Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.184 - Duel


__ADS_3

Xiang Yang kini berada di ruang tamu yang cukup luas. Tentu saja dia tidak sendiri disana, ada 3 pria paruh baya yang merupakan seorang Ketua dari sekte masing-masing.


Wu Zhang, Ketua Sekte Air Terjun, Yu Chou, Ketua Sekte Tapak Bumi, dan Sun Di, Ketua Sekte Bumi Barat.


Ketiga Ketua Sekte itu datang untuk bertemu dengan Xiang Yang.


"Jadi bagaimana keputusan kalian? Apakah kalian bersedia menjadikan sekte kalian sebagai bagian dari Sekte Naga Emas ku?" Xiang Yang langsung ke inti pembicaraan.


Ketiga Ketua Sekte itu saling memandang dalam beberapa saat sebelum menoleh kearah Xiang Yang.


Wu Zhang pun menjawab "Kami bersedia menjadi bagian dari Sekte Naga Emas, namun dengan satu syarat."


Xiang Yang menaikkan alisnya "Oh, syarat apa?"


"Maaf jika kami kurang sopan Ketua Sekte Xiang, bukannya kami meremehkan mu tapi kami tidak ingin menjadi bawahan dari seseorang yang lebih lemah dari kami. Jadi kami ingin melihat kekuatan dari Ketua Sekte Xiang dalam duel satu lawan satu!" jawab Wu Zhang.


Xiang Yang tersenyum tipis "Jika syaratnya hanya itu maka sangat mudah!" Xiang Yang berdiri "Maka kita tidak perlu menunggu lama, ada tempat khusus yang bisa kita gunakan untuk berduel di Sekte Naga Emas ku. Dan juga... kita tidak perlu duel satu lawan satu, kalian bisa langsung melawan ku sendiri!"


***


Xiang Yang kini berada di sebuah area yang luas di Sekte Naga Emas. Dia tidak sendirian disana, bisa dilihat semua anggota Sekte Naga Emas sudah berkumpul di tepi area untuk menonton.


Mereka sudah mengetahui tentang duel yang akan dilakukan Ketua Sekte mereka dengan 3 Ketua Sekte aliran netral.


Tentu saja hal ini sangat menarik minat para anggota Sekte Naga Emas, dapat menonton pertarungan Ketua Sekte mereka membuat mereka bersemangat, berharap bisa mendapatkan beberapa pelajaran dari duel ini nantinya.


Sebelumnya Wu Zhang dan lainnya ingin menolak melawan Xiang Yang secara bersamaan, namun mengingat jika mereka tidak bisa merasakan tingkat kultivasi pemuda itu, membuat mereka akhirnya menerimanya.


Xiang Yang kini berada di tengah area, bersama dengan Wu Zhang, Yu Chou dan Sun Di yang berada belasan meter dihadapannya.


Tetua Lin Sang berada diantara mereka berempat, dialah yang akan menjadi juri.


"Untuk peraturannya sangat sederhana, kalian boleh menggunakan kemampuan penuh namun tidak boleh terbang dan tidak boleh sampai membunuh! Baiklah, mulai!" Tetua Lin Sang langsung melompat mundur setelah ia memulai pertarungan.


Sun Di dan Yu Chou menyerang lebih dulu dengan menerjang maju, sementara Wu Zhang masih diam ditempat, namun tentu saja ia juga sudah menyiapkan serangannya.

__ADS_1


Sementara Sun Di dan Yu Chou menerjang maju, sekeliling Wu Zhang keluar air lalu membentuk dua ular sepanjang 20 meter yang segera melesat dari di samping Sun Di dan Yu Chou.


Dalam sekejap mereka berdua tiba dihadapan Xiang Yang lalu melancarkan serangan masing-masing.


Xiang Yang dengan santai menahan serangan keduanya, secara bersamaan dua ular air serangan Wu Zhang juga akan mengenai Xiang Yang.


Xiang Yang menghentakkan kakinya, membuat tubuhnya salto kedepan. Kaki Xiang Yang menapak punggung Sun Di dan Yu Chou, lalu memberikan satu tolakan yang membuat tubuhnya melesat kedepan dengan cepat, sementara Sun Di dan Yu Chou terhuyung karena tolakan kaki pemuda itu dipunggung mereka.


