
Setelah berakhirnya babak terakhir dimana Xiang Ba menghajar lawannya hingga babak belur, turnamen hari kedua juga secara resmi berakhir dan akan berlanjut lagi besok.
Besok akan menjadi babak semi final dari Turnamen Kekaisaran Han.
Peserta yang awalnya ada ratusan, kini hanya tersisa 32 peserta saja. Hampir semua peserta berada ditingkat Earth Spiritual, hanya beberapa yang berada ditingkat Sky Spiritual.
Trio Xiang sudah pasti memasuki babak final.
Semua orang membubarkan diri membuat alun-alun kota yang tadinya sangat padat, menjadi sepi.
***
Saat ini di kamar penginapan Xiang Yang dan Cai'er sedang melakukan obrolan.
"Apa kau merasakannya saat berada di area penonton tadi Cai'er?"
"Ya, aku bisa merasakan ada banyak aura membunuh yang berusaha disembunyikan diantara kerumunan penonton turnamen, aku yakin mereka adalah para kultivator aliran hitam yang sedang melihat situasi!" Cai'er duduk di samping ranjang dengan kedua kaki terjuntai kebawah.
"Tidak hanya di acara turnamen tadi, namun juga diantara orang-orang di jalanan kota juga ada banyak aura membunuh yang berusaha disembunyikan oleh pemiliknya, bahkan aku bisa merasakan sesekali aura mereka bocor! Namun sampai saat ini aku tidak pernah mendengar kasus pembunuhan di Ibu Kota!" Xiang Yang duduk di samping Cai'er dengan posisi yang sama.
Cai'er menyandarkan kepalanya di bahu Xiang Yang "Itu sudah pasti, selama ini Ibu Kota Kekaisaran Han sangat terjaga dari hal kriminal seperti pembunuhan, jika di turnamen ini tiba-tiba ada pembunuhan maka penjagaan akan semakin diperketat! Mereka sampai saat ini menahan diri, berpikir agar rencana mereka berjalan mulus!"
Xiang Yang mengelus kepala Cai'er dengan lembut lalu tersenyum tipis "Ya, tapi tanpa mereka sadari kalau rencana mereka bisa dibilang telah gagal, mereka telah masuk perangkap yang kita atur!"
"Hehe, aku harap mereka segera melancarkan aksi penyerangan di acara turnamen, aku tidak akan menahan diri untuk membantai mereka semua!" Cai'er ingin segera keluar menuju dimensi utama, mengkonsumsi Pil Pengembalian Ilahi untuk mengembalikan kekuatan penuhnya.
Cai'er ingin segera bertambah kuat, kembali ke dunianya lalu membalaskan dendam pada makhluk yang telah menghancurkan klan dan membunuh orang tuanya.
"Karena itulah kita harus menjaga kondisi kita agar tetap prima, supaya nanti tidak ada kendala saat dalam pertarungan!"
Suasana hening setelah Xiang Yang menyelesaikan kalimatnya.
Hanya ada mereka berdua di kamar dengan Cai'er menyandarkan kepalanya di bahu Xiang Yang dan Xiang Yang yang mengelus kepala Cai'er dengan lembut.
Cai'er menggerakkan kepalanya, menoleh kearah Xiang Yang dengan tatapan penuh makna.
__ADS_1
Xiang Yang yang melihat tatapan istrinya itu, menggeleng pelan "Bukanlah baru saja ku bilang untuk menjaga kondisi agar tetap prima Cai'er? Besok adalah semi final dan kemungkinan besar Sekte Golok Darah akan memulai rencana mereka, jika kita melakukannya maka itu bisa menurunkan stamina kita besok!"
Cai'er tersenyum kecut "Tapi kan bisa kita lakukan sebentar saja, hanya satu ronde!"
"Ho, lalu bagaimana jika aku kebablasan dan malah membuat mu sampai pingsan seperti sebelumnya?" Xiang Yang tersenyum penuh makna.
Memang sekitar 2 minggu lalu, Cai'er pernah dibuat sampai pingsan oleh Xiang Yang hingga tidak bisa bergerak seharian karena kakinya lemas.
