
Sebelum Yun Ying mengatakan sepatah kata, Xiang Yang mendahuluinya.
"Tentu saja aku tidak memintanya secara cuma-cuma, aku akan memberikan sebuah penawaran menarik untuk mu!"
"Penawaran macam apa?" Yun Ying masih mempertahankan ekspresi dinginnya.
Xiang Yang mengeluarkan sebuah kotak giok kecil. Dengan menggunakan energi Qi nya, dia membuat kotak giok itu melayang kearah Yun Ying.
"Bukalah, aku yakin kau tidak akan bisa menolaknya!" Xiang Yang tersenyum tipis.
Yun Ying mengambil kotak giok yang melayang didepannya lalu membukanya.
Seketika aroma harum yang menyegarkan keluar dari kotak giok itu.
Yun Ying melebarkan matanya saat melihat isinya. Ternyata di dalam kotak giok itu terdapat sebuah pil tingkat 9 warna putih susu dengan garis-garis putih berkilau, mengeluarkan aura dingin yang menyegarkan.
Yun Ying segera menutup kembali kotak giok tersebut.
"Pil tingkat 9, Pil Roh Es!" Yun Ying menoleh kearah Xiang Yang "Dari mana kau mendapatkan pil ini?"
Pil Roh Es merupakan pil tingkat 9 kualitas tinggi, merupakan salah satu pil tingkat puncak. Selain itu, bahan herbal untuk menyuling Pil Roh Es sangatlah langka, sangat sulit di temukan.
Bahkan di Benua Chenwu, satu bahan herbal mentahan dari Pil Roh Es bisa terjual dengan harga selangit, apa lagi jika itu benar-benar Pil Roh Es.
Di Benua Chenwu, mungkin hanya satu alkemis saja yang mampu menyuling Pil Roh Es, itu pun presentasi keberhasilannya tidak lebih dari 20%.
Dengan semua hal itu, bagaimana mungkin Yun Ying akan melewatkan kesempatan untuk mendapatkan Pil Roh Es.
Dia sekarang hanya penasaran dari mana Xiang Yang mendapatkannya.
"Apakah itu penting?" Xiang Yang menolak menjawab pertanyaan Yun Ying "Jadi bagaimana? Apakah kau bersedia menukar Jiwa Petir dengan Pil Roh Es ditangan mu?"
"Tentu saja tidak mungkin aku menolaknya, lagi pula jika dibandingkan dengan Pil Roh Es, Jiwa Petir itu sama sekali tidak berguna!" Yun Ying menjawab tanpa keraguan.
Hanya saja sekarang ada satu hal yang mengganjal di hatinya.
"Xiang Yang, apa kau tau seberapa berharganya Pil Roh Es ini?"
__ADS_1
"Tentu saja aku mengetahuinya." Xiang Yang mengangguk "Jika pil itu ada di sebuah pelelangan, kau pasti akan rela menghabiskan seluruh harta mu demi mendapatkan pil itu!"
"Jika kau mengetahuinya kenapa kau malah rela menukarkan Pil Roh Es ini dengan sebuah Jiwa Petir, dan itu semua demi gadis ini." Yun Ying menatap tajam Han Shizu.
Han Shizu memiringkan kepalanya, agaknya tidak paham kenapa Yun Ying terlihat tidak suka pada dirinya.
Xiang Yang tertegun sejenak sebelum tersenyum lebar penuh makna "Ho.. apa kau cemburu, Ying'er?"
"Hmph! Siapa yang cemburu?! Aku hanya tidak menyangka kau rela melepaskan sebuah sumber daya kelas puncak hanya untuk seorang wanita!"
Yun Ying membalik badannya setelah mengatakan itu "Kalau begitu aku akan pergi, aku sudah tidak memiliki urusan di Benua Lingwu, jadi waktunya kembali ke Benua Chenwu!"
Xiang Yang terkejut "Ying'er, apa kau yakin akan langsung pergi? Tidakkah kita perlu berbicara terlebih dahulu?"
"Ini adalah keputusan ku, Xiang Yang. Mulai sekarang aku akan melupakan semua hal yang pernah terjadi diantara kita, kau juga seharusnya melakukan hal yang sama! Kau sudah memiliki seorang gadis cantik di sisi mu, jadi tidak perlu untuk mengejar ku!"