Dalam sekejap Xiang Yang sudah berada dihadapan Wu Zhang, lalu melancarkan pukulan keras yang dilapisi energi Qi kuat.


Wu Zhang bereaksi dengan cepat, menciptakan perisai air berbentuk pusaran, menahan serangan Xiang Yang.


*Braaasss...!!


Pukulan Xiang Yang mengenai perisai pusaran air Wu Zhang, namun agaknya perisai pusaran air itu tidak cukup untuk menahan pukulan Xiang Yang.


Perisai pusaran air seketika hancur, menyebabkan ledakan gelombang energi membuat Wu Zhang terhempas kebelakang.


Wu Zhang dapat dengan cukup mudah mendapatkan kembali momentumnya, membuat kuda-kuda siap siaga setelah kembali mendapat keseimbangan.


Xiang Yang berniat kembali menyerang Wu Zhang, namun dia menyadari satu hal hingga ia melompat tinggi.


Xiang Yang berputar-putar diudara, ia melakukan gerakan memukul udara dengan cepat hingga puluhan gelombang angin melesat kearah Yu Chou dan Sun Di.


Melihat itu, mereka berdua langsung memukul tanah, membuat gundukan tanah muncul membentuk perisai dinding.


*Booommm!


*Booommm!


*Booommm!


Perisai dinding tanah itu terus menerima gempuran gelombang angin, hingga tidak bisa langi bertahan, menyabkan perisai dinding tanah itu hancur.


Yu Chou dan Sun Di langsung melompat menghindari gelombang angin serangan Xiang Yang.

__ADS_1


Belum saja Xiang Yang mendarat ditanah, sebuah pancaran air bagaikan tombak panjang melesat kearahnya.


Dengan santai Xiang Yang mengarahkan tangan kanannya dengan dua jari terbuka, menunjuk kearah pancaran air.


Energi petir terpusat pada dua jari tangan kanan Xiang Yang, seketika pancaran petir keluar, melesat cepat bagaikan sinar laser.


Pancaran air beradu dengan pancaran petir yang berukuran lebih kecil.


Namun tekanan dari pancaran petir lebih kuat, hingga pancaran petir itu terus melesat menembus pancaran air serangan Wu Zhang.


"Sialan!" Wu Zhang tidak menyangka ternyata Xiang Yang menguasai elemen petir.


Aliran petir itu menjalar melalui pancaran air yang keluar dari tangannya. Wu Zhang tidak sempat menghindar hingga aliran petir memberikan efek kejut pada tubuhnya, membuat pancaran air yang ia keluarkan menghilang


Wu Zhang pun terkena pancaran petir, membuat tubuhnya kejang-kejang lalu jatuh ketanah.


Xiang Yang baru saja mendarat ditanah, ia dengan cepat membalik badannya karena merasakan Sun Di dan Yu Chou berada dibelakangnya, dimana keduanya tengah melancarkan serangan.


Dengan santai, Xiang Yang menghindari serangan mereka berdua dengan menggeser tubuhnya kesamping.


Tidak berhenti sampai disana, Xiang Yang memberikan serangan kuat pada perut Sun Di dengan dengkulnya, membuat Sun Di memuntahkan air sebelum terlempar keatas.


Sekarang hanya tersisa Yu Chou.


Setelah menyerang Sun Di, Xiang Yang langsung mengincar Yu Chou.


Yu Chou menyadari hal itu hingga ia melompat mundur, namun Xiang Yang tidak membiarkannya begitu saja.


Tiba-tiba Xiang Yang menghilang dari tempatnya.


Ternyata Xiang Yang sudah berada tepat di belakangnya, Yu Chou baru sadar saat sebuah sentuhan telapak tangan menempel di punggungnya.


Aliran listrik seketika keluar dari telapak tangan Xiang Yang, menjalar keseluruh tubuh Yu Chou, hingga membuat pria paruh baya itu kejang-kejang sebelum jatuh ketanah.


Kekalahan 3 Ketua Sekte aliran netral itu membuat seketika area itu hening, tidak ada yang bersuara diantara banyaknya penonton.

__ADS_1


Hingga beberapa saat kemudian, para anggota Sekte Naga Emas bersorak meriah atas kemenangan Xiang Yang.


Mereka merasa bangga karena memiliki Ketua Sekte yang hebat seperti Xiang Yang.


__ADS_2