
Setelah Xiang Yang, Ming Tu dan semua anggota Sekte Daun Hijau pergi, Han Shizu langsung memasuki kamarnya untuk melihat apa yang ada didalam cincin dimensi pemberian Xiang Yang.
Han Shizu mengeluarkan barang didalam cincin dimensi pemberian Xiang Han. Gadis itu hanya menemukan tiga barang saja, yaitu sebuah giok yang memancarkan kilatan petir, sebuah kotak dan selembar catatan.
Entah kenapa Han Shizu merasakan sesuatu yang familiar didalam giok dengan kilatar petir itu.
Pandangan Han Shizu beralih ke kotak perunggu, ia tidak tau apa yang ada didalam kotak itu namun pastinya itu sesuatu yang berharga.
Sesaat kemudian, pandangan Han Shizu beralih ke selembar kertas. Itu pasti kertas berisi catatan yang dimaksud Xiang Yang.
Han Shizu mengambil kertas itu lalu membacanya.
Setelah beberapa menit membaca, Han Shizu akhirnya mengetahui tentang 2 barang itu.
Giok itu berisi Jiwa Petir yang tersegel didalamnya. Jiwa Petir yang sebelumnya Han Shizu dapatkan dari Pil Sungai Suci hanyalah salah satu dari 5 pecahan Jiwa Petir, dan Jiwa Petir yang tersegel didalam giok itu adalah salah satu dari pecahan itu.
Xiang Yang meminta Han Shizu untuk menyerap Jiwa Petir itu lalu menggabungkannya dengan Jiwa Petir didalam dirinya, agar Jiwa Petir miliknya menjadi jauh lebih kuat. Jika itu berhasil maka Han Shizu berkemungkinan besar dapat menerobos ketingkat Nescent Soul.
Sedangkan untuk isi dari kotak perunggu itu adalah sebuah pil yang dapat memperkuat Jiwa Petir.
Han Shizu disuruh untuk memakan pil itu jika ia sudah berhasil menggabungkan kedua Jiwa Petir.
Han Shizu memasang ekspresi teguh lalu mengambil batu giok. Han Shizu mengalirkan kekuatan Jiwa Petir kedalam batu giok, membuat Jiwa Petir yang tersegel bereaksi.
Beberapa saat kemudian, batu giok itu retak, namun ekspresi Han Shizu tidak berubah. Semua apa yang harus dia lakukan telah tertera dalam selembar catatan dari Xiang Yang, jadi ia sudah mengetahui kalau giok itu akan bereaksi seperti itu.
Retakan pada batu giok itu semakin besar, hingga akhirnya hancur.
*Roaaarrrhhh...!!
__ADS_1
Seketika Jiwa Petir itu keluar mengeluarkan raungan keras. Jiwa Petir melayang dihadapan Han Shizu, menatap gadis itu, begitu juga sebaliknya.
Han Shizu mengeluarkan kekuatan Jiwa Petirnya, hingga aliran petir menyelimuti tubuhnya, ia berniat memancing Jiwa Petir itu.
Jiwa Petir itu meraung keras sebelum melesat masuk kedalam perut Han Shizu.
*Bzzzztttt...!!
Kilatan petir yang menyelimuti tubuh Han Shizu mengganas hingga menyambar sekitarnya, menghancurkan barang-barang didalam kamarnya.
Han Shizu mulai menyerap Jiwa Petir itu dan melakukan proses penyatuan. Dengan ganasnya energi dari Jiwa Petir, Han Shizu masih terlihat tenang, memang tubuhnya tidak merasakan efek buruk, malah ia merasa tubuhnya terasa nyaman.
Han Shizu mulai merasakan tanda-tanda penerobosan kultivasi membuatnya terlihat serius, tidak ingin gagal menerobos ketingkat Nescent Soul karena itu merupakan harapan Xiang Yang.
Han Shizu tidak ingin mengecewakan Xiang Yang.
***
Tidak pernah sekalipun Wang Wu menolak misi yang diberikan padanya, serta rasa sayangnya terhadap semua anggota Sekte Daun Hijau membuatnya sangat dihormati oleh semua orang, tidak terkecuali para tetua lainnya dan Ming Tu sendiri.
Dalam sebuah misi penyergapan, menculik Putri Ming Xue, Wang Wu bersama 20 rekannya hampir berhasil dalam misi itu. Jika saja seorang pemuda tidak datang menyelamatkan rombongan Putri Ming Xue saat itu dan membunuh belasan rekannya.
