
"Kau sudah tersesat Wang Wu! Apa sekarang kau ragu dengan keputusan mu?"
Wang Wu menoleh kebelakang, seketika wajahnya berubah marah saat menemukan orang yang berbicara tadi ternyata adalah orang yang paling dia benci. Siapa lagi kalau bukan Xiang Yang.
"TIDAK PERLU BASA-BASI! SERANG MEREKA SEMUA!" Wang Duo yang tadinya diam sejenak, kini sudah tidak bisa lagi menahan diri, akhirnya memerintahkan pasukannya untuk menyerang.
Meskipun mereka kalah jauh dalam jumlah, namun tidak terlihat sedikitpun keraguan pada wajah Wang Duo dan para pasukannya, yang ada hanyalah ekspresi membara untuk menghabisi para pemberontak.
"SERANG!" Ming Tu juga memerintahkan pasukannya untuk menyerang.
Xiang Yang maju lebih dulu, menerjang kearah Wang Wu yang juga melesat kearahnya.
Wang Wu menyerang dengan sekuat tenaga, aura membunuh sama sekali tidak ia sembunyikan, menunjukkan jika pria paruh baya itu memang ingin membunuh Xiang Yang.
Namun setiap serangan Wang Wu sama sekali tidak efektif dalam melawan Xiang Yang. Memang dilihat dari segi manapun, Wang Wu kalah jauh jika dibandingkan Xiang Yang.
Kultivasi Wang Wu berada 2 tahap dibawah Xiang Yang, jadi otomatis kekuatan dan kecepatannya juga berada di bawah pemuda itu.
Wang Wu berniat memukul wajah Xiang Yang dengan keras, namun pukulannya dapat ditahan dengan mudah, tangan Wang Wu dicengkeram erat hingga terdengar bunyi berderit dari tulang tangannya, membuat pria paruh baya itu berteriak kesakitan.
Xiang Yang menarik tangan Wang Wu, hingga tubuh Wang Wu ikut tertarik kedepan. Dengan tapak tangan kanan yang diselimuti aura emas, Xiang Yang memberikan serangan keras pada perut Wang Wu.
*BAAAM!
"Gouhk!" Wang Wu memuntahkan banyak darah, sebelum tubuhnya terlempar jauh hingga mendarat keras pada puncak tebing.
Xiang Yang pun mengabaikan Wang Wu dan beralih mencari musuh lainnya untuk dilawan.
Sementara Wang Duo dan pasukannya yang berada ditingkat Gold Core sedang bertarung diatas, pasukan yang berada ditingkat Silver Core kebawah hanya bisa menonton dari bawah tebing, tidak tau harus melakukan apa karena tebing terlalu curam untuk dinaiki.
__ADS_1
Selain itu energi Qi mereka sudah terkuras saat bebatuan tebing runtuh sebelumnya, jika mereka memanjat tebing maka energi mereka mungkin akan habis setelah mencapai puncak. Yang menanti mereka setelahnya sudah pasti adalah kekalahan, kemungkinan besar mereka akan dibunuh.
Jadi mereka hanya bisa menonton sampai Wang Duo memberi mereka perintah.
Pertarungan itu terus berlangsung, ledakan-ledakan keras terus terdengar bersahut-sahutan.
Bisa dilihat kalau pasukan Wang Duo mulai kewalahan. Wang Duo yang berada ditingkat Gold Core tahap 4, kini sedang berhadapan melawan Xiang Yang yang berada ditingkatan yang sama.
Wang Duo mengeluarkan semua yang dia miliki, ingin bertarung sampai salah satu dari mereka terbunuh, namun ia melihat Xiang yang sepertinya tidak serius bertarung melawannya.
Xiang Yang menciptakan puluhan kristal es panjang dan tajam bagaikan tombak disekitarnya. Dengan satu kali kibasan tangan puluhan tombak es itu melesat cepat kearah Wang Duo.
Wang Duo tentu tidak diam saja, ia memberikan tebasan menyilang, mengeluarkan gelombang angin menyilang dari tebasannya, menyapu puluhan tombak es hingga hancur menjadi serpihan-serpihan kecil.
