Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.251 - Pertempuran Mendekati Puncak


__ADS_3

"Apa-apaan pedang ini?!" Sun Wong sedikit kerepotan melawan Xiang Yang yang menggunakan Pedang Naga.


Sun Wong benar-benar dibuat jengkel dengan Pedang Naga yang bisa memanjang dan lentur, meliuk-liuk seperti naga, hingga membuatnya kesulitan untuk mendekati Xiang Yang.


*BAAAMMM!


*BAAAMMM!


*BAAAMMM!


Sun Wong terus memukul bilah Pedang Naga yang mengarah padanya. Meskipun itu pukulan tangan kosong, namun lengannya diselimuti gumpalan energi berbentuk kepala harimau, hingga mata Pedang Naga sama sekali tidak menyentuh kulitnya.


Xiang Yang sendiri juga sangat kagum dengan teknik yang digunakan Sun Wong, karena bahkan Pedang Naga tidak bisa menghancurkan gumpalan energi yang menyelimuti lengan pria paruh baya itu.


Itu juga karena kultivasi Xiang Yang yang masih berada ditingkat Transcendent. Jika dia sudah berada ditingkat Nirwana, mungkin Sun Wong akan berpikir dua kali untuk memukul mata bilah Pedang Naga.


"Taring Harimau Neraka!"


Mulut kepala harimau yang membekap lengan Sun Wong tiba-tiba terbuka. Dia kemudian bergerak cepat hingga kepala harimau menggigit bilah Pedang Naga.


Sun Wong mencengkeram bilah Pedang Naga dengan kedua kepala harimau di tangan kiri dan kanannya.


"Kena kau!" Sun Wong menyeringai lebar sebelum menarik kuat bilah Pedang Naga, membuat Xiang Yang juga ikut tertarik kearah Sun Wong.


"Sial!" Xiang Yang memaki kesal.


Saat Xiang Yang sudah berada dalam jarak jangkauan Sun Wong, pria paruh baya itu langsung memukul kepala Xiang Yang dengan keras, membuatnya terpental jauh.


Xiang Yang merasa pusing di kepalanya, pukulan Sun Wong begitu keras menghantam kepalanya.


Xiang Yang mengatur posisi tubuhnya, hingga kakinya yang jatuh duluan.


Xiang Yang mendongak menatap Sun Wong, sebelum melakukan satu tolakan kuat, melompat keatas.


Sesaat kemudian Xiang Yang menarik nafas dalam lalu dengan cepat menyemburkan nafas api warna merah dan warna putih kebiruan.


Sun Wong tidak tinggal diam, dia memusatkan energi pada tangan kanannya, lalu melakukan pukulan tunggal, mengeluarkan gelombang energi api.


*BOOOOMMMM!!


Kedua serangan dahsyat mereka beradu, membuat ledakan keras di udara, namun ledakan itu masih bisa membuat getaran pada tanah.

__ADS_1


Xiang Yang terbang ke samping lalu kembali menyemburkan nafas api.


Sun Wong kali ini menghindari serangan Xiang Yang lalu melesat kearah pemuda itu.


Xiang Yang terus menyemburkan nafas api berkali-kali, namun tidak ada satupun serangannya yang mengenai Sun Wong.


Gerakan Sun Wong sangat cepat dan lincah di udara sehingga sulit untuk mengenainya.


Hingga saat Sun Wong sudah berada di depan Xiang Yang, dia langsung memberikan pukulan kuat.


Xiang Yang menahan pukulannya dengan Pedang Naga.


*BAAAMMM!


Xiang Yang terpental kebelakang, hingga dalam jarak 100 meter lebih, dia berhasil mendapatkan kembali momentumnya.


"Cih! Energi Qi ku sudah terkuras banyak, Aku tidak tau sampai kapan bisa bertahan sampai energi Qi ku benar-benar habis!" Xiang Yang berdecak kesal.


Dia memutar otaknya, berpikir bagaimana cara mengalahkan Sun Wong dengan energi Qi nya yang sudah terkuras banyak.


Sesaat kemudian, Xiang Yang mengerutkan keningnya saat melihat Sun Wong yang diam mematung di tempat, sama sekali tidak bergerak.


"Apa yang terjadi dengannya?" Xiang Yang menyipitkan matanya, dia menjadi semakin waspada.