Hal itu membuat Wang Wu sangat membenci pemuda itu. Hingga pada suatu hari, pemuda itu malah datang ke Sekte Daun Hijau bersama Ming Tu yang merupakan tuannya.
Tentu Wang Wu sangat ingin membunuh pemuda yang bernama Xiang Yang itu, namun dihalangi oleh Ming Tu, bahkan pemuda itu dilindungi oleh Ming Tu, selain itu Xiang Yang juga dibela oleh Ming Tu, seakan Ming Tu lebih memilih pemuda itu yang merupakan orang asing dari pada dirinya yang sudah mengabdi selama bertahun-tahun.
Hal ini membuat Wang Wu kecewa pada tuannya itu.
Wang Wu sempat menutup diri untuk menenangkan pikiran, namun bayang-bayang rekan-rekannya yang terbunuh ditangan Xiang Yang selalu menghantuinya, seakan arwah para rekannya meminta untuk membalaskan dendam mereka.
__ADS_1
Setelah beberapa hari menutup diri, Wang Wu keluar dan berkeliling Sekte. Di setiap langkah ia pasti akan mendengar nama Xiang Yang disebutkan, dibicarakan seolah pemuda itu adalah seorang pahlawan.
Tentu ini membuat kebencian Wang Wu semakin besar dan meluas, tidak hanya sebatas pada Xiang Yang namun juga pada Sekte Daun Hijau.
Xiang Yang adalah pembunuh yang telah membunuh rekan-rekannya, namun kenapa mereka malah mengagumi dan memuji Xiang Yang bagaikan pahlawan.
Seiring waktu, kebencian Wang Wu semakin besar, namun ia dapat menyembunyikannya dibalik senyum ramah seperti biasanya.
Wang Wu bahkan menerima sumber daya dari Xiang Yang, berpikir untuk memperkuat diri sebelum melancarkan aksi balas dendam.
Wang Wu selalu berusaha untuk menghasut murid para murid dan tetua agar membenci Xiang Yang, namun tidak berhasil. Rasa kagum mereka pada Xiang Yang telah terlalu besar.
Karena berpikir tidak ada yang bisa membantunya di Sekte Daun Hijau, Wang Wu pun beralih memihak luar.
Berkhianat! Ya..begitulah yang dilakukan Wang Wu. Wang Wu kini malah memihak Kekaisaran Ming yang telah menjadi musuhnya selama beberapa tahun, bahkan telah membunuh lebih banyak rekannya dari pada Xiang Yang.
Dendam Wang Wu terhadap Xiang Yang terlalu besar hingga ia tidak bisa berpikir jernih dan menjadi gelap mata.
Saat melakukan perjalanan menuju Sekte Langit Ungu, Wang Wu secara diam-diam pergi tanpa sepengetahuan yang lainnya, lalu pergi menuju Istana Kekaisaran untuk melaporkan hal ini.
Wang Wu berpikir setelah melakukan penyerangan, Xiang Yang dan yang lainnya pasti akan melemah, hingga akan mudah menghancurkan mereka.
Namun Wang Wu tidak memperkirakan jika selama ini, apa yang dia lakukan telah diawasi oleh Xiang Yang.
Xiang Yang sudah menduga hal ini akan terjadi, orang seperti Wang Wu tidak akan memaafkan dirinya begitu saja. Seiring waktu, kebencian pria paruh baya itu pasti akan terus dipupuk karena terus melihat dan mendengar dirinya dipuji.
Bisa saja Xiang Yang langsung membunuh Wang Wu, namun ia tidak melakukannya, ia menunggu saat-saat ini akan terjadi.
Karena Wang Wu tidak bisa mendapatkan bantuan dari dalam sekte, dia pasti akan mencari bantuan dari luar. Dan hanya ada satu pilihan yaitu pihak Kekaisaran Ming yang sudah terlibat konflik dengan Ming Tu yang merupakan pemimpin pasukan pemberontak.
__ADS_1
Xiang Yang sudah memperkirakan semuanya, ia bahkan yakin kalau pasukan Kekaisaran Ming yang dibawa Wang Wu akan melewati jalur ini karena merupakan jalur rahasia agar pergerakan mereka tidak diketahui.
Karena itulah Xiang Yang membawa pasukan Ming Tu kemari untuk melakukan penyergapan.