
Chu Wang sang Ketua Sekte Kelabang Iblis mengundang semua Ketua Sekte dari Aliansi Aliran Hitam untuk melakukan pertemuan genting.
Para Ketua Sekte datang dengan membawa 1 atau dua Tetua Sekte mereka. Sekarang mereka sudah cukup lama menunggu di ruangan pertemuan, namun Chu Wang masih belum kunjung terlihat, membuat para Ketua dan Tetua Sekte yang hadir mulai kesal.
Tidak berselang 1 menit, pintu ruang pertemuan dibuka, memperlihatkan sosok Chu Wang, Tetua Fu dan Tetua Lan membuat Tetua Zhu menghela nafas lega.
"Salam Ketua, Tetua Fu dan Tetua Lan!" Tetua Zhu menangkupkan tangannya.
Chu Wang dan dua tetua hanya mengangguk sebagai jawaban.
Entah kenapa setelah Chu Wang kembali dari pertemuan Aliansi Aliran Hitam sebelumnya, Tetua Zhu merasa mereka bertiga menjadi berubah.
Ketiganya selalu memasang wajah datar dengan tatapan kosong, seolah mereka bertiga adalah boneka yang tidak bernyawa.
"Chu Wang! Bukankah kau terlalu meninggikan diri mu hingga membuat kami menunggu lama?!" Shi Kun, Ketua Sekte Api Neraka, atau sekarang menjadi Ketua Aliansi Aliran Hitam, mengeluarkan aura kuat, menunjukkan jika dia memang sudah marah.
Sebagai Ketua Aliansi Aliran Hitam, Shi Kun merasa direndahkan oleh Chu Wang.
"Aku tadi memiliki beberapa urusan yang harus segera diselesaikan, jadi tidak perlu dipikirkan! Jangan pikir hanya karena kau menjadi Ketua Aliansi Aliran Hitam aku akan menghormati diri mu!" Chu Wang sama sekali tidak menoleh kearah Shi Kun.
Hal ini membuat Shi Kun merasa semakin direndahkan karena Chu Wang terlihat sama sekali tidak menganggap keberadaannya.
"Chu Wang! Apa kau ingin mati?" Shi Kun mengeluarkan auranya semakin kuat.
"Shi Kun, hanya membuang-buang waktu melakukan konflik dengan mu, sekarang ada satu hal penting yang harus ku katakan pada kalian!" Wajah Chu Wang masih terlihat datar.
"Ho, apakah kau takut, Chu Wang?" Shi Kun menyeringai.
"Aku yakin kau telah menghabiskan banyak pengeluaran hanya untuk membayar para Ketua Sekte lainnya demi mendapatkan posisi Ketua Aliansi, jadi tidak ada hal yang perlu ditakuti dari kultivator yang lebih mengandalkan harta dari pada kekuatan!"
"Kau...!" Mata Shi Kun melotot, tatapannya seakan bisa memenggal kepala Chu Wang kapan saja.
__ADS_1
Shi Kun tidak menyangka Chu Wang akan mengetahui hal itu. Dirinya sadar kalau Chu Wang lebih kuat meskipun kultivasi mereka sama, jadi akan sulit baginya mendapatkan posisi Ketua Aliansi, karena itulah Shi Kun mengeluarkan banyak harta untuk mendapatkan dukungan dari Ketua Sekte lainnya.
"Sudahlah, sekarang bukan saatnya untuk bertengkar!" Zhi Run, Ketua Sekte Bumi Darah melerai konflik keduanya "Jadi Ketua Chu Wang, hal penting apa kau maksud?"
Zhi Run langsung bertanya ke intinya.
Shi Kun hanya berdecak kesal lalu memilih duduk diam ditempatnya.
Chu Wang tidak langsung menjawab, ia malah menoleh kearah pintu ruangan.
Sesaat kemudian pintu pun dibuka, memperlihatkan seorang pemuda yang langsung berjalan memasuki ruangan.
Melihat kehadiran pemuda itu membuat kening para Ketua dan Tetua Sekte didalam ruangan itu mengerut. Mereka sama sekali tidak tau siapa pemuda itu.
Pemuda itu tidak lain adalah Xiang Yang.
