Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.39 - Membunuh


__ADS_3

Xiang Yang dan Cai'er berkunjung ke restoran Bunga Melati setelah malam untuk mengisi perut, namun tidak disangka, segerombolan orang datang mengganggu makan malam mereka.


Du Bai tersenyum sinis "Kawan, aku rasa kau sama sekali tidak pantas untuk menjadi kekasih nona cantik disana! Lihatlah pakaian lusuh mu ini, meskipun wajah mu lumayan tapi itu tidak cukup untuk membuat nona cantik ini bahagia!"


Xiang Yang sendiri masih tetap tenang, dia sama sekali tidak mempedulikan ejekan kosong dari si Du Bai itu.


Namun beda halnya dengan Cai'er, gadis itu langsung memberikan lirikan tajam pada Du Bai, jelas sekali tidak senang karena Xiang Yang dihina.


"Tidak pantas kata mu! Lalu apa kau pikir diri mu pantas untuk ku?" ucap Cai'er.


"Heheh! Tentu saja aku sangat pantas untuk mu nona, aku adalah tuan muda pertama Keluarga Du, kelak aku akan menjadi Patriak Keluarga Du dan menjadi penguasa Kekaisaran Han ini!Dan kau bisa menjadi permaisuri ku nona!" Du Bai berkata dengan wajah sombong, seakan dirinya sudah menjadi kaisar.


Wajah Cai'er kini menjadi gelap, dia berdiri perlahan "Xiao Yang, kali ini jika kau menahan ku lagi maka kau yang akan aku hajar!"


Xiang Yang menelan ludah sambil mundur beberapa langkah.


Pernah sekali Xiang Yang membuat Cai'er kesal dan itu berakhir tidak baik untuknya, dia dihajar sampai babak belur.


Senyum kemenangan Du Bai semakin lebar saat melihat Cai'er berdiri, menduga kalau gadis itu tertarik dengannya.


Namun yang terjadi selanjutnya membuat semua orang disana terkejut.


Dengan gerakan cepat, sebuah tamparan melayang mengenai pipi kanan Du Bai, hingga membuat pemuda itu terpental.


"Tuan Muda!" 7 prajurit pengawal Du Bai langsung berlari menghampiri Du Bai.


Pria gahar berotot itu sendiri hanya menonton dengan kedua lengan disilangkan didepan dada, tersenyum tipis, mulai tertarik dengan pertunjukan didepannya.


"Kau wanita ******!" Du Shi yang melihat tuan mudanya diserang, menjadi marah seketika.


Du Shi segera memberikan pukulan kuat kearah Cai'er.


Dengan mudahnya, Cai'er menangkap pukulan Du Shi membuat pria paruh baya itu terkejut.


"Apa?!"


Du Shi yakin bahkan jika itu adalah kultivator tingkat Earth Spiritual akan kesulitan menahan pukulannya, meskipun memang pukulannya barusan tidak disertai perubahan energi Qi, karena dirinya adalah kultivator tingkat Sky Spiritual tanpa 1.


Pria gahar itu menaikkan alisnya, merasa jika gadis itu cukup berbahaya.

__ADS_1


Du Shi berusaha menarik tangannya dari cengkraman Cai'er, namun tidak bisa. Gadis itu terlalu kuat.


Dengan mata dingin menatap Du Shi, Cai'er memutar lengan pria paruh baya itu.


*Krak!


"Aaarrggg!"


Terdengar bunyi tulang berderit bersamaan dengan suara teriakan Du Shi. Persendian pria itu berputar membuat lengannya terasa ngilu.


Cai'er kembali memutar lengan Du Shi dengan keras, pria itu akan berteriak namun tangan Cai'er cepat membekap mulutnya dengan tangan kanan hingga tidak ada suara yang keluar.


"Kalian telah membuat ku kesal, mengganggu waktu makan ku artinya kalian siap kehilangan nyawa!" Cai'er berkata dengan dingin.


"Cai'er..."


Belum sempat Xiang Yang menuntaskan kalimatnya, dia sudah mendapatkan lirikan tajam dari mata Cai'er yang kini memancarkan cahaya merah redup.


Xiang Yang pun diam tidak lagi bersuara.


Tangan kanan Cai'er tiba-tiba mengeluarkan kobaran api ungu yang dengan cepat menjalar membakar tubuh Du Shi.


