
Entah kenapa Xiang Yang tiba-tiba merasa merinding padahal tidak ada angin dingin apapun malam ini.
Itu terjadi selepas dia keluar dari gudang harta Keluarga Chen. Xiang Yang tidak tau pasti kenapa ia tiba-tiba merasa merinding, namun ia menduga jika itu karena telah terjadi suatu hal yang buruk di Keluarga Li, dan buruk apapun itu yang terjadi di Keluarga Li, sudah dipastikan merupakan perbuatan Cai'er.
Meskipun apa yang mereka lakukan sama yaitu membunuh atau membantai satu keluarga, namun cara yang Cai'er gunakan berbeda, gadis itu sangat kejam, tidak akan membiarkan orang yang ia tidak suka mati dengan mudah, pasti akan ada rasa sakit yang mendalam terlebih dahulu sebelum korbannya mati.
Berbeda dengan Xiang Yang yang membekukan jantung korbannya hingga mati seketika.
Jujur Xiang Yang merasa iba dengan apa yang akan Keluarga Li alami.
"Sudahlah, tidak perlu memikirkan nasib orang-orang malang itu!" Xiang Yang pun melesat pergi menuju bagian tengah dari kediaman Keluarga Chen, dimana di tengah-tengah kediaman terdapat lapangan yang cukup luas.
Xiang Yang bisa merasakan jika ada banyak orang disana, ia menduga jika mereka merupakan pasukan yang sudah di siapkan oleh Keluarga Chen.
Setelah beberapa menit, Xiang Yang kini berdiri di atap bangunan yang berada di pinggir lapangan luas. Pemuda itu bisa melihat ada ratusan pasukan Keluarga Chen yang tiduran disana, dan ada beberapa yang bertugas berjaga namun sudah setengah sadar.
Dari apa yang Xiang Yang lihat, sepertinya mereka melakukan pesta arak beberapa jam yang lalu.
"Mereka terlalu percaya diri sehingga merayakan kemenangan terlalu cepat!" Xiang Yang tersenyum sinis.
Xiang Yang berpikir kepercayaan diri Keluarga Chen pasti tidak akan datang tanpa sebab, pasalnya meskipun Keluarga Chen dan Keluarga Li menyatukan kekuatan untuk melawan Keluarga Xiang, pasti mereka tidak akan mendapatkan kemenangan yang mudah, akan ada harga mahal yang harus mereka bayar.
Dan dugaan Xiang Yang memang benar. Kepercayaan diri mereka begitu besar sampai-sampai merayakan kemenangan sebelum berperang, karena keberadaan seseorang yang cukup kuat. Xiang Yang bisa merasakan dari hawa kehadirannya, kultivator itu berada ditingkat Sky Spiritual tahap 5, sama seperti dirinya.
"Entah darimana Keluarga Chen memiliki hubungan dengan kultivator kuat itu, namun ini akan menjadi lebih menarik dengan keberadaan kultivator itu, sangat tidak asik jika hanya melakukan pembantaian sepihak tanpa adanya perlawanan!" selepas mengatakan itu, Xiang Yang mengangkat kedua tangannya yang terbuka didepan dada.
Butiran-butiran kecil es biru berkilau muncul di tangan Xiang Yang dengan pancaran hawa dingin. Sesaat kemudian, butiran-butiran es itu terbentuk menjadi jarum es berjumlah puluhan.
Xiang Yang menatap para anggota Keluarga Chen sesaat sebelum ia memejamkan mata bersamaan dengan tarikan nafas, setelah beberapa saat ditahan barulah Xiang Yang menghembuskan nafasnya sambil membuka mata.
"Aku harap kalian tidak merasakan sakit yang berlebih!" Xiang pun melemparkan puluhan Jarum Es Kematian, menusuk dada puluhan orang, membekukan jantung membuat mereka mati seketika tanpa mengeluarkan suara.
__ADS_1
Tidak berhenti sampai disana, Xiang Yang kembali menggunakan teknik Jarum Es Kematian hingga membuat ratusan anggota Keluarga Chen mati.
Xiang Yang menghela nafas melihat kematian orang-orang itu "Ini akan menjadi yang pertama kalinya aku membantai satu keluarga tanpa sisa di dunia ini!"