Yun Ying menahan agar suaranya tidak terdengar bergetar, terus mempertahankan sikap dingin, meskipun sulit untuk matanya menahan agar tidak berair.
Yun Ying mengeluarkan sebuah token berbentuk segi enam, dengan sebuah huruf kuno di tengahnya.
"Ying'er!" Xiang Yang hanya bisa melihat kepergian Yun, lalu menghela nafas "Dia memang sangat keras kepala!"
Han Shizu sendiri bertahan diam, mendengar percakapan terakhir Xiang Yang dan Yun Ying membuatnya sedikit bisa menebak apa yang terjadi diantara mereka berdua.
Tapi apapun yang telah terjadi diantara mereka, Han Shizu sama sekali tidak mempermasalahkannya.
Xiang Yang berbalik menatap Han Shizu lalu membawa gadis itu masuk kedalam dimensi kecil cincin dunia.
"Baiklah Shizu, karena pertarungan sudah berakhir, lebih baik kita memulihkan kondisi terlebih dahulu!" Xiang Yang memberikan satu pil pemulihan tingkat tinggi pada Han Shizu.
Mereka berdua pun sama-sama duduk bersila, mengkonsumsi pil untuk memulihkan kondisi masing-masing.
Belasan menit berlalu, Xiang Yang membuka matanya. Semua luka luarnya sudah sembuh, namun tidak dengan luka dalam, energi Qi nya juga pulih tidak lebih dari 10%.
Xiang Yang melihat Han Shizu masih fokus menyerap manfaat pil. Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Xiang Yang keluar dari dimensi kecil meninggalkan Han Shizu.
Xiang Yang melesat terbang menuju satu arah, sampai dia pun melihat para kultivator yang berkumpul dalam satu tempat.
__ADS_1
Kebanyakan dari mereka sedang memulihkan diri, sementara sisanya bertugas berjaga, jika saja ada serangan tak terduga nantinya.
Xiang Yang melihat anggota sektenya berada di sudut tertentu paling tepi. Beberapa dari mereka sedang memulihkan diri, sedangkan sisanya sedang melakukan diskusi.
Melihat jumlah anggota sektenya yang tersisa, Xiang Yang menghela nafas pelan.
"Yah, korban memang tidak bisa dihindari!"
Dari 20 anggota yang Xiang Yang bawah, yang tersisa adalah 15 anggota.
Memang korban di pihak Xiang Yang sangat sedikit, hanya 5 orang saja. Namun dia tetap menyayangkannya karena 5 korban itu adalah jenius hebat di sektenya.
Tapi Xiang Yang tetap merasa bersyukur karena ayahnya masih hidup, juga Tetua Lin Sang dan Master Kong Guan.
"Jadi.. bagaimana kondisi kalian?" Xiang Yang mendarat tidak jauh dari mereka.
Mereka pun secara alami menoleh ke sumber suara, melihat siapa yang datang membuat mereka secara serentak menangkupkan tangan.
"Salam Ketua Sekte!"
Xiang Yang tersenyum lembut lalu menoleh kearah ayahnya. Hanya Xiang Han saja yang tidak menangkupkan tangannya, dia malah berjalan mendekati Xiang Yang lalu memeluk pemuda itu.
"Yang'er, syukurlah kau masih selamat!"
Xiang Yang bisa merasakan ayahnya memeluknya dengan tubuh sedikit gemetar, seakan Xiang Han merasa benar-benar lega sekaligus khawatir pada Xiang Yang.
Setelah beberapa saat, Xiang Han melepaskan pelukannya.
"Lalu dimana Shizu? Apakah dia juga selamat?" Xiang Han melihat sekitar, sama sekali tidak menemukan keberadaan Han Shizu.
"Shizu baik-baik saja, dia sedang memulihkan kondisinya didalam cincin dunia ku!"
"Baguslah kalau begitu!" Xiang Han menghela nafas lega.
"Untuk sekarang kalian pulihkan saja kondisi kalian, aku ingin membicarakan hal penting dengan para Ketua dan Tetua Sekte besar yang tersisa!"
Setelah mengatakan itu, Xiang Yang langsung pergi kearah dimana para Ketua dan Tetua Sekte berada.
__ADS_1