
Xiang Yang meminta bantuan beberapa kultivator tingkat Nirwana tahap awal untuk membantunya mengumpulkan tubuh para musuh yang tersebar ke segala arah.
Setelah semua tubuh mereka di kumpulkan dalam satu tempat, Dantian mereka di segel hingga tidak bisa menggunakan energi Qi.
Xiang Yang mengibaskan tangannya, memasukkan mereka semua kedalam dimensi kecil cincin dunia.
"Mau kau apakah para bajingan itu, Junior Xiang Yang?" tanya Tetua Wei Lang.
"Untuk suatu hal yang sangat berguna!" jawab Xiang Yang "Untuk sekarang lebih baik tidak membicarakan hal itu, kita lebih baik memeriksa kondisi di luar kubah raksasa!"
Xiang Yang khawatir terjadi sesuatu pada adiknya, meskipun dia cukup yakin jika tidak mungkin ada kultivator tingkat Transcendent pihak musuh yang mampu melukai Xiang Yi An.
***
Kemenangan besar yang didapat Sekte Bumi Chenwu setelah berbulan-bulan berada didalam keterpurukan, membuat para anggotanya bergembira.
Xiang Yang sendiri kini berada didalam dimensi kecil cincin dunia bersama Xiang Yi An, adiknya.
"Jadi mau kakak apakan mereka?" tanya Xiang Yi An, menatap Tsu Ji dan rekan-rekannya yang terikat dengan hanya memiliki satu tangan.
"Yi An, kau pernah bilang ingin mempelajari teknik Alkimia untuk menyuling pil dengan berbagai macam manfaat dalam satu pil kan?"
Xiang Yi An mengangguk dua kali. Dia pernah mengkonsumsi Spirit Pil milik Xiang Yang, membuatnya terkejut karena hanya satu pil namun mengandung berbagai macam manfaat.
Xiang Yi An langsung meminta kakaknya untuk diajari membuat Spirit Pil, namun Xiang Yang menolaknya dengan alasan belum waktunya.
Sekarang Xiang Yang memutuskan untuk mengajari Xiang Yi An, membuat adiknya itu merasa senang.
"Baiklah sebelum aku mengajari mu..." Xiang Yang menoleh kearah para tahanannya "Kalian akan menjadi tumbal!"
"Teknik Segel Jiwa!"
Xiang Yang melakukan segel tangan, membuat puluhan rantai keluar dengan ujung tajam seperti kerucut.
Puluhan rantai itu masuk kedalam tubuh Tsu Ji dan rekan-rekannya, menarik paksa jiwa mereka semua.
Teriakan pilu terdengar begitu keras keluar dari mulut mereka, menggema keseluru dimensi kecil.
Xiang Yi An tidak mengetahui apa yang dilakukan kakaknya pada orang-orang itu. Tapi melihat mereka yang berteriak kesakitan, membuatnya merasa kasihan.
__ADS_1
Setelah belasan menit berlalu, akhirnya dengan susah payah jiwa mereka berhasil Xiang Yang keluarkan.
"Seperti yang pernah ku sebutkan, pil itu bernama Spirit Pil yang mana membutuhkan sebuah jiwa untuk membuatnya!" Xiang Yang memperlihatkan sebuah jiwa berbentuk gumpalan energi warna putih semi transparan di tangannya pada Xiang Yi An.
"Eh, jadi membutuhkan jiwa kultivator lain untuk menyuling Spirit Pil?!" Xiang Yi An sangat terkejut mengetahuinya.
"Sebenarnya tidak hanya jiwa kultivator saja, bisa juga menggunakan jiwa Spirit Beast!" jawab Xiang Yang.
"Tapi.. kakak, bukankah terlalu kejam menggunakan jiwa orang lain hanya untuk menyuling pil?"
"Yi An, yang aku gunakan adalah jiwa dari musuh. Dari pada membunuhnya begitu saja, lebih baik mengambil jiwa mereka. Jiwa aku bisa membuat seorang musuh menjadi lebih bermanfaat, maka kenapa tidak!"
Xiang Yi An terlihat berpikir, memang benar yang dikatakan kakaknya. Mengambil jiwa orang lain sama sekali tidak masalah asalkan itu adalah jiwa musuh.
