
Setelah memasuki lubang hitam sebelumnya, Xiang Yang, Xiang Han dan Cai'er seperti melewati sebuah lorong dengan tekanan tinggi.
Cai'er sangat mengenal lorong tersebut karena sebelumnya ia pernah memasuki lorong seperti ini, saat dirinya melarikan diri dari makhluk yang telah membunuh ayah dan ibunya.
Namun kali ini tekanan yang diberikan lorong dimensi ini jauh lebih kecil hingga mereka bertiga bisa bertahan.
Namun tetap saja tekanan dari lorong itu tidak bisa dianggap sepele. Mereka bertiga terombang-ambing di dalam lorong dimensi itu hingga menyebabkan mereka terpisah.
Ketiganya melewati lorong dimensi yang berbeda.
Xiang Yang hanya bisa berharap istri dan ayahnya bisa baik-baik saja, sambil terus fokus mengalirkan energi Qi untuk melindungi tubuhnya dari tekanan lorong dimensi.
Xiang Yang terus melewati lorong dimensi, terombang-ambing bagaikan kapal kecil di tengah ombak lautan yang ganas.
Xiang Yang tidak ingat berapa.lama dirinya berada di dalam lorong dimensi itu, hingga pada ujung lorong, ia bisa melihat cahaya.
Tubuh Xiang Yang terus melesat kearah ujung lorong membuat cahaya itu terlihat semakin terang.
Xiang Yang sampai menutup matanya karena silau.
Hingga beberapa menit kemudian, Xiang Yang pun melewati lorong dimensi, keluar dari lorong dimensi tersebut.
Xiang Yang membuka mata, ia menemukan dirinya kini berada jauh diatas permukaan tanah.
Xiang Yang bahkan bisa melihat kepulan awan disekitarnya.
Sesaat otak Xiang Yang masih memproses apa yang ia lihat, sampai akhirnya ia pun menyadari dimana ia berada sekarang.
"Haaa...!" Xiang Yang jatuh terjun bebas dari ketinggian ratusan meter.
"SIALAN! KENAPA AKU MALAH KELUAR DI KETINGGIAN SEPERTI INI...!" Xiang Yang mengutuk keras nasib sialnya.
Wajahnya pucat melihat daratan yang masih terlihat tinggi.
Xiang Yang mengeluarkan aura naga dan membuat pelindung yang membekap seluruh tubuhnya.
Jarak antara tubuh Xiang Yang dan daratan semakin menipis.
Hingga akhirnya...
*Baaammm!
__ADS_1
Xiang Yang mendarat keras di tanah, hingga menciptakan kawah yang cukup besar.
"Ugh!" Meskipun sudah melindungi tubuhnya dengan aura naga, namun tetap saja getaran yang dihasilkan dari benturannya dengan daratan membuat Xiang Yang merasakan sakit, terlebih ia juga mendapatkan luka dari pertarungan melawan aliran hitam sebelumnya.
Xiang Yang berusaha mengatur tubuhnya dalam posisi duduk bersila, lalu mengeluarkan sebuah pil kemudian langsung memakannya.
Xiang Yang memulai proses pemulihan tubuhnya.
Hanya membutuhkan beberapa menit hingga Xiang Yang bisa pulih sepenuhnya.
Xiang Yang berdiri lalu meregangkan tubuhnya, ia melompat keluar dari kawan, melihat sekitarnya yang hanya ada pepohonan dan semak-semak.
"Sepertinya aku sekarang berada di dalam hutan!" gumam Xiang Yang "Aku harus keluar dari hutan ini terlebih dahulu lalu mencari informasi tentang dimensi utama ini!"
Xiang Yang berjalan santai kearah barat, entah apakah arah yang dia pilih benar atau tidak, ia tidak tau apakah dirinya akan keluar dari hutan ini atau malah akan masuk semakin dalam.
Xiang Yang hanya mengambil arah acak yang menurut instingnya benar.
"Aku juga harus mencari ayah dan Cai'er, semoga saja mereka baik-baik saja!" setelah mengatakan itu, Xiang Yang melompat keatas pohon lalu melesat.
Melompat dari satu pohon ke pohon lainnya.
Waktu berlalu, malam pun tiba namun Xiang Yang masih belum keluar dari hutan itu, Xiang Yang sesekali bertemu dengan Spirit Beast tingkat Earth Spiritual yang dapat ia atasi dengan mudah.