Du Shi terus berteriak keras didalam kobaran api ungu yang membakar tubuhnya, hingga suaranya menghilang dalam ketiadaan, bersamaan dengan api ungu yang juga hilang, tidak ada lagi tubuh Du Shi yang terlihat, habis terbakar oleh api.


Du Bai gemetaran melihat itu, 7 pengawalnya sudah berdiri didepannya dengan pedang ditangan, bersiap melindungi tuan muda mereka jika gadis itu menyerang namun tubuh mereka gemetaran.


Tangan si pria gahar sudah siap memegang gagang pedang di punggungnya, namun masih belum menyerang karena dia melihat Cai'er tidak melakukan pergerakan.


Meskipun pria itu memiliki keyakinan menang melawan gadis itu, namun tentu saja itu tidak akan mudah, mungkin dia harus membayar dengan salah satu anggota tubuhnya yang hilang.


"Melihat kalian yang begitu menyedihkan membuat ku jadi tidak bernaf*su untuk membunuh!" Cai'er mendengus kesal "Aku ngantuk, ingin tidur!"


Cai'er pun berbalik lalu menaiki tangga menuju lantai 3. Sebelumnya mereka sudah memesan makar untuk istirahat.


Xiang Yang menghela nafas karena tindakan Cai'er yang sembrono. Dengan membunuh Du Shi, Keluarga Du sudah pasti tidak akan melepaskan mereka.


Besok pasti akan ada masalah yang lebih merepotkan.


Xiang Yang pun ikut naik ke lantai 3, meninggalkan orang-orang itu yang merasa lega.

__ADS_1


Pria gahar menatap Du Shi dengan senyum sinis "Kau terlihat menyedihkan tuan muda Du Bai!"


"Diam kau Sha Qi!" Du Bai berdiri, pipinya masih merah bekas tamparan, meskipun terasa sakit namun Di Bai menolak menyentuh pipinya karena harga dirinya.


"Wanita ******! Aku akan membalas penghinaan ini!" Du Shi pun turun, keluar dari restoran dengan wajah gelap.


Pria gahar itu melihat kearah Xiang Yang dan Cai'er pergi dengan sedikit kerutan dikeningnya.


"Siapa kedua orang itu? Dengan kekuatan mereka seharusnya nama mereka sudah terkenal? Apakah mereka berdua merupakan jenius dari Sekte Pedang Langit?" gumamnya "Kedua pemuda itu harus segera disingkirkan sebelum berkembang lebih jauh, itu bisa merusak rencana kami nantinya!"


Setelah itu, pria gahar melangkah turun, keluar dari Restoran Bunga Melati.


***


Setelah masuk kamar, Cai'er langsung merebahkan diri di ranjangnya.


"Cai'er, aku yakin pemuda itu tidak akan diam saja setelah apa yang kita lakukan!" ucap Xiang Yang, duduk di samping ranjang.


"Huh, jika dia benar-benar berani mengganggu ku lagi maka akan ku bantai habis seluruh keluarganya!" Cai'er masih terlihat kesal.


Xiang Yang mengelus kepala Cai'er dengan lembut "Ya, jika mereka benar-benar berani membuat masalah dengan Cai'er ku lagi maka tidak perlu untuk menahan diri!"


Cai'er tiba-tiba meraih tangan Xiang Yang lalu menariknya, membuat pemuda itu terbaring di ranjang dengan kini dia berada diatas pemuda itu.


"Hehe, kau tidak akan bisa lari kali ini!" Cai'er tersenyum menggoda.


Xiang Yang tersenyum tipis, lalu memegang kedua bahu Cai'er, membalik tubuh gadis itu hingga membuatnya kini berada diatas Cai'er.


"Aku rasa kaulah yang tidak bisa melarikan diri!"


Cai'er masih tersenyum menggoda "Kalau begitu per*kosa aku!"


"Hei, bukankah tidak cocok untuk menggunakan kata-kata itu?"


"Tapi kita kan belum menikah, jadi ini dihitung kau memperkosa ku!"


"Tapi kan ini bukan pemaksaan!"


"Kalau begitu..." Cai'er mengubah posisi mereka dengan dirinya yang berada diatas "Aku yang akan memper*kosa mu!"

__ADS_1


Akhirnya Xiang Yang pun diper*kosa oleh Cai'er.


__ADS_2