
Ming Tu memimpin langsung 400 pasukan kearah gerbang barat Kota Langit Ungu.
Rencana menyerang gerbang barat kota saat matahari akan terbenam adalah rencana Xiang Yang. Dimana memanfaatkan cahaya matahari yang terbenam, membuat para penjaga gerbang tidak bisa melihat secara pasti jumlah mereka.
Setibanya di gerbang barat, Ming Tu dan pasukannya bisa dengan mudah membunuh semua anggota Sekte Gunung Api yang berjaga.
Xiang Yang dan Han Shizu tidak terlihat bersama mereka karena mereka sedang menjalankan tugas lainnya.
Xiang Yang membantai semua penjaga di arah selatan kota, sementara Han Shizu membantai penjaga di arah utara kota.
Setelah membunuh semua anggota Sekte Gunung Api di arah selatan dan utara, Xiang Yang dan Han Shizu meledakkan pil peledak yang sudah mereka sebarkan diarea selatan dan utara.
Tentu mereka tidak langsung meledakkan semuanya, mereka meledakkannya satu persatu dan dalam jangka waktu yang acak, membuat para musuh berpikir sedang terjadi pertarungan disana.
Han Shizu pergi menuju bagian barat kota, bergabung dengan pasukan Ming Tu. Sementara Xiang Yang sendiri pergi kearah timur, dimana dirinya akan memimpin 100 pasukan Sekte Daun Hijau yang tersisa.
Han Shizu kini sudah tiba di bagian barat Kota Langit Ungu, dimana dirinya langsung bergabung dengan pasukan Ming Tu.
Mereka semua bergerak cepat menuju Sekte Langit Ungu, membunuh semua anggota Sekte Gunung Api yang terlihat.
Beberapa menit berlalu, Ming Tu yang memimpin digaris depan, bisa melihat pasukan Sekte Gunung Api yang datang.
Hingga setelah jarak mereka terpaut 100 meter, kedua pemimpin pasukan sama-sama menghentikan langkah pasukan mereka.
Shu Qi Man menatap Ming Tu dengan tajam.
"Pangeran Ming Tu, tidak ku sangka ternyata kau telah selamat dari pengejaran anggota ku! Apakah kau masih belum puas melihat para bawahan mu mati sebelumnya saat berada di Sekte Langit Ungu?"
"Tua Bangka! Aku akan membalas atas kematian para bawahan ku sebelumnya!" Ming Tu mengeluarkan aura tingkat Gold Core.
Mata Shu Qi Man melebar, ia bisa merasakan dengan jelas tingkat kultivasi Ming Tu.
"2 bulan lalu sudah jelas kau masih berada ditingkat Silver Core! Bagaimana bisa kultivasi mu meningkat pesat dalam waktu singkat?!"
Jelas Shu Qi Man terkejut, dari tingkat Silver Core ketingkat Gold Core dalam waktu 2 bulan jelas tidak masuk akal.
__ADS_1
Paling tidak, bahkan jika itu seorang jenius sekalipun, akan membutuhkan waktu 10 tahun atau bahkan belasan tahun.
"Tidak ada alsan untuk ku menjawab pertanyaan mu!" balas Ming Tu dengan wajah datar.
"Huh! Jangan pikir kau bisa bersikap sombong hanya karena kultivasi mu naik ketingkat Gold Core! Ingat kau masih berada di tahap 2 awal sedangkan aku berada di tahap 4 puncak!" Shu Qi Man mengeluarkan aura Gold Core tahap 4 nya.
Ming Tu tersenyum tipis "Maaf saja, tapi bukan aku yang akan melawan mu!"
Diantara kerumunan pasukan dibelakangnya, terbang keluar sesosok gadis cantik yang tidak lain adalah Han Shizu.
"Kau...!"
Mata Shu Qi Man melebar, jelas dia mengingat siapa gadis itu, ia tidak akan pernah melupakan wajahnya seperti apa.
Han Shizu sekarang sudah pulih sepenuhnya, dengan banyaknya sumber daya dari Xiang Yang, mudah saja untuknya pulih dalam waktu 1 hari.
Sedangkan untuk Shu Qi Man, meskipun luka-lukanya sudah sembuh, namun energi Qi nya masih belum pulih.
