Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.246 - Akan Ku Bunuh Mereka Semua!


__ADS_3

*Boooommmm...!!


*Boooommmm...!!


*Boooommmm...!!


Yun Ying masih melakukan pertarungan melawan Sun Wong dan Wan Yun.


*BAAAMMM!


Yun Ying mendapatkan pukulan pada bagian perut, membuatnya terlempar puluhan meter.


Sun Wong muncul diatas Yun Ying, menyatukan jari-jari kedua tangan lalu menghantam gadis itu dengan kuat.


Yun Ying masih sempat membuat perisai es, namun perisai es itu hancur berkeping-keping, hingga dia pun terpental kebawah.


Sebuah kilatan petir mengejar Yun Ying, hingga kilatan petir itu tiba di sampingnya, terlihat jika kilatan petir itu ternyata adalah Wan Yun yang bergerak bagaikan sambaran petir.


Wan Yun langsung menebaskan pedangnya, berniat memotong tubuh Yun Ying.


Yun Ying yang sudah memprediksi hal itu, dengan cepat membuat perisai es.


*PRAAAANG!!


Perisai es Yun Ying kembali hancur, membuatnya terpental jauh ke samping.


Yun Ying cukup cepat mendapatkan momentumnya, ia menahan laju terpental tubuhnya dengan kedua kaki menapak tanah, dia masih terus terdorong kebelakang, membuat garis memanjang di tanah.


"Hahaha! Kau memang kuat Dewi Bulan Es, tapi tetap tidak mungkin bisa mengalahkan kami berdua!" Wan Yun tersenyum menyeringai lebar.


Sun Wong sendiri memasang wajah datar, menatap Yun Ying dengan tatapan penuh nafsu membunuh.


Yun Ying sama sekali tidak menanggapi perkataan Wan Yun. Sesaat kemudian aura putih kebiruan keluar dari tubuh gadis itu, aura itu secara perlahan membuat suatu perubahan pada penampilannya.


Tidak seperti Xiang Yang yang seperti di bekap oleh sosok naga, perubahan dari aura Yun Ying terlihat lebih minim.


Tanduk es terbentuk di kening Yun Ying, matanya berubah warna menjadi biru dengan pupil tajam, gigi taringnya juga sedikit memanjang.


Sepasang sayap terbentuk dari energi putih kebiruan di punggung Yun Ying, juga satu ekor yang mulai terbentuk.


Sayap dan ekor Yun Ying berbentuk semi transparan, begitu juga dengan tanduk esnya, kulit putihnya juga menjadi lebih pucat.


Dengan perubahan itu, bukannya menyeramkan, justru memberi daya tarik tersendiri pada penampilan Yun Ying.


Sun Wong dan Wan Yun menjadi waspada, mereka bisa merasakan tekanan aura dari Yun Ying bertambah kuat.


"Gadis kecil, bukan hanya kau saja yang bisa menggunakan teknik perubahan!"


Bersamaan dengan perkataan Wan Yun, kilatan petir yang semakin kuat menyelimuti tubuh pria tampan tapi cantik itu.

__ADS_1


"Iblis Petir!"


*JEDDEEERRRR!!


Tubuh Wan Yun diselimuti petir ganas, membuat tubuhnya seakan menjadi petir itu sendiri.


Sun Wong melirik kearah Wan Yun dengan tatapan sinis.


"Jadi seperti inikah kekuatan dari Jiwa Petir miliknya. Baru pertama kali aku melihatnya menggunakan kekuatan penuh dari Jiwa Petirnya, ternyata kekuatan Jiwa Petir milik bocah ini tidak bisa dipandang sebelah mata!" gumam Sun Wong dalam hati.


Sun Wong adalah kultivator tingkat Nirwana tahap menengah, jika dia menggunakan kekuatan penuhnya, Sun Wong yakin jika Wan Yun dapat menyaingi kekuatannya saat berada dalam kondisi prima.


Tapi Sun Wong masih yakin dapat mengalahkan Wan Yun.


"Hmph! Pantas saja dia sebelumnya berani menantang ku, dengan kekuatan penuhnya, aku tidak bisa mengalahkannya dalam kondisi ku saat ini!" Sun Wong kembali bergumam lalu menoleh kearah Yun Ying "Tapi aura yang dikeluarkan gadis ini sedikit lebih kuat dari Wan Yun, mungkin dia bisa mengalahkan Wan Yun dalam pertarungan satu lawan satu!..


Yah.. itu hanya dalam pertarungan satu lawan satu, tidak dengan pertarungan satu lawan dua!"


Setelah selesai bergumam, Sun Wong memasang kuda-kuda, dia merentangkan tangannya sebelum mengepal kemudian saling memukul didepan dada.