Xiang Yang terus memperhatikan Sun Wong yang masih diam mematung dengan teliti.


Sun Wong melayang diam di tempat, keningnya sedikit mengerut, ekspresinya seperti menahan rasa sakit.


Sesaat kemudian Sun Wong memegang dadanya yang terasa sesak.


"Gouhk!" sudut bibir Sun Wong tiba-tiba mengeluarkan darah sebelum dia batuk darah.


"Sial! Kenapa harus sekarang?!" Sun Wong mencengkeram dadanya yang terasa semakin sesak.


Sun Wong bisa merasakan aliran energi Qi nya mulai tidak beraturan, hingga membuat tabrakan energi Qi didalam tubuhnya, membuatnya batuk darah.


"Dewi Bulan Purnama sialan! Padahal dia pengguna elemen cahaya tapi kenapa serangannya bisa seperti racun yang menggerogoti tubuh ku!"


Saat pertarungan melawan Yun Nuwa sebelumnya, Sun Wong terkena serangan dimana energi cahaya masuk kedalam tubuhnya.


Hal itu membuat sirkulasi energi Qi nya menjadi kacau hingga jika Sun Wong memaksa menggunakan energi Qi, maka titik-titik merediannya bisa hancur.

__ADS_1


Selama hampir dua puluh tahun ini, Sun Wong terus berusaha mengeluarkan energi cahaya Yun Nuwa di dalam tubuhnya.


Dia pernah sekali mencoba memurnikan energi cahaya itu, namun itu malah membuatnya mendapatkan luka dalam parah.


Sun Wong sudah mengkonsumsi banyak sumber daya, membuatnya dapat mengeluarkan sebagian besar energi cahaya tersebut.


Tapi tidak semuanya, masih ada sisa energi cahaya yang terus mengalir melalui jalur merediannya.


Sekarang karena Sun Wong menggunakan banyak energi Qi, energi cahaya didalam tubuhnya bereaksi, membuatnya mengalami kondisi seperti ini.


Sun Wong menatap Xiang Yang dengan penuh nafsu membunuh "Aku harus cepat-cepat membunuh makhluk itu, atau jika tidak maka kondisi ku akan semakin parah, itu malah akan membuat ku terbunuh olehnya!"


Energi berbentuk kepala harimau yang menyelimuti kedua lengan Sun Wong awalnya mulai memudar, kini kembali seperti semula.


Xiang Yang sendiri masih melayang dengan kening semakin mengerut karena melihat Sun Wong batuk darah.


Dia tidak tau mengapa tapi yang pasti, bukan dirinya yang menyebabkan Sun Wong batuk darah.


"Jika dia tidak bersandiwara maka ini adalah kesempatan!" Xiang Yang langsung melesat menyerang Sun Wong.


Secara bersamaan, Sun Wong juga melakukan hal yang sama.


***


Di sisi lain, pertarungan antara kultivator tingkat Transcendent kedua belah pihak masih terus berlanjut.


Han Shizu menjadi bintang utama dalam pertarungan, memimpin para kultivator Transcendent melawan musuh mereka.


Beberapa kultivator tingkat Transcendent di pihak Benua Lingwu telah tewas, korban memang tidak bisa dihindarkan.


Namun demikian, kultivator tingkat Transcendent pihak musuh mereka lebih banyak yang tewas.


Itu semua tidak luput dari kontribusi Han Shizu yang berjuang keras melawan para musuh.


Rasa hormat yang besar terukir di hati masing-masing kultivator tingkat Transcendent terhadap Han Shizu. Karena mereka semua pernah di selamatkan di saat-saat kritis olehnya.


Terutama Ling Shi yang sudah beberapa kali hampir mati jika bukan karena diselamatkan oleh Han Shizu.


Han Shizu sudah mendapatkan cukup banyak luka, energi Qi nya terkuras banyak hingga dia tidak bisa lagi menggunakan Perubahan Iblis Petir.


Namun semua kultivator tingkat Transcendent tahap 3 pihak musuh sudah terbunuh semua, menyisakan kultivator Transcendent tahap 1 dan 2 yang kebanyakan mengalami luka parah, hingga tidak bisa menggunakan kekuatan penuh mereka.

__ADS_1


Kedua belah pihak sama-sama berjuang demi kehidupan dan kemenangan mereka masing-masing, tidak ada yang mau mengalah


__ADS_2