Memang ini bukan yang pertama kalinya Xiang Yang membunuh satu keluarga jika mulai dihitung dari kehidupan pertamanya.
Di kehidupan pertama ia pernah membantai satu keluarga tanpa sisa, tanpa pandang bulu.
Sebelumnya Xiang Yang pernah berjanji akan menjadi lebih baik dari kehidupan sebelumnya, namun sepertinya ia harus menelan janji itu, karena dunia ini lebih keras dan lebih kejam dari dunia sebelumnya, hukum rimba di dunia ini sangat kental.
Membunuh dan dibunuh adalah hal yang wajar.
Ia malah akan menjadi lebih buruk dari sebelumnya, mungkin.
Xiang Yang mencoba mengedarkan indera spiritualnya, dan menemukan kalau kultivator kuat itu sekarang berada di ruang tamu Keluarga Chen bersama dengan Chen Xuan.
Xiang Yang akan mengurus mereka berdua setelah selesai mengurus yang lainnya, jadi ia mengabaikan Chen Xuan dan kultivator kuat itu, lalu melesat kearah lain.
Padahal Xiang Yang sama sekali tidak memiliki dendam yang besar terhadap Keluarga Chen, nun ia sampai membantai semuanya tanpa sisa. Xiang Yang benar-benar merasa menjadi orang yang buruk, namun entah kenapa ia sama sekali tidak merasa bersalah.
"Ya, inilah yang namanya hukum rimba!" gumam Xiang Yang dengan ekspresi datarnya yang berubah semakin dingin.
***
"Aaarrrggghhh...!"
Li Fan bergerak keras saat bola mata kirinya di congkel oleh Cai'er, membuat datar terciprat mengenai wajah Cai'er yang memasang senyum menawan.
"Hentikan..! Aku mohon..!" Li Fan berkata dengan suara lemah "Arrrggghhh...!"
Namun bukannya mendapatkan pengampunan, malah bola mata kanannya kembali di congkel.
__ADS_1
Senyum menawan Cai'er terus mengembang, tidak pernah pudar selama ia menyiksa Li Fan, sama sekali tidak ada rasa bersalah, malah ia menikmatinya.
Setelah beberapa saat, Cai'er berdiri lalu mengelus dagunya.
"Hm..apa lagi yang kurang?" Cai'er memandang tubuh Li Fan yang benar-benar dalam kondisi buruk.
Mulai dari kedua tangan sampai sikunya terpotong, kakinya sampai dengkul juga sudah tidak ada, bahkan kejantanan Li Fan tidak terlihat lagi.
Ya, Cai'er memotongnya.
Tentu saja Cai'er lebih dulu menghancurkan dua 'biji *****' milik Li Fan sebelum memotongnya.
Tubuh Li Fan kini berada diatas genangan darahnya, namun ia sama sekali tidak mati.
Cai'er mengalirkan energi Qi nya pada bagian luka Li Fan hingga darah yang keluar jadi lebih sedikit.
"Ah, aku tau!" Cai'er terlihat seperti baru saja mendapatkan pencerahan, senyum lebar segera menghiasi wajahnya.
Cai'er mengambil satu bola mata Li Fan, lalu memasukkannya kedalam mulut pemuda malang itu.
Li Fan tidak tau apa itu yang dimasukkan kedalam mulutnya, namun dia tidak ingin mengunyahnya, karena apapun itu pastinya bukanlah hal baik.
"Makan itu atau kau akan mendapatkan..." Cai'er berkata dengan suara lembut, namun belum sempat ia selesai mengucapkan kalimatnya, Li Fan sudah mengunyah matanya sendiri dengan penuh semangat.
Ya, terlihat penuh dengan semangat di mata Cai'er.
Li Fan tau, meskipun Cai'er mengeluarkan suara lembut, namun ia mendengarnya seperti suara dari dasar neraka paling dalam.
Ia benar-benar menyesal telah menggangu Cai'er hingga dirinya berurusan dengan wanita psikopat itu. Namun sudah terlambat menyesalinya, ia sudah tidak bisa di tolong lagi.
\=\=\=\=
__ADS_1
**Apa yang akan terjadi pada Xiang Yang jika berani nambah wanita lagi?**