Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.44 - Tiba Di Kota Batu Hitam


__ADS_3

Cai'er dari awal sudah melihat pertarungan Xiang Yang, namun dia hanya diam saja, memilih untuk menonton, karena dia yakin kalau Xiang Yang pasti akan menang.


Benar saja, Xiang Yang menang dengan cukup mudah, tanpa membuang banyak energi Qi.


"Xiao Yang memang hebat!" Mata Cai'er berbinar melihat aksi Xiang Yang.


Memang jika sedang dimabuk cinta, apapun yang dilakukan oleh pujaan hati, akan terlihat luar biasa meskipun dia sendiri bisa melakukannya.


Sesaat kemudian, Cai'er tersenyum lebar karena Xiang Yang melihat kearahnya setelah selesai membunuh Du Bu.


Xiang Yang melompati beberapa bangunan hingga dia mendarat di samping Cai'er.


"Kau sangat hebat Xiao Yang!" Cai'er mengacak-acak rambut Xiang Yang, terlihat seperti seorang kakak yang menyayangi adiknya.


Xiang Yang hanya tersenyum kecut, membiarkan Cai'er mengacak-acak rambutnya "Urusan kita disini telah selesai Cai'er, jadi lebih baik kita segera pergi!"


"Baiklah!"


Mereka pun segera melesat pergi dari kediaman Keluarga Du.


***


Cai'er dan Xiang Yang sama sekali tidak mendapatkan hambatan apapun saat meninggalkan Keluarga Du.


Semua anggota Keluarga Du hanya fokus untuk memadamkan api yang melahap banyak bangunan.


Kini Xiang Yang dan Cai'er hanya berjalan santai di jalanan Kota Hage, tanpa merasa terbebani atas apa yang mereka lakukan sebelumnya.


"Ahhh! Aku merasa lega!" Cai'er tersenyum lebar.


"Apa kau sudah membunuh si tuan muda Du Bai itu?" tanya Xiang Yang dengan alis terangkat.


"Aku tidak membunuhnya!"


Xiang Yang sedikit terkejut mendengar jawaban Cai'er "Eh! Lalu apa yang kau lakukan padanya? Bukankah kau bilang akan membunuhnya?"


"Aku memang tidak membunuhnya, tapi..." Cai'er pun menceritakan apa yang dia lakukan pada Du Bai, satu persatu dengan detail, tidak ada yang terlewatkan.


Xiang Yang menelan ludahnya mendengar cerita Cai'er. Apa yang telah dilakukan gadis itu sungguh sangat kejam.


Bukankah akan lebih baik jika membunuhnya saja? Hanya karena Du Bai mengganggu waktu makan Cai'er membuat pemuda malang itu mendapatkan hal yang begitu keji.

__ADS_1


Cai'er terlalu kejam! Lebih baik aku tidak pernah membuatnya marah apapun yang terjadi, jika tidak, mungkin aku akan dikuliti hidup-hidup! Xiang Yang berjanji dalam hatinya.


"Ada apa dengan mu Xiao Yang?" Cai'er menatap wajah Xiang Yang yang terlihat tertekan.


"Ah, tidak apa-apa! Aku baik-baik saja, hanya sedikit lelah!" Xiang Yang menjawab cepat.


"Oh, kalau begitu apakah kita perlu istirahat dulu sebentar?"


"Lebih baik kita langsung saja melanjutkan perjalanan!"


"En, baiklah kalau begitu!"


Mereka berdua pun melesat keluar dari Kota Hage.


***


Hanya dalam waktu 1 hari perjalanan, Xiang Yang dan Cai'er pun tiba di Kota Hage.


Sebelumnya Xiang Yang telah melakukan terobosan, kultivasinya sekarang berada ditingkat Sky Spiritual tahap 2.


Sekarang mereka masih berada di luar, baru mau memasuki kota.


Xiang Yang melihat kearah Cai'er, meskipun gadis itu bercadar, namun Xiang Yang bisa melihat dari mata Cai'er, ada rasa khawatir dihatinya.


"Ada apa dengan mu Cai'er?" Xiang Yang menggenggam tangan kanan Cai'er.


Entah apa yang membuat gadis kuat, kejam dan brutal itu merasa khawatir.


Cai'er menundukkan kepalanya lalu berkata "Aku juga tidak tau, entah kenapa aku merasa sedikit takut bertemu dengan ayah mu!"