Xiang Yang tersenyum tipis, lalu menggerakkan dua jari tangan kanannya, membuat serpihan-serpihan tombak es yang tadi Han untuk, berubah menjadi jarum es yang tidak terhitung jumlahnya.
Dalam satu kali gerakan tangan, semua jarum es itu melesat menuju Wang Duo dari segala arah.
*Tring! Tring! Tring!
Jarum-jarum es berbenturan dengan energi pelindung Wang Duo, mengeluarkan suara nyaring yang terus terdengar.
*Tring! Tring! Tring!
Suara benturan antara jarum es dengan perisai energi Wang Wu terus terdengar tanpa henti meskipun waktu sudah berlalu bisa dibilang cukup lama.
Setelah beberapa saat mengamati sekitar, ternyata setiap jarum es yang terpental karena berbenturan dengan perisai energinya, kembali dilesatkan oleh Xiang Yang kearahnya.
Meskipun awalnya Wang Duo bisa menahan serangan itu dengan mudah, namun karena serangan itu terus terjadi tanpa henti, memberikan beban pada Wang Duo.
__ADS_1
Sama seperti saat kita meluruskan tangan kedepan dengan menggenggam sebuah batu kecil. Meskipun awalnya batu itu tidak berat, namun seiring waktu, batu itu pasti akan mulai terasa berat.
"Sialan!" Wang Duo bergumam lirih, ia sadar telah masuk kedalam perangkap Xiang Yang hingga membuatnya terkurung dalam situasi ini.
Perisai energi Wang Duo mulai terlihat retak, ia berusaha sekuat mungkin untuk terus bertahan, namun sangat sulit.
Hingga akhirnya Wang Duo tidak bisa lagi bertahan, membuat perisai energinya hancur hingga jarum-jarum es itu menancap di tubuh Wang Duo.
Tubuh Wang Duo pun kini terlihat seperti landak dengan duri es di seluruh tubuhnya.
"Gouhk!" Wang Duo memuntahkan seteguk darah sebelum pukulan Xiang Yang mengenai wajahnya, hingga ia terpental jauh, mendarat di puncak tebing.
Xiang Yang pun mengabaikan Wang Duo meskipun dia masih hidup, Xiang Yang beralih mencari musuh lainnya.
Ming Tu memang meminta Xiang Yang dan pasukannya untuk berusaha tidak membunuh para kultivator Gold Core Kekaisaran Ming.
Ming Tu mengetahui kalau Wang Duo dan semua pasukan Kekaisaran Ming yang berada disini itu sangat setia pada Kaisar Ming Qin. Mereka tertipu oleh si Permaisuri Yuan Ran.
Ming Tu tidak ingin mereka mati karena mereka adalah aset penting untuk Kekaisaran Ming, jika semua yang ada disini di bunuh maka akan mengurangi kekuatan militer secara signifikan. Kekaisaran tetangga mungkin saja akan melakukan serangan setelah ini hingga perang akan terus berlanjut.
Ming Tu tidak ingin hal itu terjadi.
Xiang Yang tentu tidak keberatan dengan permintaan Ming Tu, karena ia juga berharap Ming Tu bisa mengambil keputusan yang bijak dalam situasi ini. Ya..meskipun jika Ming Tu menginginkan kematian mereka semua, Xiang Yang akan dengan senang hati melakukannya.
Pertarungan itu terus berlanjut, dengan memangnya jumlah pasukan Ming Tu serta bantuan dan Xiang Yang, semua kultivator Gold Core itu dapat dilumpuhkan, meskipun ada dua diantara mereka yang telah mati.
Kini Wang Duo dan semua pasukannya telah diikat dan dikumpulkan dalam satu tempat di puncak gunung.
Semua duri di tubuh Wang Duo telah tercabut, ia juga sudah dipaksa memakan pil untuk sedikit meringankan luka ditubuhnya.
__ADS_1
Sementara untuk Wang Wu sendiri, pergi a paruh baya itu masih dibiarkan terbaring lemah ditempat, sama sekali tidak tersentuh oleh tangan mana pun.
Ming Tu melirik kearah Wang Wu sebelum berjalan kesana. Wajah pemuda itu terlihat gelap, jelas menyimpan kemarahan pada Wang Wu.