"Kakak memang benar, tapi aku tidak akan pernah mau menggunakan jiwa orang lain untuk menyuling Spirit Pil. Lebih baik menggunakan jiwa Spirit Beast saja!" Xiang Yi An sepertinya masih lebih berperikemanusiaan dari pada kakaknya.
Xiang Yang tersenyum lembut, adiknya memang gadis yang baik hati, meskipun memang memiliki sifat nakal.
"Baiklah, kalau begitu ajarkan aku bagaimana cara menyuling Spirit Pil!" Xiang Yi An berkata dengan penuh semangat.
"Lebih baik kita menyuling pil di luar!"
***
Di ruangan khusus tempat Xiang Yang dan Xiang Yi An menyuling pil.
Xiang Yang mengeluarkan sebuah tungku kemudian langsung menyalakan apinya.
"Perhatian baik-baik Yi An, cara pertama..."
*JDUUURRR!!
Baru saja Xiang Yang memulai penjelasan, getaran kuat terjadi hingga membuat Xiang Yi An hampir jatuh.
"Apa yang terjadi?" gumam Xiang Yang sambil melihat kearah atas "Yi An, sepertinya kita tunda dulu membuat Spirit Pil, sepertinya ada sesuatu yang terjadi di luar!"
Xiang Yi An mengangguk paham sebelum keduanya melesat keluar dari kediaman mereka.
***
__ADS_1
Ketua Jian Feng dan para Tetua yang juga merasakan getaran kuat itu langsung bergerak keluar untuk melihat menyebabkannya.
Mata mereka melebar saat melihat pada bagian atas kubah raksasa, terdapat lubang besar. Ya, bagian atas kubah raksasa sudah hancur, dipastikan telah diserang oleh seorang kultivator puncak yang berada ditingkat Mahayana.
Karena hanya kultivator tingkat Mahayana saja yang bisa menghancurkan kubah raksasa ini.
Sesaat kemudian, 4 orang melayang turun melewati lubang besar pada kubah raksasa.
4 orang itu mengeluarkan aura dari kultivator puncak, setara dengan aura milik Ketua Jian Feng, menandakan jika mereka adalah kultivator tingkat Mahayana.
"Siapa mereka?" Ketua Jian Feng mengerutkan keningnya karena sama sekali tidak mengenal keempat kultivator tingkat Mahayana itu.
"Ketua Jian Feng!" Xiang Yang tiba di tempat Ketua Jian Feng dan para Tetua berada "Siapa mereka?"
Tidak terlihat Xiang Yi An bersamanya karena sebelumnya, setelah melihat keempat kultivator tingkat Mahayana itu, Xiang Yang merasakan firasat buruk.
Dia tidak ingin adiknya terluka jika pertarungan terjadi hingga dia secara paksa memasukkan Xiang Yi An kedalam dimensi kecil.
"Aku juga tidak tau, lebih baik kita temui mereka dulu!"
Mereka pun segera terbang menuju keempat kultivator misterius itu.
***
"Sungguh tidak berguna! Mereka bahkan tidak tersisa satu pun!" seorang pria Bian Chun sangat kecewa pada anggota Kelompok Naga Hitam yang di tugaskan untuk menaklukkan Sekte Bumi Chenwu.
Bian Chun menggunakan pakaian mewah dominan warna merah bagaikan bangsawan. Memiliki wajah tampan berusia 30 tahun, meskipun dia sebenarnya sudah berusia 1000 tahun lebih.
"Pemimpin mengatakan akan mulai menampakkan eksistensi Kelompok Naga Hitam kita mulai saat ini! Jadi ini saatnya kita para kultivator tingkat Mahayana untuk beraksi, jangan sampai mengecewakan Pemimpin!" ucap Pria paruh baya bernama Shang Chi.
Shang Chi terlihat berusia 40 tahun, meskipun usia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Bian Chun.
Mereka berdua adalah Komandan Naga Hitam, dua diantara petinggi Kelompok Naga Hitam.
Sedangkan dua orang di samping mereka adalah wakil mereka yang baru-baru ini menerobos ketingkat Mahayana.
Mereka bernama Jun Hu dan Jin Yu.
"Hem, itu sudah pasti!" Bian Chun mengepalkan tangannya "Akan ku buktikan pada Pemimpin kalau aku lebih pantas untuknya dari pada si bocah itu!"
__ADS_1
"Oh, itu dia si Dewa Bumi, Jian Feng!" Shang Chi tersenyum lebar, seakan tidak sabar ingin melakukan pertarungan.