
Satu hari sudah pertempuran besar itu berlalu, namun masih belum ada yang memenangkan pertempuran.
Tapi sudah bisa dilihat, para kultivator Benua Chenwu mulai terpojok. Perlawanan yang diberikan kultivator Benua Lingwu pun semakin keras, membuat mereka kesulitan memberikan pukulan balik.
Kultivator tingkat Nescent Soul Benua Chenwu sekarang hanya tersisa ratusan saja, mereka kini sudah di kepung dari segala arah oleh kultivator Benua Lingwu yang berjumlah puluhan ribu.
"Jangan biarkan biarkan satu pun lolos! BUNUH MEREKA SEMUA!" Master Kong Guan berteriak lalu melesat menyerang para kultivator Benua Chenwu, diikuti oleh yang lainnya.
Meskipun sudah terpojok dan mengetahui kalau mereka tidak mungkin bisa selamat, namun pihak Benua Chenwu tetap melawan dengan segenap kekuatan mereka.
Mereka tidak ingin mati begitu saja tanpa perlawanan, setidaknya mereka harus membunuh musuh sebanyak mungkin sebelum mati.
Pertempuran pun kembali berlanjut.
Satu kultivator Benua Chenwu, bisa melawan puluhan sampai ratusan kultivator Benua Lingwu sekaligus.
Tentu saja dengan perbandingan jumlah sebanyak itu, sulit bagi kultivator Benua Chenwu untuk bertahan. Hingga dengan cepat mereka terbunuh oleh pihak kultivator Benua Lingwu.
Para kultivator Benua Lingwu yang memihak pada Benua Chenwu, kini mulai menyesali keputusan mereka.
Mereka awalnya berpikir kemenangan akan berada di pihak mereka, kemudian mereka bisa pergi ke Benua Chenwu yang mana memiliki banyak sumber daya untuk kultivasi mereka.
Namun harapan itu kini hancur saat ajal sudah mendekati mereka.
Satu demi satu kultivator Benua Chenwu mulai terbunuh.
Niat mereka yang ingin membunuh sebanyak mungkin kultivator Benua Lingwu sebelum mati kian harus tamat karena mereka sama sekali tidak bisa membunuh satupun.
Akhir untuk kultivator tingkat Nescent Soul Benua Chenwu, kini mereka telah terbantu habis.
Kultivator Benua Lingwu langsung bernafas lega setelah membunuh semua musuh mereka.
Banyak dari mereka yang terluka parah, bahkan sampai kehilangan salah satu anggota badan mereka.
Kini mereka memilih untuk memulihkan kondisi terlebih dahulu. Luka parah serta energi Qi yang terkuras habis membuat mereka tidak bisa melanjutkan pertarungan, membantu para Ketua dan Tetua Sekte melawan para kultivator tingkat Transcendent.
Mereka sadar tidak akan bisa bertarung dengan kondisi seperti ini, jadi dari pada menjadi beban disana, mereka lebih baik memulihkan diri.
***
"Haaah...haaah...haaah!" Mo Situ terengah-engah sambil memegang pundak kanannya yang mana terlihat lengan kanannya telah terpotong.
Mo Situ menatap penuh kebencian pada Ling Shi yang juga terengah-engah, wanita itu juga mengalami luka parah, tapi tidak separah Mo Situ yang sampai kehilangan salah satu anggota badan. Bisa dilihat jelas luka memanjang dari pundak kanan sampai punggung tangan kanan Ling Shi.
__ADS_1
Sementara untuk Mo Sana dan No Sini telah terbunuh. Hal itulah yang membuat Mo Situ begitu bernafsu membunuh Ling Shi, karena wanita itu telah membunuh kedua saudaranya.
"KAU..."
*JLEB!
Baru saja Mo Situ meneriaki satu kata, dia langsung terdiam karena merasakan suatu sensasi asing di dadanya.
Mo Situ menoleh kebawah, dimana terlihat sebuah bilah belati yang menembus dadanya dari belakang.
Mo Situ menoleh kebelakang, melihat sosok gadis cantik yang memasang wajah dingin. Gadis itu tentu saja adalah Han Shizu.
"Kau... Gouhk!" Mo Situ batuk darah karena Han Shizu mencabut belatinya dari tubuh Mo Situ.
Han Shizu pun menendang punggung Mo Situ, membuat pria tua itu terjatuh ke tanah. Dia tidak lagi melihat kearah Mo Situ, karena mengetahui kalau pria tua itu sudah mati.
Tidak mungkin dia masih hidup setelah jantungnya ditusuk.
"Maaf, aku yang membunuhnya!" Han Shizu meminta maaf pada Ling Shi karena mengetahui kalau wanita itu memiliki dendam dengan Mo Situ.