Xiang Yang masih tidak tau dimana dia berada sekarang, ia mengira jika dirinya telah memasuki hutan lebih dalam, namun ia juga malas untuk membalik arah ke tempat ia jatuh sebelumnya karena sudah pergi sejauh ini.
Xiang Yang membuat sebuah perapian, lalu membuat ayam bakar seperti biasa. Setelah kenyang, Xiang Yang melompat naik keatas dahan sebuah pohon untuk tidur.
Namun sebelum ia tidur, Xiang Yang teringat akan sesuatu yang membuatnya bersemangat.
"Benar juga, sekarang aku berada di dimensi utama yang artinya tidak ada lagi batasan untuk kultivasi ku! Jadi sebaiknya aku berkultivasi untuk menembus tingkat selanjutnya!" Xiang Yang langsung mengambil posisi bersila, mengkonsumsi sebuah pil lalu mulai berkultivasi.
Selama beberapa menit, aura yang menggelora tiba-tiba menyelimuti tubuh Xiang Yang, sesaat setelah itu.
*Baaang!
Terjadi ledakan energi didalam tubuh pemuda itu, menandakan jika dirinya telah naik tingkat.
"Hahaha...! Akhirnya aku berhasil menembus tingkat Silver Core!" Xiang Yang tersenyum gembira lalu mengepalkan tangannya "Karena di dimensi utama juga tidak ada penekanan kecepatan kultivasi, jika aku berkultivasi dengan sumber daya yang aku miliki, besok pagi aku pasti bisa menembus tingkat Silver Core tahap 3!"
Membayangkan hal itu membuat senyum Xiang Yang semakin lebar "Heheh, jika aku berkultivasi dengan rajin, dalam 2 hari aku mungkin bisa naik ketingkat Gold Core!"
__ADS_1
Xiang Yang juga baru menyadari jika energi alam di dimensi utama jauh lebih padat daripada di dimensi kecil.
Setelah itu, Xiang Yang kembali mengkonsumsi pil dan mulai berkultivasi.
_____
Keesokan harinya, di ujung timur hanya terlihat cahaya oranye, matahari masih belum menampakkan dirinya.
Xiang Yang terlihat masih sedang berkultivasi di atas dahan pohon.
*Baang!
Suara ledakan energi terdengar di tubuh Xiang Yang, menunjukkan jika ia telah naik tahapan kultivasi.
Xiang Yang membuka matanya dengan senyum cerah, ia telah naik 2 tahap dalam satu malam, sekarang kultivasinya berada ditingkat Silver Core tahap 3.
Xiang Yang melompat turun dari pohon, lalu melakukan gerakan memukul dan menendang, membiasakan diri dengan kultivasi saat ini.
Xiang Yang bisa merasakan, kecepatan dan kekuatannya meningkat.
"Jadi seperti inikah tingkat Silver Core!" Xiang Yang membuang nafas setelah ia merasakan cukup pemanasan "Meskipun masih jauh dibawah kekuatan ku di kehidupan sebelumnya, namun ini sudah lumayan!"
Meskipun masih belum mengetahui sekuat apa kultivator tingkat Gold Core, namun Xiang Yang yakin dengan kekuatannya saat ini, ia mampu melawan seorang kultivator tingkat Gold Core.
***
Di tempat yang jauh dari tempat Xiang Yang saat ini, bahkan bisa dibilang sangat sangat jauh.
Di sebuah hutan, terlihat seorang wanita yang seluruh tubuhnya bersimbah darah, bukan darahnya namun darah sekumpulan orang yang baru saja ia bunuh.
Wanita itu adalah Cai'er. Ia sebelumnya terlempar di sebuah jalan setapak di dalam hutan.
Ia tidak tau dimana dirinya berada dan hanya berjalan mengikuti jalan setapak itu.
Hingga akhirnya Cai'er dihadang oleh sekelompok orang yang merupakan bandit.
Cai'er sama sekali tidak ingin berurusan dengan mereka karena ingin segera mencari Xiang Yang.
Namun apa daya, meskipun dia tidak ingin membuat masalah dengan mereka, tapi merekalah yang ingin membuat masalah dengannya.
Akhirnya Cai'er terlibat bertarung yang berakhir dengan pembantaian.
__ADS_1
"HAAAH! XIAO YANG, DIMANA KAU?!"