Jelas sekali, Shu Qi Man tidak diuntungkan dalam situasi ini.
"SERANG!" Ming Tu berteriak keras, lalu segera melesat maju, diikuti oleh semua pasukan dibelakangnya.
Han Shizu menciptakan dua belati ditangan kanan dan kirinya dengan elemen petir.
Shu Qi Man sendiri juga mengeluarkan senjatanya, kemudian melesat terbang kearah Han Shizu.
Pertarungan pun terjadi diudara antara keduanya.
Hanya dalam waktu singkat, bisa dilihat Shu Qi Man sudah mulai terdesak.
Han Shizu menyerang dengan lincah dan cepat, setiap serangannya sangat mematikan, mengincar titik-titik vital dari Shu Qi Man.
Dengan energi Qi yang masih belum pulih setelah pertarungan kemarin, Shu Qi Man tidak bisa memaksimalkan kemampuannya, terlebih dia sendirian dengan lawannya yang memiliki kultivasi diatasnya.
Dilihat dari segi manapun, Shu Qi Man tidak akan bisa menang.
__ADS_1
Sementara itu, Ming Tu dan pasukannya bertarung di darat, membuat kehancuran pada bangunan-bangunan disekitar mereka.
Pasukan Shu Qi Man tidak jauh berbeda kondisinya dengan dirinya. Terlebih anggotanya yang berada ditingkat Sky Spiritual kebawah, yang mana mereka belum istirahat setelah kejadian kemarin karena membersihkan kekacauan, berakhir dibunuh dengan mudah.
Jumlah kultivator Gold Core di pihak Shu Qi Man juga kalah, terlebih luka dan energi Qi mereka masih kurang dari setengah, jadi semua pasukannya kocar-kacir dibuat Ming Tu bersama pasukannya.
Kondisi medan pertarungan itu sudah didominasi oleh pasukan Sekte Daun Hijau yang dipimpin oleh Ming Tu.
Di udara, Shu Qi Man masih bertarung melawan Han Shizu. Pria paruh baya itu sudah mengalami luka-luka, ia sama sekali tidak bisa mengimbangi lawannya, entah itu dari kecepatan maupun kekuatan.
Dalam satu kesempatan, Han Shizu bergerak cepat lalu memotong lengan kiri Shu Qi Man.
"Aaarrk!" Shu Qi Man berteriak kesakitan.
Han Shizu memutar tubuhnya, dengan tendangan kuat yang diselimuti aliran petir, menghantam perut Shu Qi Man secara telak.
Shu Qi Man memuntahkan darah segar, sebelum terpental jatuh menghantam satu rumah hingga hancur.
Han Shizu membuat puluhan jarum petir, lalu menembakkannya kearah Shu Qi Man.
Shu Qi Man yang baru saja terjatuh, tidak sempat melihat datangnya serangan, hingga akhirnya semua jarum petir itu menusuk seluruh tubuhnya.
Aliran petir langsung menjalar keseluruh tubuh pria paruh baya itu, hingga menghancurkan setiap sel tubuhnya, membuat kulitnya menghitam dengan rambut yang habis pelontos dan mata yang memutih sepenuhnya.
Shu Qi Man, Tetua Sekte Gunung Api, mati ditangan Han Shizu.
Setelah membunuh Shu Qi Man, Han Shizu bergerak untuk membantu pasukan Ming Tu membunuh semua anggota Sekte Gunung Api.
Sebelumnya saja anggota Sekte Gunung Api sudah terdesak tidak bisa melakukan perlawanan berarti, sekarang dengan datangnya Han Shizu, mereka semua bisa disapu bersih tanpa ada yang tersisa.
Ming Tu membiarkan pasukannya untuk mengambil nafas sejenak, lalu mulai membuka suara.
"Jika ada diantara kalian yang sudah tidak kuat untuk bertarung, maka lebih baik untuk istirahat disini dulu, kalian bisa menyusul nanti!"
"KAMI SEMUA MASIH BISA BERTARUNG KETUA SEKTE!" Mereka semua menjawab serentak dengan ekspresi teguh tanpa keraguan.
__ADS_1
Ming Tu tersenyum tipis "Baiklah! Kalau begitu ayo kita maju menuju Sekte Langit Ungu! Saudara Xiang Yang pasti sudah menunggu kita disana!"