"Pertama aku ucapkan selamat datang, dan terakhir aku ucapkan selamat tinggal!" Xiang Yang sama sekali tidak berbasa-basi.
"Ilusi Yin-Yang : Melahap Jiwa!"
Shi Kun yang dari awal suasana hatinya buruk, kini menjadi sangat marah mendapati kejadian ini.
"APA MAKSUD SEMUA INI CHU WANG SIALAN?!" Shi Kun berteriak marah lalu meledakkan auranya.
Para Ketua dan Tetua Sekte lainnya sekarang juga merasa sangat marah karena berpikir telah dijebak oleh Chu Wang. Mereka berjanji dalam hati mereka akan langsung membunuh Chu Wang setelah keluar dari kabut tebal ini.
Beberapa menit berlalu, segala hal telah mereka semua lakukan namun sama sekali tidak mendapatkan hasil. Kabut tebal itu seakan abadi, sama sekali tidak bisa menghilang meskipun mereka segala cara.
Tidak hanya jarak pandang mereka yang sangat terbatas, mereka semua juga tidak bisa mendengar suara dari orang lain.
Bahkan seiring waktu berlalu, mereka suara mereka akan terdengar semakin kecil meskipun sudah berteriak keras.
__ADS_1
Sementara itu, Xiang Yang yang sudah mengeksekusikan teknik ilusinya, kini hanya diam menonton orang-orang yang terkena teknik ilusinya.
"Melihat mereka seperti melihat orang gila saja!" Xiang Yang melihat para Ketua dan Tetua Sekte sekarang melakukan gerakan-gerakan aneh seperti mengibaskan tangan, atau melakukan gerakan menebas meskipun tidak ada senjata ditangan mereka.
Ya, penglihatan Xiang Yang masih sangat normal, sama sekali tidak ada kabut tebal yang dirinya lihat.
Hanya Chu Wang, Tetua Fu dan Tetua Lan saja yang tidak terkena teknik ilusi Xiang Yang.
"Sudahlah, lebih baik segera mengakhiri semua ini!" Xiang Yang melakukan gerakan tangan, membuat kekuatan jiwa yang sudah dia sebarkan hingga memenuhi ruangan, kini mulai masuk melalui hidung Shi Kun dan yang lainnya.
Dalam pengelihatan orang-orang itu, kabut tebal itu mulai masuk kedalam hidung mereka, membuat mereka semua menjadi panik.
Mereka berniat menutup hidung, namun tiba-tiba tubuh mereka terasa kaku, sama sekali tidak bisa digerakkan, hingga mereka semua kini mulai merasakan sakit di kepala masing-masing.
Mereka semua jatuh kelantai, berguling-guling sambil berteriak karena rasa sakit yang mereka rasakan sama sekali tidak main-main.
Mereka terus berteriak, membentur-benturkan kepala mereka ke lantai sampai berdarah karena tidak tahan dengan rasa sakit di kepala mereka.
Setelah belasan menit berlalu, teriakan mereka tidak lagi terdengar, mereka sepenuhnya diam terkapar diatas lantai dengan tubuh yang sesekali kejang-kejang dalam beberapa saat.
"Bangun!"
Perkataan Xiang Yang membuat mereka semua langsung bangun. Ekspresi mereka kini tidak jauh berbeda dengan Chu Wang, atau lebih tepatnya ekspresi mereka sama sekali tidak ada perbedaan. Datar dengan tatapan kosong.
Xiang Yang pun memberikan para Ketua Sekte masing-masing satu cincin dimensi.
"Di cincin dimensi itu dipenuhi dengan pil, bagikan semua pil itu pada seluruh anggota sekte kalian, paling lama satu minggu aku akan mengunjungi Sekte kalian!"
Para Ketua Sekte mengangguk sebagai jawaban.
"Baiklah, kalau begitu sembuhkan dulu dahi kalian yang berdarah sebelum kembali ke Sekte kalian dan jalankan semua perintah ku!"
__ADS_1
Tanpa membantah sedikit pun, mereka semua memakan pil untuk memulihkan luka berdarah di dahi masing-masing akibat membenturkan dahi kelantai.
Karena itu hanyalah luka ringan, mereka dapat sembuh dengan cepat, lalu mereka semua berjalan keluar kemudian melesat terbang menuju Sekte masing-masing.