Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.91 - Terdesak


__ADS_3

Saat ini, Xiang Han sedang di kepung oleh 5 kultivator tingkat Sky Spiritual tahap 5 akhir. Masing-masing dari mereka merupakan Ketua Sekte yang memiliki nama besar diantara kultivator aliran hitam.


Meskipun Xiang Han menggunakan Pedang Langit Biru, namun ia tidak bisa menggunakan kekuatan pedang itu secara sembrono.


Karena sekarang terjadi pertempuran besar yang mana jika ia mengeluarkan kekuatan Pedang Langit Biru, maka bisa saja pasukan aliran putih juga terkena dampaknya.


Jujur Xiang Han masih belum bisa mengendalikan kekuatan Pedang Langit Biru.


"Hati-hati, selalu jaga jarak! Jangan sampai terkena api biru dari pedang itu atau kita bisa langsung terbakar menjadi abu!" Leng Hu memperingatkan ke-4 rekannya.


Tentu saja meskipun mereka merasa ngeri dengan kekuatan pedang itu, sebagai kultivator dari aliran hitam yang cenderung serakah, mereka tidak bisa menyembunyikan ekspresi keserakahan mereka terhadap pedang ditangan Xiang Han


Xiang Han mendengus kesal "Jika saja aku bisa mengendalikan kekuatan Pedang Langit Biru maka kalian semua pasti sudah mati!"


Sebelumnya Xiang Han hanya menyimpan pedang itu, tidak pernah menggunakannya, takut nanti pedang itu rusak karena Pedang Langit Biru merupakan salah satu kenangan dari istrinya, Xiao Chang.


Xiang Han menerjang maju menyerang Leng Hu.


Leng Hu menghindar dengan melompat kesamping, membuat tebasan Xiang Han mengenai udara kosong, namun bisa dilihat sebuah garis memanjang di tanah dengan kedalaman setengah meter tercipta karena tebasan Pedang Langit Biru.


"Sungguh pedang yang luar biasa, aku harus mendapatkannya!" gumam Leng Hu dengan seringai lebar.


"SERANG!" Teriak Leng Hu.


Mereka berlima pun segera melompat mengeluarkan jurus masing-masing, menebaskan pedang mengeluarkan elemen masing-masing.


*Booommm...!


Ledakan keras terjadi membuat asap debu mengepul.


"Apakah kita berhasil membunuhnya?" ucap salah satu dari mereka.


"Haha! Pedang itu milik ku!" Leng Hu yang berpikir Xiang Han telah mati menjadi gelap mata, ia buru-buru berlari kearah kepulan debu tadi.


"Saudara Leng Hu! Jangan gegabah!" Salah satu dari mereka memperingatkan Leng Hu


Namun Leng Hu tidak mendengarkan karena otaknya sudah terkontaminasi oleh keserakahan.

__ADS_1


Baru saja Leng Hu akan memasuki kepulan debu itu, sebuah pedang dengan nyala api biru langsung menusuk dada hingga tembus ke punggungnya.


"Gouhk!" Leng Hu memuntahkan darah segar.


"Sebagai orang tua yang telah melewati banyak pertempuran, kau ternyata sangat bodoh!" Xiang Han tersenyum tipis, mengalirkan energi Qi lebih banyak pada pedangnya, hingga kobaran api biru membesar melahap seluruh tubuh Leng Hu.


"Aaarrrggghhh...!" Leng Hu berteriak keras hingga akhirnya suaranya menghilang bersamaan dengan tubuhnya yang habis terbakar menjadi abu.


4 orang lainnya hanya diam, menatap ngeri pada sisa-sisa abu dari tubuh Leng Hu.


"Ck, dasar si Leng Hu serakah itu! Dia malah membuat kacau!" Hu Tang berdecak kesal.


Tadi saja saat mereka melawan Xiang Han berlima, mereka masih kesulitan, apa lagi sekarang jumlah mereka berkurang satu karena kecerobohan Leng Hu.


"Mulai sekarang kita harus ekstra hati-hati, jangan sampai bertindak ceroboh seperti Leng Hu!" ucap Ma Ling


Xiang Han mengacungkan pedangnya "Majulah! Akan ku habisi kalian semua!"


"Sombong sekali! Kepung dia!" teriak Ma Ling.


Mereka segera bergerak mengepung Xiang Han dari 4 Arah yang berbeda.


Di sisi lain.


