Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.288 - Membuat Perangkap


__ADS_3

Xiang Yi An kini mulai merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Dia memegang kepalanya dan merasakan telinga berbulu.


"Eh?!"


Xiang Yi An menoleh kebelakang, dia pun melebarkan mata saat melihat sembilan ekornya.


"EH...?!" Xiang Yi An benar-benar terkejut melihat sembilan ekornya yang berbulu lebat "APA INI?!"


Sembilan ekor Xiang Yi An bergoyang-goyang, membuat Xiang Yang merasa ingin mengelus ekor adiknya.


Xiang Yi An menoleh kearah Xiang Yang "Kakak, apa yang sebenarnya terjadi pada ku?!"


"Mana aku tau, setelah kultivasi mu naik ketingkat Transcendent tahap 5, Caya terang tiba-tiba menyelimuti tubuh mu lalu merubah tubuh mu seperti ini."


"Eh, kultivasi ku naik?" Xiang Yi An mencoba merasakan kultivasinya.


Matanya melebar saat merasakan kultivasinya berada ditingkat Transcendent tahap 5, padahal sebelumnya dia hanya berada ditingkat Nescent Soul tahap 5.


Hanya menyerap Kristal Spirit itu membuat kultivasinya meningkat dengan sangat pesat. Tapi tetap saja dia lebih baik tetap ditingkat Nescent Soul dari pada harus memiliki sembilan ekor dan telinga berbulu diatas kepalanya.


"Apakah karena wanita itu?" gumam Xiang Yi An pelan, namun masih bisa didengar oleh Xiang Yang.


"Wanita itu?"


"Ah ya, sebelumnya..." Xiang Yi An menceritakan bagaimana pertemuannya dengan wanita bernama Wu Xue dan apa saja yang wanita itu katakan.


"Siklus alam semesta? Apa maksud wanita itu?"


"Aku juga tidak tau." Xiang Yi An menggeleng pelan "Yang penting sekarang bagaimana cara menghilangkan telinga dan sembilan ekor ini?! Aku tidak mau terlihat seperti ini selamanya!"


Telinga dan sembilan ekor Xiang Yi An bergerak-gerak.


"Tidak perlu dihilangkan Yi An, kau terlihat lebih imut dengan telinga dan ekor mu yang berbulu!" Xiang Yang tersenyum, mencoba menenangkan adiknya karena dia juga tidak tau bagaimana cara mengatasi masalah adiknya.


"Entah kenapa aku malah merasa kakak mengejek ku." Xiang Yi An tersenyum kecut.


"Yi An, diam sebentar!" Xiang Yang berjalan mendekati Xiang Yi An.

__ADS_1


"Ada apa, kakak?"


Saat Xiang Yang sudah berada tepat di depan adiknya, kedua tangannya bergerak kemudian memegang telinga Xiang Yi An, mengeluarkan dengan pelan, merasakan kelembutan bulu halus pada telinganya.


Xiang Yi An tertegun sejenak sebelum melompat menjauh.


"JANGAN SENTUH TELINGA KU!"


Xiang Yi An memegang pelan kedua telinganya dengan ekspresi mengancam, menatap tajam Xiang Yang.


"Ada apa Yi An? Aku hanya ingin menyentuh telinga mu sebentar saja." Xiang Yang tersenyum sambil berjalan mendekat.


Dia merasa menyentuh dan mengelus telinga berbulu lembut adiknya, membuatnya merasa tenang dan nyaman.


"JANGAN MENDEKAT KAU! KAKAK ME*SUM (Onii-chan no echi)!"


Terdengar suara geraman keluar dari mulut Xiang Yi An, seakan rubah yang sedang memberikan ancaman.


Xiang Yi An tidak tau mengapa tapi saat telinganya di sentuh, itu terasa seperti dirinya sedang di lecehkan. Seakan telinganya adalah bagian sensitif kewanitaannya yang tidak boleh sembarangan di sentuh.


"Segitunya kau tidak ingin telinga mu ku sentuh, Yi An? Kalau begitu..." Xiang Yang menoleh kearah ekor adiknya.


Xiang Yu An mengetahui maksud kakaknya dari arah tatapannya.


"Apa lagi jika kakak menyentuh ekor ku! Aku pasti akan membunuh mu!" tidak ada keraguan dalam kata-kata Xiang Yi An.


Xiang Yang tersenyum kecut, merasa dirinya tidak akan bisa lagi menyentuh bulu lembut dari telinga ataupun ekor adiknya.


