Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.267 - Pembicaraan


__ADS_3

Yun Nuwa dari kejauhan menaikkan alisnya melihat situasi yang tiba-tiba berubah.


"Kenapa mereka yang tadinya saling ingin membunuh, sekarang menjadi berbaikan seolah teman lama yang baru bertemu kembali?" Yun Nuwa heran kenapa Xiao Chang dan Cai'er tiba-tiba saja berbaikan.


Dari awal Yun Nuwa memang sudah berada disana untuk melihat situasi dari kejauhan. Dia tidak mungkin membiarkan Xiao Chang datang sendirian ke Sekte Ular Neraka.


Namun untuk agar tidak terjadi kesalahpahaman, Yun Nuwa masih menyembunyikan dirinya, dia akan muncul jika memang dibutuhkan.


Namun sekarang sepertinya keberadaannya sama sekali tidak dibutuhkan karena Xiao Chang dan Cai'er sudah berdamai dengan alasan yang tidak dia ketahui.


Memang dari jaraknya yang jauh saat ini, Yun Nuwa tidak bisa mendengar percakapan mereka berdua.


"Ya sudahlah, yang penting mereka tidak lagi bertarung itu sudah cukup!" merasa tidak ada urusan lagi disini, Yun Nuwa pun melesat pergi kembali ke sektenya.


***


Sementara itu, para Tetua Sekte Ular Neraka juga bingung melihat perubahan situasi yang tiba-tiba.


Mereka awalnya berpikir akan terjadi pertarungan hebat yang menyebabkan kehancuran besar seperti sebelumnya, namun Dewi Pil Mahayana dan Ratu mereka tiba-tiba terlihat berbaikan seperti teman lama yang baru bertemu kembali.


Melihat Xiao Chang dan Cai'er yang terbang menuju sekte, para Tetua Sekte lekas menghampiri mereka berdua.


"Yang Mulia Ratu!" Para Tetua serentak menangkupkan tangan.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" hanya Tetua Tan Yi saja yang berani bertanya.


Karena bisa dibilang diantara semua Tetua, hanya Tetua Tan Yi yang paling dekat dengan Cai'er.


"Dewi Pil Mahayana adalah ibu mertua ku, kalian harus lebih hormat padanya!"


Tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, Cai'er terbang bersama Xiao Chang, meninggalkan para Tetua yang terlihat tertegun.


"Apakah tadi aku tidak salah dengar? Ratu bilang kalau Dewi Pil Mahayana adalah ibu mertuanya?"


"Sepertinya kau tidak salah dengar karena kita semua juga mendengar hal yang sama! Tapi jika itu benar, bukankah artinya Ratu kita sudah menikah dengan anak dari Dewi Pil Mahayana?"


"Memangnya sejak kapan Dewi Pil Mahayana menikah? Siapa suaminya dan bahkan dia memiliki anak yang menjadi suami Yang Mulia Ratu?"


"Yang aku sendiri pikirkan bukan itu, tapi pria macam apa yang bisa menaklukkan hati Yang Mulia Ratu?"

__ADS_1


Semua Tetua melihat kearah Tetua Tan Yi yang baru saja mengatakan itu. Mereka pun kini membayangkan pria macam apa yang bisa mengambil hati Cai'er, wanita kejam yang tidak akan segan-segan membunuh bahkan jika itu bawahannya sekalipun.


***


Sementara itu.


Cai'er membawa Xiao Chang ke kediamannya. Karena Xiao Chang mengatakan tidak perlu memberikan jamuan yang terlalu berlebihan, akhirnya Cai'er hanya membuat jamuan sederhana saja, hanya menyuguhkan teh hangat yang dia seduh sendiri supaya pembicaraan mereka bisa lebih santai.


Mereka berdua kini berada di sebuah ruangan dengan aroma harum yang menyegarkan, beberapa tanaman hias dan ornamen-ornamen khusus didalam ruangan menambah kesegaran mata memandang.


Xiao Chang duduk berhadapan dengan Cai'er, dengan meja pendek sebagai pembatas, diatas meja terlihat teko giok yang berisi teh hangat serta dua cangkir.


Cai'er menuangkan teh ke cangkir Xiao Chang, dia merasa sungguh canggung karena berhadapan dengan ibu mertuanya, terlebih dia sebelumnya berniat membunuh ibu mertuanya, meskipun itu terjadi karena kesalahpahaman.


"Silahkan diminum, ibu!"


"Terima kasih." Xiao Chang menyeruput tehnya "Wah, bukankah ini Teh Ular Surgawi, teh terbaik di Provinsi Raja Racun yang dikatakan bisa menawar 100 jenis racun?"


"Ibu benar, ini memang Teh Ular Surgawi!" Cai'er merasa senang karena Xiao Chang menyukai teh yang dia buat.


"Medusa, karena kau mencari Yang'er dan Xiao Han, itu artinya mereka berdua tidak ada disini kan?"


"Xiao Han? Maksud ibu, ayah mertua? Xiang Han?"


