak.
Xiang Yang menoleh kearah tetua Qi Gu yang masih terbaring kesakitan di lantai. Tanpa basa-basi, Xiang Yang mengeluarkan pedang lalu menusuk jantung Qi Gu, hingga membuat pria paruh baya itu mati setelah mengalami sedikit kejang-kejang.
"Apakah kalian marah pada ku karena membunuh 3 tetua ini?" Xiang Yang menoleh kearah para tetua yang berpihak padanya.
Mereka semua sama-sama menggeleng.
"Apa yang terjadi semua disebabkan oleh mereka, Sekte Langit Ungu telah hancur, banyak korban yang berjatuhan, sudah sepantasnya mereka mendapatkan hal ini!" Tetua Lin Sang sedikit mengepalkan tangannya "Tapi mungkin apa yang mereka dapatkan terlalu ringan!"
Xiang Yang tersenyum tipis, mungkin jika ada Cai'er disini, ke-3 tetua itu akan mendapatkan hal yang setimpal.
"Tuan Xiang Yang, meskipun kau bilang akan membangun kembali sekte, namun kita sekarang memiliki satu masalah!" ucap Tetua Lin Sang.
"Aku paham, kekuatan kita saat ini masih belum cukup untuk menghadapi Sekte Gunung Api!" Xiang Yang mengangguk paham "Selain itu, kebun herbal kalian pasti sudah terkuras habis oleh anggota Sekte Gunung Api bukan?"
Seketika Tetua Lin Sang dan para tetua lainnya memasang ekspresi terkejut.
__ADS_1
"Tuan Xiang Yang, dari mana kau mengetahui tentang kebun herbal?" tanya Tetua Lin Sang.
Memang selama ini, peningkatan kekuatan Sekte Langit Ungu bersumber dari kebun herbal rahasia yang di temukan oleh Ketua Sekte mereka di sebuah goa bawah tanah.
Kebun herbal itu memiliki berbagai macam jenis herbal, dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi, dari yang mereka ketahui sampai mereka tidak ketahui jenisnya.
Namun kebun herbal itu memiliki banyak lapisan segel, dimana sebelumnya pihak Sekte Langit Ungu hanya mampu membuka sampai 3 lapisan dan memanen semua herbal disetiap lapisan yang terbuka.
Setelah Sekte Gunung Api datang merebut semua dari mereka, mereka tidak mengetahui sampai mana lapisan kebun herbal itu dibuka.
Xiang Yang mengetahui kalau kebun herbal itu memiliki 10 lapisan, karena itu merupakan kebun herbal peninggalan Xiao Chong.
Xiang Yang menduga kalau mungkin Sekte Gunung Api sudah membuka kebun herbal itu sampai lapisan ke-8.
Karena itulah Xiang Yang merasa kesal dan marah, sebab 8 lapisan kebun herbal itu sudah diambil oleh Sekte Gunung Api.
"Aku mengetahuinya dari peta peninggalan leluhur ku!" jawab Xiang Yang.
"Jadi..apakah bisa dibilang leluhur mu yang meninggalkan kebun herbal itu?" tanya Tetua Lin Sang.
"Untuk sekarang kalian pulihkan dulu kondisi kalian! Tetua Lin Sang, antarkan aku ke tempat kebun herbal itu berada!"
"Mari Tuan Xiang Yang!" Tetua Lin Sang mengangguk.
***
Xiang Yang dibawa ke sebuah tempat dibelakang kediaman Ketua Sekte, disana terdapat sebuah batu besar.
Tetua Lin Sang meletakkan telapak tangannya pada suatu titik tertentu pada batu besar itu, lalu mengalirkan energi Qi.
Seketika batu itu bergetar lalu mulai bergeser, memperlihatkan sebuah lubang dibawahnya.
Tetua Lin Sang melompat memasuki lubang itu, diikuti oleh Xiang Yang.
__ADS_1
Keduanya mendarat mulus ditanah. Mereka kini berada disebuah goa bawah tanah, disana cukup terang dengan cahaya stalaktit.
Xiang Yang bisa mencium aroma herbal yang samar di tempat ini, selain itu ia melihat tanah di goa ini acak-acakan, Xiang Yang menebak kalau itu belas tanaman herbal yang dipanen.
"Sebelumnya disini sangat penuh dengan tanaman herbal, namun sekarang sudah habis diambil oleh Sekte Gunung Api!" Tetua Lin Sang melihat sekitarnya dengan senyum pahit, ia menyayangkan semua sumber daya itu diambil Sekte Gunung Api "Mari, ikuti aku Tuan Xiang Yang!"
Tetua Lin Sang berjalan maju, diikuti oleh Xiang Yang.
Tetua Lin Sang terus melihat sekitarnya, dimana hanya ada beberapa herbal tingkat rendah yang masih belum dipanen.
"Haaah! Lapisan ke-4 dan ke-5 juga sudah mereka ambil semua!" Tetua Lin Sang memasang wajah kecewa.
Mereka terus berjalan melewati lapisan ke-6 dan ke-7, hingga mereka tiba di lapisan ke-8, dimana terdapat sebuah danau disana.
Xiang Yang mengepalkan tangannya "Sialan, mereka benar-benar sudah mengambil Jiwa Petir itu! Ini tidak bisa dibiarkan!"
Memang selain kebun herbal, Xiang Yang juga mencari Jiwa Petir di Sekte Langit Ungu ini, namun ternyata Jiwa Petir itu sudah diambil.
"Danau apa ini?" Tetua Lin Sang berjongkok ditepi danau lalu mengambil air danau dengan tangannya, melihat dengan teliti.
Tetua Lin Sang tidak menemukan perbedaan air danau itu dengan air biasa, hanya saja warnanya yang kebiruan membuat air itu seakan adalah air suci.
"Abaikan danau itu, kita menuju lapisan kesembilan!" Tanpa menunggu tanggapan Tetua Lin Sang, Xiang Yang berjalan menuju lapisan selanjutnya.
Tetua Lin Sang pun berjalan mengikuti Xiang Yang.
Xiang Yang terus berjalan hingga ia tiba didepan sebuah lapisan energi biru gelap.
Xiang Yang menyentuh lapisan energi itu dengan telapak tangan kanannya, lalu mengalirkan energi Qi.
Seketika sebuah garis-garis dengan pola aneh muncul pada lapisan energi itu dengan telapak tangan Xiang Yang sebagai pusatnya.
Sesaat kemudian garis-garis itu terkontraksi, bergerak-gerak lalu menyusut dan terus menyusut kedalam pusatnya, hingga menghilang sepenuhnya.
__ADS_1
Lapisan energi itu pun perlahan menghilang, hingga dalam beberapa saat lapisan energi itu menghilang sepenuhnya. Mereka berdua pun bisa melihat kebun herbal dengan semua herbal disana adalah herbal tingkat tinggi.