"Tenang saja, kau tidak perlu khawatir! Ayah ku itu adalah orang yang baik!" Xiang Yang tersenyum hangat, berusaha menenangkan Cai'er.


"Tapi..." Cai'er menoleh menatap mata Xiang Yang "Bagaimana jika saat bertemu dengan ku nanti, ayah mu bilang..."


Dalam benar Cai'er saat ini, Xiang Han berkata...


"Kau tidak pantas untuk putra ku! Pergi kau dari sini!"


"Begitu!" Mata Cai'er kini berkaca-kaca, membayangkan jika calon ayah mertuanya tidak menyukai dirinya.


"Hahaha...!" Xiang Yang tertawa, merasa jika apa yang Cai'er pikirkan terlalu berlebihan, apa lagi melihat ekspresi Cai'er yang begitu menggemaskan membuatnya tidak bisa menahan tawa.

__ADS_1


"Iiih! Xiao Yang, kamu menyebalkan!" Cai'er mencubit perut Xiang Yang, lalu memalingkan wajah dengan pipi mengembung.


Jika melihat ekspresi imut Cai'er saat ini, pasti tidak akan ada yang berpikir jika gadis itu adalah seorang psikopat yang kejam.


Xiang Yang mengelus kepala Cai'er dengan lembut "Ayah ku tidak mungkin mengatakan hal itu, lagi pula aku yakin ayah ku akan senang melihat mu, karena sebelum aku pergi dua tahun lalu, ayah menyuruh ku untuk membawa pulang seorang menantu untuknya!"


"Benarkah?" tanya Cai'er, berniat memastikan.


"Ya, lagi pula siapa yang akan menolak seorang menantu secantik Cai'er?" Xiang Yang mencubit gemas pipi Cai'er.


Cai'er pun tersenyum lebar, beban dihatinya terangkat, meskipun rasa gugup dihatinya tidak hilang karena akan bertemu dengan calon ayah mertuanya.


Saat tiba didepan gerbang kota, para penjaga langsung memberikan tatapan tajam pada kecantikan Cai'er.


Cai'er tentu saja merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka, jika saja bukan karena Xiang Yang, sudah pasti mata para penjaga itu sudah Cai'er congkel.


"Di dunia mu sebelumnya, aku yakin kau sudah sering mendapatkan tatapan seperti itu, apa kau masih belum biasa terbiasa Cai'er?" Xiang Yang merasa heran dengan Cai'er.


Seharusnya Cai'er sudah hidup lama, mungkin sekitar 100 tahun lebih, selama itu pasti setiap hari Cai'er keluar, tatapan seperti itu akan selalu datang. Namun Cai'er sepertinya masih belum terbiasa.


"Aku sudah terbiasa dengan tatapan mereka, hanya saja aku masih belum terbiasa diam saja setelah mendapatkan tatapan seperti itu! Biasanya paling tidak, aku sudah mencongkel kedua bola mata mereka!"


Xiang Yang menelan ludah kasar, sepertinya jika dirinya tidak bisa menahan sikap liar Cai'er, entah sudah berapa banyak nyawa yang melayang ditangan gadis cantik itu.


"Tunggu, tuan dan nona, perlihatkan token identitas kalian sebelum masuk kota, jika tidak memiliki token identitas maka harus membayar baru masuk!" salah satu penjaga berkata dengan tegas, namun matanya masih sulit dikendalikan karena sering kali melirik aset penting Cai'er.


Cai'er sudah mengeratkan giginya, benar-benar menahan diri.


"Aku adalah anggota Keluarga Xiang!" Xiang Yang memperlihatkan token identitasnya.


"Oh, kalau begitu silahkan masuk!" ucap penjaga itu.


Xiang Yang dengan cepat membawa Cai'er masuk, karena kalau tidak maka para penjaga itu akan habis dibantai Cai'er.


"Apakah ada pemuda setampan dan gadis secantik itu di Keluarga Xiang?" ucap salah satu penjaga.


"Entahlah, aku rasa juga ini pertama kalinya aku melihat mereka berdua!" tanggap yang lainnya.


"Gadis itu tadi benar-benar cantik, meskipun memakai cadar tapi kecantikannya sungguh tidak bisa disembunyikan hanya dengan sehelai kain cadar!"


Para penjaga lainnya mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2