Jadi pasti Ling Shi ingin membunuh Mo Situ dengan tangannya sendiri.
"Tidak masalah, aku sudah lega melihatnya mati! Tapi..." Ling Shi membuka telapak tangannya, menciptakan serbuk es lalu melemparnya kearah mayat Mo Situ.
Ling Shi kemudian menebaskan pedangnya, mengeluarkan gelombang energi yang menghantam Mo Situ.
*Boooommmm!
Tubuh Mo Situ pun hancur berkeping-keping.
"Aku tidak akan merasa puas sebelum menghancurkan tubuhnya!" Ling Shi menoleh kearah Han Shizu lalu menangkupkan tangannya "Terima kasih telah membantu ku, e..."
Ling Shi tidak tau harus memanggil Han Shizu apa, karena dia tidak mengetahui nama gadis itu.
"Han Shizu, Tetua Sekte Naga Emas dari Kekaisaran Ming!" Han Shizu menoleh kearah pertarungan lainnya terjadi "Sebaiknya kita bantu yang lainnya terlebih dahulu, kita lanjutkan pembicaraan nanti!"
"Ah.. baik!"
Han Shizu dan Ling Shi pun melesat membantu yang lainnya.
Meskipun luka Ling Shi bisa dibilang parah, namun rekan-rekannya yang lain masih ada yang mendapatkan luka lebih parah namun terus bertarung sampai akhir.
Jadi tidak mungkin Ling Shi memilih diam memulihkan lukanya terlebih dahulu sebelum membantu.
__ADS_1
Kedatangan Han Shizu dan Ling Shi membawa banyak perubahan dalam pertarungan.
Kultivator Benua Chenwu awalnya kesulitan membalikkan keadaan, kini semakin sulit lagi.
Meskipun Han Shizu mendapatkan banyak luka serta energi Qi nya terkuras banyak, namun hal yang sama juga berlaku pada pihak musuh.
Zhong Yan sang Ketua Sekte Naga Langit, salah satu sekte terbesar di Wilayah Utara Benua Lingwu, bertarung dengan hanya satu tangan yang tersisa.
Seakan tidak merasakan rasa sakit pada lukanya, Zhong Yan menyerang dengan ganas musuh didepannya.
Musuh Zhong Yan sendiri sudah kehilangan satu kakinya, membuatnya bisa lebih unggul dari Zhong Yan.
Memang para kultivator tingkat tinggi lebih membutuhkan tangan dari pada kaki mereka, jadi jelas Zhong Yan yang hanya memiliki satu tangan, sudah mulai kesulitan melawan musuhnya.
"Tarian Bunga Teratai!"
Seseorang tiba-tiba melesat cepat menyerang lawan Zhong Yan. Karena tidak menduga akan datangnya serangan dari arah lain, kultivator itu akhirnya terkena tebasan dalam pada pinggangnya.
"Aaarrrkkk!!" Kultivator tersebut berteriak kesakitan lalu berniat memberikan serangan balasan.
Tapi gerakannya kalah cepat, lengan kanannya ditebas hingga terpotong, membuat senjatanya iku terlepas.
Tiba-tiba dia melihat dunia ini berputar, dia menyadari kalau kepalanya telah terpenggal saat melihat tubuhnya sendiri yang sudah tidak memiliki kepala.
Zhong Yan bernafas lega karena musuhnya terbunuh oleh Ling Shi.
Ling Shi melayang menghampiri Zong Yan. Dia melihat kulit pria paruh baya itu sudah pucat karena kehilangan banyak darah.
"Sebaiknya kau istirahat, Saudara Zong Yan!" ucap Ling Shi.
"Tidak perlu, aku tidak akan istirahat sebelum semua musuh benar-benar terbunuh!" Zhong Yan menolak perkataan Ling Shi.
"Lihatlah!" Ling Shi menoleh ke suatu arah.
Zhong Yan pun mengikuti arah pandangan Ling Shi, matanya melebar saat melihat ternyata semua pertarungan sudah selesai karena semua musuh sudah habis terbunuh.
Ya, semua kultivator tingkat Transcendent yang menjadi musuh mereka sudah terbunuh berkat bantuan Han Shizu.
"Akhirnya..." Zong Yan menghela nafas lega.
Nafas Han Shizu sudah tidak teratur karena lelah, energi Qi nya hanya tersisa secuil saja, tubuhnya juga berlumuran darah, bukan hanya darahnya, tapi juga darah dari musuh yang dia bunuh.
Han Shizu melayang turun di tanah, duduk bersila lalu mengkonsumsi satu pil.
__ADS_1
Selama beberapa menit, Han Shizu merasakan kondisi tubuhnya sedikit lebih baik. Gadis itu pun langsung melesat ke satu arah.