Sesaat kemudian, Xiang Yang terpikirkan satu hal. Mungkin saja perubahan yang dialami Xiang Yi An tidaklah permanen, itu hanya perubahan yang dia dapatkan saat mendapatkan kekuatan Rubah Ekor Sembilan.


Sama halnya dengan Tranformasi Naga Emas.


"Yi An, coba kau lakukan ini..." Xiang Yang menjelaskan bagaimana cara agar menghilangkan perubahan tubuh adiknya, sebagaimana dia menghilangkan Tranformasi Naga Emas.


Xiang Yi An pun mengikuti instruksi kakaknya, hingga dalam beberapa saat, telinga dan sembilan ekornya pun hilang, tubuhnya kembali seperti semula.


"Akhirnya hilang juga." Xiang Yi An menghela nafas lega "Terima kasih kakak."

__ADS_1


"Tidak masalah." Xiang Yang masuk kedalam dimensi kecil dengan membawa Xiang Yi An "Kau tunggu saja di dimensi kecil ini, Yi An! Stabilkan dulu kultivasi mu, aku akan membahas hal penting hari ini dengan Ketua Jian Feng dan para Tetua!"


***


Xiang Yang kini berada di dalam ruang pertemuan, bersama Ketua Jian Feng dan para Tetua Utama.


Mereka melakukan pertemuan untuk membahas rencana yang akan mereka jalankan untuk melawan para anggota Kelompok Naga Hitam.


"Karena sekarang Ketua Sekte dan semua Tetua yang sakit sebelumnya sudah sembuh dan kembali dalam kondisi prima, aku yakin kita bisa menang dengan mudah melawan Kelompok Naga Hitam yang berada diluar sana!"


Tetua Di Qi membuka suara "Jadi kita langsung saja menyerang para bajingan itu, lagi pula mereka sama sekali tidak memiliki kultivator tingkat Mahayana!"


"Kau terlalu terburu-buru, Tetua Di Qi. Mungkin Kelompok Naga Hitam yang berada di area luar tidak memiliki kultivator tingkat Mahayana, tapi itu beberapa bulan yang lalu! Sekarang kita tidak mengetahui secara pasti kekuatan Kelompok Naga Hitam yang mengepung Sekte Bumi Chenwu ini!" secara tidak langsung, Xiang Yang tidak menyetujui rencana Tetua Di Qi.


"Buktinya sekarang kubah raksasa masih baik-baik saja. Kubah raksasa ini hanya bisa dihancurkan oleh kultivator tingkat Mahayana, karena kubah raksasa masih utuh, membuktikan kalau Kelompok Naga Hitam tidak memiliki kultivator tingkat Mahayana!" balas Tetua Di Qi.


"Itu karena sumber informasi mereka terputus setelah kita berhasil menangkap para penyusup dan pengkhianat! Mereka tidak mengetahui situasi di dalam Sekte Bumi Chenwu saat ini, jadi mereka tidak ingin bertindak gegabah. Seharusnya kalian menyadarinya, setalah kita menangkap para penyusup dan pengkhianat, tidak lagi terjadi getaran pada kubah raksasa, menunjukkan jika mereka tidak lagi melakukan serangan!"


Tetua Di Qi pun terdiam, tidak bisa menyanggah pernyataan Xiang Yang, begitu juga dengan Ketua Jian Feng dan para Tetua Utama lainnya.


"Selain itu meskipun mereka benar tidak memiliki kultivator tingkat Mahayana, jika kita mereka tanpa rencana yang jelas, maka akan banyak korban di pihak kita! Jadi lebih baik kita pikirkan dulu matang-matang!" lanjut Xiang Yang.


Tetua Di Qi merasa malu karena sebagai seorang senior, dia malah begitu tidak sabaran seperti anak muda.


"Jadi, apa kau memiliki rencana, Junior Xiang Yang?" tanya Ketua Jian Feng.


"Para penyusup dan pengkhianat itu sekarang sudah berada dalam kendali ku, kita juga memiliki Ketua Jian Feng yang merupakan kultivator tingkat Mahayana. Itu semua kita bisa manfaatkan dengan baik!"


"Manfaatkan dengan baik?"


"Ya, kita..." Xiang Yang pun mulai menjelaskan bagaimana rencana yang telah dia susun pada Ketua dan Tetua Sekte yang berada didalam sana.


Hingga terlihat ekspresi tertegun di wajah mereka setelah mendengar rencana Xiang Yang.


Hanya satu kalimat yang patut menggambarkan rencana Xiang Yang.


"Luar biasa!"

__ADS_1


__ADS_2