Reinkarnasi Sang Pahlawan

Reinkarnasi Sang Pahlawan
Ch.127 - Memulai Aksi


__ADS_3

Xiang Yang mengorek informasi dari Yan Ti.


Wanita berkulit coklat itu awalnya tidak ingin memberitahukan informasi apapun, bahkan dia lebih memilih mati.


Satu-satunya pilihan pun digunakan oleh Xiang Yang, yaitu tentu saja adalah sebuah siksaan untuk membuka mulut Yan Ti.


Bukan Xiang Yang yang menyiksa, namun Han Shizu. Gadis itu menyiksa Yan Ti dengan memberikan sengatan petir ke tubuh wanita itu hingga kejang-kejang.


Awalnya Yan Ti masih bisa bertahan, hingga setelah setengah jam, wanita berkulit coklat itu pun menyerah dan menjawab semua yang ingin Xiang Yang ketahui.


Yan Ti mengatakan kalau dirinya bukan bagian dari Sekte Gunung Api, dia hanya kultivator independen yang disewa untuk memimpin pasukan pengawas bagian barat Kota Langit Ungu.


Jadi wanita itu tidak terlalu mengetahui sesuatu tentang Sekte Gunung Api. Meskipun kecewa namun Xiang Yang masih bisa mendapatkan beberapa informasi berguna.


Dari yang Yan Ti ceritakan, setiap sebulan sekali, Sekte Gunung Api akan mengutus seorang kultivator tingkat Gold Core untuk keluar.


Saat Yan Ti menceritakan hal ini, entah kenapa Xiang Yang terlihat kesal dan marah.


Selain itu, Yan Ti menceritakan kalau ada sekitar 2 ribu anggota Sekte Gunung Api yang menduduki Sekte Langit Ungu.


Ada puluhan Gold Core dan ratusan Silver Core, sisanya adalah kultivator tingkat Sky Spiritual dan Earth Spiritual, tidak ada kultivator tingkat True Fondation diantara mereka.


Meski kekuatan mereka bisa dibilang besar, namun Xiang Yang yakin rencananya masih bisa berjalan lancar.


Sekte Gunung Api tidak membunuh semua anggota Sekte Langit Ungu, para anggota wanita dijadikan pelampiasan naf*su, sementara yang pria, semua yang nasih hidup di tahan dipenjara bawah tanah.


Kota Langit Ungu sekarang sangat kacau, banyak penduduk yang sudah pergi karena tidak nyaman dengan kelakuan Sekte Gunung Api yang semena-mena. Bisa dibilang Kota Langit Ungu sudah seperti kota mati, karena hampir semua penduduknya pergi.


"Aku sudah memberitahukan semua yang ku tau, sekarang bisakah kalian melepaskan ku?" Yan Ti meringis kesakitan.


"Oh, apakah aku pernah mengatakan akan melepaskan mu?" Xiang Yang berkata dengan wajah datar.


Wajah Yan Ti langsung pucat pasi, sebelum berganti penuh kemarahan.

__ADS_1


"KAU BAJINGAN! LEPASKAN AKU!" Yan Ti meronta-ronta, berusaha melepaskan ikatan tali di tangan dan kakinya.


Han Shizu memusatkan energi petir ditangannya, lalu menyentuh tubuh Yan Ti hingga wanita itu kejang-kejang sebentar, membuatnya kembali tenang.


"Apa kau tau, aku ini tidak suka dibohongi? Kau mengatakan jika dirimu bukan berasal dari Sekte Gunung Api, kan! Tapi jika itu memang benar maka kau tidak akan bertahan selama itu dari siksaan hanya untuk sekte yang bahkan tidak ada kaitannya dengan mu!" Xiang Yang menatap dingin mata Yan Ti yang sekarang menatapnya dengan lemah.


Xiang Yang menciptakan sebuah jarum es lalu melemparkannya hingga menancap di dada Yan Ti, membekukan jantungnya hingga mati seketika.


"Shizu, kau bisa mengambil pakaian wanita ini, setelah itu kita akan menyusup ke Sekte Langit Ungu!"


Han Shizu mengangguk, namun ia masih diam ditempatnya, menatap Xiang Yang tanpa berkedip, seakan menyampaikan sesuatu.


