Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.296 - Kekalahan Dua Komandan Naga Hitam


__ADS_3

Pertarungan antara Ketua Jian Feng melawan Shang Chi berlangsung semakin sengit.


Sebelumnya Shang Chi dapat lebih mendominasi pertarungan, namun setelah Ketua Jian Feng menggunakan senjata terkuatnya, keadaan mulai berbalik.


Sekarang Shang Chi lah yang mendapatkan tekanan.


Gelang Dewa miliknya seakan tidak berfungsi melawan Ketua Jian Feng.


10 Gelang Dewa Shang Chi keluar lalu membuat barisan lurus didepannya.


Semua gelang itu memancarkan hawa panas kuat yang kini berkibar dengan api yang menyelimutinya.


Shang Chi memberikan sentakan tangan kanan pada barisan gelang didepannya.


*BRUUUSSSHHH!!


Gelombang badai api ganas keluar dari 10 Gelang Dewa, mengarah pada Ketua Jian Feng.


Ketua Jian Feng sadar tidak akan bisa menghindari serangan itu. Karena selain serangan itu bergerak cepat, jarak jangkauan yang luas juga tidak bisa diabaikan.


Akhirnya Ketua Jian Feng memasang kuda-kuda, memusatkan energi Qi pada kepalan tangan kanannya sebelum melakukan pukulan tunggal, membuat gelombang kejut keras yang menjadi perisai pertahanannya.


Akan tetapi gelombang kejut itu tidak mampu menahan serangan kuat Shang Chi hingga gelombang badai api mengenai Ketua Sekte Bumi Chenwu itu.


*BOOOMMM!!


Shang Chi menyeringai lebar, karena merasa bisa mengalahkan Ketua Jian Feng.


Namun senyumannya memudar saat kepulan asap ledakan itu menghilang. Ketua Jian Feng terlihat masih dalam kondisi baik-baik saja.


Shang Chi melihat ada lapisan energi tipis transparan yang melapisi seluruh tubuh Ketua Jian Feng.


"Jadi begitu, senjata itu tidak hanya berfungsi memperkuat serangan namun juga memiliki pertahanan yang begitu kuat! Bahkan serangan 10 Gelang Dewa ku tidak mempu menembus pertahanannya!"


Ketua Jian Feng mengangkat tangan kanannya secara perlahan. Tiba-tiba gempa kuat terjadi, tanah mulai mengalami banyak retakan, hingga sesaat kemudian, gundukan-gundukan tanah terangkat keatas.


Puluhan ribu gundukan tanah itu memadat sampai membentuk duri-duri tajam, berputar dengan kecepatan tinggi bagaikan bor sebelum melesat cepat menyerang Shang Chi.


Shang Chi yang sudah bersiap, berusaha menghindari semua serangan itu. Namun karena terlalu banyak, dia tidak bisa menghindari semuanya, membuatnya menggunakan Gelang Dewa untuk menangkis serangan Ketua Jian Feng.


Tanpa Shang Chi sadari, Ketua Jian Feng ternyata sudah berada tepat dibelakangnya. Dia terlalu fokus pada serangan puluhan ribu duri tajam hingga melupakan keberadaan musuh utamanya.


"Sial! Tidak akan sempat untuk menghindar!" Shang Chi hanya sempat menggunakan 3 gelang untuk membuat pertahanan di belakangnya.

__ADS_1


*BAAAMMM!


Shang Chi menerima pukulan pada punggungnya. Terdengar suara retakan yang merupakan retakan tulang punggung Shang Chi, sebelum tubuhnya terlempar jauh.


*BAAAMMM!!


Shang Chi menghantam tanah dengan keras, membuat kawah besar.


Shang Chi melebarkan matanya karena sekarang dia berada di tempat yang sangat terlarang jika melawan kultivator elemen tanah.


"Terlambat!" Ketua Jian Feng menghentakkan kedua tangannya ke tanah.


Shang Chi yang berniat terbang menjauh dari tanah, gerakannya terhenti saat kawah tempat berada, terisi penuh dengan tanah, menimbun tubuhnya hingga menyisakan kepala saja.


Tanah merupakan pilihan buruk untuk bertaruh melawan kultivator elemen tanah. Karena itulah Shang Chi selalu terbang tinggi menjauh dari darat.


"Ini adalah akhir untuk mu!" Ketua Jian Feng mengangkat tangan kanannya keatas, lalu mengibaskan tangannya kebawah.


Sebuah pedang tanah raksasa keluar dari kepulan awan di langit, jatuh kebawa dengan kecepatan tinggi.


Pedang itu terbentuk dari duri-duri tanah yang sebelumnya di hindari Shang Chi. Ketua Jian Feng sudah menyiapkan ini sebagai serangan akhir.