"Hahaha...! Mati! Mati kalian semua!"


Seorang pria kekar dengan baju tanpa lengan, mengayunkan goloknya dengan ganas, memotong semua musuh didepannya.


Pria itu adalah Tu Lang, Ketua Sekte Kelelawar Iblis. Sekte Kelelawar Iblis merupakan salah satu sekte aliran hitam terbesar yang bisa disetarakan dengan Sekte Golok Darah.


Entah sudah berapa banyak Tu Lang membunuh pasukan aliran putih, ia tidak tau dan juga tidak peduli sama sekali. Membunuh adalah kesenangannya.


Tu Lang akan kembali menebas satu mangsanya secara vertikal dari atas kebawah, namun tiba-tiba seseorang muncul didepannya, menahan golok Tu Lang dengan dua buah belati yang menyilang.


Orang itu adalah gadis cantik dengan rambut coklat cerah, siap lagi kalau bukan Han Shizu.


Han Shizu mendorong golok Tu Lang keatas, lalu memberikan satu tebasan belati pada perut pria itu.

__ADS_1


Tapi Tu Lang dapat menghindar dengan cukup mudah.


"Putri Han Shizu, kau cukup kuat juga!" Tu Lang menyeringai lebar "Aku dengar kau itu bisu, tapi jujur aku tidak yakin dengan hal itu!" Tu Lang mengacungkan goloknya "Aku ingin mengetahui jika aku memotong tubuh mu kecil-kecil apakah kau akan bisa mengeluarkan teriakan!"


Han Shizu hanya menatap tajam Tu Lang, menyiapkan kuda-kuda lalu melesat menyerang pria kekar itu.


Gerakan Han Shizu sangat cepat dan lincah, terus memberikan serangan pada Tu Lang dari segala arah.


Namun tidak disangka, meskipun tubuh Tu Lang sangat besar dan kekar, ia juga dapat bergerak cepat dan lincah dengan goloknya.


"Gadis kecil, kau sama sekali tidak ragu mengincar titik-titik vital ku! Kau sepertinya sudah terbiasa dalam membunuh!" Tu Lang dengan keras menebaskan pedangnya.


Meskipun bisa ditangkis oleh Han Shizu, namun tetap saja gadis itu terlempar beberapa meter.


"Aku akui kekuatan mu gadis kecil, namun pengalaman mu masih jauh di bawah ku!" setelah mengatakan itu, Tu Lang dengan cepat menerjang kedepan, kembali memberikan tebasan kuat yang membuat Han Shizu terpental.


Han Shizu tidak terjatuh, ia menahan laju terpentalnya dengan kaki, lalu memberikan tolakan keras, membuat tubuhnya melesat kedepan menyerang Tu Lang.


Mereka berdua pun terlibat dalam pertarungan sengit, menggunakan senjata yang berbeda, yakni golok dan belati ganda.


Dalam segi kecepatan, Han Shizu menang, namun dari segi kekuatan, Han Shizu berada dibawah Tu Lang, terlebih dengan pengalamannya, Han Shizu mulai terdesak.


Seiring waktu, Han Shizu mulai mendapatkan luka ditubuhnya, staminanya juga mulai berkurang membuat kecepatan Han Shizu menurun.


Hingga pada satu kesempatan, Tu Lang berhasil mendaratkan tendangan pada perut Han Shizu hingga membuat gadis itu terpental jatuh berguling-guling ditanah.


Han Shizu dengan cepat berdiri, namun tiba-tiba Tu Lang sudah berada di sampingnya lalu menebaskan goloknya.


Han Shizu melompat ke samping, nun ia tidak bisa menghindari serangan itu secara sempurna, hingga lengan kiri gadis berambut cokelat cerah itu terpotong.


Han Shizu mendelik karena merasakan sakit pada lengannya yang terpotong.


"Hahaha...! Mati!" Tu Lang muncul di belakang Han Shizu, berniat menikam gadis itu dari belakang.


Namun tiba-tiba sebuah tendangan mengenai wajah pria itu, hingga Tu Lang terpental beberapa meter.


Han Shizu akan terjatuh, namun seseorang tiba-tiba menangkap tubuhnya.

__ADS_1


Han Shizu melihat kalau yang menyelamatkannya adalah seorang pemuda tampan yang tidak lain adalah Xiang Yang, pemuda yang sempat ia temui pada malam hari di tengah ibu kota.


__ADS_2