Sesaat kemudian aura kuat keluar dari kedua lengan Sun Wong, aura itu membentuk kepala harimau merah menyala semi transparan yang membekap kedua lengannya.


Ketiga kultivator tingkat Nirwana itu, kini telah menggunakan kekuatan penuh mereka.


Mereka saling menatap untuk beberapa saat sebelum Wan Yun memulai pertarungan.


Wan Yun memusatkan energi petir pada pedangnya, lalu melakukan gerakan menusuk, mengeluarkan pancaran energi petir bagaikan sinar laser.


*BOOOOMMMM!!


Pancaran energi petir itu pun menghantam puncak sebuah gunung, membuat ledakan yang langsung menghancurkan puncak gunung tersebut.


Yun Ying seakan tidak peduli dengan akibat ledakan itu, dia mengepakkan sayapnya, terbang cepat menyerang Sun Wong dan Wan Yun.


***


*JLEB!


"Gouhk!"


"Ini yang terakhir!" Xiang Yang berkata dengan senyum menyeringai lebar, sama sekali tidak merasa kasihan pada orang yang baru saja dia bunuh.


Setelah menggunakan Tranformasi Naga dan Perubahan Jiwa Naga Api secara bersamaan, Xiang Yang dapat dengan mudah melawan Bi Wang dan 5 rekannya yang tersisa setelah dua orang di bunuh oleh Xiang Yang.


Xiang Yang membunuh mereka satu persatu, hingga yang terakhir terbunuh adalah Bi Wang yang baru saja dia tusuk jantungnya hingga menembus punggung.


Xiang Yang mencabut pedangnya dari tubuh Bi Wang, membuat tubuh tak bernyawa pria paruh baya itu jatuh terjun bebas hingga menghantam bebatuan di bawahnya.


Xiang Yang kemudian menoleh ke suatu arah, melihat pertarungan antara Yun Ying melawan Sun Wong dan Wan Yun dari jarak yang sangat jauh.

__ADS_1


"Sepertinya Ying'er masih mampu mengimbangi mereka berdua, jadi tidak perlu membantunya untuk saat ini! Sekarang..." Xiang Yang melihat kearah lainnya, dimana Han Shizu bertarung sudah mulai terpojok melawan Jung Ping, Bun Ta dan rekan-rekannya "Lebih baik aku membantu Shizu terlebih dahulu!"


Xiang Yang pun melesat kearah dimana Han Shizu bertarung.


***


Setelah kedatangan Jung Ping, Han Shizu sudah mulai terpojok, dia sudah mendapatkan cukup banyak luka di sekujur tubuhnya.


Jika hanya menghadapi Jung Ping, Han Shizu mungkin masih bisa memberikan perlawanan ekstra.


Namun Jung Ping tidak sendiri, dia dibantu oleh Bunta dan rekan-rekannya.


Golem raksasa memukul keras Han Shizu.


Han Shizu masih sempat membuat perisai pertahanan, namun dia tetap terlempar keras


*BAAAM!


Tubuh gadis itu menghantam tanah hingga membuat kawah berukuran sedang.


Han Shizu berniat bangkit namun Golem raksasa sudah mendarat di sampingnya.


Golem raksasa mengangkat kedua tangan besarnya lalu memberikan pukulan bertubi-tubi pada Han Shizu yang berada di dasar kawah


*BAAAM!!


*BAAAM!!


*BAAAM!!


Golem raksasa terus memukul Han Shizu tanpa henti.


Han Shizu sendiri tidak bisa melakukan apa-apa dalam situasi ini, dia hanya bisa berlindung di balik perisai pertahanan yang sudah mulai retak


Hingga sesaat kemudian.


*BOOOMMM!!


Sebuah ledakan keras terdengar jelas di telinga Han Shizu, saat itulah dia tidak lagi merasakan serangan Golem raksasa.


Han Shizu membuka matanya, dia melihat Xiang Yang kini sudah berdiri di sampingnya.


Xiang Yang melihat kondisi Han Shizu yang bisa dibilang terluka cukup parah, darah mengalir dari sudut bibirnya, menandakan jika Han Shizu mengalami luka dalam.


Tubuh Han Shizu juga sudah tidak diselimuti aliran petir lagi.


Ekspresi Xiang Yang tiba-tiba menjadi dingin, meskipun dalam pengaruh Perubahan Jiwa Naga Api yang membuatnya bersemangat, namun kemarahannya sepertinya lebih besar dari pengaruh Jiwa Naga Api.


"Shizu, lebih baik kau istirahat dulu!" Xiang Yang membantu Han Shizu berada dalam posisi duduk.

__ADS_1


Setelah itu Xiang Yang pun berdiri, menatap kearah para kultivator yang menjadi lawan Han Shizu.


"Akan ku bunuh mereka semua!"


__ADS_2