
Xiang Yang dan Cai'er terus menelusuri makam Tangan Hantu, dimana setelah menjarah harta dari 6 ruangan, mereka berdua kembali menuruni tangga.
Di lantai dua ini, jebakan-jebakan yang ada semakin berkualitas, namun tentunya masih tidak merepotkan untuk mereka berdua.
Ruangan pertama yang mereka masuki berisi tumpukan emas seperti sebelumnya.
Setelah mengambil semua tumpukan emas, mereka kembali menelusuri lorong makam.
Cai'er sudah benar-benar terlihat bosan, jika saja bukan karena Xiang Yang yang ingin terus menelusuri makam maka ia sudah dari tadi meninggalkan tempat ini.
Setelah beberapa saat kembali menulusuri lorong, Xiang Yang dan Cai'er tiba-tiba menghentikan langkah.
Di depan mereka terlihat 10 patung setinggi 2 meter yang dimasing-masing sisi kiri dan kanan lorong berdiri 5 patung.
10 patung itu sama-sama memegang pedang sebagai senjata.
Meskipun itu adalah patung namun Xiang Yang dan Cai'er bisa merasakan aura yang keluar dari patung tersebut.
Kening Xiang Yang sedikit mengerut karena tidak mengetahui patung apa yang bisa memancarkan aura seperti itu, sementara Cai'er sendiri memasang wajah cerah, menatap penuh ketertarikan pada 10 patung didepannya.
"Apa kau tau patung macam apa itu Cai'er?" Xiang Yang bertanya setelah melihat wajah istrinya yang sepertinya mengetahui tentang patung itu.
"Aku tidak tau pasti, namun sepertinya dugaan ku tidak salah!" Cai'er berjalan mendekati 10 patung itu.
Saat sudah berjarak kurang dari 5 meter, 2 patung yang berada paling dekat tiba-tiba bergerak lalu melesat menyerang Cai'er.
Cai'er melompat mundur, mendarat di samping Xiang Yang yang terlihat terkejut mengetahui patung itu bisa bergerak.
Dua patung yang sebelumnya menyerang Cai'er segera kembali ke posisi sebelumnya.
"Ternyata dugaan ku memang benar!" Cai'er tersenyum lebar.
__ADS_1
"Memangnya patung apa itu? Apakah itu semacam artefak tingkat tinggi atau artefak langka?" Xiang Yang bertanya dengan ekspresi penasaran.
"Bukan, patungnya sama sekali tidak berharga namun yang berharga adalah teknik yang dapat membuat patung itu bergerak!" jawab Cai'er.
Xiang Yang masih tidak mengalihkan pandangannya dari Cai'er, karena ia masih menginginkan penjelasan lebih lanjut.
"Teknik itu bernama Segel Boneka Jiwa, teknik yang dapat memasukkan jiwa pada sebuah boneka, membuatnya hidup dan mengendalikannya! Dikatakan dulu pengguna teknik itu memiliki pasukan boneka yang sangat kuat dan ditakuti, namun teknik itu telah hilang sangat lama, tidak disangka ternyata masih ada yang dapat menggunakannya!"
"Apakah kemampuan teknik itu hanya itu saja?"
"Jangan salah Xiao Yang, pasukan boneka berbeda dengan pasukan makhluk hidup! Pasukan boneka tidak akan takut mati dalam medan perang, mereka akan terus bertarung sampai tubuh mereka benar-benar dihancurkan, karena itulah dulu tidak ada yang mau berurusan dengan pengguna teknik itu, musuhnya tidak mungkin akan mengorbankan pasukan hidup mereka hanya untuk melawan boneka!..
Selain itu catatan tentang teknik itu sangat sedikit, aku hanya tau sedikit, jadi mungkin saja masih ada kegunaan lain dari teknik Segel Boneka Jiwa!" Cai'er menjelaskan.
Xiang Yang menoleh kearah 10 patung "Ya..meskipun teknik itu hebat namun keberadaannya disini juga masih sekedar kemungkinan, tidak ada jaminan jika teknik itu benar-benar ada di makam ini!"
