
Han Shizu masih dalam proses penerobosan ketingkat Nescent Soul, selain itu Han Shizu juga masih berusaha menggabungkan kedua Jiwa Petir didalam tubuhnya.
Energi didalam tubuh Han Shizu bergejolak kuat, kilatan petir menyelimuti tubuhnya, menyambar kesegala area disekitarnya, membuat barang-barang didalam kamar Han Shizu hancur berantakan.
Han Shizu bisa merasakan tubuhnya ditempa oleh kilatan petir dari Jiwa Petir yang ia serap, tubuh serta fondasinya semakin kuat seiring berjalannya waktu.
Tentu semua itu tidak Han Shizu lalui dengan aman dan nyaman, meskipun memang pada awalnya ia bisa merasakan rasa nyaman dari energi Jiwa Petir, namun seiring waktu, ia mulai merasakan rasa sakit disekujur tubuhnya. Hal itu bisa diketahui dari ekspresi Han Shizu yang terlihat seperti menahan rasa sakit.
Han Shizu sebenarnya sudah bisa menerobos ketingkat Nescent Soul dari kemarin, namun ia menunda hal itu dan membuat energi dari Jiwa Petir terus menempa tubuh dan fondasinya.
Selama Han Shizu merasa masih bisa menahan rasa sakit disekujur tubuhnya, ia akan berusaha menahan kenaikan tingkat kultivasi dan terus menempa tubuhnya.
Ekspresi Han Shizu terlihat menderita menahan rasa sakit. Rasa sakit yang ia rasakan terus bertambah seiring waktu, hingga setelah tengah malam, Han Shizu pun menyerah dengan rasa sakit itu.
*Baaang!
Ledakan energi terjadi didalam tubuh Han Shizu, menandakan jika gadis itu telah naik ketingkat Nescent Soul.
Bersamaan dengan kenaikan tingkat kultivasinya, kilatan petir meledak keluar dari tubuh Han Shizu, menghancurkan kediamannya.
Sebuah siluet naga meloncat keluar melayang tinggi keatas dengan raungan keras, menghiasi malam dengan bulan cembung.
Semua orang yang berada disana terkejut dengan raungan keras itu, mereka semua mendongak melangit, melihat siluet naga petir yang terbang keatas.
Tidak ada yang mengetahui dari mana asal siluet naga petir itu, jadi mereka semua segera memasang sikap waspada.
Setelah mencapai jarak tertentu, siluet naga petir berbalik arah, terbang menungkik kebawah dengan raungan keras.
Siluet naga petir itu pun masuk kedalam tubuh Han Shizu.
__ADS_1
*BAAAM!
*BZZZZTTTT...!!
Ledakan keras terjadi disertai kilatan petir ganas yang menjalar kesegala arah, menghancurkan bangunan-bangunan disekitar Han Shizu.
Beberapa orang yang dekat disana bahkan hampir terkena sambaran petir yang keluar dari tubuh Han Shizu, hingga sekarang tidak ada yang berani mendekat.
Bahkan Tetua Lin Sang sekalipun tidak berani mendekat karena merasakan tekanan dari kilatan petir itu. Dia yakin jika dirinya terkena sambaran petir itu maka dirinya akan mati.
"Inikah kekuatan tingkat Nescent Soul?" Tetua Lin Sang baru kali ini merasakan kekuatan dari kultivator ditingkatan Nescent Soul.
Han Shizu masih memejamkan matanya, sesaat kemudian gadis itu membuka matanya, bersamaan dengan kilatan petir ditubuhnya yang terus menyusut hingga menghilang dengan kecepatan yang bisa dilihat dengan mata.
Han Shizu menghembuskan nafas, mengeluarkan asap putih yang cukup tebal, bisa dilihat senyum tipis yang samar terpasang di bibir tipis nan indah gadis itu. Ia merasa sangat senang karena telah berhasil menjalankan tugas dari Xiang Yang.
Dengan kultivasinya yang telah naik ketingkat Nescent Soul, Han Shizu berpikir ia bisa lebih berguna lagi untuk Xiang Yang nantinya.