Sebelumnya Cai'er ingin melakukannya sampai batas dimana Xiang Yang bisa bertahan. Ya.. singkatnya itu adalah pertandingan ketahanan diatas ranjang.
Namun ternyata Cai'er kalah telak. Satu hal yang membuat Cai'er sedikit frustasi adalah Xiang Yang masih segar bugar meskipun sudah melakukannya sampai dirinya pingsan.
Cai'er mencubit perut Xiang Yang sambil mengembungkan pipinya "Tunggu saja sampai aku mendapatkan kembali kultivasi ku, kau akan ku buat memohon ampun!"
"Akan ku tunggu saat-saat yang tidak akan pernah terjadi itu!"
***
Xiang Yang dan Cai'er melalui malam dengan tidur tanpa melakukan kegiatan malam mereka seperti biasa.
Sebelum mereka pergi untuk menyaksikan semi final turnamen hari ini, mereka berdua terlebih dahulu sarapan, mengisi perut yang sudah keroncongan.
Hari ini sudah dipastikan alun-alun kota akan sangat padat.
Benar saja, baru saja matahari menampakkan diri secara malu-malu, alun-alun kota sudah penuh dengan para penonton.
Setelah matahari menunjukkan diri secara sempurna, semua penonton dan peserta sudah berada di tempat masing-masing.
"Selamat pagi semuanya! Hari ini adalah hari semi final Turnamen Kekaisaran Han, sudah ada 32 peserta terpilih yang memasuki babak semi final ini, mereka merupakan jenius tingkat tinggi yang kelak akan menjadi penopang dari Kekaisaran Han! Beri tepuk tangan dulu untuk para peserta semi final!" pembawa acara mulai membuka suara.
Tepuk tangan dan teriakan penyemangat yang sangat meriah langsung terdengar antusias dari para penonton, beberapa peserta juga ikut tepuk tangan untuk diri mereka sendiri, sementara kebanyakan hanya diam dengan ekspresi masing-masing.
Beberapa menit kemudian, suara tepuk tangan tidak lagi terdengar, barulah pembawa acara kembali bersuara.
"Peraturan untuk semi final sama seperti babak penyisihan, hanya saja kali ini kita hanya akan menggunakan 1 arena untuk digunakan, agar pertandingan bisa lebih kita nikmati!..
__ADS_1
Baiklah tidak perlu berlama-lama lagi, mari kita mulai babak pertama semi final hari ini!"
"HUOOOO...!!"
Para penonton berteriak kegirangan.
Sang pembawa acara yang kini berganti profesi sebagai wasit, mulai mengambil kertas undian.
"Xiang Zu dan Ran Qi, silahkan menaiki arena!"
Mendengar namanya langsung dipanggil, tangan kanan Xiang Zu langsung meninju telapak tangan kirinya, dengan senyum lebar ia berjalan menaiki arena.
Xiang Zu berdiri diatas arena, menatap lawannya yang merupakan seorang gadis cantik, berusia sekitar 23 tahun, dengan kultivasi tingkat Earth Spiritual tahap 5 akhir.
"Xiang Zu dari Kota Batu Hitam!" Xiang Zu menangkupkan tangannya.
"Ran Qi dari Sekte Seribu Bunga!" Ran Qi membalas salah hormat Xiang Zu.
"MULAI!"
Keduanya langsung memasang kuda-kuda.
"Nina Ran Qi, aku tidak akan menahan diri meskipun kau seorang wanita!" Xiang Zu mencabut pedangnya.
"Aku malah senang jika kau tidak menahan diri!" Ran Qi tersenyum sederhana lalu mengeluarkan pedangnya.
Mereka saling menatap untuk sesaat sebelum sama-sama meelsat kedepan dengan kecepatan tinggi.
*Trang!
Pedang mereka beradu kuat, membuat gelombang kejut keras.
Sementara itu, Xiang Yang dan Cai'er masih menonton di area penonton lapisan kedua.
"Apa kau bisa merasakannya Cai'er?" Tanya Xiang Yang.
__ADS_1
Cai'er menganggukkan kepalanya "Ya, sepertinya mereka sudah tidak bisa lagi menahan diri, aura membunuh mereka sudah tidak lagi bisa disembunyikan!"
"Mereka akan memulai rencananya hari ini!"