Xiang Yang bingung apa yang ingin disampaikan Han Shizu, namun setelah beberapa saat, ia pun menyadarinya membuat pemuda itu menggaruk kepalanya dengan tawa canggung.


"Ahaha, aku akan pergi Shizu, jadi kau bisa berganti pakaian dengan bebas!" Xiang Yang mengambil tubuh tak bernyawa An To, lalu membawanya ke balik sebuah pohon.


Dia juga akan berganti pakaian.


Setelah beberapa menit berganti pakaian, mereka bertemu kembali, kemudian melesat menuju Kota Langit Ungu.


Xiang Yang dan Han Shizu berpencar kedua arah yang berbeda setelah memasuki kota, mereka berdua menyebarkan pil peledak di sudut-sudut kota yang sudah mereka tentukan.


Karena hampir semua penduduk Kota Langit Ungu sudah mengungsi, maka mereka berdua tidak perlu khawatir akan membunuh penduduk sekitar.


Memang masih ada beberapa penduduk yang tetap tinggal, karena itulah Xiang Yang hanya menaruh pil peledak di dekat perumahan yang telah kosong.


Selama setengah hari, mereka berdua berkeliling Kota Langit Ungu untuk menyebarkan pil peledak di berbagai tempat yang sudah ditentukan.


Saat malam tiba, Xiang Yang dan Han Shizu bertemu di satu tempat didalam Kota Langit Ungu yang sudah mereka tentukan sebelumnya.


"Bagaimana Shizu, apakah kau sudah menyebarkan semua pil peledak yang aku berikan?" tanya Xiang Yang.


Han Shizu menjawab dengan anggukan kepala.

__ADS_1


"Bagus, kalau begitu sekarang kita akan masuk ke Sekte Langit Ungu untuk melakukan hal yang sama!" Xiang Yang tersenyum licik.


Keduanya pun, tanpa menunda waktu, segera melesat menuju Sekte Langit Ungu.


Sesampainya mereka disana, terlihat gerbang Sekte Langit Ungu dijaga oleh dua kultivator tingkat Silver Core.


"Berhenti!" Kedua penjaga itu langsung menghentikan Xiang Yang dan Han Shizu.


"Kami juga anggota sekte, apa kalian tidak melihat seragam kami!" Xiang Yang mengeluarkan sebuah token bulat dengan gambar gunung merah.


Penjaga itu melihat token ditangan Xiang Yang dengan teliti.


"Baiklah, kalian boleh masuk!" setelah mengetahui kalau token itu asli, kedua penjaga langsung mengijinkan Xiang Yang dan Han Shizu masuk.


Xiang Yang berjalan masuk dengan senyum tipis, sementara Han Shizu masih berwajah datar.


Mereka berdua kembali berpencar setelah memasuki area sekte, menyebarkan pil peledak di segala tempat.


Mereka berdua bisa dengan mudah menghindari orang-orang Sekte Gunung Api karena mereka semua sedang berpesta dengan meminum arak, ditemani para wanita berpakaian minim yang memasang senyum manis, namun jelas itu adalah senyum terpaksa.


Han Shizu sangat marah melihat apa yang dilakukan Sekte Gunung Api, tapi ia masih bisa menahan diri dan terus menjalankan tugasnya.


Malam semakin larut, bukannya semakin sepi, namun Sekte Langit Ungu justru semakin ribut dengan pesta anggota Sekte Gunung Api.


Setelah tengah malam, Xiang Yang dan Han Shizu bertemu kembali si suatu gang sempit yang sepi.


Mereka berdua hanya diam seperti menunggu sesuatu disana, mereka bisa mendengar jelas suara-suara ribut orang-orang berpesta itu seiring waktu semakin menghilang.


Hingga setelah 2 jam berlalu, suara-suara itu tidak lagi terdengar.


"Sudah waktunya!" Xiang Yang berdiri "Shizu, apa kau siap?" Xiang Yang menatap wajah Han Shizu yang selalu setia dengan ekspresi datar.


Han Shizu mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


"Baiklah, ingat untuk membunuh dengan cepat dan senyap, jika sudah ketahuan maka itu berarti sudah waktunya kita membuat keributan besar!" Xiang Yang tersenyum tipis, lalu melompat naik keatas atap, diikuti oleh Han Shizu.


__ADS_2