Pedang raksasa jatuh tepat di wajah Shang Chi, terus tenggelam masuk kedalam tanah hingga sebuah bilahnya masuk, hanya menyisakan gagangnya saja yang terlihat.


Ketua Jian Feng melihat ke satu arah, menemukan 10 Gelang Dewa tergeletak di tanah tanpa mengeluarkan cahaya merah seperti sebelumnya saat dikendalikan oleh Shang Chi.


Ketua Jian Feng melayang pelan, mendarat di dekat 10 Gelang Dewa lalu mengambilnya.


Setelah itu Ketua Jian Feng melesat cepat kearah dimana para Tetua berada. Tentu dia mengkhawatirkan para Tetuanya karena disana ada 3 kultivator tingkat Mahayana.


***


Di tempat Xiang Yang dan para Tetua Sekte Bumi Chenwu berada.


"Dewi Bulan Purnama?!"


Mereka terkejut dengan kedatangan Dewi Bulan Purnama, kultivator terkuat di Benua Chenwu ini.


Yun Nuwa terlihat sangat anggun dengan gaun putihnya, meskipun sudah menggunakan cadar untuk menutupi wajahnya, tapi aura kecantikannya tidak bisa ditutupi.


Tidak pernah ada pria yang melihat wajah di balik cadar itu, tapi semua orang yakin kalau Yun Nuwa memiliki wajah bagaikan dewi surgawi.


Xiang Yang sendiri menaikkan alisnya, tentu saja dia pernah mendengar tentang Dewi Bulan Purnama dari adiknya, Xiang Yi An.

__ADS_1


Dewi Bulan Purnama adalah sahabat baik ibunya yang sudah dianggap sebagai saudara. Yah.. mungkin Xiang Yang bisa memanggilnya bibi.


Mendengar nama yang tidak asing disebut, Xiang Yi An berhenti, berbalik lalu melihat ke satu arah.


Ekspresi tertekannya berubah menjadi cerah, dia langsung melambaikan tangan kearah Yun Nuwa.


"Bini Nuwa...!"


Yun Nuwa pun menoleh kearah Xiang Yi An, dia mengerutkan kening sejenak sebelum menghilang dari tempatnya.


Yun Nuwa tiba-tiba muncul tepat di depan Xiang Yi An, membuat gadis itu terkejut.


Dengan cepat Yun Nuwa menjewer telinga Xiang Yi An "Gadis nakal, bagaimana kau bisa berada di Sekte Bumi Chenwu dan terlibat dalam kekacauan ini? Hah?!"


Yun Nuwa tidak tau bagaimana dan cara apa yang digunakan Xiang Yi An agar bisa keluar dari Sekte Bintang Suci.


"Adu du duh! Bibi Nuwa sakit!" Xiang Yi An berusaha melepaskan tangan Yun Nuwa dari telinganya.


Yun Nuwa pun melepaskan telinga Xiang Yi An, dia tau sekarang bukan saatnya untuk memberikan hukuman untuk gadis nakal itu karena masih ada musuh yang harus di bereskan.


"Setelah aku membunuh orang itu, kau harus memberikan penjelasan yang memuaskan, Yi An. Kalau tidak maka.." Yun Nuwa memberikan lirikan tajam pada Xiang Yi An, membuat gadis itu bergidik ngeri.


"Habislah sudah, aku harus meminta bantuan kakak setelah ini!" Xiang Yi An hanya bisa berpikir Xiang Yang bisa membantunya.


Yun Nuwa melihat kearah kepulan debu dari ledakan sebelumnya, sebelum melesat kearah sana karena dia masih bisa merasakan aura milik Bian Chun.


Bian Chun baru saja bangkit berdiri dengan susah payah setelah terkena dua serangan dahsyat.


Wajah Bian Chun menjadi pucat saat melihat Yun Nuwa tiba-tiba saja muncul di depannya.


"Kau..." Bian Chun bisa merasakan tekanan kuat dari Yun Nuwa.


Tekanan yang bahkan lebih mengerikan dari pemimpinnya, Long Xiao.


"Jangan harap bisa melarikan diri!" Yun Nuwa mengangkat tangan kanannya, membuat tubuh Bian Chun diselimuti aura putih.


Aura putih itu membuat Bian Chun secara paksa berlutut didepan Yun Nuwa.


"Sial!" Bian Chun tidak mengetahui jika Yun benar-benar sangat kuat.


Pantas saja pemimpinnya mengatakan jika kultivator yang harus paling diwaspadai adalah Yun Nuwa sang Dewi Bulan Purnama.


"Kau pasti berasal dari Kelompok Naga Hitam, sekarang katakan semua informasi mengenai kelompok mu itu!" Yun Nuwa berkata dengan dingin.

__ADS_1


__ADS_2