"Selamat Nona Han Shizu karena telah naik ketingkat Nescent Soul! Dengan adanya Nona Han Shizu, sekte kita mungkin akan menjadi yang terkuat di Kekaisaran Ming!" Tetua Lin Sang menangkupkan tangannya sambil membungkuk 45° dengan senyum senang.
Beberapa tetua di samping Tetua Lin Sang juga melakukan hal yang sama.
Han Shizu berdiri, dengan senyum ramah ia membalas salam Tetua Lin Sang dan yang lainnya.
"E..." Tetua Lin Sang ingin sekali mengatakan banyak hal.
Namun banyak hal yang ingin dia katakan itu kebanyakan adalah pertanyaan. Dia tau kalau Han Shizu tidak bisa bicara, jadi ia menelan semua pertanyaan yang ingin dia ajukan dan sekarang tidak tau harus mengatakan apa.
Han Shizu bertahan diam dengan senyum ramahnya sejenak, sebelum ekspresinya kembali datar lalu melesat terbang ke satu arah, meninggalkan Sekte Naga Emas.
__ADS_1
"A..." Tetua Lin Sang ingin bertanya kemana Han Shizu akan pergi, namun ia paham kalau itu merupakan pertanyaan yang percuma, jadi dia hanya bisa menghela nafas.
***
Kabar tentang Sekte Langit Ungu yang berhasil direbut kembali, kini sudah menyebar ke seluruh Kekaisaran Ming. Banyak Sekte yang bertanya-tanya, kelompok mana yang berhasil membantai habis anggota Sekte Gunung Api di Sekte Langit Ungu.
Banyak sekte dan kelompok lainnya mengirim mata-mata ke Sekte Langit Ungu untuk melihat situasi disana.
Tentu Sekte Gunung Api juga sudah mendengar kabar ini, pastinya mereka sangat marah karena 3 tetua mereka dikabarkan mati dalam pertarungan.
Masih belum diketahui secara pasti siapa sebenarnya yang telah membantu Sekte Langit Ungu, namun Sekte Gunung Api berjanji akan membalas kematian 3 tetua mereka.
Tapi tidak sekarang, ya..tidak sekarang karena mereka masih menunggu satu hal terlebih dahulu.
Saat ini, para Tetua Sekte Gunung Api melakukan pertemuan mendadak, mereka kini berada dalam satu ruangan, duduk di kursi yang mengelilingi sebuah meja bundar.
Wajah semua tetua sama sekali tidak memancarkan kesenangan atau semacamnya, semuanya terlihat muram.
"Jadi, apakah sudah ada kabar dari mata-mata yang kita kirim?" tanya salah satu tetua.
"Penjagaan Sekte Langit Ungu sangat ketat, mata-mata yang kita kirim tidak bisa mencari informasi lebih dalam, mereka hanya mengetahui kalau Sekte Langit Ungu saat ini menutup diri dari dunia luar, berusaha membangun sekte mereka kembali!" Tetua Shan Du yang merupakan Tetua Agung Sekte Gunung Api menjawab.
"Lalu apakah kita akan langsung saja menyerang Sekte Langit Ungu?" tanya Tetua lainnya.
"Untuk saat ini kita biarkan saja dulu, kita masih belum mengetahui secara pasti kekuatan mereka! Menyerang Sekte Langit Ungu tanpa informasi yang jelas akan sangat beresiko, terlebih kita harus menunggu Ketua Sekte keluar dari kultivasi tertutupnya, beliaulah yang akan mengambil keputusan akhir! Jika kita bergerak secara sembarangan, Ketua Sekte bisa-bisa marah pada kita!"
Bahkan Tetua Xian Ying dan 2 Tetua kembar mereka telah mati dalam pertarungan, jadi mereka tidak bisa meremehkan kekuatan musuh.
Para Tetua lainnya tidak ada yang bisa membantah keputusan Tetua Agung Shan Du. Melakukan pergerakan besar tanpa sepengetahuan Ketua Sekte mereka, bisa-bisa Ketua Sekte marah besar pada mereka.
__ADS_1
"Jadi untuk sekarang tetaplah melakukan hal seperti biasa, kita sudah menyewa banyak alkemis untuk membuat pil dari sumber daya yang kita dapatkan di Sekte Langit Ungu! Sebelum Ketua Sekte keluar dari pelatihan tertutupnya, kita tidak akan melakukan pergerakan!"