Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.83 - Wajah Yang Dikenal


__ADS_3

Setelah menghajar orang bodoh, Xiang Yang melanjutkan makannya. Setelah beberapa saat, terdengar sekelompok orang memasuki penginapan.


Merasakan aura familiar, Xiang Yang menoleh kearah pintu dimana terlihat Xiang Han dan Trio Xiang memasuki penginapan.


Xiang Yang melihat Xiang Zu berjalan dengan wajah gelap, sementara Xiang Ba dan Xiang Jun terlihat lesu, hanya Xiang Han saja terlihat masih seperti biasa, namun Xiang Yang bisa melihat ekspresi ayahnya menyiratkan sebuah penyesalan.


Melihat Xiang Yang yang duduk di meja sudut lantai satu bersama Cai'er, Xiang Han tersenyum sederhana.


"Yang'er!"


Mendengar itu, Trio Xiang langsung melihat kearah pandangan Xiang Han dan menemukan Xiang Yang bersama Cai'er.


Trio Xiang pun tersenyum, meskipun ekspresi sedih mereka masih terlihat jelas.


Mereka berempat segera menghampiri Xiang Yang lalu duduk di kursi kosong, masih satu meja dengan Xiang Yang dan Cai'er.


"Akhirnya kalian sampai juga, aku kira kalian tidak akan datang!"


"Bagaimana mungkin saudara Yang, aku pasti akan mendapatkan peringkat pertama nanti!" Xiang Zu menjawab penuh tekad.


Xiang Yang menaikkan alisnya lalu menoleh kearah ayahnya "Ayah apa yang sebenarnya terjadi?"


Xiang Han menghela nafas sebelum menceritakan semua yang mereka alami saat dalam perjalanan.


Dimana sebelumnya mereka melakukan perjalanan bersama Tetua Pertama dan Tetua Ke-2, di tengah perjalanan, mereka dihadang oleh sekelompok orang yang mana terjadi pertarungan sengit.


Mereka memenangkan pertarungan dengan membunuh semua musuh, namun korban di pihak mereka juga tidak bisa dihindarkan.


Tetua Ke-2 yang terluka parah dengan salah satu lengannya yang terpotong, tidak bisa bertahan lama karena kehabisan banyak darah, dan akhirnya mati.


Hal inilah yang membuat Xiang Han merasa bersalah karena tidak bisa melindungi orang-orangnya. Tentunya yang paling terpukul karena kejadian itu adalah Xiang Zu sendiri yang merupakan anak dari Tetua Ke-2.


Sebelum kematiannya, Xiang Zan berpesan agar Xiang Zu dapat memenangkan turnamen nantinya. Hal ini membuat tekad Xiang Zu jadi tidak terhentikan.


Sementara Tetua Pertama sendiri, memilih untuk membawa jasad Xiang Zan kembali ke kediaman Keluarga Xiang untuk dimakamkan di makam para tetua.

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka melanjutkan perjalanan berempat.


"Jadi seperti itu" Xiang Yang menghela nafas pelan, merasa paham dengan apa yang dirasakan Xiang Zu saat ini, karena di kehidupan sebelumnya, dirinya pernah merasakan hal yang sama.


Cai'er juga ikut prihatin pada Xiang Zu, ia juga pernah merasakan hal yang sama, kehilangan kedua orang tua didepan matanya.


"Kau harus kuat saudara Zu, aku yakin paman Zan bangga memiliki anak dengan hati teguh seperti mu!" Xiang Yang menepuk pelan punggung Xiang Zu.


"Ya, aku tidak akan mengecewakan ayah!" ucap Xiang Zu penuh tekad "Lalu apakah kalian juga akan mengikuti turnamen nantinya?"


"Kami memutuskan untuk tidak mengikuti turnamen!" kali ini Cai'er membuka suara.


"Eh, kenapa?" tanya Xiang Han.


"Karena jika kami ikut maka pasti kami yang akan menang, jadi kami ingin memberikan orang lain kesempatan!" jawab Cai'er.


Sebenarnya sebelumnya Xiang Yang ingin mengikuti turnamen karena berpikir mungkin akan mendapatkan hadiah berupa senjata nantinya.


Namun setelah mendapatkan banyak senjata di Makam Tangan Hantu, membuat Xiang Yang mengurungkan niatnya.


"Baguslah, dengan begitu aku yakin dapat meraih posisi pertama!" ucap Xiang Zu.