"Wah, kalau begitu sama, aku memangil Xiang Yang Xiao Yang, tidak hanya itu, aku bertemu dengan Xiao Yang di Hutan Pohon Darah saat aku sedang terluka parah, sama seperti kejadian yang ibu alami bersama ayah."


"Benarkah?" Xiao Chang cukup terkejut mendengar bagaimana pertemuan antara Xiang Yang dan Cai'er.


Tidak disangka mereka memiliki banyak kemiripan dalam memulai hubungan. Bertemu di Hutan Pohon Darah saat sedang dalam keadaan terluka parah, sama-sama memanggil suami mereka 'Xiao', juga mereka memiliki kultivasi tingkat Nirwana tahap akhir saat pertama kali bertemu.


Entah itu kebetulan atau takdir.


"Jadi kalian bertemu di dimensi kecil? Bisakah kau menceritakan apa saja tentang Yang'er selama kau bersamanya, Medusa?"


"Tentu saja." Medusa pun menceritakan bagaimana pengalamannya bersama Xiang Yang.


Cai'er menceritakan semuanya, bahkan menceritakan asal usulnya yang berasal dari dunia lain.


Sampai akhirnya mereka mengaktifkan susunan formasi yang membuat mereka terlempar secara acak di dimensi utama.

__ADS_1


Dua tahun ini, Cai'er berusaha mencari Xiang Yang dan Xiang Han, namun tidak juga ketemu. Dia sudah mencari di setiap sudut wilayah Provinsi Raja Racun, tapi tidak menemukan mereka, bahkan sekarang Cai'er sudah mulai mengirimkan murid sektenya untuk mencari di luar wilayah kekuasaannya, tapi sama sekali tidak ada hasil.


Xiao Chang dan Cai'er terus melanjutkan pembicaraan, hingga malam tiba. Hubungan keduanya semakin dekat, sekarang Cai'er tidak lagi canggung berbicara dengan Xiao Chang, setelah wanita itu menunjukkan ketulusan dan kehangatan seorang ibu.


Xiao Chang berniat menginap selama 1 malam sebelum kembali esok harinya.


***


Keesokan harinya, Xiao Chang akan kembali lagi ke Sekte Bintang Suci. Cai'er mengatakan ingin mengikuti Xiao Chang, karena sebelumnya Xiao Chang mengatakan kalau Xiang Yang memiliki seorang adik, jadi dia ingin melihat adik iparnya seperti apa.


Xiao Chang pun tidak keberatan dengan hal itu dan membawa Cai'er ke sektenya.


Setibanya di Sekte Bintang Suci, tepatnya di kediaman Xiao Chang dimana sebelumnya dia mengobrol dengan Yun Nuwa, seorang Tetua terlihat terburu-buru menghampiri mereka.


"Salam Ketua Sekte!"


"Apakah ada masalah, Tetua Yung Hai?" tanya Xiao Chang.


"Ketua Sekte, mohon maaf, tapi Nona Xiang Yi An melarikan diri, saya tidak tau sekarang dia pergi kemana!"


"Apa?! Bagaimana bisa An'er kabur?"


Tetua Yung Hai pun menceritakan kalau sebelumnya Xiang Yi An dikurung oleh Yun Nuwa di tempat ini.


Saat Tetua Yung Hai tiba disini untuk menjaga Xiang Yi An, gadis itu meminta untuk dikeluarkan dari kubah energi yang mengurungnya.


Tentu saja Tetua Yung Hai menolak, namun Xiang Yi An mengancamnya, dimana saat Xiao Chang nanti kembali, gadis itu akan mengadu kalau Tetua Yung Hai melecehkannya.


Tentu saja itu membuat Tetua Yung Hai panik, dia pun akhirnya menuruti Xiang Yi An, mengeluarkan gadis itu dari kubah energi.


Setelah keluar, Xiang Yi An tiba-tiba batuk darah membuat Tetua Yung Hai kembali panik. Dia tidak tau kalau gadis itu sebenarnya tidak batuk darah, itu hanya sebuah cairan kental yang mirip dengan darah.


Xiang Yi An mengatakan kalau dia sebelumnya mengalami penyimpangan kultivasi, namun dirahasiakan dari Xiao Chang.


Xiang Yi An meminta Tetua Yung Hai untuk mengambil Pil Esensi Jiwa yang merupakan pil tingkat 7 di gudang harta Sekte Bintang Suci.


Karena tidak ingin Xiang Yi An kenapa-kenapa, Tetua Yung Hai segera bergegas untuk mengambil Pil Esensi Jiwa. Namun saat dia kembali ternyata gadis itu sudah tidak berada ditempat.


Barulah saat itu Tetua Yung Hai menyadari kalau itu hanyalah trik yang digunakkan Xiang Yi An untuk mengelabuinya hingga bisa keluar dari Sekte Bintang Suci.

__ADS_1


Xiao Chang mengepalkan tangannya karena putri satu-satunya begitu nakal.


"XIANG YI AN...!!"


__ADS_2