"Aku tau, tapi meskipun itu hanya kemungkinan saja, tetap membuat ku bersemangat! Ayo Xiao Yang, kita cari teknik itu!" Cai'er dengan semangat menerjang kedepan, menyerang 10 patung itu.
10 patung itu langsung bereaksi saat Cai'er mendekat, mereka menyerang dengan pedang masing-masing.
Kekuatan 10 patung itu hanya setara dengan tingkat True Fondation, jadi tidak membutuhkan waktu lama untuk Cai'er menghancurkan mereka semua.
Xiang Yang dari tadi hanya menonton karena dia tau hanya dengan Cai'er saja sudah cukup untuk menghancurkan 10 patung itu.
"Ayo Xiao Yang, kita lanjutkan menjarah makam!" Cai'er sekarang terlihat lebih bersemangat menjarah makam, tidak seperti sebelumnya yang terlihat bosan.
Xiang Yang tersenyum tipis lalu sedikit mengacak-acak rambut Cai'er sebelum keduanya kembali berjalan menelusuri makam.
Sambil berjalan, Xiang Yang menceritakan kisah-kisahnya di kehidupan sebelumnya. Tentunya dia hanya menceritakan kisah-kisah konyol yang membuat Cai'er tertawa.
Xiang Yang berusaha tidak mengikut sertakan Floryn dalam ceritanya, karena itu bisa membuat Cai'er kesal.
__ADS_1
Ya..meskipun sampai sekarang Xiang Yang akui jika dirinya masih tidak bisa melupakan Floryn yang merupakan cinta pertamanya, namun dirinya harus tetap menjaga perasaan Cai'er.
Xiang Yang tidak pernah berusaha melupakan si gadis Elf itu, ia selalu menyimpan namanya di sudut tertentu dihatinya sebagai gadis yang telah mengisi hatinya.
2 ruangan pertama yang Xiang Yang dan Cai'er masuki tidak berisi barang penting apapun, hanya jebakan-jebakan yang tidak berguna.
Sampai sekarang mereka berdua masih belum menemukan teknik Segel Boneka Jiwa.
Ruangan ke-3 dan ke-4 hanya ada koleksi senjata dengan kualitas tinggi atau kualitas puncak, itu pun jika diukur dengan tingkatan di dimensi kecil ini. Jika senjata itu berada di dimensi utama mungkin semua senjata itu hanya bisa disebut lumayan.
Meskipun begitu tetap saja, berbagai macam senjata seperti tongkat, tombak, pedang dan lain-lainnya itu, kualitasnya lebih bagus dari semua senjata yang Xiang Yang miliki saat ini.
Jadi tentu saja itu membuat pemuda itu senang.
Hanya ada 4 ruangan saja di lantai 2 makam, bisa diketahui karena ujung lorong sudah terlihat tangga menuju kebawah, lantai selanjutnya yang merupakan pusat makam.
Kemungkinan besar, pusat makam itu merupakan tempat semua barang paling berharga disimpan.
Setelah menuruni sekitar 100 anak tangga, mereka pun mencapai lantai dan kembali menelusuri lorong.
Setelah berjalan 100 meter, tidak terdapat ruangan lagi disana, dan anehnya mereka juga tidak menemukan jebakan apapun.
Ya, bisa dibilang ini merupakan ketenangan sebelum badai besar menerjang. Itulah yang Xiang Yang dan Cai'er pikirkan.
Mereka berdua hanya berjalan santai sambil ngobrol, namun mereka tidak mengendurkan kewaspadaan.
Hingga setelah beberapa menit berlalu, mereka bisa melihat didepan mereka sebuah pintu gerbang dengan 2 daun, terbuat dari besi.
"Sepertinya itu adalah pintu masuk ke pusat makam!" ucap Xiang Yang "Biar aku yang membuka pintunya!"
Xiang Yang mengambil ancang-ancang, sesaat setelah ia mengambil nafas, energi Qi disekitarnya langsung terhisap masuk kedalam hidungnya, mengalir di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Xiang Yang segera melompat kedepan lalu memukul keras pintu besi itu.
*Booommm!