"Jangan senang dulu, aku yakin masih ada generasi muda lainnya yang memiliki bakat setara atau bahkan melebihi mu! Jadi kau tidak boleh besar kepala saudara Zu!" Xiang Yang masih mengingat gadis pembunuh sebelumnya yang memiliki kultivasi puncak.


****


3 hari berlalu begitu cepat.


Xiang Zu, Xiang Jun dan Xiang Ba telah mendaftarkan diri sebagai peserta Turnamen Kekaisaran Han.


Alun-alun kota kini sudah ramai dengan para penonton yang berjumlah ribuan.


Tentunya, area para penonton tidak serta-merta dibiarkan bebas dimasuki oleh semua orang tanpa ada peraturan.


Hanya kultivator tingkat True Fondation saja yang diijinkan untuk memasuki area turnamen, dan semua kultivator itu dipisahkan berdasarkan latar belakang mereka, seperti asal sekte, atau keluarga mana mereka berasal.

__ADS_1


Terdapat pagar yang melingkar mencakup semua arena, dimana itu pembatas agar para penonton tidak melewati batas yang mana bisa membuat mereka terkena dampak pertarungan.


Tidak hanya ada satu pagar, namun ada 3 lapisan pagar, dimana di lapisan pertama terdapat kursi yang berjejer rapi, merupakan tempat untuk para penonton dari sekte atau keluarga ternama.


Lapisan kedua untuk orang-orang dari sekte atau keluarga biasa di kota kecil atau menengah, sementara untuk lapisan luar adalah untuk orang-orang biasa atau para kultivator independen yang tidak termasuk dalam kelompok mana pun. Sama sekali tidak ada kursi di lapisan kedua dan lapisan paling luar.


Selain itu terdapat juga panggung khusus tempat untuk keluarga kekaisaran, atau orang-orang penting dari Sekte-Sekte ternama seperti Sekte Pedang Langit, dimana menjadi tribun khusus tempat mereka menonton.


Namun semua kursi di panggung itu masih kosong, belum ada satu pun yang diisi.


Sementara para peserta sekarang duduk di kursi yang di susun melingkari pagar pembatas.


Terlihat peserta didominasi oleh pria, namun bukan berarti peserta wanita itu sedikit.


Mereka memasang ekspresi yang berbeda-beda, ada yang terlihat tegang, penuh tekat, angkuh penuh kesombongan, bahkan ada yang memejamkan mata terlihat santai.


Tiba-tiba seorang pria melompat memasuki arena, pria itu adalah sang pembawa acara sekaligus orang yang akan menjadi juri dalam turnamen kali ini.


"Selamat pagi semuanya, kini hari yang kita tunggu-tunggu telah tiba, yaitu Turnamen Kekaisaran Han yang diadakan setiap 5 tahun sekali!" sang pembawa acara mulai menyampaikan kata-kata sambutan.


"Baiklah, sebelum saya menjelaskan aturan turnamen, mari kita sambut dulu para tetua dan peserta dari Sekte Pedang Langit, Sekte Naga Biru, Sekte Bima Sakti, Sekte Gunung Suci dan tentu saja Keluarga Kekaisaran Han!"


Semua orang mengarahkan pandangan kearah panggung khusus, dimana disana mulai keluar para tetua dari Sekte-Sekte ternama dan Keluarga Kekaisaran.


Xiang Yang memperhatikan jika semua Tetua Sekte itu berada ditingkat Sky Spiritual tahap 5, sama dengan Sha Qi.


Satu orang yang paling kuat diantara mereka adalah orang dari Sekte Pedang Langit, seorang pria tua tanpa kumis namun dengan janggut panjang.


Semua tetua membawa masing-masing dua generasi muda mereka yang duduk disebelah mereka.


Tatapan Xiang Yang tiba-tiba tertegun karena melihat di panggung untuk Keluarga Kekaisaran, terlihat seseorang yang Xiang Yang tau.


Xiang Yang tidak memperhatikan pria paruh baya yang merupakan Kaisar Han Luo, tidak pula memperhatikan permaisuri dan putra mahkota. Tatapan Xiang Yang mengarah pada sosok gadis yang duduk di samping permaisuri dengan wajah datar.


Gadis itu adalah gadis pembunuh yang Xiang Yang temui malam itu.

__ADS_1


__ADS_2